Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Terjebak Jeratan Penjebak


__ADS_3

-


-


Seorang penjaga pintu belakang tengah berjaga seperti biasanya. Dia mengarahkan senternya ke setiap sudut tempat. Sepertinya Lidya dan pelayan wanita tadi sudah kembali, pikirnya. Setelah selesai memeriksa, penjaga itu kembali berjalan ke dalam rumah..


Setelah masuk ke dalam, penjaga itu dikagetkan dengan keberadaan Lidya di belakangnya..


"****!! Kau mengagetkanku!!" teriaknya kaget.


"Maaf, aku mengagetkan mu Mark" ucap Lidya.


"Hmm.. Sebagai permintaan maaf ku, apa kau mau ku buatkan minuman? Kau ingin minum apa?" tanya Lidya.


"Huh tumben sekali.. Baiklah.. Buatkan aku segelas kopi saja" jawabnya.


"Baiklah, Silahkan di tunggu" ujar Lidya.


Lidya membuatkan secangkir kopi panas untuk Mark, dan membuat segelas susu coklat hangat untuknya.


Setelah selesai, dia menghampiri Mark yang sedang duduk di kursi depan pantry dapur.


"Ini.. minumlah" ujar Lidya.


Mark yang menerima secangkir kopi itu meniupnya dan meminumnya perlahan.


"Ngomong-ngomong.. dimana pelayan wanita tadi?" tanya Mark.


"Oh.. Dia sudah kembali ke kamarnya" jawab Lidya.


Mark hanya menganggukkan kepalanya dan kembali meminum kopinya.


"Apa kopinya enak?" tanya Lidya.


Mark tersenyum menggoda lalu berpura-pura sedang berpikir.


"Ehmm.. Biasa saja.. Tapi.. Karena kau yang menemaniku minum, rasanya jadi lebih nikmat" godanya.


"Kau bisa saja" ujar Lidya tersenyum.


"Sungguh, kapan lagi aku bisa minum di temani wanita cantik" goda Mark sambil tersenyum.


Lidya hanya tersenyum mendengarnya.


"Oh iya, Lidya aku....." ujar Mark terhenti.


Mark memegang kepalanya yang tiba-tiba terasa pusing dan sakit.


"Mark.. Kau kenapa?" ujar Lidya cemas.


"Aargghhh.!!! Kepalaku... Kepalaku sakit sekali!!!" teriak Mark mencoba bangkit dari duduknya namun sakit kepalanya yang hebat membuat dia terjatuh sambil memegangi kepalanya kuat.


"Aaarrrggghhh!!!!" teriaknya.


"Mark!! Mark!! Apa yang terjadi?" teriak Lidya panik menghampiri Mark yang sudah tergeletak.

__ADS_1


"Aaarrrggghhhh!!!!" teriak Mark.


Lalu setelahnya dia tak sadarkan diri.


"Mark.. Mark.." teriak Lidya.


Setelah memastikan Mark benar-benar tak sadarkan diri, senyuman licik muncul di wajah Lidya.


"Saatnya rencana berikutnya.." bisik nya.


-


-


"Kami persilahkan kepada Tuan dan Nyonya Wong untuk menyampaikan sambutannya" ujar si pembawa acara.


Tuan Wong dan Nyonya Wong menaiki panggung diiringi tepuk tangan para tamu undangan yang telah hadir.


"Selamat malam hadirin sekalian.. Malam ini adalah malam yang sangat istimewa bagiku, karena malam ini adalah malam penyambutan resmi atas di bukanya bisnis properti baruku. Terimakasih untuk para investor yang telah bekerja sama dan bergabung untuk mewujudkannya..


Kepada Tuan David Srijaya, Tuan Tino Wrigh, Tuan Roy Leonard Braja, dan investor terbesar kami Tuan Alexander Wijaya yang terhormat. Pengusaha muda, tampan dan sukses.. Kuharap dia kelak menjadi calon menantuku haha" guraunya yang diiringi tawa para tamu.


Roy menyikut Alex disampingnya sambil bertepuk tangan menggoda yang dibalas dingin oleh Alex. Dia hanya menanggapi hal itu tanpa ekspresi.


"Semoga kelak bisnis ini akan maju dan terus berkembang. Tidak perlu berlama-lama.. Untuk merayakan kesuksesan kita bersama, mari kita nikmati pestanya sampai pagi.. Cheers!!!" ujar Tuan Wong sambil mengangkat gelas wine nya dan meminumnya.


-


-


Setelah sampai di lantai atas, dia mulai memeriksa setiap ruangan. Langkahnya terhenti ketika melihat disudut ruangan lantai atas terlihat cahaya yang keluar dari salah satu ruangan. Penjaga itu menghampiri ruangan itu yang ternyata sebuah kamar dengan pintu yang terbuka. Bukankah itu ruangan dimana seorang gadis sedang di kurung, pikirnya.


