
William menatap Alex dengan tajam. Saat ini mereka berada di ruang kerjanya, duduk saling berhadapan. Tidak ada satu kata yang keluar dari mulut mereka sejak tadi. Alex mencoba tenang dan menahan emosinya saat berhadapan dengan satu-satunya orang yang sebenarnya ingin sekali dia habisi saat ini.
Namun sayang, pria ini adalah ayah dari gadis yang sangat dia cintai. Tuhan sepertinya menakdirkan takdir yang rumit untuknya.
Alex pun bangkit dari duduknya dan dengan berani berjalan mengelilingi dan mengamati ruang kerja pribadi William dengan santai.
William mencoba menarik nafasnya perlahan menahan emosi menghadapi tingkah pria di depannya ini, yang mana anak ini adalah anak dari wanita yang amat dia cintai.
"Kau tau, kau adalah orang yang ingin sekali aku habisi di dunia ini!!!" ujar Alex tajam sambil menyentuh sebuah guci di sudut ruang kerja William.
William mengernyitkan keningnya dan menatap punggung Alex dengan tajam.
"Tapi... Sepertinya Tuhan tidak mengizinkanku untuk menghabisimu kali ini!!" lanjut Alex tajam.
Alex pun membalikkan badannya dan menatap William dengan sinis.
"Aku akan langsung saja pada intinya!!!" ujar Alex lalu kembali duduk di hadapan William.
Alex kembali menatap William dengan tatapan tajamnya,
"Aku akan menikahi Anna!!" ujar Alex tiba-tiba.
William sedikit terkejut dan menatap mata pria itu dengan tajam. Lalu sebuah seringai pun muncul di bibirnya.
"Kau benar-benar pria yang keras kepala!!" ledek William sinis.
"Apa kau berpikir aku akan membiarkan hal itu terjadi??" tanya William tajam.
Alex terlihat santai dan masih menatap William dengan datar.
"Sejujurnya aku tidak peduli dengan tanggapanmu. Tanpa persetujuan darimu pun aku tetap akan menikahi Anna. Aku hanya bersikap jantan. Yang jelas... aku sudah mengatakan maksudku padamu!!" ujar Alex.
William tersenyum mencemooh mendengar ucapan Alex,
"Kau benar-benar tidak tau malu!! Setelah menculik anak dari musuhmu, sekarang kau ingin menikahinya??" ujarnya sinis.
Alex mengepalkan tangannya kuat menahan emosi dan menatap pria itu dengan tajam.
"Pertunangan Anna dan Daniel akan dilaksanakan 3 hari lagi. Jadi jangan terlalu berharap aku akan mengizinkan putriku bersama denganmu!!" lanjut William sinis.
Alex menatap William dengan tajam dan tersenyum sinis,
"Pertunangan itu tidak akan pernah terjadi!!!" ujar Alex tegas.
William menatap tajam pria itu dan tersenyum meledek,
"Kau terlalu percaya diri!!" ujarnya mencemooh.
Alex pun menatap William dan tersenyum penuh percaya diri,
"Kau tau.... Aku tidak sepertimu!! Pria bodoh yang membiarkan wanita yang dicintainya hidup bersama dengan pria lain!!!" ujar Alex menyeringai.
DEG!!!
Seketika William merasa hatinya seperti terhantam batu besar yang membuatnya sesak. Pria di depannya itu telah menghabisi William dengan kata-katanya. Entah mengapa William lebih memilih di hantam dengan peluru dari pada dengan kata-kata tajam tadi.
"Setelah itu hidupmu menjadi hancur dan kacau. Menikahi wanita lain hanya untuk balas dendam dan diam-diam selalu memperhatikan gadis yang kau cintai dari kejauhan bersama dengan keluarga kecilnya. Sampai-sampai kau tega membunuh gadis itu dan juga suaminya!!! Membiarkan anaknya yang masih kecil hidup seorang diri di dunia yang kejam ini!!!!" ujar Alex menahan amarahnya.
"Tutup mulutmu!!!!" ujar William tajam.
__ADS_1
Nafas Alex terlihat memburu kembali mengingat kejadian pahit itu. Rasanya dia ingin sekali menghabisi pria di hadapannya ini sekarang juga. Namun Alex mencoba kembali menahan emosinya.
"Kau tidak tau apapun!!!" lanjut William marah.
Alex membuang nafasnya dan menatap William dengan sinis,
"Apa yang aku tidak tau??? Aku tau segala kebusukanmu!! Kau juga secara tidak langsung telah membunuh istrimu!!!" ujar Alex.
"CUKUP!!!!!!!" teriak William lalu bangkit dari kursinya.
Nafas William terlihat memburu dan wajahnya pun memerah menahan amarah. Dia menatap Alex dengan tatapan membunuhnya.
"Keluar dari sini sekarang juga!!! Seumur hidupku aku tidak akan pernah membiarkan putriku bersama denganmu!!!!" ujarnya marah.
Alex pun tersenyum sinis mendengar ucapan William,
"Begitukah??? Jika begitu... Apakah aku harus membunuhmu terlebih dulu???" tanya Alex sambil menyeringai tajam.
William menggertakkan giginya kuat sambil menatap Alex yang terlihat santai.
Alex pun bangkit dari kursinya sambil merapihkan jasnya,
"Kurasa aku sudah cukup mengatakan maksud dari kedatanganku kemari. Aku akan kembali besok untuk menemui Anna" ujar Alex santai.
Lalu dia pun melangkah mendekati William,
"Sampai bertemu besok 'ayah mertua' " bisik Alex pada William dengan penekanan.
Lalu pria itu menepuk pundak William dan keluar dari ruangan itu dengan santai.
