Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Memulai Kembali


__ADS_3

Anna sedang duduk bersama William di atas balkon. Dia menatap pria itu dengan banyak pertanyaan di dalam benaknya. William yang sadar dengan tatapan Anna pun tersenyum padanya,


"Sepertinya kau butuh penjelasan bukan???" tanya William.


Anna pun menatap William dengan ragu,


"Ayah... bagaimana bisa ayah dan kakek Alex terlihat akur seperti sekarang?? Apa yang terjadi??" tanya Anna.


William tersenyum pada Anna dan menghela nafasnya pelan. Pria itu menatap langit malam dan sedikit termenung sesaat.


"Beberapa hari yang lalu, Peter tiba-tiba datang ke kantor ayah di Jepang" ujarnya.


Anna yang sedikit terkejut pun menatap William dengan penuh penasaran,


"Ayah waktu itu sangat terkejut.. Perasaan ini tiba-tiba bercampur menjadi satu. Marah, kesal, sedih... Ayah kira dia akan datang untuk menghancurkan ayah kembali' lanjutnya.


"Tapi... Tiba-tiba dia datang meminta maaf dan hampir berlutut di hadapan ayah" ujarnya lagi.


Anna pun membelalakkan matanya tidak percaya,


"Benarkah?? Sampai seperti itu??" tanya Anna.


William menatap Anna dan mengangguk pelan,


"Iya, dia bilang dia sangat menyesal dengan kejadian di masa lalu. Dia merasa bersalah atas kematian Diana.. Awalnya ayah pikir dia sedang bersandiwara. Tapi... Setelah dia menyebut namamu, ayah sedikit demi sedikit mulai percaya" ujarnya pelan.


"Dia bilang, kau telah menyadarkannya.. Dia merasa usianya tidak akan lama lagi. Dan dia ingin, jika dia meninggal suatu hari nanti, dia akan meninggal dengan tenang" lanjutnya.


William pun menghela nafasnya dan menatap Anna dengan lembut,


"Ayah tidak tau apa yang telah kau ucapkan padanya sampai dia berubah seperti itu. Awalnya ayah tidak ingin memaafkannya.. Ayah merasa dia sudah menghancurkan hidup ayah. Tetapi... Ketika memikirkanmu, ayah tau, mungkin memang inilah takdirnya. Segala dendam dan benci ini harus berakhir.. Ayah tidak ingin kau menjadi korban akibat keegoisan sebuah keluarga, dan membuatmu menderita. Ayah tidak ingin kau bernasib sama seperti ayah... Jadi... setelah berpikir panjang, akhirnya ayah memutuskan untuk melupakan segalanya dan memulai kembali dari awal" ujarnya dalam.


Anna pun menatap William dengan mata yang berkaca-kaca. Pria itu meraih tangan Anna dan menggenggamnya erat,


"Anna... Maafkan ayah, selama ini ayah terlalu egois.. Ayah selalu memikirkan diri sendiri. Ayah telah membuatmu merasa terluka dan kesepian. Maaf.... Maafkan ayah..." ujar William bergetar.


"Sekarang... Ayah akan merubah segalanya.. Ayah akan memperbaiki segalanya... Mari, kita sama-sama memulainya dari awal" lanjutnya.


Setetes air mata pun jatuh di pipi Anna. Gadis itu mengangguk dan memeluk tubuh William dengan erat. Begitu juga dengan William, pria itu meneteskan air matanya dan memeluk putrinya dengan erat. William berharap, segala sesuatu yang tidak baik di masa lalu akan berubah menjadi indah di masa depan. Untuk dirinya dan juga putrinya ini...


Dari balik jendela, Alex menatap kejadian itu dan tersenyum lembut. Akhirnya segalanya berubah menjadi lebih baik.


Alex menyadari keegoisan tidak akan merubah segalanya. Kecuali sedikit saja ada yang mau mengalah dan memaafkan untuk memulai kembali hubungan yang lebih baik.


Tidak ada kebencian, dendam, sakit hati...


Yang ada hanya kasih sayang dan cinta..


Alex sadar hal itu sangat berat dan sulit. Tetapi.. Jika kita berusaha, maka sedikit demi sedikit perubahan itu akan terasa dan menjadi lebih indah..


-

__ADS_1


Roy menarik tangan Amber menuju ruangannya di lantai atas. Gadis itu terlihat mencoba melawan, namun tenaga Roy lebih kuat dari tenaganya. Dan juga, Amber sadar bahwa Roy ini adalah atasannya.


CLEK!!!


BRAK!!!


Dengan kuat Roy membuka pintu ruangannya dan kembali menutupnya dengan kasar. Pria itu sedikit mendorong tubuh Amber ke depan meja kerjanya. Membuat gadis itu sedikit mengaduh saat bokongnya mengenai sisi meja.


Roy terlihat sangat emosi dan menghela nafasnya kasar sambil melonggarkan dasi di kemejanya.


"Kau.... Apa yang kau lakukan disini???" tanya Roy tajam.


Amber yang sedang memegang pergelangan tangannya pun menatap Roy dengan malas,


"Aku.. adalah pelayan baru di club ini" ujarnya sedikit menunduk.


