Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Makan Bersama


__ADS_3

Alex memasang jas nya dengan rapi. Hari sudah menjelang siang. Baru kali ini dia bersantai di rumah dan ada sedikit rasa malas untuk berangkat ke kantor.


Setelah kejadian pagi tadi, Alex belum bertemu kembali dengan Anna.


Apakah gadis itu menghindarinya? pikir Alex.


Alex membuang nafasnya kasar. Lalu melangkahkan kakinya untuk keluar dari ruangannya.


Saat Alex keluar dari ruangannya, tidak sengaja dia berpapasan dengan Anna yang juga baru keluar dari kamarnya.


Anna sedikit kaget dan gugup saat berpapasan dengan Alex. Mengapa pria itu masih di rumah? Anna pikir dia sudah berangkat ke kantornya. Anna seketika memalingkan wajahnya lalu berjalan melewati Alex.


"Tunggu!" ujar Alex tiba-tiba yang membuat langkah Anna terhenti.


Dengan enggan Anna membalikkan wajahnya menatap Alex.


"Kau mau ikut denganku?" tanya Alex pada Anna.


Anna menatap Alex dengan bingung. Apakah pria itu baru saja mengajaknya? tanya Anna dalam hati.


"Aku akan makan siang di luar. Jika kau mau, kau boleh makan apa saja yang kau inginkan" ujarnya.


Seketika mata Anna berbinar menatap Alex. Makan di luar? Makan apa saja yang ku mau? ujar Anna bersorak dalam hati.


"Benarkah? Apa saja yang ku mau??" tanya Anna memastikan.


Alex menahan senyumnya dalam hati. Ternyata hanya membujuknya dengan sebuah makanan, gadis ini langsung terlihat bersemangat.


Alex lalu menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Anna.


Anna terlihat berpikir sejenak,


"Baiklah.." ujar Anna sambil menahan dirinya agar tidak berjingkrak kegirangan.


"Ayo" ajak Alex lalu melangkah lebih dulu di ikuti Anna di belakangnya.


Saat sampai di halaman seorang penjaga langsung membukakan pintu mobilnya untuk Alex dan juga Anna. Alex menyalakan mobilnya lalu melaju meninggalkan halaman rumah.


Lidya menatap kepergian Anna dan Alex dengan emosi. Sudah cukup!! Ini semua sudah melewati batas. Dia harus segera bertindak untuk menyingkirkan gadis itu dari sisi Alex.


Seorang penjaga menatap wajah Lidya yang terlihat jelas sangat kesal dan marah menatap kepergian Alex dan Anna.


Penjaga itu lalu menghampiri Lidya,


"Ada apa dengan wajahmu? Apa kau cemburu?" ujarnya meledek.


Lidya mendelik mendengar perkataan penjaga itu dan menghiraukannya.


"Kurasa.. Belakangan ini sikap Tuan Alex pada gadis tawanannya itu telah berubah" lanjut penjaga itu.


"Atau jangan-jangan, gadis itu telah menaklukan Tuan Alex kita yang super kejam dan dingin itu! Dan ternyata sekarang mereka telah menjalin sebuah hubungan.. Wow gadis itu luar biasa! Tapi harus kuakui gadis itu memang sangat cantik. Siapa yang akan menyia-yiakannya gadis seperti itu, bukan??" sambungnya.

__ADS_1


"Bisakah kau diam!!!" geram Lidya padanya.


Penjaga itu menyeringai menatap Lidya yang terlihat kesal dengan ucapannya.


"Sudahlah Lidya, Jangan bermimpi terlalu jauh!!" ujar penjaga itu sambil menepuk pundak Lidya dan melangkah pergi.


Lidya menatap kepergian penjaga itu dengan emosi. 'Sialan!! Aku tidak bermimpi!! Aku akan pastikan Tuan Alex hanya akan menjadi milikku!!!' tekadnya dalam hati.


-


Selama di dalam mobil, Anna hanya memfokuskan pandangannya ke luar jendela. Alex terlihat beberapa kali melirik Anna. Entah mengapa ada perasaan gugup di hatinya saat bersama gadis ini.


"Ekhm.. Kau ingin makan dimana?" tanya Alex memecah keheningan.


Anna terlihat berpikir sejenak,


"Aku ingin makan di restoran Yummy Star!" ujar Anna excited.


Sudah lama dia tidak makan di tempat itu. Dulu saat masih sekolah dia dan beberapa temannya sering makan disana. Namun setelah lulus sekolah dia sudah jarang pergi kesana. Dan entah mengapa dia merindukan tempat itu.


Siapa yang tau apakah dia bisa kembali lagi kesana suatu hari nanti. Dengan kehidupannya sekarang yang bak di kurung dalam sangkar, akan sulit untuknya pergi bebas kemanapun yang dia mau..


Alex memicingkan matanya mendengar perkataan Anna. Bukankah itu restoran tempat anak muda berkumpul?


Sebenarnya Alex sedikit malas pergi ke tempat yang digandrungi kebanyakan anak muda itu. Tapi dia tau usia Anna saat ini masih sangat muda, mungkin itu adalah tempat kesukaannya..


