
-
-
"Semoga kerjasama kita bisa berlangsung lancar dan membawa kesuksesan" ujar Mr.Holland tersenyum pada Alex.
Alex berjabat tangan dengan Mr.Holland dan membalas senyumnya,
"Ku pastikan kerjasama ini membawa keberhasilan" ucap Alex percaya diri.
"I trust you.." tutur Mr.Holland.
"Baiklah.. Kurasa kita sudah mendapat kesepakatan yang memuaskan.. Sekarang kau kembalilah pada kekasihmu.. Jangan biarkan pria lain menghampirinya hahaha" ucap Mr.Holland sambil menepuk pundak Alex menggoda dan berlalu pergi.
Alex menatap ke sekitar mencari keberadaan gadis tawanannya itu. Namun dia tidak menemukan keberadaannya dimana pun.
Alex berjalan menelusuri ruangan pesta itu,
'Sial.. Jika dia berani kabur maka aku tidak akan segan-segan membunuhnya' gerutu Alex dalam hati.
Pandangannya tertuju pada seorang wanita yang membelakanginya di dekat meja yang berisi makanan dan minuman.
Wanita itu sedang meneguk cepat segelas minuman. Alex memicingkan matanya, memperhatikan apa yang akan terjadi pada gadis itu setelah meminum minumannya.
Tiba-tiba gadis itu kehilangan keseimbangannya. Dia menopang tubuhnya pada meja dan memegang kepalanya.
Saat gadis itu benar-benar akan terjatuh, Alex berjalan menghampirinya dan menopang tubuhnya dari belakang.
"Benar-benar merepotkan!" ujar Alex kesal.
Alex menopang tubuh Anna dan memapahnya untuk berjalan.
"Kepalaku pusing sekali..." gerutu Anna sambil mengigau.
"Jangan bergerak!" kesal Alex.
Gadis ini ditinggal sebentar saja sudah membuat masalah.
Alex membopong tubuh Anna. Dia terlihat kesal dan mencoba menahan amarahnya.
Dari kejauhan Roy melihat Alex sedang membopong Anna dengan wajah kesalnya.
Roy menghampiri Alex dan menatap Anna yang terlihat lemas sambil meracau tidak jelas.
"Ada apa dengannya?" ujar Roy penasaran.
"Gadis bodoh ini meminum segelas wine" gerutu Alex kesal.
"Benarkah?? Hahahahaha...." ujar Roy tertawa.
" Ya Tuhan.. Gadis ini benar-benar polos" lanjut Roy.
Alex hanya menatap acuh pada Roy,
"Aku akan membawanya kembali.. Jadi jangan halangi jalanku!" ujar Alex kesal menatap Roy.
Roy menahan tawanya,
"Baiklah.. Baiklah.." ujar Roy lalu membiarkan Alex melanjutkan jalannya.
"Hei!! Jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan!" tutur Roy ketika Alex sudah melewatinya.
Alex menatap tajam Roy seperti ingin membunuhnya saat itu juga, lalu kembali melangkah dengan kesal.
"Bwahahahaha!!!" tawa Roy meledak melihat tatapan temannya itu.
Roy tau Alex bukan tipikal orang yang seperti itu.
__ADS_1
Namun siapa tau, gadis itu berbeda dengan wanita-wanita lainnya. Mungkin saja gadis itu bisa merubah seorang Alex. Siapa yang tau bukan?
-
Alex mendudukkan Anna di kursi mobilnya dengan kesal lalu memasang sabuk pengamannya. Kemudian Alex duduk di kursi kemudinya lalu melajukan mobilnya cepat.
Anna terus berceloteh tidak jelas. Dia menunjuk-nunjuk dari balik jendela kearah luar.
"Wah... Banyak sekali bintang disana..." celoteh Anna.
Anna menunjuk ke atas kepalanya,
"Tunggu.. Bintangnya menghampiriku.. Lihat!! mereka menari-nari di atas kepalaku haha.." celoteh Anna tersenyum senang.
"Bisakah kau diam!!" kesal Alex.
Anna menatap kesal pada Alex,
"Hei.. Kau membuat bintang-bintang ini ketakutan" ujar Anna.
Alex hanya bisa menahan amarahnya dan melajukan mobilnya kencang.
"1..2..3..4...." celoteh Anna sambil menunjuk dan berhitung sepanjang perjalanan.
Alex memarkirkan mobilnya di halaman rumah. Seorang penjaga menyambut kedatangan Alex dan membantunya membukakan pintu.
Alex menatap kearah Anna yang sudah terlelap.
"Merepotkan!" kesal Alex.
Penjaga itu kemudian membukakan pintu mobil di samping Anna.
"Tuan biar saya antar gadis ini ke kamarnya" ujar penjaga itu.
