Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Ma femme


__ADS_3

"Baiklah, kurasa rapat kali ini cukup sampai disini" ujar Alex menutup sesi rapat hari ini.


Para petinggi lain pun mulai berdiri dari kursinya dan saling bersalaman. Begitu juga dengan Alex, pria itu berdiri dari duduknya dan bersalaman dengan yang lain.


Berbeda dengan Miranda, wanita itu terlihat masih duduk di kursinya sambil menatap wajah Alex dengan intens. Dia memainkan bolpoin nya sambil tetap mengarahkan fokusnya pada pria itu.


Setelah ruangan mulai sepi, Alex pun kembali duduk untuk merapihkan barang-barangnya. Pria itu bahkan tidak menyadari bahwa masih ada Miranda yang masih duduk dengan tenang di kursinya.


Harry menghampiri Alex dan menatap pada Miranda yang terlihat belum ingin meninggalkan ruangan itu.


"Ohh, Nona Miranda masih disini rupanya" ujar Harry.


Miranda pun tersenyum pada Harry dan mengangguk pelan.


"Ekhem.. Bisakah aku berbicara dengan Tuan Alexander??? Ada beberapa poin yang belum aku pahami. Harap di maklum, aku baru bergabung disini" ujar Miranda dengan senyum ramahnya.


"Kuharap, Tuan Alexander mau memberikan waktunya sedikit untuk menjelaskan" lanjutnya lagi.


Alex terlihat mendelik sekilas pada Miranda dan menopang tangannya di atas meja sambil menatap jam di tangannya.


"Maaf, Sebenarnya aku tidak ada waktu. Harry yang akan menjelaskannya padamu" ujar Alex hendak berdiri dari duduknya.


Miranda pun dengan cepat berdiri dari duduknya untuk menahan Alex,


"Bukankah tidak sopan meninggalkan klien mu begitu saja?? Apakah begitu cara seorang pemimpin dari perusahaan ini memperlakukan rekan bisnisnya???" ujar Miranda tajam.


Alex pun seketika menatap tajam pada Miranda. Harry yang mengetahui bahwa Boss nya itu sedang marah langsung menyentuh lengannya pelan,


"Tu.. Tuan.. Dia investor baru kita, kuharap Tuan bisa mengerti" bisik Harry sedikit takut.


Alex mendelik pada Harry dan menghela nafasnya dengan kasar,


"Baiklah Nona, aku akan menjelaskan kembali padamu! Tapi aku hanya punya waktu 5 menit saja. Jadi... kuharap anda memasang telinga dengan baik untuk mendengarkan ucapanku kali ini" ujar Alex sinis.


Miranda pun menatap Alex dengan senyumannya dan mengangguk pelan. Sial!! Pria ini memang benar-benar memiliki mulut yang tajam dan tatapan yang mengerikan. Pantas saja orang-orang selalu menganggapnya pria dingin yang menakutkan, pikir Miranda.


"Terimakasih Tuan.." ujarnya.


Alex pun menjelaskan kembali beberapa poin tanpa menatap wanita itu. Setelah dirasa cukup Alex pun menutup penjelasannya dan menatap jam di tangannya.


"Kurasa seharusnya kau sudah mengerti sekarang" ujar Alex datar.


Miranda pun menutup catatannya dan mengangguk pada pria itu,


"Iya, aku sudah paham... Maaf Tuan Alexander, aku telah merepotkanmu" ujar Miranda.


"Oh, iya.. Sebelumnya, aku juga ingin mengucapkan selamat atas pernikahanmu beberapa waktu lalu" lanjutnya.


Alex berdiri dari duduknya dan mengangguk singkat,


"Terimakasih" ujarnya.


Miranda pun ikut bangkit dari duduknya dan tersenyum pada Alex yang tidak memandang kearahnya sedikit pun. Sial!!! Pria ini benar-benar sulit di taklukkan, pikir Miranda kesal.


"Sepertinya Tuan Alex sangat sibuk ya.. Sejak tadi anda selalu melihat kearah jam" ujar Miranda sedikit menyindir.


Harry yang mendengar hal itu seketika sedikit meringis mendengar perkataan Miranda yang cukup berani.


Alex merapihkan jasnya dan mengambil barang-barang miliknya,


"Kau benar!! Aku harus segera pulang untuk menemui istriku!!" ujar Alex tegas.


Seketika Miranda pun membelalakkan matanya menatap Alex tidak percaya. Apa??? Hanya karena ingin bertemu dengan istrinya, pria itu sampai tergesa-gesa dan mengacuhkannya seperti ini??? kesal Miranda.

__ADS_1


Wanita itu mengepalkan tangannya kuat dan memaksakan senyumnya,


"Benarkah??? Kau pasti sangat mencintai istrimu..." ujar Miranda menyindir pelan.


Alex menepuk pundak Harry dan dengan segera meninggalkan ruangan itu tanpa mengidahkan ucapan Miranda. Bahkan Alex tidak menatap kearah wanita itu sedikit pun.


Miranda mengepalkan tangannya kuat menahan amarah. Harry pun berjalan kearah Miranda dan tersenyum tipis,


"Tuan Alex memang seperti itu, mohon di maklumi.." ujar Harry.


Miranda menghela nafasnya dan mengambil tas miliknya yang berada di atas meja. Lalu wanita itu pun menatap Harry dengan wajah penasarannya,


"Apakah Boss mu itu bersikap dingin pada semua orang???" tanyanya.


