Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Fight


__ADS_3

("William... William sedang ada di Paris!!") ujar Roy tanpa basa-basi.


Seketika Alex menggertakkan giginya kuat dan mengepalkan tangannya...


'Brengsek!!!!' umpatnya.


Kali ini Alex akui dia sedikit ceroboh karena tidak berpikir sampai sejauh itu. Dia tidak berpikir bahwa William akan menyusulnya sampai ke Paris.


("Apa yang akan kau lakukan? Apa kau sudah melihat William? Kurasa dia akan mengambil putrinya kembali dari tanganmu") ujar Roy.


Alex menghela nafasnya kasar. Lalu menatap Anna yang sedang menatapnya dengan tatapan bingung dan penuh tanya.


Alex hanya tersenyum pada Anna, lalu melangkahkan kakinya kearah balkon. Dia tidak ingin gadis itu mendengar percakapannya dengan Roy.


"Aku belum melihat keberadaannya! Dan aku tidak akan pernah membiarkannya membawa gadisku!" ujar Alex dingin.


Terdengar suara tawa Roy dari balik telepon setelah mendengar perkataan Alex.


("Hahaha gadisku?? Kurasa ada hal penting yang terlewatkan olehku! Apakah aku telah mengganggu malam panjangmu??") ujar Roy menggoda.


Alex hanya diam mengabaikan ucapan Roy yang sedang menggodanya. Tiba-tiba Alex mengarahkan pandangannya ke bawah. Matanya menyipit menatap sesuatu di bawah sana. Terlihat ada beberapa mobil dan orang-orang berjas hitam yang sedang berdiri di luar hotel.


Alex menajamkan pandangannya mencoba kembali memperhatikan orang-orang itu. Tiba-tiba rahangnya mengeras dan tangannya pun mengepal kuat.


Dengan segera Alex memutuskan sambungan telpon nya dengan Roy. Dan melangkah masuk kembali ke dalam kamar. Dia menatap Anna yang sudah tertidur di atas tempat tidur.


Sebuah senyuman muncul si wajahnya. Alex menghampiri Anna dengan pelan lalu menyentuh rambutnya dengan lembut.


'Aku tidak akan membiarkan siapapun membawamu pergi dari sisiku!!' tekad Alex dalam hatinya.


Perlahan Alex mengecup kening Anna, lalu menyelimuti tubuh gadis yang sangat dia cintai itu.


Alex pun bergegas mengambil jas nya dan melangkah pergi ke luar kamar.


William terlihat masih termenung di dalam mobilnya. Pikirannya masih belum bisa berfikir secara jernih saat kembali mengingat putrinya dan pria tadi saling bergandengan tangan. Dia tidak tau apa saja yang sudah di lalui putrinya selama bersama pria keturunan Boston itu. Sepertinya akan tidak mudah baginya untuk membawa putrinya kembali.


Tatapan William seketika menajam saat melihat Alex yang berjalan dengan santai menghampiri mobilnya.


Seketika para pengawalnya menghadang langkah Alex.


William pun bergegas keluar dari mobilnya dan menatap Alex dengan tajam.

__ADS_1


"Sungguh sebuah kehormatan bagiku karena seorang William Pratama mau datang jauh-jauh ke Paris untuk mencariku!" ujar Alex sinis.


William menggertakkan giginya mendengar ucapan Alex. Para pengawal William langsung bersiap-siap untuk menghajar Alex, namun tangan William menahannya.


William melangkahkan kakinya mendekat pada Alex,


"Dimana putriku? Berikan dia padaku sekarang sebelum kesabaranku habis!!" ujar William tajam.


Alex terlihat tersenyum mencemooh mendengar ucapan William. Lalu dalam waktu singkat wajahnya berubah menatap William dengan tajam.


"Langkahi dulu mayatku, baru kau bisa mengambil gadis itu dariku!" ujar Alex dengan tatapan membunuhnya.


William terdiam sejenak mendengar ucapan Alex. Lalu sebuah seringai muncul di bibirnya.


"Kalau begitu, aku tidak punya pilihan lain!" ujar William tajam, lalu memberi tanda pada seluruh anak buahnya untuk menyerang Alex .


Dengan cepat para anak buah William mengepung dan menyerang Alex.


BUG!!


BUG!!!