"Tidak perlu! Aku yang akan mengantarnya" ujar Alex lalu menggendong Anna dan masuk ke dalam rumah.
Alex menggendong Anna menuju lift dan membawa Anna ke lantai 2 rumah itu.
Alex menempatkan Anna di kamar lantai 2, berdekatan dengan ruang kerjanya. Hal itu Alex lakukan karena tidak ingin kejadian kaburnya Anna terulang lagi. Dia menganggap penjaga di rumah ini saja tidak cukup untuk dia percayai menjaga gadis ini. Maka Alex memutuskan untuk mengurungnya di kamar dekat ruang kerja pribadinya mulai hari ini.
Setelah sampai di lantai 2, Alex melangkah menuju kamar yang akan di tempati Anna.
Anna menggeliatkan badannya dan memperkuat pelukan tangannya di leher Alex.
Seketika Anna mencium wangi dari leher Alex.
"Hmm.. Wangi sekali.. baunya manis.." gumam Anna menempelkan hidungnya pada leher Alex.
Alex mengacuhkan gumaman Anna dan terus melangkah.
Anna menggesekkan hidungnya pada leher Alex dan tidak sengaja menempelkan bibirnya disana.
Seketika Alex menegang..
Sial!! Ada apa dengannya??
Alex membuka pintu kamar dengan keras. Dia melangkah cepat dan meletakkan Anna di atas tempat tidur. Saat Alex mencoba untuk bangkit, Anna menahan kuat leher Alex.
"Jangan pergi!!" gerutu Anna, dan kembali menciumi leher Alex.
Alex menggertakkan giginya kuat.
Sial!! Otak dan cara kerja tubuhnya bekerja berlawanan. Otaknya menyuruhnya untuk segera pergi, namun tubuhnya menolak.
Tubuh Alex bagai di sengat sesuatu yang membuatnya terlena. Dia tidak pernah merasakan hal ini sebelumnya.
Dia tidak bisa menahannya lagi!
__ADS_1
Anna melepaskan ciumannya pada leher Alex lalu menyentuh bibir Alex.
"Apakah ini juga manis??" ujar Anna yang masih dalam pengaruh alkoholnya.
Anna menempelkan bibirnya tipis pada bibir Alex.
"Hmm.. lembut.." ujar Anna pelan, dan melakukannya berulang kali.
Alex yang sudah kehilangan kendali tubuhnya mulai menikmati perlakuan Anna.
Tanpa dia sadari bibirnya mulai menghisap bibir Anna pelan.
Mereka saling ******* satu sama lain.
Ciuman Alex semakin lama semakin dalam. Alex perlahan menindih tubuh Anna sambil terus menciumnya..
Alex merasakan tubuhnya semakin panas. Dia menyentuh punggung Anna yang terbuka dan membelainya pelan.
Anna melenguh merasakan tangan hangat Alex di punggungnya.
Ciuman mereka semakin lama semakin dalam dan liar.
Alex menurunkan ciumannya ke leher Anna.
Anna menggeliat merasakan ciuman Alex di lehernya. Alex menghisap pelan leher Anna dan sedikit menggigitnya..
Anna menggigit bibirnya menahan *******..
Alex menaruh tangannya di kaki Anna dan perlahan menarik rok gaunnya ke atas, menyentuh paha Anna pelan.
Ciumannya kembali pada bibir Anna. Alex ********** dengan rakus. Dia bisa merasakan sesuatu dalam tubuhnya sudah menegang kuat.
Alex terus **********..
Sampai.. Terdengar suara dengkuran halus dari bibir Anna.
Alex mengangkat tubuhnya dan menatap gadis di bawahnya sudah tertidur lelap.
Seketika Alex sadar dan bangkit dari atas tempat tidur.
Alex mengacak rambutnya kasar, 'Brengsek!!! Apa yang sudah kulakukan!!!'
Alex melangkah keluar kamar dengan marah.
Dia masuk keruang kerja pribadinya dengan kesal lalu melempar semua berkas yang ada di atas meja.
"Sialan!!!!! Apa yang kau lakukan Alex!!!!" teriaknya frustasi.
Alex tak habis pikir, mengapa dirinya bisa kehilangan akal sehatnya?
Dia sudah melakukan kesalahan yang fatal..
Gadis itu adalah anak dari seseorang yang ingin Alex lenyap kan dari muka bumi ini.
Dia tidak boleh terpengaruh oleh gadis itu, tidak!!
Dia harus membalaskan dendamnya..
Harus!!!
Bersambung..
Keep support this story ya..
Maaf untuk up yang telat, maklum harus nunggu anak tidur baru bisa nulis 😌
Dan terkadang otak juga lagi buntu 😅
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak, like & komen ya 🤗