Harry pun terlihat berpikir sejenak,


"Hmm... Ya bisa di bilang begitu. Tetapi, Tuan Alex akan berubah 180 derajat jika bersama istrinya.. Dia akan berubah menjadi pria yang lembut dan romantis hehe" ujar Harry dengan senyumnya.


Miranda pun semakin mengepalkan tangannya karena cemburu. Wanita itu menggertakkan giginya kuat dan mencoba mengatur nafasnya yang memburu.


'Baiklah Miranda... Sepertinya gadis itu sedikit tidak mudah di kalahkan. Jadi, apakah pria itu benar-benar menikahi istrinya karena cinta???' ujar Miranda dalam hatinya.


'Tidak!!!! Itu pasti tidak mungkin!!! Bagaimana pun alasannya, dirinya harus mendapatkan Alex dan membuat pria itu berpisah dengan istrinya secepat mungkin!!!' tekadnya dalam hati.


-


Anna sedang mengaduk adonan di dalam wadah. Gadis itu tengah membuat kue untuk suaminya. Sebelum Alex tiba, Anna ingin membuatkan kue untuknya.


Terlihat Bibi Van juga sedang membantu gadis itu menyiapkan beberapa bahan di atas meja.


"Bibi bisakah Bibi ambilkan aku dua telur lagi di dalam kulkas??" tanya Anna sopan.


Bibi Van pun mengangguk dan tersenyum pada Anna,


Bibi Van pun melangkah kearah kulkas dan membukanya untuk mengambil telur.


Saat Bibi Van sudah mengambil telurnya dan hendak menutup kulkasnya kembali. Seketika Bibi Van terkejut saat Alex berdiri di sampingnya sambil mengarahkan telunjuknya di depan bibir. Memberikan kode pada Bibi Van agar tidak bersuara.


Bibi Van yang mengerti maksud Alex pun tersenyum penuh arti dan mengangguk pelan. Lalu Bibi Van memberikan telurnya pada Alex saat Alex mengulurkan tangannya. Setelah itu Bibi Van pun meninggalkan dapur tanpa sepengetahuan Anna.


Anna masih konsentrasi mengaduk adonan kuenya di dalam wadah. Lalu, sebuah tangan mengulurkan 2 buah telur padanya. Anna pun mengambil telur itu tanpa membalikkan wajahnya,


"Terimakasih Bibi" ujar Anna.


Gadis itu pun mencampurkan telur tadi pada adonannya. Namun tiba-tiba sebuah tangan kekar memeluk tubuhnya dengan erat.


"Kau sedang membuat apa sayang...." bisik Alex di telinga istrinya dengan mesra.


Anna yang terkejut seketika terperanjat dan memalingkan wajahnya ke belakang.


"A... Alex!!!!! Kau mengagetkanku!!!!" ujar Anna sambil menyentuh dadanya.


Alex pun tertawa dan mengecup bibir istrinya,


CUP!!!


Setelah ********** pria itu kembali menatap wajah istrinya yang sedikit terkena tepung. Alex mengusap pipi Anna dengan lembut untuk menghilangkan noda di wajah cantik istrinya,


"Maaf... aku mengagetkanmu..." ujarnya lembut.


Anna pun membalikkan tubuhnya pada Alex dan menatap suaminya itu dengan heran,


"Apakah rapatnya sudah selesai???" tanya Anna.

__ADS_1


Alex pun menyentuh pipi Anna dan mengangguk pelan,


"Sudah... Setelah selesai aku langsung kembali. Aku merindukanmu...." ujar Alex dalam.


Anna pun tersenyum geli dan menyentuh tangan Alex yang berada di pipinya,


"Kita baru berpisah 3 jam saja Alex" ujar Anna.


Alex pun memeluk tubuh Anna dan mencium bahunya lembut,


"3 jam itu waktu yang cukup lama menurutku" ujarnya manja.


Anna pun membalas pelukan Alex dan mengangguk pelan,


"Aku juga merindukanmu" balas Anna pelan.


Pria itu pun tersenyum senang mendengar ucapan istrinya itu. Setelah beberapa lama Alex pun melepaskan pelukannya,


"Apa istriku ini sedang membuat kue????" tanya Alex.


"Aku akan membantumu..." lanjutnya.


Anna pun tersenyum dan mengangguk pelan,


"Terimakasih.." ujarnya.


Mereka pun mulai membuat kue bersama sambil bercanda mesra dan diselingi dengan ciuman-ciuman penuh gairah.


Setelah selesai, Anna pun mencoba kue buatan mereka,


"Enak!!" ujar Anna senang.


Alex tersenyum senang melihat wajah bahagia istrinya,


"Benarkah??? Aaaaa... Suapi aku.." ujar Alex manja.


Anna pun mengambil sepotong kue dan menyuapkannya pada Alex,


"Enak bukan????" tanya Anna penasaran.


Alex pun tersenyum penuh arti dan mengangguk pelan,


"Manis...." ujar Alex pelan.


Lalu dengan cepat pria itu pun mengangkat tubuh Anna dan mendudukkannya di atas meja.


"Akhh...." teriak Anna tertahan.


Pria itu pun menahan tubuh istrinya di atas meja dan menatapnya dalam,


"Tapi... Aku lebih menyukai ini...." bisik Alex sambil menyentuh bibir Anna lembut.


Alex mendekatkan wajahnya pada Anna dan memeluk tubuhnya istrinya dengan erat,


"Aku menginginkanmu, sayang....." bisik Alex penuh gairah.


Bersambung...


Halo, jangan lupa support terus cerita ini ya..


Tinggalkan komen, like, vote dan hadiahnya 🙏


Terimakasih.... 😘❤️

__ADS_1


__ADS_2