Alex dan para anak buah William terlihat mulai memukul satu sama lain. Salah satu dari mereka mencoba untuk menghajar Alex, namun sayang dengan cekatan Alex dapat menghindarinya dan menghajar balik pria itu sampai tersungkur di atas aspal.


William menatap tajam pada anak buahnya yang sudah tumbang satu persatu. Pria itu benar-benar sulit di kalahkan dan juga keras kepala, pikir William.


BUG!!


BUG!!


Alex terus menghajar habis anak buah William tanpa ampun. Setelah dia memukul satu anak buah William yang terakhir sampai tumbang, Alex pun membalikkan badannya untuk menatap William.


Namun, matanya menatap sebuah pistol yang berada tepat di depannya.


"Aku tidak ingin bermain-main denganmu!!! Cepat kembalikan putriku!! Selesaikan urusan kita tanpa harus melibatkan Anna disini!!!" ujar William marah.


Alex menatap William tajam dengan wajahnya yang penuh dengan keringat dan nafasnya yang memburu.


"Mengapa kau begitu tidak ingin mengembalikan Anna padaku?? Bukankah kau menculiknya untuk memancingku?? Sekarang aku berada di hadapanmu. Jadi lepaskan dia!!" ujar William.


Alex menggertakkan giginya menatap William,

__ADS_1


"Aku tidak akan pernah melepaskannya!!" ujar Alex tajam.


William menatap mata Alex yang terlihat bersungguh-sungguh dengan perkataannya.


'Pria ini sungguh keras kepala' geram William.


Saat William menekan pistolnya, tiba-tiba sebuah sirine dari mobil polisi terdengar dari kejauhan, membuat anak buah William terburu-buru bangkit dan berlari memasuki mobil.


William dengan geram menurunkan pistolnya dari wajah Alex dan menatap pria itu dengan tajam.


"Kau akan menyesali hal ini!! Aku pasti akan membawa putriku kembali dan menjauhkannya darimu!!!" ujar William tajam lalu bergegas memasuki mobilnya dan pergi.


Mobil polisi terlihat mulai menghampiri keberadaan Alex. Dengan cepat Alex pun pergi dari tempat itu. Alex kembali masuk ke dalam hotel dengan pakaian dan rambutnya yang sudah berantakan. Dia menaiki lift untuk kembali ke kamarnya.


Dengan langkah cepat Alex menghampiri kamar Anna dan membuka kuncinya. Perlahan Alex masuk dan menatap gadis yang dia cintai itu masih tertidur lelap. Alex menyentuh rambut Anna dengan lembut dan menidurkan tubuhnya perlahan di samping tubuh gadis itu, menatapnya dengan intens.


Anna perlahan mengerjapkan matanya saat merasakan sentuhan tangan Alex di pipinya.


"Maaf, aku membangunkanmu" ujar Alex pelan.


Anna menatap penampilan Alex yang terlihat sedikit berantakan.


"Apa yang terjadi? Kau dari mana?" tanya Anna sedikit khawatir sambil menyentuh wajah Alex.


Alex menyentuh tangan Anna yang berada di pipinya lalu menciumnya dengan lembut.


"Tidak ada apa-apa" ujar Alex lembut menenangkan Anna.


"Tidurlah kembali" lanjutnya sambil membawa tubuh Anna ke dalam pelukannya.


Anna pun menyandarkan wajahnya pada dada Alex. Dia dapat merasakan mungkin telah terjadi sesuatu dengan pria ini. Setelah menerima telepon tadi ekspresi wajah Alex berubah seketika.


Namun, Anna memilih diam dan tidak ingin bertanya apapun pada pria itu.


Anna pun kembali terlelap dalam pelukan Alex. Berbeda dengan Alex yang masih membuka matanya. Dia terlihat sedikit resah dan marah karena pertemuannya tadi dengan William. Ada perasaan takut di hatinya, jika suatu hari William mengambil Anna dari sisinya.


Alex tau pria tua itu adalah ayah kandung dari gadis yang dia cintai ini. Namun, pria itu telah membunuh kedua orang tuannya, dan Alex tidak bisa memaafkan hal itu..


Bersambung...


Mohon maaf episode kali ini cukup sedikit, lagi sibuk-sibuk nya 😁

__ADS_1


Dukung terus cerita ini ya, jangan lupa kasih like dan komennya, terimakasih 🙏❤️


__ADS_2