
Di sebuah hutan yang lebat dan gelap, terlihat seorang wanita tengah berlari, mencoba mencari jalan keluar agar bisa keluar dari dalam hutan itu.
Nafasnya terlihat memburu dan keringat telah membasahi tubuhnya.
Wanita itu terlihat mulai kelelahan dan memutuskan untuk bersandar sejenak pada sebuah pohon besar sambil mengatur kembali nafasnya.
"Sial!!! Aku benar-benar sudah kelelahan!!" ujarnya terengah.
Erika mengarahkan pandangannya ke sekitar dengan frustasi. Sudah sejak tadi ia berlari, namun dirinya merasa tidak kunjung menemukan jalan keluar. Yang dia lihat hanya pohon-pohon besar serta semak-semak yang memenuhi jalannya.
"Bagaimana ini????" ujarnya frustasi.
Saat wanita itu tengah menyandarkan kepalanya dan menutup matanya sejenak. Tiba-tiba sebuah teriakan langsung menyadarkannya dan membuatnya terkejut,
"ITU DIA!!!!! ITU NONA ERIKA!!!!!" teriak seorang pria tak jauh dari tempat Erika beristirahat.
Dengan cepat Erika membuka matanya dan menyipitkan matanya saat sebuah cahaya senter menyorot tepat di wajahnya.
"Sial!!!!! Aku ketahuan!!!" gerutunya.
Dengan gerakkan cepat, Erika pun kembali berlari untuk meloloskan diri dari anak buah Leonard.
"CEPAT TANGKAP DIA!!!!!!!" perintah seorang pria bertopeng pada yang lainnya.
Mereka pun berlari dengan kencang untuk mengejar Erika.
Erika terlihat mulai panik dan berlari tak tentu arah. Wanita itu mencoba sekuat tenaga untuk terus berlari menghindari anak buah Leonard.
Saat tengah berlari, dengan tidak sengaja kaki Erika menyandung sebuah ranting pohon dan membuat wanita itu terjatuh dengan kaki yang terluka,
BRUK!!!!
"Akkkhhhh!!!" rintihnya menahan sakit.
"BERHENTI DI SANA!!!!!" teriak seorang anak buah Leonard yang semakin mendekat kearah Erika.
Erika menatap ke belakang dengan panik dan mencoba kembali berdiri untuk terus berlari. Wanita itu mengabaikan rasa sakit di kakinya dan terus berlari..
Dia tidak boleh tertangkap..
Dia telah berjanji pada Anna untuk mencari pertolongan..
Dan..
Jika dia tertangkap oleh Leonard, maka sudah pasti nyawanya tidak akan selamat, pikir Erika.
"BERHENTI DISANA ATAU AKU AKAN MENEMBAKMU!!!!!" teriak anak buah Leonard itu sambil mengeluarkan senjatanya.
Erika tidak mendengarkan pria itu dan terus berlari..
Namun, ucapan pria itu tidak main-main. Dia pun menarik pelatuknya dan mengarahkannya ke bahu kiri Erika yang tidak terlalu jauh berada di depannya.
DOR!!!!
"Aakkkkhhh!!!!" teriak Erika saat sebuah peluru menancap tepat di bahu kirinya.
Wanita itu langsung terduduk di tanah sambil menahan sakit.
Pria bertopeng yang menembak Erika itu seketika berhenti dan menyeringai puas melihat wanita di depannya.
"Bukankah aku sudah memperingatkanmu???" tanyanya tajam.
Erika merintih kesakitan dan melihat darah yang keluar dari bahunya. Wanita itu menggigit bibirnya untuk menahan rasa sakit.
Pria yang menembaknya tadi perlahan mendekati Erika sambil tersenyum puas,
"Kau tidak bisa kabur lagi!!!" ujarnya.
Saat pria itu semakin dekat kearahnya, tiba-tiba saja Erika langsung membalikkan tubuhnya dan menancapkan sebuah ranting yang runcing tepat di paha pria itu,
JLEB!!!
"AARRGGHHH!!!!!" teriak pria itu sambil menyentuh pahanya.
Erika yang melihat hal itu pun mengambil kesempatan dan mulai kembali berlari menjauhi pria itu.
Anak buah Leonard yang baru tiba seketika terkejut melihat rekannya yang terluka,
"AHHHHH!!!!! KEPARAT!!!! CEPAT KEJAR DIA!!!!!" teriaknya pada yang lain.
Dengan cepat pria-pria itu pun kembali mengejar Erika.
Erika semakin panik dan berlari tak tentu arah. Wanita itu terlihat kesusahan dengan kakinya yang terluka dan juga luka tembak di bahunya.
"BERHENTI DISANA!!!!!" teriak salah satu pria mengancam Erika.
Erika tidak berhenti dan terus berlari. Wajah wanita itu terlihat sudah pucat. Darah mengalir deras dari luka tembak di bahunya. Erika hanya menutupi luka itu dengan telapak tangannya.
Pandangan wanita itu pun seperti bergoyang dan mulai kabur. Langkah Erika pun otomatis semakin melambat dan tak tentu arah.
'Aku.... Aku.... Aku tidak kuat lagi....' ujarnya dalam hati.
Lalu tanpa sengaja kaki Erika pun menyandung sebuah batu dan membuat tubuhnya oleng lalu terjatuh ke sebuah jurang yang tidak terlalu tinggi di bawahnya,
"Aakkkhhhh!!!!!" teriaknya.
SRET!!!
BRUK!!!!
Tubuh Erika pun terjatuh dan sedikit berguling ke bawah jurang yang berada di bawahnya. Wanita itu merasakan seluruh tubuhnya terasa sangat sakit.
