Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Denganmu


__ADS_3

"Sayang.... Kau benar-benar membuatku hilang kendali..." bisik Alex di sela-sela ciumannya.


Seketika bulu kuduk Anna meremang saat mendengarkan bisikan Alex yang penuh dengan gairah.


'Apakah dia bisa menghentikan pria ini sekarang???' pikir Anna.


Dengan cepat Alex kembali ******* bibir Anna dan memainkan lidahnya disana. Ciumannya pun turun pada leher gadis itu dan menghisapnya pelan. Anna menggigit bibirnya pelan menahan suara yang akan keluar dari mulutnya.


Ini benar-benar tidak aman, pikir Anna. Gadis itu menyentuh rambut Alex dan meremasnya pelan.


"A... Alex... berhenti..." bisik Anna pelan.


Alex yang mendengar namanya di sebut oleh Anna, semakin menurunkan ciumannya pada bahu gadis itu. Entah mengapa jika Anna menyebut namanya dengan suara parau seperti itu membuat gairah Alex membuncah dan semakin tidak bisa mengontrol tubuhnya. Gadis ini benar-benar membuatnya menggila, pikir Alex.


"Sebut namaku sayang... Aku menyukainya...." bisik Alex di telinga Anna.


Anna menutup matanya kuat, sepertinya dia gagal menghentikan pria ini dan malah membuatnya semakin menjadi-jadi. Alex kembali mencium bibir Anna dengan rakus, membuat gadis itu kelabakan. Dalam hatinya dia berdoa semoga ada sesuatu yang bisa menghentikan pria ini sekarang..


Tok...


Tok...


Seketika suara ketukan pintu terdengar, membuat Anna membuka matanya dan mencoba mendorong tubuh Alex menjauh.


Namun pria itu mengabaikan suara pintu dan enggan untuk melepaskan ciumannya pada bibir Anna.


Anna tidak menyerah dan mendorong bahu Alex dengan kuat. Akhirnya ciuman mereka pun terlepas dengan nafas yang memburu diantara mereka.


"Alex... ada seseorang yang datang" ujar Anna mencoba mengatur nafasnya.


Alex masih menatap Anna dengan matanya yang bergairah dan menyentuh bibir gadis itu dengan lembut,


"Biarkan saja" ujar Alex acuh dan hendak kembali mencium bibir gadis itu.


Namun Anna menahannya dan kembali menatap Alex dengan serius,


"Alex, bukankah kau harus mengadakan pertemuan dengan rekan bisnismu?? Mungkin saja mereka telah tiba" ujar Anna bersikeras.


Tok..


Tok..


Kembali suara ketukan pintu terdengar membuat Alex menghela nafasnya dengan kesal. Sial!! Selalu saja ada yang mengganggunya disaat seperti ini, pikirnya geram.


Alex pun dengan cepat membalikkan tubuhnya dan berjalan kearah pintu,


BRAK!!!!


Alex membuka pintu dengan kasar, dan memperlihatkan Harry yang menatapnya dengan takut di balik pintu. Dia melihat penampilan Alex yang sedikit berantakan dan di balik tubuh Boss nya itu ada Anna yang turun dari atas meja dan dengan cepat merapihkan penampilannya


Harry menelan ludahnya dengan susah payah, dan menatap wajah Alex yang seperti ingin menelannya hidup-hidup saat ini juga.


'Habislah!! Sepertinya dia datang di waktu yang tidak tepat, pikirnya takut'


"Se....Se.... Selamat pagi Tuan, Ma... maaf sepertinya aku telah mengganggu Tuan" ujar Harry gelagapan.


Alex menggertakkan giginya kuat dan mencoba menahan amarahnya,


"Bagus!! Sepertinya kau paham telah menggangguku!!!" ujar Alex dengan tatapan membunuhnya.

__ADS_1


"Cepat katakan apa yang membawamu kemari??" lanjutnya tajam.


Harry menatap Alex dengan takut dan langsung mengelap keringatnya yang tiba-tiba muncul di keningnya.


"I.... Itu Tuan.... Pa.. para petinggi te... telah tiba... dan menunggu Tuan di ruang rapat" ujar Harry susah payah.


Alex pun menutup matanya kuat memendam kekesalan yang sekarang menjadi berkali-kali lipat. Sial!!! Sepertinya memang dia tidak bisa melanjutkan kesenangannya lagi sekarang, kesalnya.


Alex pun menghela nafasnya dan menatap Harry dengan tajam,


"Baiklah, aku akan kesana sebentar lagi" ujar Alex.


Harry pun tersenyum lega dan mengangguk takut pada Alex,


"Ba... Baik Tuan" ucap Harry.


Harry hendak membungkuk dan berpamitan pada Alex, namun ucapan Alex seketika membuatnya membeku ketakutan,


"Aku akan menghukum mu nanti, karena kau sudah menggangguku!!!" ujar Alex tajam lalu menutup kembali pintunya dengan kasar.


BRAK!!!


