Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Cinta Dan Kematian


__ADS_3

BRAK!!!


"Aa......aa......a.....lex...... ukhuk!! ukhuk!!!!" ujar Miranda dengan susah payah saat pria itu mencekik lehernya dengan kuat.


Alex menatap wanita itu dengan tatapan membunuhnya. Tangannya mencengkram leher wanita itu dengan kuat.


Wajah Miranda mulai memerah dan kehabisan nafas. Tangannya mencoba untuk melepaskan tangan Alex di lehernya, namun tenaga pria itu sangat kuat.


"Aku akan membuat kematianmu terasa menyakitkan dan menyiksa!!" bisik Alex tajam.


Miranda menggeleng dengan panik dan terus terbatuk. Wajahnya semakin memerah dan wanita itu semakin sulit untuk bernafas.


"Ja......ja........ngan.......... uhkuk...." bisiknya dengan susah payah.


Mata Alex berkilat penuh amarah menatap wanita di depannya. Pria itu semakin kuat mencengkram leher Miranda sampai membuat mata wanita itu hampir keluar.


Miranda semakin sesak dan sesak...


Pergerakan wanita itu pun semakin melambat.


Wanita itu meneteskan air matanya,


'Apakah ini akhir dari hidupnya???


Apa.. dia harus mati di tangan pria yang dicintainya???' pikirnya sedih.


Namun tiba-tiba Alex melepaskan cengkeramannya pada leher wanita itu,


BRUK!!!


"uhukkk....uhukk....."


Miranda jatuh ke atas lantai dengan nafas yang tersengal. Wanita itu tergeletak di atas lantai dengan lemas sambil menyentuh lehernya.


Miranda masih terbatuk dan mencoba mengambil udara sebanyak-banyaknya. Wanita itu menangis tersedu menahan kesakitan, bukan hanya di lehernya namun juga di hatinya.


Alex kembali menatap tajam pada Miranda dan tersenyum sinis,


"Bagaimana rasanya????" tanya Alex tajam.


Pria itu mendekati Miranda dan berjongkok di depannya. Terlihat tubuh Miranda kembali bergetar ketakutan sambil menggeleng cemas,


"Ti... tidak Alex.... Ku... kumohon...." rintihnya.


Alex tersenyum sinis dan menatap Miranda dengan tajam,


"Bukankah sudah ku katakan.... Aku akan membuat kematianmu terasa sangat menyakitkan!!" bisiknya tajam.


Alex pun menatap jam di tangannya dan memencet sebuah tombol merah yang berada di balik jam itu,


TIT!!!!


Tidak lama setelah itu, segerombol anak buah Alex pun memasuki gedung hotel dengan pakaian khas mereka, yaitu jubah hitam dan sebuah topeng yang menyeramkan.


Alex pun berdiri dan mengangkat tangannya,


"Bawa wanita ini ke markas!!" perintah Alex tajam.


Seketika Miranda pun membelalakkan matanya dan kembali menangis histeris sambil memeluk kaki Alex,


"Tidak!!!! Tidak Alex!!! Ampuni aku!!! Hiks... hiks..." jerit Miranda.


Alex menarik kakinya kuat tanpa memandang Miranda yang memohon padanya. Wanita itu pun terhuyung ke belakang dan terus menangis.


Dua orang anak buah Alex pun dengan segera menghampiri Miranda dan memaksanya untuk berdiri lalu menyeretnya.


Miranda berusaha memberontak sekuat tenaga sambil terus memohon pada Alex,


"Tidak!!! Aku tidak mau!!!! Alex!!!!" teriaknya.


"Alex lepaskan aku!!!!!!!!" teriaknya lagi histeris.


Alex menatap datar pada wanita itu lalu membalikkan tubuhnya untuk berjalan pergi.


Miranda terus memberontak dan menatap punggung Alex yang hendak pergi.


'Tidak!!! Aku tidak mau mati!!!!' ujar Miranda dalam hatinya.


