
Lalu dengan perlahan Alex menempelkan keningnya pada kening Anna sambil menutup matanya. Menikmati kehangatan yang dia rasakan di dalam hatinya.
"Aku juga mencintaimu..." bisik Anna pelan.
Seketika Alex membuka matanya dan menatap wajah Anna tidak percaya.
Apakah tadi dia salah dengar?? Atau dia sedang berhalusinasi??? pikir Alex resah....
"Bisakah kau ulangi apa yang baru saja kau ucapkan??" bisik Alex bergetar.
Anna menatap dalam pada wajah Alex dan menghembuskan nafasnya perlahan.
"Aku juga mencintaimu, Alex" bisik Anna kembali.
Perlahan senyuman Alex mengembang di bibirnya. Dia merasakan beban berat di hatinya perlahan menghilang. Seperti ada sebuah kembang api yang meletup-letup di dadanya. Dia tidak pernah merasa sebahagia ini selama hidupnya.
Alex menyentuh wajah Anna dengan lembut dan menatap matanya dalam.
"Katakan padaku bahwa aku tidak sedang bermimpi??" tanya Alex ragu.
Anna menggelengkan kepalanya sambil tersenyum pada Alex.
"Ini bukan mimpi..." ujar Anna pelan.
Dengan perasaan bahagianya Alex pun memeluk tubuh Anna erat dan mencium kepalanya.
'Terimakasih Tuhan' ucap Alex dalam hatinya.
"Saat kau tidak bersamaku, aku juga merasa sangat merindukanmu. Aku merasa nyaman berada di dekatmu dan ada perasaan yang hangat setiap kali kau menyentuh dan memelukku" bisik Anna di pelukan Alex.
Perlahan Alex melepaskan pelukannya dan menyentuh wajah Anna dengan lembut.
"Terimakasih.. Anna. Ini adalah hari yang paling membahagiakan dalam hidupku" ujar Alex lembut.
Perlahan Alex menempelkan keningnya pada Anna,
"Aku sangat sangat mencintaimu. Aku tidak akan membiarkanmu pergi dari sisiku sampai kapanpun" bisik Alex.
Alex kembali menatap wajah Anna dalam, lalu perlahan bibirnya mendekat pada bibir Anna.
CUP!!!
Alex mencium bibir Anna dengan perlahan dan lembut. Satu tangannya menyentuh wajah Anna dan satu lagi merangkul pinggangnya dengan erat. Dia ******* bibir Anna dengan sangat lembut. Anna pun tanpa ragu mulai membalas setiap ******* yang Alex berikan.
Ciuman mereka kali ini benar-benar terasa berbeda. Keduanya sudah saling mengungkapkan perasaan mereka masing-masing. Tidak ada keraguan lagi di dalam hati Anna. Dia juga mencintai pria itu, entah sejak kapan. Dan dia pun ingin selalu berada di samping pria ini.
-
William telah tiba di Paris. Anak buahnya telah memberikan informasi tentang dimana putrinya dan pria bernama Alex itu menginap.
Mata tajam William menatap hotel bintang lima yang berada di depannya. Ada perasaan yang mengganjal di hatinya. Kenapa pria itu membawa putrinya saat pria itu sedang ada perjalanan bisnis?? pikir William.
Pikirannya kembali teringat saat pria itu mencari putrinya sampai berani masuk ke dalam rumahnya dengan nekat.
Apa jangan-jangan.... pikir William resah.
Tidak!! Dia tidak boleh membiarkan putrinya bersama pria keturunan Boston itu!!! Bagaimana pun caranya, hari ini dia harus membawa putrinya kembali, tekad William.
-
Alex dan Anna sedang menikmati makan malam romantis mereka. Terlihat Alex sedang memotong berapa daging untuk di berikan kepada Anna.
Alex mengambil sepotong daging lalu memberikannya kepada Anna,
"Buka mulutmu.." ujar Alex dengan lembut.
Anna pun seketika terlihat merona dan sedikit malu saat Alex mencoba untuk menyuapinya.
"A.. Aku bisa melakukannya sendiri" ujar Anna cepat dan mencoba mengambil garpu di tangan Alex.
"Aku tidak menerima penolakan!" ujar Alex tegas.
Dengan terpaksa akhirnya Anna membuka mulutnya dan memakan daging yang di berikan Alex.
Seketika senyuman terpampang di wajah Alex.