Harry pun terdiam dan setetes keringat menetes dari keningnya. 'Ya Tuhan.... ini benar-benar hari yang sial' pikir Harry menangis di dalam hatinya.


Alex kembali melangkahkan kakinya ke arah Anna yang terlihat gugup menatapnya. Tangannya pun terangkat menyentuh pipi gadis itu dengan lembut,


"Maaf... Aku tidak bisa mengontrol tubuhku.. Apakah aku membuatmu ketakutan???" ujar Alex lembut.


Anna pun menatap mata pria itu dan terlihat berpikir dengan wajah polosnya,


"Hmm... Sedikit" ujar Anna pelan.


"Salahmu... karena kau terlalu menggoda" ujar Alex pelan.


Anna pun menjauhkan wajahnya dari Alex dan menatap pria itu dengan bingung,


"Aku tidak menggodamu!" ujar Anna protes.


Alex kembali tersenyum dan mengusap pipi Anna,


"Jadi... Apa sekarang kau mengerti?? Kau tidak menggodaku saja sudah membuat aku seperti ini, apalagi jika kau menggodaku. Mungkin aku akan langsung menerkam mu dan membuatmu tak berdaya di atas ranjang" bisik Alex di telinga Anna.


Anna pun membelalakkan matanya dengan wajah yang memerah,


"Dasar kau ini!!!!!!" kesal Anna sambil memukul bahu Alex.


Alex pun tertawa dan mengambil tangan Anna yang memukulnya tadi lalu mengecupnya dengan lembut,


"Mungkin kita harus segera menentukan tanggal pernikahan" ujar Alex serius.


Anna pun terdiam sesaat dan menatap wajah Alex yang sedang menatapnya dengan serius.


"Setelah urusanku dengan Peter selesai, aku akan menemui ayahmu dan meminta restunya untuk menikahimu secepatnya" lanjutnya lagi.


Anna menatap keseriusan Alex dan tersenyum lembut lalu mengangguk pelan pada pria itu,


"Baiklah, aku harus ke ruang rapat sekarang untuk menemui para petinggi perusahaan dan membahas masalah kemarin" ujar Alex.


"Apakah tidak apa jika kau menunggu disini???" tanya Alex lembut.

__ADS_1


Anna pun mengangguk pelan,


"Aku akan menunggu disini saja" ujar Anna.


Alex pun tersenyum dan mengusap rambut gadis itu dengan lembut,


"Terimakasih...." ujar Alex.


Anna pun perlahan mengangkat tangannya dan merapihkan rambut serta baju Alex yang sedikit berantakan karena perbuatan mereka tadi.


Alex tersenyum lembut dan merasakan kehangatan yang menjalar di seluruh tubuh dan hatinya. Perlahan dia mendekatkan wajahnya pada Anna dan mencium kening gadis itu cukup lama.


CUP!!!


Anna menutup matanya dan merasakan ciuman Alex di keningnya.


Setelah beberapa saat Alex pun melepaskan ciumannya dan menatap Anna dengan lembut,


"Aku mencintaimu..." bisiknya lembut.


Anna pun tersenyum dan membalas tatapan Alex,


"I love you too..." bisik Anna.


Alex pun tersenyum puas dan menjauhkan tubuhnya dari Anna,


"Kalau begitu aku keluar dulu.. Tunggu aku disini" ujar Alex lalu berlalu pergi.


Setelah Alex pergi, Anna pun mengarahkan pandangannya pada ruang kerja Alex dan melihat berkas-berkas yang berserakan di atas lantai. Ini pasti karena ulah pria tadi, pikir Anna. Lalu pipinya pun kembali merona mengingat kejadian tadi.


Anna menggeleng pelan dan mulai membereskan kembali berkas-berkas itu di atas meja.


-


William sedang berada di kantornya sambil membaca beberapa berkas yang harus di tanda tanganinya. Dia terlihat serius membaca setiap tulisan di kertas itu.


Tiba-tiba teleponnya berdering membuat William mengarahkan pandangannya pada telepon itu. William menyimpan berkasnya dan mengangkat telpon di samping meja kerjanya.


"Hallo" ujar William cepat.


Tidak ada suara siapapun untuk beberapa saat membuat William mengerutkan keningnya dan hendak kembali menutup panggilan itu. Namun, suara seseorang membuatnya terdiam seketika,


"Hallo, William...." ujar seseorang di balik sana.


"Ini aku.... Donna.... Donna Zivanna Wijaya" lanjutnya.


Seketika William pun membelalakkan matanya saat mendengar nama itu,


'Donna????' pikirnya tidak percaya.


Bersambung....


Halo, mohon untuk support selalu cerita ini ya dengan kasih like, komen, vote atau gift sebanyak-banyaknya 😁


Makasih buat yang selalu setia menunggu update cerita ini, kalianlah penyemangatku 🥺


Bisa boleh bantu juga share dan rekomendasikan cerita ini ya agar pembacanya makin banyak 🤭😁


Thank you readers semua yang baik hati ❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2