Ketika sampai di depan kamar, penjaga itu terbelalak kaget.. Dia melihat seseorang tergeletak di atas lantai. Dia menghampirinya cepat dan melihat siapa yang tergeletak tak berdaya dan hanya mengenakkan pakaian dalaman saja. Penjaga itu membalikkan badannya,


"Lidya!!" serunya.


"Lidya.. Bangun..!!" serunya sambil menepuk pipi Lidya untuk menyadarkannya.


"Lidya!!" teriaknya.


Lidya membuka matanya, lalu bangkit dengan kaget..


"Apa yang terjadi?" tanya penjaga itu.


Lidya mencoba mengingat sesuatu,


"No.. Nona itu.. Nona yang disekap itu.. Di.. Dia..." ujar Lidya terbata-bata sambil menahan tangisnya.


"Ada apa dengannya? Kemana dia?" tanya si penjaga.


"Di.. Dia telah kabur!!" ucap Lidya.


"Apa??? Bagaimana bisa??" tanyanya cemas.


Lidya terlihat ketakutan dan mulai menangis,

__ADS_1


"Tadi aku hiks.. Tadi aku mengantarkan segelas susu untuknya, karena dia bilang tidak bisa tidur, lalu hiks.. lalu saat aku kembali dia memukulku dari belakang sampai aku tidak sadarkan diri.. lalu.. lalu aku tidak ingat lagi hiks.." ucap Lidya sambil menangis.


"Sial!!!! Boss bisa marah besar!!" ujar penjaga itu cemas.


"Aku takut hiks.. Aku takut Tuan Alex akan menghukum ku.." tangis Lidya mulai menjadi.


"Bukan hanya kau!!! Tapi aku juga!!" ujar si penjaga cemas.


Lidya menangis sambil memeluk tubuhnya yang hanya memakai pakaian dalaman saja.


"Apa gadis itu mengambil pakaianmu?" tanya si penjaga.


"Sepertinya iya... Dia mungkin kabur dengan berpura-pura menjadi seorang pelayan, berpura-pura menjadi aku.. Dia juga membawa kartu kunci ku" ujar Lidya.


"Brengsek!! Pantas saja aku tidak sadar!!" kesalnya.


" Kita harus mencarinya sebelum Tuan Alex kembali!!" ujarnya.


Penjaga itu membawa Lidya pergi bergegas keluar. Dia memencet salah satu tombol yang terhubung ke penjaga lainnya yang ada di rumah ini.


"Darurat!! Tawanan Tuan Alex telah kabur!! Kita harus mencarinya sebelum Tuan Alex kembali. Jika tidak ketemu, maka nyawa kita menjadi taruhannya!!" ujarnya tegas.


Seluruh para penjaga di rumah itu mulai pencarian mereka. Ada yang mencari kembali di seluruh ruangan rumah dan ada yang bergegas ke area hutan.


"Dengarkan aku!! Kemungkinan gadis itu sudah berada di dalam hutan. Aktifkan kamera pengawas yang ada di hutan, cari di setiap sudut tempat, jangan sampai ada yang terlewat!!" ujar salah satu penjaga yang bertugas sebagai pemimpin.


Malam itu bukan menjadi malam yang tenang di rumah itu, melainkan menjadi malam yang ribut dan panjang.


-


-


Anna berlari tidak tentu arah, kedua hewan buas itu sudah mencium bau amis yang menempel di pakaian nya dan mengejarnya dari kejauhan.


Anna sudah kehabisan tenaga, keringat membanjiri seluruh tubuhnya. Mendadak penglihatannya mulai memburam, 'Tidak.. Aku tidak boleh mati disini, Tuhan tolonglah aku!' ucapnya dalam hati.


Anna terus berlari dan berlari tak tentu arah, geraman itu semakin mendekat kearahnya. Tiba-tiba kaki nya tersandung ranting pohon yang membuatnya tersungkur dengan dagu yang membentur tanah.


"Akh.." teriaknya.


Anna menyentuh dagunya yang berdarah. Dia harus bangkit, harimau itu semakin dekat. Sebuah ide baru terlintas di pikirannya..


Jika bau amis ini ada pada pakaian nya, maka yang harus dia lakukan adalah melepaskannya..


Anna melepaskan pakaiannya dengan cepat dan menyisakan dalaman dress putih tipis. Kemudian Anna dengan cepat bangkit dan kembali berlari sekuat tenaga..


Setelah berlari cukup jauh, Anna tidak mendengar lagi suara dari harimau-harimau itu. Anna yang sudah kehabisan nafas lalu menyandarkan tubuhnya di dekat pohon. Nafasnya memburu kencang, setidaknya dia bisa beristirahat sebentar sekarang.


Sebuah sinar merah mengganggu istirahatnya, Anna menatap kearah sinar itu yang berada di atas pohon tempatnya bersandar. Tunggu.. Bukankah itu kamera pengawas?


Sial!! Sepertinya dia tidak bisa beristirahat..


Bersambung..


Keep support this story, don't forget like and coment ☺️

__ADS_1


__ADS_2