
"Apa kau sudah tau bahwa William telah kembali ke negara ini??" tanya Roy serius.
Seketika Alex menggertakkan giginya kuat menahan amarah..
"Aku sudah tau!" jawab Alex dingin.
"Lalu apa rencana mu sekarang?" tanya Roy.
Alex terlihat termenung mendengar pertanyaan Roy. Apa rencananya sekarang?
Bukankah sekarang menjadi kesempatan bagus untuk Alex membuat perhitungan dengan William?
Tapi entah mengapa ada ketakutan di hati Alex sekarang.
Dia takut Anna akan membencinya nanti.
Bagaimanapun juga Willian adalah ayahnya..
Lalu sekarang apa yang harus dia lakukan?
"Aku belum punya rencana apapun" ujar Alex pelan.
Roy menatap Alex sambil memicingkan matanya. Apa dia sudah melupakan dendamnya karena gadis itu? pikir Roy.
"Apa karena gadis itu?" tanya Roy.
Alex menatap Roy sejenak, entahlah dia juga merasa bimbang sekarang.
"Dendam ku pada William tidak ada hubungannya dengan gadis itu!" tegas Alex.
Roy menatap Alex dengan serius,
"Apa kau tidak berpikir akan menyakiti gadis itu juga? Bagaimana pun William adalah ayahnya" ujar Roy menatap Alex.
Alex memalingkan wajahnya mendengar perkataan Roy,
"Aku tau apa yang harus kulakukan! Segala resikonya akan ku tanggung sendiri! Kau tidak usah ikut campur!!" ujar Alex tajam.
Roy menatap Alex yang terlihat marah dengan ucapannya lalu menghembuskan nafasnya pelan.
"Huh.. Baiklah baiklah.. Aku tidak akan ikut campur, yang jelas aku sudah memperingatkan mu" ujar Roy pasrah.
"Oh iya, apa malam ini kau tidak sibuk? Aku mengadakan pesta kecil di club ku, akan ada banyak wanita-wanita cantik dan sexy disana" ujar Roy menggoda.
Alex kembali meneguk minumannya dengan cepat,
"Aku tidak tertarik sama sekali!" acuh Alex.
Roy menyeringai mendengar perkataan Alex,
"Oke baiklah.. Aku lupa bahwa kau sudah memiliki seorang wanita yang bisa memuaskan mu sekarang" ledek Roy.
Alex mendelik kesal mendengar ucapan Roy dan menatapnya tajam.
"Tutup mulutmu!!" kesal Alex.
Roy tertawa mendengar perkataan Alex,
"Hahaha.. Atau jangan-jangan kau belum menyentuh gadis itu? Aku tau kau belum berpengalaman Alex haha.." ledeknya lagi.
"Apa kau mau aku mengajarimu??" lanjutnya.
Alex menghiraukan perkataan Roy lalu berdiri dari duduknya.
"Aku tidak butuh belajar dari seorang pria yang selalu bergonta-ganti pasangan setiap malam!" ujar Alex tajam yang seketika menghentikan tawa Roy.
"Sialan kau!!!" balas Roy kesal.
__ADS_1
Roy lalu ikut berdiri dari duduknya dan merapihkan jasnya,
"Baiklah, aku tidak akan mengganggu kesenanganmu lagi. Jika kau sudah tidak perjaka lagi, beritahu aku hahahaha!!" ujar Roy sambil menepuk pundak Alex dan pergi.
"Brengsek!!" kesal Alex.
Alex membalikkan wajahnya dan kembali melangkah menaiki tangga menuju ruangannya.
Saat sudah tiba di ruangannya Alex tidak melihat keberadaan Anna di dalam kamarnya.
'Gadis itu sudah melarikan diri' ujar Alex dalam hatinya.
Alex mengambil handphonenya lalu menghubungi seseorang.
"Harry! Pesankan makanan untukku dari restoran Yummy Star sekarang! Lalu hantarkan ke rumahku!" ujar Alex.
-
Setelah membersihkan tubuhnya Anna berjalan keluar kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya.
Langkahnya terhenti seketika melihat kaget pada Alex yang sedang duduk di atas sofa kamarnya.
"A.. Apa yang kau lakukan disini?" ujar Anna.
Alex membereskan beberapa makanan di atas meja lalu menatap Anna.
"Kau belum makan siang. Aku sudah memesan beberapa makanan" ujar Alex.
Anna melihat semua makanan yang sudah tersusun rapi di atas meja. Bukankah makanan ini sama seperti makanan yang ingin Anna pesan tadi di restoran favoritnya?
"Kau memesan ini semua?" tanya Anna.
Alex menganggukkan kepalanya lalu menghampiri Anna.
"Kemarilah! Aku akan membantumu merapihkan rambut" ujar Alex menghampiri Anna.
"A.. Aku bisa melakukannya sendiri!" ujar Anna mencoba mengambil sisir dari tangan Alex.