__ADS_1
Pandangannya pun perlahan mulai memudar dan gelap...
Anak buah Leonard menghampiri jurang itu dan menatap tubuh Erika yang terjatuh tidak terlalu dalam di bawah sana.
"Huh... Menyusahkan!!!!" desis salah satu pria.
"Ayo cepat angkat dia dan bawa ke markas!!!" perintahnya pada yang lain.
Leonard tertawa puas di atas kursinya sambil menatap tubuh Alex yang terlihat tak berdaya setelah terkena sengatan listrik berkekuatan tinggi tadi.
Pria itu menyeruput wine nya sambil menikmati pemandangan di depannya.
Setelah itu, ia pun kembali berdiri dan menghampiri Alex yang masih sadar walaupun dengan tubuhnya yang mati rasa.
Pria itu menyeringai pelan pada Alex,
"Sungguh menyedihkan..." ledeknya pada Alex.
Alex masih terdiam di posisinya, namun matanya menatap Leonard tanpa rasa takut sedikit pun.
Leonard yang menyadari tatapan Alex seketika kembali tertawa pelan,
"Ternyata kau masih terlihat arogan dengan keadaanmu yang menyedihkan seperti ini!!" ledeknya tajam.
Alex menatap tajam pada Leonard dan perlahan menyeringai pelan,
"Han.... Hanya... Ini... Yang... bisa... kau... lakukan??" tanya Alex tajam sambil terbata.
Leonard yang mendengar ucapan Alex seketika merasa tersinggung dan menggertakkan giginya dengan kuat. Pria itu kembali menyeringai dengan wajah kesalnya,
Pria itu pun kembali berjalan kearah layar cctv dan menyalakannya,
"Bagaimana..... Jika kita mengundang istri tercintamu kemari untuk melihat pertunjukkan kita????" tanyanya menyeringai licik pada Alex.
Seketika tubuh Alex yang semula mati rasa langsung menegang kuat dengan emosi yang membuncah,
"BAJINGAN!!!! JANGAN BERANI KAU SENTUH ISTRIKU!!!!" teriak Alex tajam pada Leonard.
Leonard menatap Alex dengan puas dan kembali menatap layar cctv nya,
"Tenang Tuan Alex.... Aku hanya akan bermain-main sedikit dengannya" ujarnya licik.
Alex terlihat memberontak di atas ranjangnya sambil berteriak dengan penuh emosi.
Leonard yang melihat hal itu tersenyum puas dan kembali menyalakan tombol listrik di ranjang Alex,
"AAARRGGGHHHH!!!!!"
Teriakan Alex kembali terdengar saat kabel yang menempel di tubuhnya kembali menyala dan membuat tubuhnya tersengat oleh listrik berkekuatan tinggi.
Leonard tersenyum puas menatap pemandangan itu,
__ADS_1
"Itu hukuman kecil untukmu karena kau tidak bisa diam Alexander hahaha!!!" ucapnya sambil tertawa puas.
Leonard pun kembali mengarahkan matanya ke layar cctv. Namun, tiba-tiba senyuman di wajahnya menghilang saat melihat ruangan tempat Anna di kurung sebelumnya telah terbuka dan hanya memperlihatkan anak buahnya yang berlumuran darah sedang tergeletak di lantai.
Dengan emosi yang membuncah Leonard pun menyalakan earphone di telinganya untuk menghubungi seseorang,
"DIMANA GADIS ITU????????" teriaknya penuh emosi.
Terdengar suara gugup di balik sana saat mendengar teriakan Leonard,
("Ma... Ma... Maaf Tuan... Kami akan segera mencarinya") jawab seseorang di balik sana.
Leonard menggertakkan giginya dengan kuat sambil menutup matanya dengan emosi,
"KEPARAT SIALAN!!!!! MENGURUS SATU GADIS LEMAH SAJA TIDAK BECUS!!!!!!!" teriaknya marah.
"CEPAT TEMUKAN DIA SEKARANG JUGA!!!!!!" teriaknya lagi.
Leonard langsung mematikan panggilannya dan memukul mejanya dengan kuat,
BRAK!!!!!
"SIAL!!!! Gadis itu ternyata tidak sepolos kelihatannya!!!" geram Leonard.
Pria itu pun kembali menatap ke belakang dan melihat Alex yang masih terlihat lemas dan kaku akibat tekanan listrik tadi.
Leonard pun terdiam sejenak dan berpikir...
Lalu pria itu pun mengaktifkan semua kamera cctv di gedung itu untuk mencari keberadaan Anna.
Dan..
Sebuah senyuman licik pun mengembang di bibirnya,
"Gotcha!!!! Aku menemukanmu... tikus kecil..' ucapnya saat melihat Anna yang tengah bersembunyi di salah satu ruangan.
Dan..
Tanpa Leonard sadari, Alex telah mendengar semua yang di katakan pria itu dan mengetahui bahwa istrinya tengah melarikan diri dan bersembunyi.
'Anna.... Bertahanlah sebentar lagi....' ucapnya dalam hati dengan khawatir.
Bersambung...
Hallo, tolong di bantu like, komen, vote dan hadiahnya ya ☺️
Huhu.. sedih ni pembaca makin hari makin kurang, mungkin karena author jarang up juga 🤧
Tapi buat yang udah baca jangan lupa tinggalin jejak ya, dan kasih hadiahnya buat author walaupun recehan 🥲
Oh iya, novel kedua author yang judulnya Mysterious Man sudah up ya ☺️
Yuk bantu di ramaikan 😁🙏
__ADS_1
Terimakasih ❤️