__ADS_1
"Sekarang giliran mu menyuapiku" ujar Alex menggoda.
Seketika Anna menatap Alex yang terlihat seperti anak kecil yang menunggu ibunya untuk segera menyuapi makanan untuknya.
Dengan ragu Anna pun mengambil sepotong daging dan menyuapkannya pada Alex.
Alex terlihat tersenyum senang sambil mengunyah daging yang di berikan Anna tadi.
Seketika Alex menatap Anna dengan intens, lalu dia mengeluarkan sesuatu dari dalam saku celananya.
Sebuah kotak kecil yang berisi perhiasan di dalamnya. Alex melangkahkan kakinya mendekati Anna.
Anna pun menatap Alex yang mendekat padanya dengan bingung.
"Tutup matamu" ujar Alex pelan.
Tanpa bertanya, dengan ragu akhirnya Anna menutup matanya. Anna merasakan ada sesuatu yang terpasang di lehernya.
CUP!!!
Dengan lembut Alex mencium leher Anna lalu berbisik padanya,
"Sekarang kau boleh membuka matamu" bisik Alex lembut.
Perlahan Anna pun membuka matanya dan menatap ke arah sebuah kalung yang sudah terpasang di lehernya. Kalung itu berbentuk bunga mawar dengan sebuah berlian di pucuk bunganya.
Anna menatap kalung itu dengan kagum, lalu mengalihkan pandangannya pada Alex yang sedang tersenyum di sampingnya.
"Untuk apa ini??" tanya Anna ragu.
Alex hanya tersenyum lalu mendekatkan wajahnya pada Anna.
"Anggap saja ini sebuah hadiah karena kau sudah menemaniku ke Paris" ujar Alex.
"Apa kau suka??" tanyanya.
Anna pun tersenyum pada Alex dan menganggukkan kepalanya.
"Ini sangat indah.." ujarnya pelan sambil terus memperhatikan kalung itu.
"Terimakasih" ucap Anna tulus sambil menatap Alex.
Seketika sebuah ide muncul di kepalanya. Alex tersenyum menyeringai pada Anna.
"Bagaimana dengan ini?? Sebagai ucapan terima kasih" ujar Alex sambil menunjuk bibirnya pada Anna.
Seketika pipi Anna pun merona mendengar ucapan Alex.
Anna terdiam beberapa saat melihat wajah Alex dengan ragu.
Alex yang merasa tidak tega melihat wajah Anna pun akhirnya mengusap pipi gadis itu perlahan.
"Aku hanya bercanda" ujar Alex lembut.
DRTT!!
DRTT!!
Tiba-tiba Alex merasakan handphone di dalam saku jasnya bergetar. Dengan cepat Alex pun mengambil handphonenya dan melihat nama 'Roy' tertera disana.
Dengan malas Alex memutuskan panggilan temannya itu. Pria ini menelpon disaat yang tidak tepat!! kesal Alex.
Namun beberapa detik kemudian Roy kembali menelpon, dan dengan kesal lagi-lagi Alex terus menolak panggilannya. Anna pun melihat ekspresi kesal dari wajah pria itu.
"Ada apa?" tanya Anna.
Alex memasukkan kembali handphonenya kedalam jas lalu menatap Anna,
"Tidak ada apa-apa" jawab Alex tersenyum.
"Makanlah yang banyak" lanjutnya, lalu kembali duduk di kursinya.
Mereka menghabiskan makan malam hari ini dengan romantis dan penuh cinta. Keduanya tidak pernah lepas saling melempar senyum pada satu sama lain. Alex berharap waktu dapat berhenti pada saat ini, agar dia bisa selalu bersama dengan gadis yang dia cintai di hadapannya ini.
Waktu sudah sangat larut. Alex dan Anna pun memutuskan untuk kembali ke hotel dengan berjalan kaki. Letak taman tadi dan hotel tidak terlalu jauh.
__ADS_1
Selama perjalanan Alex dan Anna terlihat saling bergandengan tangan. Dan saling melempar senyuman. Kebahagiaan terlihat jelas dari sepasang kekasih itu.
Dari dalam mobilnya William melihat Alex dan Anna dari kejauhan. Pandangan matanya menajam seketika saat melihat putrinya dan pria itu saling bergandengan tangan dan menatap satu sama lain.
William mengepalkan tangannya, ternyata firasat buruknya benar. Ini tidak bisa di biarkan!! pikir William geram.