Roy pun menatap pakaian Amber yang sangat minim. Roknya hanya sejengkal dan belahan dada gadis itu sedikit terlihat. Membuat Roy seketika merasakan panas di sekujur tubuhnya.


Gadis ini benar-benar terlihat berbeda saat pertama kali bertemu dengannya. Entah mengapa Roy lebih suka gadis ini memakai pakaian tomboinya dari pada baju kurang bahan seperti ini. Kecuali gadis itu memakai baju minim ini hanya di depannya saja, pikir Roy.


"Siapa yang menyuruhmu menjadi pelayan??? Dengan pakaian seperti ini??? Apa kau ingin menggoda pria-pria hidung belang di luar sana???" bentak Roy.


Seketika Amber pun menatap Roy dengan sedikit heran. Apa yang salah??? pikirnya. Bukankah pelayan di club ini memakai pakaian yang sama seperti yang di pakainya?? pikirnya bingung.


Roy pun sedikit mengacak rambutnya dan menatap Amber dengan kesal,


"Ganti pakaianmu dan keluar dari tempat ini!!!" ujar Roy tegas.


"Apakah Tuan memecatku???" tanyanya cemas.


Dengan panik Amber pun menggenggam tangan Roy,


"Tu... Tuan... Kumohon jangan memecatku. Aku butuh pekerjaan ini. Lagipula ini juga hari pertamaku dan aku berjanji tidak akan membuat masalah lagi" ujarnya memohon.


Roy yang menatap wajah memohon Amber pun seketika menelan ludahnya dengan susah payah. Sial!! Kenapa wajah gadis ini seakan menggodanya, pikir Roy.


Roy pun menggeleng pelan dan menatap Amber dengan seringainya,


"Kau kira aku akan berubah pikiran!! Aku tidak mengizinkanmu bekerja di club ini!!!" tegas Roy.


Lalu dengan cepat Roy pun mendekatkan wajahnya pada Amber dan membuat gadis itu memundurkan wajahnya. Tangan Roy mengunci tubuh Amber di meja. Membuat gadis itu tidak dapat bergerak.


Posisi mereka terlalu dekat, membuat Amber merasa tidak nyaman.


"Lihat wajahku... Apa kau tidak mengenaliku???" bisik Roy.


Amber pun menatap wajah Roy dan tidak mengingat apapun. Apa maksud pria ini??? pikir Amber.


GREP!!!


Seketika Roy pun menarik pinggang Amber dan membuat posisi mereka sama persis seperti saat waktu itu Roy menahan tubuh Amber.

__ADS_1


Amber yang terkejut pun seketika membelalakkan matanya. Roy perlahan mendekatkan wajahnya pada telinga Amber,


"Bukankah pada saat ini kau mengambil dompetku???" bisik Roy.


Amber yang sudah ingat pun seketika terbelalak dan mendorong tubuh Roy menjauh,


"Ka... Kau" ujar Amber tidak percaya.


Roy pun menyeringai dan menatap Amber dengan intens,


"Iya, akulah pria itu! Dasar pencuri licik!!" ujar Roy menyeringai.


Jantung Amber pun seketika berdegup kencang. Bagaimana ini??? Boss nya adalah orang yang waktu itu dia ambil dompetnya!! Matilah kau Amber!!!! pikir Amber panik.


"Eh... I... Itu... Se... Sebenarnya..." ujar Amber gugup.


Gadis itu menatap pintu yang tidak jauh darinya. Sebaiknya dia kabur dari sini. Masa bodoh walau dirinya harus di pecat. Yang terpenting dia tidak mau di penjara. Lagipula uang pria ini sudah dia pakai untuk membayar hutang waktu itu.


'Baiklah Amber, lari dalam hitungan 3!! 1....2....' ujar Amber di dalam hatinya.


'3!!!!!!'


Dengan cepat Amber pun berlari ke arah pintu. Roy yang terkejut pun dengan refleks mengejar Amber dan meraih tangannya.


GREP!!!


BUK!!!


Tubuh Roy menahan tubuh Amber di balik pintu. Pria itu meraih kedua tangan Amber dan menahannya keatas. Kini wajah mereka sangat dekat dengan tubuh keduanya yang saling menempel.


Amber menutup matanya dan memohon pada Roy,


"Tu.. Tunggu. Jangan laporkan aku ke polisi. Aku akan mengembalikan dompetmu..." ujar Amber panik.


Roy bisa merasakan hembusan nafas Amber di depan wajahnya. Dia merasakan tubuhnya mulai memanas saat gadis itu menggeliat dan menyentuh bawah tubuhnya.


Roy menelan ludahnya dan menatap dada Amber yang terbuka. Pria itu bahkan tidak bisa mendengar celotehan Amber yang memohon padanya. Di telinganya suara gadis itu bagaikan *******.


'Sial!!!!! Gadis ini benar-benar berbahaya!!!' pikir Roy gusar.


Bersambung..


Halo, dukung selalu cerita ini, jangan lupa kasih like, komen, vote dan hadiahnya ya.. ☺️


View makin berkurang nih..


Sepertinya author bakalan bikin novel baru..


Mohon dukungannya ya 🙏❤️


Terimakasih..

__ADS_1


__ADS_2