"Diam lah!" ujar Alex sambil menyisir rambut Anna pelan.
Anna akhirnya pasrah dan sedikit canggung dengan apa yang dilakukan oleh Alex. Bagaimana pria super dingin dan kejam ini bisa tiba-tiba menyisir rambutnya dengan lembut dan hati-hati?? pikirnya.
"Sudah selesai! ayo kita makan" ujar Alex membawa Anna untuk duduk di depan meja.
Anna menatap makanan yang ada di depannya dengan takjub,
"Kau memesan makanan yang tadi aku pesan??" tanya Anna.
Alex menatap Anna dan menganggukkan kepalanya,
"Aku memesannya kembali" ujar Alex singkat.
Anna menyuapkan makanan itu ke dalam mulutnya. Senyuman terlihat jelas di bibirnya. Akhirnya setelah sekian lama Anna bisa kembali memakan makanan favoritnya ini.
Alex menatap senyuman Anna dengan intens,
"Apa kau suka?" tanya Alex.
Anna dengan cepat menganggukkan kepalanya dan kembali menyuapkan makanan itu ke dalam mulutnya.
Anna menatap Alex yang hanya memperhatikannya makan sejak tadi.
"Kau tidak makan?" tanya Anna.
Seketika sebuah seringai muncul di bibir Alex,
"Suapi aku!" ujar Alex.
__ADS_1
Anna membelalakkan matanya mendengar ucapan Alex,
"Kau kan masih punya tangan! Makan saja sendiri!" ujar Anna kesal bercampur malu. Pria ini suka sekali menggodanya..
Alex hanya tertawa kecil mendengar ucapan Anna lalu memakan makanannya. Saat makanan itu sudah berada di dalam mulutnya, seketika wajah Alex memerah.
"Makanan apa ini!!!!" ujar Alex kepedasan.
Anna sedikit panik melihat wajah Alex yang memerah. Makanan yang Anna pesan sebelumnya adalah makanan pedas. Apakah pria ini tidak kuat pedas?? pikir Anna.
Anna menghampiri Alex dan membawa segelas air untuknya,
"Kau tidak apa-apa???" tanya Anna sedikit panik,
"Ini minumlah" ujar Anna memberikan segelas air untuk Alex.
Alex dengan cepat meminum air yang di berikan oleh Anna. Mulutnya masih terasa pedas dan tubuhnya mulai berkeringat.
"Kau baik-baik saja?" tanya Anna.
Nafas Alex mulai teratur dan rasa pedasnya perlahan mulai menghilang.
"Kau suka makanan pedas seperti ini???" tanya Alex menatap Anna heran.
Anna menatap tatapan Alex dengan polos lalu menganggukkan kepalanya,
"Tentu saja aku suka, memangnya kenapa?" tanya Anna.
Alex menahan rasa kesalnya mendengar jawaban Anna,
"Makanan ini terlalu pedas! Kau tau, perutmu bisa terbakar karenanya! Lagipula makanan pedas itu tidak baik untuk usus! Aku akan membuang makanan ini dan memesan makanan lain!!" ujar Alex tegas.
Anna menatap Alex dengan kesal,
"Kenapa harus membuangnya??? Lagipula ini tidak terlalu pedas!! Kau saja yang berlebihan!!" ujar Anna kesal.
"Tidak bisa!! Apa kau mau terkena usus buntu??" kesal Alex.
"Selama ini aku memakannya perutku tidak pernah bermasalah! Kau saja yang berlebihan!!" jawab Anna.
"Tidak boleh!! Mulai sekarang kau tidak boleh makan makanan seperti ini!" tegas Alex.
"Enak saja!!! Aku akan tetap memakannya!!" ujar Anna lalu mengambil makanannya kembali dan memakannya dengan cepat.
Alex menatap Anna dengan kesal saat Anna mulai memakan makanannya lagi dengan cepat.
"Aku bilang berhenti makan makanan itu sekarang!!!!" perintah Alex menatap Anna tegas.
Anna mengacuhkan perkataan Alex dan memakan makanannya dengan cepat.
Alex menghembuskan nafasnya pasrah. Gadis ini memang keras kepala, ujarnya dalam hati.
Seketika Anna berhenti mengunyah makanannya lalu memegang perutnya yang tiba-tiba terasa sakit.
"Aw" rintih Anna sambil memegang perutnya kuat.
Ada apa ini? kenapa perutnya terasa sangat pedih dan sakit??
"Kau kenapa??" tanya Alex panik, lalu menghampiri Anna yang kesakitan.
"Sa.. Sakit" rintih Anna.
Bersambung...
Halo dukung selalu cerita ini ya dengan kasih like dan komen yang banyak ☺️
Jangan lupa bantu share juga ya dan rekomendasikan ke teman-teman yang lain 🤭
__ADS_1
Terimakasih ❤️❤️