Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Kecurigaan William


__ADS_3

Setelah William keluar dari kamar Anna. Dia memasuki ruang kerjanya lalu duduk termenung disana.


William kembali teringat dengan kancing baju yang dia temukan di lantai kamar putrinya tadi. Sudah jelas-jelas William sangat tau bahwa kancing tadi adalah kancing dari kemeja penjaga di rumah ini. Kancing itu punya tanda khusus yang William sengaja buat untuk para pekerjanya.


William kembali teringat dengan penjaga yang menggunakan masker tadi. Sepertinya dia telah ceroboh dan tertipu oleh pria itu. Ternyata pria itu telah berhasil menemukan keberadaannya. Di tambah lagi dia melihat tanda merah yang berada di leher Anna tadi.


William sempat kehilangan kontrol emosinya. Namun untungnya dia berhasil menahannya dan berpura-pura tenang. Dia akan melihat senekat apa anak dari Boston itu bisa berbuat sesuatu. Dia tidak ingin gegabah kali ini. Setelah dia menemukan waktu yang tepat. Barulah dia akan bertindak.


Sekarang, William hanya perlu melancarkan pertunangan Anna dan Daniel. Setelah itu barulah dia akan memberi perhitungan pada Alex..


-


Matahari masuk melalui celah jendela. Anna mengerjapkan matanya perlahan mencoba untuk membuka matanya. Anna menggosok pelan matanya dan menatap ke sekitar.


Setelah sadar, Anna pun mengarahkan pandangannya ke samping tempat tidur. Kosong??? Bukankah semalam Alex berasa disini?? pikir Anna gusar.


Dia pun bangun dan terduduk dengan cepat. Dimana Alex?? pikirnya.


Anna pun melihat sebuah kertas yang berada di atas tempat tidur di sampingnya. Dengan cepat Anna pun mengambilnya dan membacanya.


#


Selamat pagi, bidadari cantikku...


Maafkan aku tidak berpamitan denganmu terlebih dahulu, aku tidak tega membangunkan mu yang sedang terlelap dalam tidur.


Aku sudah katakan padamu sebelumnya, bahwa aku akan pergi sebelum matahari terbit. Walaupun aku sangat enggan tapi aku tidak ingin ayahmu mengetahui keberadaanku saat ini.


Anna, tentang makan malam yang ayahmu katakan kemarin bersama pria brengsek bernama Daniel itu, Terima sajalah ajakannya..


Bukan berarti aku mengizinkanmu bersama pria bajingan itu. Aku tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi!!


Tetapi aku punya suatu rencana untuk kita. Setelah kau tiba disana, berpura-puralah tidak enak badan lalu aku akan menjemputmu dan berpura-pura menjadi penjaga yang di tugaskan oleh ayahmu untuk menjemputmu.


Percayalah padaku, kita akan kembali bertemu nanti malam..


Aku sangat... sangat... mencintaimu!!!


Calon suamimu,


Alexander Wijaya <3


#


Setelah membaca surat itu, sebuah senyuman merekah di bibir Anna. Jantungnya berdebar saat membaca setiap kata dari surat itu. Sebenarnya apa rencana Alex?? pikir Anna penasaran.


-

__ADS_1


Daniel masuk ke dalam ruang kerjanya dan mulai berkutat dengan berkas-berkas yang ada di atas meja. Pekerjaannya di Jepang cukup banyak, beruntung dia mengambil alih pekerjaan disini sekarang, karena Anna juga berada di negara ini. Dia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatannya untuk sering bertemu dengan Anna. Walaupun saat ini hati gadis itu belum terbuka untuknya.


Malam ini dia akan makan malam dengan Anna. Daniel sudah mempersiapkan makan malam romantis yang akan disukai oleh Anna. Dia berharap kali ini Anna mau menerima ajakannya dan semoga kali ini dia bisa meluluhkan hati gadis itu.


Tok.. Tok..


Terdengar suara ketukan di pintu, Daniel menatap pintu itu sebentar dan kembali berkutat dengan berkasnya.


"Masuk!" ujar Daniel.


Sekretarisnya masuk dan membungkukkan badannya pada Daniel. Lalu dengan perlahan melangkahkan kakinya ke arah meja Daniel.


"Tuan, ini ada laporan penting yang ingin aku sampaikan" ujar sekretarisnya yang bernama Dania sambil meletakkan berkas laporan yang dia bawa.


Daniel pun menatap Dania dan mengambil berkas yang di bawanya. Daniel memicingkan matanya saat membaca laporan itu.


"Perusahaan Lexa milik Alexander Wijaya telah membatalkan kerjasamanya dengan perusahaan kita. Dan mereka juga telah mengembalikan uang yang kita investasikan menjadi dua kali lipat" ujar Dania.


