Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Kencan 2


__ADS_3

Anna pun keluar dengan pelan dan sedikit gugup. Dia telah memakai kimono nya dan rambutnya juga telah di gulung dan di jepit dengan tusukan rambut yang indah khas Jepang.


Alex terlihat terdiam dan memandang Anna dengan terpesona. Gadis itu benar-benar terlihat sangat cantik dan berbeda. Alex tidak bisa menyembunyikan senyuman di wajahnya. Lalu dia pun berjalan kearah Anna dan menatapnya dalam.


"Kau sangat cantik...." ujarnya tulus.


Anna terlihat salah tingkah dan tersipu malu mendengar pujian Alex. Pelayan tadi pun keluar ruangan setelah menyimpan buku menu di atas meja.


Alex mendekat pada Anna dan mengusap pipi nya dengan lembut.


"You are so so beautiful.. May i kiss you??" bisik Alex pada Anna.


Seketika Anna merasa pipinya merona mendengar bisikkan Alex. Saat wajah Alex perlahan mendekat padanya, Anna pun dengan refleks menutup mulut Alex yang hampir menempel pada bibirnya.


"Nanti saja.. Aku sudah lapar Alex, tadi aku belum sempat makan" ujar Anna dengan wajah polosnya.


Alex pun seketika mencoba menahan tawanya saat melihat ekspresi lucu Anna. Dengan lembut pria itu menarik tangan Anna yang berada di bibirnya lalu mengecupnya dengan lembut.


"Baiklah, aku mengalah" ujar Alex.


Lalu Alex pun menuntun Anna untuk duduk di bawah, dan mulai memilih makanan apa yang akan mereka pesan.


"Kau ingin makan apa??" tanya Alex.


Anna terlihat sedang membuka buku menu dan memilih makanan apa yang akan dia pesan.


"Hmm... Aku ingin ini.. ini... ini.. dan ini.." ujar Anna sambil menunjuk beberapa makanan pada Alex.


Alex mengeryitkan dahinya melihat makanan yang di tunjuk Anna. Gadis itu memesan banyak makanan, sepertinya dia benar-benar lapar, pikir Alex dalam hatinya.


Alex pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya,


"Baiklah, ayo kita pesan semua" ujarnya lalu memanggil pelayan dan memberitahukan pesanannya.


Setelah pelayan itu mencatat pesanan. Beberapa menit kemudian pelayan kembali masuk dan memberikan sebotol anggur dan 2 gelas kecil untuk Anna dan Alex.


"Kau pesan ini??" tanya Anna.


Alex pun mengangguk dan membuka botol itu lalu menuangkannya ke dalam gelas kecil.


"Ini adalah anggur tradisional yang terkenal dengan rasanya yang khas dan juga segar. Kadar alkoholnya juga sangat rendah" ujar Alex menerangkan.


Lalu dia memberikan satu gelas pada Anna,


"Oh, aku tau.. Tadi Daniel juga memesan anggur ini" ujar Anna.


Seketika Alex terdiam dan menatap tidak suka mendengar nama pria itu di sebut oleh Anna.


"Jangan sebut nama pria itu!!" ujar Alex tegas.


Dia sangat kesal saat mengingat kembali ketika Anna dan Daniel berduaan dan mengobrol di restoran sebelumnya. Jika bukan karena rencananya mungkin Alex sudah akan menghajar wajah Daniel sampai babak belur.


Alex pun meneguk anggurnya dengan cepat. Anna yang melihat perubahan wajah Alex pun seketika terdiam dan merasa tidak enak pada Alex.


"Baiklah, maaf" ujar Anna pelan.


"Apa kau marah padaku??" tanya Anna.


Alex pun menatap Anna dan kembali meneguk anggurnya,


"Tidak, aku hanya tidak suka kau menyebut nama pria brengsek itu. Aku cemburu!!" ujar Alex.


Anna pun menatap Alex dan mencoba menahan tawanya. Jadi ternyata pria ini sedang cemburu, pikir Anna.

__ADS_1


"Baiklah.." ujar Anna menahan senyumnya.


Anna pun meneguk anggur itu dan tersenyum puas dengan rasanya. Anggur ini benar-benar enak dan segar.


"Hmm... aku suka anggur ini" ujarnya.