Wanita itu pun menatap sebuah pistol yang berada di saku salah satu anak buah Alex yang sedang menyeretnya.


Miranda terlihat berpikir sejenak, lalu mulai berhenti memberontak.


Wanita itu menunggu kesempatan yang tepat untuk mengambil pistol tersebut.


Saat mereka hendak berbelok ke koridor, tiba-tiba Miranda pun terjatuh dan berpura-pura tak sadarkan diri,


BRUK!!!!


Salah satu pengawal memeriksanya,


"Sepertinya dia pingsan" ujarnya.


Para pengawal yang lain hendak membopong tubuh Miranda, namun dengan cepat wanita itu menendang selangkangannya dan mengambil pistol di sakunya,


"BUGH!!!!


SRET!!!


Miranda menggulingkan tubuhnya dan menodongkan pistolnya pada pengawal yang lain,


"BERHENTI DISANA!!!!!!!!" teriaknya saat anak buah Alex yang satunya hendak menangkapnya.


Dengan tangan bergetar wanita itu menarik pelatuknya dan menodongkannya pada pengawal itu,


"BERHENTI ATAU AKU AKAN MENEMBAKMU!!!!" teriaknya lagi.


Pengawal itu tidak gentar dan hendak kembali menghampiri Miranda. Namun dengan cepat Miranda menembak pengawal itu,


DOR!!!!!!

__ADS_1


"Aarrrgghhhh!!!!" teriak pengawal itu dan terjatuh dengan peluru yang menancap di dadanya.


Alex yang hendak keluar dari gedung seketika berhenti dan membalikkan tubuhnya setelah mendengar suara tembakkan tadi.


Anak buah Alex yang lainnya pun mulai menyusul dan mendekati sumber suara,


Miranda dengan cepat berdiri sambil menodongkan pistolnya pada para pengawal Alex yang ingin menghampirinya,


"JANGAN BERGERAK!! ATAU AKU AKAN MENEMBAK KALIAN SEMUA!!!!!" teriaknya dengan berani.


Alex menghampiri Miranda dengan tatapan datarnya dan melihat salah satu anak buahnya yang sudah tertembak.


Tangan pria itu terangkat memberikan kode pada para pengawalnya untuk diam di tempat.


"Jangan mendekat!!!!!!! Atau aku akan menembakmu!!!!" ancam Miranda pada Alex dengan tangan yang bergetar.


Alex menatap tajam pada wanita itu dan terus berjalan mendekatinya.


"Tembak saja!!" ujar Alex berani.


Miranda terus berjalan mundur dengan perlahan sambil terus menodongkan pistolnya pada Alex dan anak buahnya.


Tangan wanita itu menarik pelatuknya dengan gemetar,


"Huh... Kau kira aku tidak berani menembakmu???? Jika aku mati disini maka kau juga harus mati!!!!!!!" teriak Miranda pada Alex.


Alex masih bersikap dingin dan terus melangkah mendekati Miranda.


Wanita itu pun menggigit bibirnya kuat, lalu menekan pistolnya.


DOR!!!!!


Sebuah peluru mendarat tepat di bahu kiri Alex. Para pengawal Alex yang terkejut pun dengan panik menghampiri pria itu,


"TUAN!!!!!!!" teriak mereka.


Alex masih terlihat berdiri tegak walaupun darah mulai bercucuran hebat di dadanya. Pria itu menatap tajam pada Miranda dengan senyum sinisnya.


Miranda yang ketakutan pun refleks menjatuhkan pistolnya. Lalu dengan cepat wanita itu berlari melarikan diri saat para pengawal Alex itu sedang lengah.


Alex menatap punggung Miranda dengan tajam,


"Kejar dia!!!!!!" perintah Alex pada pengawalnya.


Beberapa pengawal pun mulai mengejar wanita itu,


"Tuan!! Luka anda..." ujar salah satu pengawal.


Alex menepis tangan pengawal itu dan menatapnya tajam,


"Jangan pedulikan aku!! Cepat tangkap dia!!!!" ujar Alex tajam.