Daniel menggertakan giginya dan tersenyum sinis mendengar laporan sekretarisnya itu.


"Huh.. Baguslah, aku juga tidak ingin bekerjasama dengan perusahaan itu" ujar Daniel sinis.


"Kembalikan uang mereka!! Untuk apa mereka membayar dua kali lipat?? Aku tidak ingin menerima sepeserpun darinya!!!" tegas Daniel sambil melempar berkas itu cukup keras di atas meja kerjanya.


Dania yang mengerti pun, menganggukkan kepalanya dan mengambil kembali laporan itu,


"Baik Tuan" ujarnya, lalu menundukkan kepalanya dan melangkah kembali keluar.


-


Hari sudah menjelang malam, Anna sedang mempersiapkan dirinya untuk makan malam dengan Daniel. Bukan!! Lebih tepatnya untuk kembali bertemu dengan Alex.


Ada sedikit kecemasan di hatinya, dia takut ayahnya akan curiga dan mengetahui keberadaan Alex. Namun Anna mencoba meyakinkan hatinya bahwa semua akan baik-baik saja.


Anna kembali menatap dirinya di depan cermin. Dia memakai gaun berwarna nude dan membuat rambutnya sedikit bergelombang, dengan riasan wajah yang natural namun membuatnya terlihat sangat anggun dan cantik.


Tok.. Tok...


Terdengar suara ketukan pintu, Anna melangkahkan kakinya kearah pintu dan membukanya. Seorang pelayan langsung membungkukkan badannya pada Anna.


"Nona, Tuan Daniel telah menunggu Nona di lantai bawah" ujar pelayan itu.


Anna pun mengangguk padanya,


"Aku akan turun sebentar lagi" ujar Anna.


Lalu setelah pelayan itu pergi, Anna kembali menutup pintunya dan menghembuskan nafasnya perlahan. Mengapa tiba-tiba dia terasa gugup sekarang. Bukan karena Daniel, tetapi Anna takut jika rencana Alex akan gagal dan ketahuan.

__ADS_1


Anna pun kembali menghembuskan nafasnya dan meyakinkan dirinya. Tenang Anna, semua akan baik-baik saja.. ucap Anna dalam hatinya.


Anna pun mengambil tas kecilnya lalu melangkah keluar kamar dan turun ke lantai bawah.


Daniel yang sedang berbincang dengan William pun mengarahkan pandangannya pada Anna yang sedang berjalan turun kearahnya.


Sebuah senyuman terpampang jelas di wajah Daniel saat menatap Anna dengan kagum. Gadis itu benar-benar cantik! pikir Daniel. Dia sangat senang karena Anna tidak menolak makan malam hari ini. Daniel hanya berdoa, semoga perlahan hati Anna mulai terbuka untuknya.


"Kau sangat cantik" puji Daniel pada Anna.


Anna hanya memasang senyum tipisnya mendengar pujian Daniel.


"Terimakasih" ujar Anna singkat.


Daniel pun membalikkan badannya pada William dan berpamitan.


"Paman, aku dan Anna akan berangkat sekarang" ujar Daniel.


William pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya pada Daniel.


"Baiklah, hati-hati di jalan. Aku titip Anna padamu" ujar William sambil menepuk pundak Daniel.


Daniel pun tersenyum dan mengulurkan tangannya pada Anna,


"Ayo kita pergi" ujarnya tersenyum.


Dengan ragu Anna pun menerima uluran tangan Daniel dan melangkah keluar bersamanya.


Setelah melihat kepergian Anna dan Daniel. William pun merasakan handphone di dalam saku jas nya bergetar. Dia pun mengambilnya dan mengangkat telepon itu.


"Bagaimana??" tanya William langsung.


("Tuan, menurut hasil penyelidikanku, pria bernama Alex itu memang pergi ke Jepang kemarin. Hari ini dia tidak ada di kantornya dan aku melihat riwayat penerbangan atas namanya dengan tujuan ke Jepang") ujar seseorang di ujung sana.


William pun terlihat memicingkan matanya dan tersenyum sinis,


"Sudah kuduga!!! Baiklah, lanjutkan tugasmu!!" ujar William tajam, lalu mematikan teleponnya.


'Huh... Ternyata pria itu cukup nekat!!!' ujar William dalam hatinya.


Kita lihat sejauh mana dia akan berani bertindak!! pikirnya sinis.


Bersambung...


Halo, tambah satu episode lagi ya untuk hari ini ☺️


Sebenarnya up itu sudah dari kemarin malam, tapi karena ada gangguan dari NT nya, jadi di up nya hari ini.

__ADS_1


Tapi ngak papa, semoga pada suka ya 🤗


Jangan lupa komen dan like nya, terimakasih 🙏❤️


__ADS_2