"Baiklah jika itu yang kau mau" ujar Alex pasrah.


Setelah sampai di restoran yang Anna inginkan. Alex memarkirkan mobilnya di halaman parkir depan restoran itu.


Anna keluar lebih dulu. Dia menatap restoran itu dengan senyum yang mengembang. Restoran itu tidak berubah, masih sama seperti dulu. Dengan tidak sabar Anna terlebih dulu masuk ke dalam restoran, di susul Alex yang terlihat melangkah dengan enggan.


Anna memilih tempat duduk yang berada di dekat kaca yang mengarah pada jalanan di luar. Anna melambaikan tangannya pada Alex yang masih berjalan dengan wajah dinginnya.


Alex menatap Anna yang terlihat seperti anak kecil yang sedang melambai padanya dengan senyum bahagia. Seketika jantungnya berdegup kencang. Senyuman gadis itu begitu indah dan menenangkan di matanya.


Dengan cepat Alex melangkahkan kakinya menghampiri Anna dengan senyum tipisnya.


"Silahkan Nona mau pesan apa?" tanya seorang pelayan pada Anna.


"Aku mau spaghetti beef pedas, chicken kari dan choco hot cake!" ujar Anna langsung tanpa melihat buku menu terlebih dahulu.


Pelayan itu menganggukkan kepalanya, lalu menatap Alex dengan malu-malu. Baru kali ini dia melihat pria yang sangat tampan seperti di film-film yang dia tonton secara nyata..


"Tu.. Tuan mau pesan apa?" tanya pelayan itu gugup.


"Samakan saja dengan pesanannya" ujar Alex tanpa menatap pelayan itu.


Tatapan Alex hanya terlihat tertuju pada Anna yang sedang tersenyum menatap ke luar jendela.


Pelayan itu menatap tatapan Alex yang dalam pada Anna lalu mendelik sebal.

__ADS_1


"Baik, akan aku siapkan" ujar pelayan itu lalu melangkah pergi.


Anna mengarahkan pandangannya pada Alex yang terlihat sejak tadi terus menatapnya.


"Kenapa kau memandangku terus?" tanya Anna.


Seketika seringai muncul di wajah Alex,


"Bukankah kau sudah tau jawabannya?" tanya Alex menggoda.


Seketika wajah Anna terasa panas, lalu dengan cepat Anna memalingkan wajahnya. Sial, mengapa belakangan ini pria itu selalu menggodanya!! kesal Anna dalam hatinya.


"Anna??" ujar seseorang yang tiba-tiba menghampiri meja mereka.


Anna mengarahkan pandangannya pada suara itu,


"Ternyata benar kau!!" ujar pria itu senang.


Anna memandang pria itu dan menilik wajahnya. Wajahnya tidak asing, tapi Anna lupa dimana dia bertemu dengan pria ini.


Alex menggertakkan giginya kuat memandang pria yang menghampiri mereka. Siapa pria sialan ini??


"Kau mengenalku?" tanya Anna ragu pada pria itu.


Pria itu lalu tersenyum pada Anna,


"Kau lupa padaku? Aku Brian, kakak kelas mu dulu yang menolong mu saat kau tenggelam di kolam berenang sekolah" ujarnya tersenyum.


Anna terlihat berpikir mencoba mengingat kejadian yang disebutkan oleh pria itu..


Ah.. Anna mengingatnya!! Dia adalah kakak kelasnya dulu yang sangat disukai oleh wanita-wanita di sekolah. Dulu tidak sengaja para penggemarnya yang berkerumun mengelilingi Brian di tepi kolam berenang menyenggol Anna yang sedang lewat sampai terjatuh.


Lalu Brian menolong Anna yang tidak bisa berenang dan sempat ingin memberikan nafas buatan juga padanya. Namun untungnya Anna telah terbangun terlebih dahulu sebelum Brian melakukannya.


"Oh.. iya, aku sudah ingat" ujar Anna.


Brian terlihat senang saat Anna mengingatnya. Anna adalah gadis yang dia sukai dulu. Namun entah mengapa Anna selalu menghindar saat dia mencoba mendekatinya.


"Aku senang kau masih mengingatku" ujar Brian tersenyum.


Brian lalu menatap Alex di sampingnya yang menatapnya sejak tadi dengan tatapan membunuh.


"Oh halo, aku Brian, teman sekolah Anna dulu. Apa.. kau kakaknya Anna atau pamannya?" ujar Brian polos.


Seketika Anna menganga mendengar ucapan Brian. Dia menatap Alex yang terlihat jelas sedang menahan amarahnya.


'Ya ampun pria ini benar-benar cari mati' ujar Anna dalam hatinya..


Bersambung...


Halo, Dukung terus cerita ini ya, kasih like sama komennya 🤗 Walaupun ya statistik pembacanya sedikit menurun, tapi moga aja aku tetap semangat lanjutin cerita ini ya.. Dan jangan sampai putus di tengah jalan hehe..

__ADS_1


Makasih yang selalu dukung ❤️❤️


__ADS_2