Pria itu pun mulai berlari tanpa memperdulikan luka di bahunya. Para pengawal tadi juga mulai berlari dan mengejar Miranda yang menaiki sebuah lift.


Miranda dengan panik menekan tombol lift untuk menuju ke lantai paling atas dengan tangan yang bergetar.


Setelah lift berjalan, Miranda berjongkok ketakutan dengan tubuh yang bergetar,


Miranda menatap kedua tangannya yang gemetar sambil membayangkan kembali saat dirinya menembak Alex.


Wanita itu menggeleng kuat dan menjambak rambutnya. Namun beberapa saat kemudian dia membayangkan wajah Alex dan istrinya yang sedang bermesraan.


Dengan wajah yang mengeras Miranda menatap pintu lift dan membayangkan wajah Anna yang tersenyum mengejek padanya.


Wanita itu pun dengan cepat berdiri dan memukul pintu lift dengan kuat,


BUGH!!!


"Dasar ****** sialan!!!!!!!" geramnya.


"Karena kau aku seperti ini!!!!!!" teriaknya lagi.


TING!!!


Lift pun telah tiba di atap gedung, tepatnya di lantai 30. Miranda berlari keluar dan mencoba mencari tempat untuk bersembunyi.


Dengan kaki yang bergetar wanita itu mendekati pinggir atap dan melihat pemandangan dari ketinggian gedung,


Miranda menutup matanya dan setetes air mata pun mengalir di pipinya,


"JANGAN BERGERAK!!!!!" teriak seorang pengawal sambil menodongkan pistolnya pada Miranda dari kejauhan.


Wanita itu membuka matanya perlahan dan membalikkan tubuhnya.


Terlihat wanita itu telah terkepung oleh seluruh pengawal Alex yang berdiri di belakangnya sambil menodongkan pistol.


Miranda menatap seorang pria yang memandangnya tajam dengan luka tembak dan darah yang membasahi pakaiannya. Wanita itu menatap dalam pada Alex sambil tersenyum lembut.


HAP!!!!


Dengan cepat Miranda pun seketika memanjat pembatas dan berdiri di ujung balkon.


Wanita itu mencoba menstabilkan posisinya agar berdiri tegak di tengah hembusan angin yang kencang. Lalu Miranda pun menatap Alex dalam sambil tersenyum,


"Kau tau.... Sudah bertahun-tahun aku menyimpan perasaan ini padamu...." ujarnya.


"Kupikir... Suatu saat nanti, kau akan melihatku dan membalas perasaanku, tapi....."


Miranda terdiam sejenak dan mulai menangis,


"Tapi... Lihatlah sekarang... hiks... Sekarang yang terjadi adalah, seseorang yang ku cintai selama ini... dia akan membunuhku..." lanjutnya tersenyum miris.


Miranda menunduk dan menangis tersedu. Lalu pandangannya kembali menatap pada Alex yang masih menatapnya dengan dingin,


"Mungkin memang lebih baik aku mati!!!" ujarnya tajam.


"Aku sudah tidak memiliki siapapun di dunia ini... Tidak ada yang menyayangiku!! Tidak ada yang peduli padaku!!!" teriaknya.


"Dan... seseorang yang ku harapkan juga nyatanya tidak menginginkan kehadiranku...." lanjutnya sedih.

__ADS_1


Wanita itu menghapus kasar air matanya dan kembali menatap Alex. Angin kencang berhembus meniup rambutnya. Miranda tersenyum sambil memeluk tubuhnya sendiri,


"Alex... Aku hanya ingin kau tau...."


"Perasaanku padamu sangat tulus hiks..." ujarnya.


"Tapi... Sayangnya, kehadiran istri bodohmu itu menghancurkan segalanya!!!" teriak Miranda.


Miranda pun tiba-tiba tertawa tetapi air mata terus mengalir di pipinya,


"Hahahaha.... Aku memang bodoh... hahaha" ujarnya.