Senyum Alex pun seketika mengembang melihat reaksi Anna yang terlihat senang saat meminum anggur itu.


Anna pun kembali menuang anggur itu pada gelasnya dan meminumnya cepat.


"Jangan terlalu banyak di minum. Walaupun kadar alkoholnya rendah, kau tetap bisa mabuk jika meminum terlalu banyak" ujar Alex lembut.


Anna hanya mengangguk dan kembali meminum anggurnya. Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya makanan pesanan mereka pun telah tiba. Anna terlihat kegirangan dan tidak sabar untuk mencicipi makanannya.


Alex mengambil beberapa makanan yang masih panas dan menyimpannya di piring lalu meniupnya dan memberikannya pada Anna.


"Makanlah" ujar Alex.


Anna pun terlihat bersemangat dan mulai memakan makanannya.


"Selamat makan!!" ujar Anna senang, lalu mulai memakan makanannya dengan lahap.


Alex juga mulai memakan makanannya, namun pandangannya tidak pernah lepas dari kekasihnya yang terlihat sangat bersemangat dan memakan makanannya dengan lahap.


"Pelan-pelan, kau bisa tersedak" ujar Alex lembut pada Anna.


Anna hanya mengangguk dan kembali memakan makanannya dengan lahap.


"Hmm... enak!" ujar Anna senang.


Alex hanya tersenyum dan mengambil sapu tangan lalu mengelapnya pada sudut bibir Anna.


"Sepertinya kau benar-benar lapar" ujar Alex tersenyum.


"Woah.. aku sangat kenyang" ujar Anna.


Alex pun tersenyum senang dan menatap Anna,


"Kau suka dengan makanannya??" tanya Alex.


Anna pun tersenyum dan mengangguk. Lalu dia kembali menuangkan anggur di gelasnya. Namun dengan cepat tangan Alex menahan tangan Anna yang hendak kembali meneguk anggurnya.


"Sudah cukup Anna, kau sudah minum anggur ini terlalu banyak, kau bisa mabuk" ujar Alex.


Anna pun terlihat sedikit kecewa dan menatap Alex dengan wajah memohonnya.


"Ayolah, 1 gelas lagi.. Aku juga masih sadar dan belum mabuk" ujar Anna memohon.


Alex menghembuskan nafasnya pelan dan menyerah. Dia tidak bisa melihat wajah Anna yang seperti itu, entah mengapa ekspresinya sangat menggoda menurutnya.


"Baiklah, satu gelas lagi!!" ujar Alex.


Alex pun berdiri dari duduknya dan hendak pergi ke kamar mandi


"Aku ke kamar mandi sebentar, kau tunggu disini" ujarnya lalu berlalu pergi.


Anna kembali meneguk anggurnya. Kenapa anggur ini begitu nikmat?? pikir Anna tidak habis pikir. Anna pun kembali menatap botol anggur itu dan melihat Alex yang sudah pergi ke kamar mandi. Mungkin satu gelas lagi tidak apa-apa, pikir Anna. Lalu dia kembali menuang anggurnya dan meminumnya cepat.


Saat Alex kembali dari kamar mandi, dia melihat Anna yang menyandarkan kepalanya di atas meja. Apakah dia tertidur?? pikir Alex.


Alex pun mendekat pada Anna dan menyentuh pundaknya,


"Anna, apa kau tertidur??" tanya Alex lembut.

__ADS_1


Dengan cepat Anna pun kembali duduk tegak dan tersenyum menatap Alex.


"Ohhh... Kau sudah kembali.." ujar Anna setengah sadar.


Seketika Alex menatap pipi Anna yang sedikit memerah dan bau anggur yang menyengat di mulutnya. Sial, gadis ini sepertinya sudah mabuk, pikir Alex.


Alex pun mengambil botol anggur yang sudah kosong di atas meja dan menghembuskan nafasnya pasrah. Alex kembali menatap Anna yang sedang tersenyum padanya.


"Kau mabuk.." ujar Alex pelan.


Anna menatap Alex sambil memicingkan matanya,


"Aku tidak mabuk!!" ujar Anna melantur.


Anna pun mencoba bangkit, namun tubuhnya terasa tidak seimbang dan terjatuh. Dengan cepat Alex menahan tubuh Anna dan membuat gadis itu terjatuh di atas tubuhnya.