"Tuan, apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanya anak buahnya.
William terlihat memijit kepalanya perlahan.
"Biarkan aku menjernihkan pikiranku dulu" ujarnya frustasi.
Alex dan Anna pun telah tiba di depan kamar mereka. Alex membukakan pintu kamar Anna, namun terlihat enggan melepaskan tangannya pada tangan gadis itu.
"Istirahatlah. Besok kita akan pulang" ujar Alex lembut.
Tangannya menyentuh pipi Anna dengan lembut, dan perlahan wajahnya mendekat pada wajah Anna.
"Bolehkah aku memberikan ciuman selamat malam??" tanya Alex berbisik lembut.
Anna merasakan pipinya mulai merona mendengar bisikan Alex. Perlahan wajah Alex pun mendekat dan Anna sama sekali tidak menjauh dari posisinya.
CUP!!!
Alex menempelkan bibirnya pada bibir Anna dengan lembut. Perlahan mengecupnya dan **********. Terlihat Anna pun mulai membalas ciuman dari Alex.
Alex merasakan gairah yang kembali muncul dalam dirinya. Perlahan dia memeluk pinggang Anna erat dan memperdalam ciumannya.
Alex menuntun tubuh Anna agar masuk ke dalam kamarnya tanpa melepaskan ciumannya sedikit pun. Kakinya menendang pintu kamar cukup keras sampai pintu kembali tertutup rapat.
Ciuman mereka mulai terlihat cepat dan penuh gairah. Alex terus mendorong tubuh Anna dan membuat kaki gadis itu membentur tempat tidur yang mengakibatkan tubuh mereka berdua jatuh di atas sana.
Alex terus mencium Anna dengan tidak sabaran. Anna perlahan merangkul leher pria itu dan meremas rambutnya. Terdengar suara decakan ciuman mereka di ruangan itu.
Dengan lembut Alex menyentuh paha Anna yang terbuka dan mengusapnya perlahan. Ciumannya turun ke arah leher gadis itu. Alex mengecupnya dan menjilat nya dengan lembut. Anna merangkul wajah Alex sambil menahan ******* yang akan keluar dari mulutnya.
Wajah Alex kembali menatap wajah Anna yang merona merah dan bibirnya yang masih basah karena ciuman mereka.
"Aku mencintaimu... sampai membuatku gila" bisik Alex penuh gairah.
Dengan cepat Alex membuka jasnya dan membuka kancing kemejanya dengan tidak sabaran.
Bibirnya dengan liar kembali ******* bibir Anna dengan rakus. Membuat Anna terbuai di buatnya.
Saat ciumannya mulai turun ke arah dada gadis itu. Tiba-tiba Anna merasakan getaran yang berasal dari jas milik Alex yang berada di sampingnya.
Awalnya Anna mengacuhkan getaran yang berasal dari handphone Alex itu. Namun getaran itu terus menerus terasa olehnya dan mengganggunya.
Dengan perlahan Anna mendorong wajah Alex menjauh dan menatap wajah pria itu yang terlihat sedang sangat bergairah.
"Alex, handphonemu bergetar" ujar Anna mencoba menahan Alex.
"Biarkan saja!" ujar Alex tidak peduli.
Alex terlihat mengacuhkan hal itu dan mencoba kembali untuk mencium Anna. Namun Anna kembali menahannya.
"Angkat dulu. Mungkin itu sesuatu hal yang penting" ujar Anna.
Dengan tidak rela Alex akhirnya bangun dari atas tubuh Anna dan mengambil handphonenya.
Terlihat kembali nama Roy tertera disana. Sialan, pria itu benar-benar mengganggunya!!! umpat Alex kesal. Lalu Alex pun mengangkatnya.
"Katakan apa yang kau inginkan!!! Kau benar-benar sudah menggangguku!!!!" geram Alex pada Roy.
("Yoo... Kau ini!!! Kau akan berterimakasih padaku setelah kau mendengar informasi yang sangat penting ini") terdengar suara Roy di balik sana.
"Cepat katakan!!!!" geram Alex.
("William... William sedang ada di Paris!!") ujar Roy tanpa basa-basi.
Seketika Alex menggertakkan giginya kuat dan mengepalkan tangannya...
'Brengsek!!!!' umpatnya.
Bersambung...
__ADS_1
Terimakasih untuk pembaca setia novel ini, jangan lupa kasih like dan komennya ya 🙏❤️🤗