Setelah itu wanita itu pun kembali terdiam dan menatap Alex dalam,


"Alex.... Aku hanya ingin kau tau...." ujarnya pelan.


"Aku hanya ingin kau tau bahwa...."


"Aku mencintaimu Alex...." bisiknya dalam.


"Aku mencintaimu...."


"Untuk selama-lamanya...." lanjutnya.


Miranda pun tersenyum menatap Alex lalu menutup matanya dan menjatuhkan tubuhnya ke belakang,


Wissshhhh.....


BRUK!!!!


Miranda pun terjatuh dari ketinggian 30 lantai. Tubuhnya langsung tak bergerak dan berlumuran darah. Matanya terbelalak dengan mulut yang sedikit terbuka.


Para pengawal Alex menghampiri pembatas dan melihat Miranda dari atas,


"Cepat cek ke bawah!!" ujar salah satu pengawal.


Mereka pun turun ke bawah dan melihat tubuh Miranda yang sangat mengenaskan,


"Dia sudah mati" ujar salah satu pengawal.


Alex menatap dingin pada mayat Miranda,


"Baguslah.." ujar Alex.


Tiba-tiba tubuh Alex pun sedikit terhuyung sambil menyentuh bahunya,


"Sshhh...." desis Alex menahan sakit.


Salah satu pengawal pun menghampiri Alex dan menatap cemas pada boss nya itu,


"Tuan!!!! Ada harus ke rumah sakit!!! Anda bisa kehabisan darah" ujarnya.


Alex menggeleng pelan sambil di tuntun oleh pengawal yang lain,


"Tidak!!!! Bawa aku pulang!! Anna pasti sedang mencariku" ujar Alex sambil menahan sakit.


Pengawal itu terlihat saling menatap dengan cemas. Akhirnya mereka pun mengangguk dan membawa Alex kembali ke rumah.


-


-


Anna telah bersiap dan turun ke lantai bawah untuk pergi ke kantor Alex. Wanita itu terlihat terburu-buru dan berlari ke arah pintu.


Tiba-tiba seorang penjaga berpapasan dengannya di depan pintu,


"Nona!!! Nona mau kemana???" tanyanya.


Anna mengatur nafasnya dan menatap penjaga itu,


"Aku akan ke kantor Alex. Apa sopir telah siap???" tanya Anna terburu-buru.


Penjaga itu terlihat terdiam sejenak dan menatap Anna dengan ragu,


"I... Itu Nona... Sebenarnya Tuan...." ujar penjaga itu terpotong saat tiba-tiba sebuah mobil masuk ke halaman rumah.


Anna menatap mobil itu dan seketika bernafas lega saat melihat mobil suaminya yang tiba,


"Alex...." bisik Anna senang.


Seseorang pun membuka pintu mobil dan alangkah terkejutnya Anna saat melihat seorang pengawal sedang membopong tubuh suaminya yang terlihat lemah,


"Alex!!!!!" teriak Anna lalu menghampiri suaminya.


Alex mengangkat wajahnya dan tersenyum lembut pada istrinya itu.


Anna membelalakkan matanya dan menutup mulutnya saat melihat kondisi Alex yang berlumuran darah serta wajahnya yang pucat,


"A... Apa yang terjadi???????" tanya Anna cemas.


Alex melepaskan tangannya dari rangkulan pengawalnya dan berjalan menghampiri Anna,


GREP!!!!


Pria itu pun memeluk tubuh istrinya dengan erat,


"A.. Aku merindukanmu..." bisik Alex.


BRUK!!!


Lalu tiba-tiba pria itu pun tak sadarkan diri di dalam pelukan istrinya.


Anna yang menahan tubuh Alex pun seketika terjatuh sambil memeluk erat tubuh suaminya.


"ALEX!!!!!!! Alex bangun!!!!!!!" teriak Anna sambil menangis.


Bersambung...


Halo dukung terus cerita ini, jangan lupa kasih like, komen, vote dan hadiahnya 😘

__ADS_1


Thank you my lovely readers ❤️❤️❤️


__ADS_2