Alex menatap wajah Anna yang begitu dekat dengan wajahnya. Hembusan nafas gadis itu seperti menggodanya dan membuat gairah di dalam tubuhnya mulai bangkit. Tatapan Alex pun seketika mengarah pada baju kimono Anna yang turun dan terbuka, menampakkan bahu mulusnya dan juga belahan dadanya.


Seketika Alex menggertakkan giginya kuat menahan gejolak di dalam tubuhnya. Sial!!


Mata Anna menatap wajah Alex dengan intens. Tiba-tiba jari telunjuknya menyentuh wajah Alex dari kening sampai turun pada bibir pria itu. Membuat Alex menutup matanya menikmati sentuhan lembut kekasihnya itu.


"Kau sangat tampan..." ujar Anna dengan suara menggodanya.


Alex menelan ludahnya dengan susah payah mendengar ucapan Anna. Gadis ini benar-benar berani jika sedang mabuk seperti ini. Namun entah mengapa Alex menyukainya dan ingin melihat apa yang akan di lakukan gadis itu selanjutnya.


Tangan Anna pun turun menyentuh dada Alex yang terbuka dan membelai bulu halus di dada pria itu. Seketika tubuh Alex pun menegang kuat.


Anna mendekatkan wajahnya pada dada Alex dan mengecupnya lembut. Tatapannya kembali pada wajah Alex yang sedang menutup matanya menikmati perlakuan Anna.


Anna mengusap lembut rambut Alex dan membuat pria itu kembali membuka matanya. Mereka saling bertatapan dengan intens. Perlahan Anna mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir Alex dengan lembut.


CUP!!


Anna ******* bibir Alex perlahan dan kembali menatap Alex.


"Manis...." bisik Anna sambil tersenyum.


Kemudian Anna kembali ******* bibir Alex secara terus menerus dengan lembut dan perlahan. Membuat Alex kehilangan akal sehatnya. Dengan cepat Alex merangkul pinggang Anna dan membalas ******* gadis itu dengan cepat.


Mereka mulai saling ******* dan berciuman dengan panas. Suara decakan ciuman mereka terdengar di seluruh ruangan. Alex mengangkat tubuhnya dan membuat posisi mereka menjadi terduduk dengan Anna yang berada di pangkuannya. Alex terus ******* bibir Anna dan memeluknya erat.


Ciuman panas mereka membuat baju kimono keduanya menjadi berantakan dan terbuka. Baju kimono Alex telah terbuka dan menampakkan tubuh kekarnya. Sedangkan kimono Anna yang memang tidak berkancing dan hanya menggunakan tali pinggang pun terbuka melewati kedua bahunya dan memperlihatkan belahan dadanya yang menonjol.


Alex mempererat pelukannya pada tubuh Anna saat merasakan dada Anna yang menggesek lembut pada dada telanjangnya. Perlahan ciuman Alex pun turun pada leher gadis itu sampai ke dadanya. Suara ******* Anna yang terdengar di telinganya membuat Alex menggila dan bergairah.


Alex pun merubah posisi mereka dan merebahkan tubuh Anna tanpa melepaskan ciumannya. Alex menindih tubuh Anna di bawahnya sambil terus mengecup dada gadis itu dengan rakus. Tubuh bawahnya sudah menegang kuat saat bergesekan dengan milik Anna.


Sial, apakah dia bisa menahannya kali ini?? pikir Alex resah.


-


William berdiri menatap keluar jendela sambil menyeruput kopinya. Sudah hampir larut malam tapi Anna dan Daniel belum kembali. Apakah mereka masih berjalan-jalan menghabiskan waktu bersama?? pikir William.


William pun mengambil handphonenya mencoba menghubungi Daniel. Namun setelah beberapa kali Daniel tidak juga menjawab panggilan teleponnya.


William menyimpan kembali handphonenya dan mulai terlihat sedikit cemas. Mengapa Daniel tidak menjawab panggilannya?? pikirnya.


Bersambung...


Hai, Jangan lupa ya, seperti biasa tinggalkan jejak setelah baca episode ini ☺️


Jangan lupa kasih like dan komennya..

__ADS_1


Terimakasih 🙏❤️


__ADS_2