William mencengkram tangannya kuat, lalu melempar botol yang ada di atas meja.
PRANG!!!
William pun duduk sambil meremas rambutnya dengan kasar. Sial, pria tadi telah membuat perasaannya campur aduk. Entah mengapa dirinya lebih kesal pada dirinya sendiri setelah mendengar perkataan dari putra Diana dan Frans itu.
Rasa bersalah menggerogoti hatinya. Walaupun dia tidak membunuh Diana, tetapi dia yang telah mengakibatkan semua kejadian itu terjadi, dan membuat seorang anak kecil yang masih polos menaruh rasa dendam yang dalam padanya.
-
Anna terlihat berjalan kesana kemari di dalam kamarnya. Ada perasaan cemas di hatinya saat membiarkan Alex berbicara berdua saja dengan ayahnya. Semoga saja tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, doa Anna dalam hatinya.
Tok... Tok...
Anna menghentikan langkahnya saat mendengar suara ketukan pintu dari luar. Dengan cepat dia membuka pintunya dan menatap Alex yang sedang tersenyum lembut padanya.
"Kau??? Apa... semua baik-baik saja???" tanya Anna cemas.
Alex mendekati Anna dan menyentuh pipi gadis itu dengan lembut.
"Kau tidak perlu khawatir. Semua baik-baik saja" ujar Alex menenangkan.
Anna pun terlihat ragu namun membalas senyuman Alex padanya,
"Syukurlah..." ujar Anna pelan.
"Kau istirahatlah, besok aku akan kemari lagi untuk menemuimu" ujar Alex.
Anna menyentuh tangan Alex di pipinya lalu mengangguk pelan.
__ADS_1
"Kau berjanji akan kemari lagi??" tanya Anna.
Alex pun mengangguk dan tersenyum pada Anna. Dengan perlahan dia membawa tubuh Anna ke dalam pelukannya.
"Aku mencintaimu, Anna" bisik Alex sambil mempererat pelukannya.
Anna membalas pelukan Alex dan menenggelamkan wajahnya pada dada pria itu.
"Aku juga mencintaimu" balas Anna pelan.
Mereka pun saling menutup mata dan merasakan kehangatan dari pelukan itu. Entah mengapa rasanya sangat berat untuk kembali berpisah sekarang, walaupun hanya untuk sesaat.
Setelah beberapa lama akhirnya Alex melepaskan pelukannya dari tubuh Anna. Lalu kembali menyentuh pipi gadis itu dengan kedua tangannya.
"Baiklah, aku akan pulang sekarang. Istirahatlah.." ujar Alex lembut.
Alex mengusap pipi Anna dan mendekatkan wajahnya pada wajah gadis itu.
CUP!!!
Alex menempelkan bibirnya dengan lembut pada bibir Anna. Mengecupnya perlahan sambil mempererat dekapannya. Ciuman itu terkesan lembut dan hati-hati. Mereka saling ******* pelan merasakan kehangatan dari ciuman mereka.
Tangan Anna menyentuh dada Alex dengan lembut, merasakan degupan jantung pria itu yang berdetak berirama. Setelah beberapa lama, Alex pun melepaskan ciumannya dengan menghisap lembut bibir bawah gadis itu.
Alex menempelkan keningnya pada Anna dan menatapnya dalam. Menyentuh pipinya, lalu kembali mengecup kening gadis itu cukup lama.
"Baiklah, jika seperti ini terus, rasanya aku tidak ingin pergi jauh darimu" ujar Alex lalu menjauhkan wajahnya.
"Masuklah, aku akan pergi sekarang" ujar Alex sambil mengusap pipi Anna.
Anna pun menghela nafasnya dan mengangguk pelan. Rasanya dia tidak ingin melepaskan tangan pria itu. Dia ingin selalu berada disampingnya...
"Selamat malam" ujar Alex.
Anna pun masuk ke kamarnya dan berdiri di belakang pintu.
"Selamat malam" balas Anna pelan lalu menutup pintunya.
Saat di dalam kamar, Anna menyadarkan tubuhnya di balik pintu lalu menyentuh dadanya. Kenapa rasanya sangat sesak saat harus berpisah dengan pria itu, perasaan apa ini?? Entah mengapa dia takut jika tidak bisa kembali bertemu dengan Alex besok.
Anna pun menggeleng kuat dan meyakinkan hatinya bahwa semuanya akan baik-baik saja.
Iya... Semua akan baik-baik saja.... ujar Anna meyakinkan dalam hatinya.
-
Daniel duduk di dalam mobilnya sambil menunggu Alex keluar dari kediaman William. Sebelumnya dia telah mengikuti Alex saat pria itu keluar bersama dengan Anna dari apartemennya. Ternyata pria itu membawa Anna kembali ke rumah. Entah apa rencananya, yang pasti kali ini Daniel tidak akan membiarkan pria itu kembali bersama dengan Anna.
Tatapannya menajam saat melihat mobil Alex telah keluar dari halaman rumah William. Dengan cepat Daniel menekan earphone nya untuk menghubungi seseorang.
"Dia sudah keluar. Cepat ikuti dia!!!" perintahnya pada seseorang di balik sana.
Kali ini dia tidak akan membiarkan pria itu lolos dan menghalangi hubungannya dengan Anna untuk selama-lamanya!!!
Bersambung...
Halo, sebelumnya aku ingin berterimakasih untuk para pembaca yang masih setia menunggu cerita ini 🥺
Walaupun terkadang update nya suka bolong-bolong..
__ADS_1
Semoga ngak bosen ya, dan selalu support cerita ini, jangan lupa kasih like dan komen yang banyak ya..
Terimakasih 🤗🙏❤️