Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Prospective Mother


__ADS_3

"A... Anna.... Anna... sedang mengandung...." ujar Daniel.


DEG!!!


Seketika Alex membelalakkan matanya dan jantungnya pun berdetak cepat.


Daniel kembali menatap Alex dan tersenyum tipis padanya,


"Kau... Kau akan menjadi seorang ayah...." lanjutnya lirih.


Alex seketika terdiam dengan perasaan yang sulit di artikan. Jadi... Anna benar-benar hamil?? pikir Alex.


Pria itu kembali menatap Daniel dan mencengkram kuat kerah baju pria itu,


"Darimana kau mengetahuinya??? Apa kau sedang bermain-main denganku!!!!!!!" geram Alex.


Daniel kembali terbatuk dan menatap Alex dengan tersenyum tipis,


"Ma.. Maaf.... Saat di rumah sakit waktu itu... Dok.. dokter memberikan hasil tes nya padaku... Dan... Aku sengaja menyuruh dokter untuk tidak memberitahumu dan juga Anna" lirihnya lagi.


Alex menggertakkan giginya kuat dan memperkuat cengkeramannya,


"Brengsek!!!!!!!! Berani sekali kau menipuku!!!!!! Apa maksudmu melakukan itu semua!!!???" kesal Alex hendak memukul kembali wajah Daniel.


Namun Daniel menatap Alex dan menjawab cepat,


"Aku sengaja melakukannya..." bisik Daniel.


Daniel terdiam sejenak dan kembali menunduk,


"Kupikir.... Aku bisa melakukan sesuatu... untuk merebut Anna darimu..." ujarnya pelan.


Seketika Alex pun semakin marah dan mengguncang tubuh Daniel dengan kuat,


"KEPARAT!!!! BERANINYA KAU!!!!!!" teriak Alex marah.


Namun dengan cepat Daniel kembali menatap Alex dan tersenyum tipis,


"Aku tau.... Aku memang brengsek!!!!" ujarnya serius.


"Tapi.... Walaupun pikiranku berpikir picik seperti itu... Tetapi.. hatiku tetap tidak berani untuk melakukannya... Aku tau hal itu akan menyakiti Anna... dan... membuat dia semakin membenciku!!!" lanjutnya lirih.


Daniel menunduk dengan tubuh yang bergetar. Pria itu menangis dan merasa sangat bersalah,


"Maafkan aku.... Aku pantas menerima hukuman darimu!!" ujarnya lagi.


Pria itu mengangkat wajahnya dan menatap Alex dengan serius,


"Aku tidak keberatan jika kau membunuhku sekarang.. karena...." ujarnya sambil tersenyum miris.


"Karena pada akhirnya... aku juga akan mati..." lanjutnya pelan.


"Hidupku tidak akan lama lagi..." bisiknya tersenyum pilu.


Alex menatap geram pada Daniel dan mengangkat sedikit cengkraman nya sampai membuat pria itu kembali terbatuk,


"Persetan dengan semua omong kosongmu!!!!! Aku akan membunuhmu!!!!!!!!" geram Alex.


Pria itu pun mengangkat tangannya hendak kembali memukul wajah Daniel.


Sedangkan Daniel mulai menutup matanya, dan setetes air mata pun mengalir di pipinya,


'Maafkan aku... Anna...' bisiknya dalam hati.


'Selamat tinggal....'


BUGH!!!!


-


-


Anna seketika bangun dari tidurnya. Gadis itu membuka matanya dan dengan cepat duduk di atas tempat tidur.


Anna menyentuh dadanya yang tiba-tiba merasa sesak. Mengapa perasaannya tiba-tiba menjadi tidak enak?? pikir Anna di dalam hatinya.


Gadis itu pun mengarahkan pandangannya ke samping tempat tidur dan ke sekitar kamar.


Alex?? Dimana pria itu??? pikir Anna.

__ADS_1


Anna pun bangkit dari tempat tidur dan membuka tirai jendela. Hari sudah hampir terang..


Anna menatap jam yang berada di dinding. Sekarang pukul 05.30 pagi.


Anna pun mencoba melangkah ke kamar mandi dan tidak menemukan keberadaan suaminya disana. Gadis itu pun hendak bergegas turun ke bawah, namun tiba-tiba perutnya mulai kembali terasa tidak enak dan mual.


Dengan cepat Anna pun bergegas mendekati wastafel,


"Hoeekkk... Hoekkk..."


Gadis itu terus terlihat mual dan mencoba memuntahkan sesuatu. Namun lagi-lagi tidak ada yang keluar dari mulutnya.


Setelah selesai, Anna pun menyalakan air dan mencuci mulut dan wajahnya. Gadis itu menyentuh keningnya dan menatap wajahnya di cermin,


'Sebenarnya ada apa dengan dirinya???' pikirnya dalam hati.


Anna pun dengan segera mengelap wajahnya dan bergegas keluar dari kamar mandi.


Saat gadis itu keluar dari kamar mandi, tiba-tiba pintu kamarnya pun terbuka dan memperlihatkan wajah Alex yang menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan,


"Alex..." ujar Anna pelan.


Alex menatap wajah istrinya dengan dalam. Seketika matanya mulai berkaca-kaca, jantungnya berdebar dengan kencang.


Alex melangkah dengan perlahan kearah Anna tanpa melepaskan pandangannya sedikit pun.


Setelah sampai di depan istrinya, Alex tersenyum lembut dan setetes air mata pun mengalir di pipi.


Anna yang terkejut melihat hal itu langsung menatap Alex dengan cemas,


"Ada apa??? Kau... menangis???" tanya Anna cemas sambil menyentuh pipi Alex.


GREP!!!


Dengan cepat Alex pun memeluk tubuh istrinya dengan erat. Anna terlihat kebingungan, dia membalas pelukan Alex sambil mengusapnya pelan,


"Ada apa???" bisik Anna lagi.


Pria itu mengecup pundak Anna lama dan melepaskan pelukannya.


Alex menyentuh wajah Anna dan tersenyum lembut padanya,


"Dan... Kau... Kau akan menjadi seorang ibu..." lanjutnya tersenyum penuh haru.


Seketika Anna membelalakkan matanya dan masih menatap Alex dengan tidak mengerti,


"A... Apa maksudmu????" tanya Anna lagi.


Alex meletakkan tangannya di perut Anna dan mengusapnya pelan,


"Disini..... Disini... Ada anak kita..." bisiknya lagi sambil menatap wajah Anna dengan lembut.


Alex pun memberikan sebuah berkas yang di bawanya dan memberikannya pada Anna.


Anna membuka berkas itu dan mulai membacanya.


Seketika matanya pun terbelalak tak percaya..


Anna menutup mulutnya dan matanya mulai berkaca-kaca,


"A... Apa ini??? Darimana kau mendapatkan ini???" tanya Anna masih belum percaya.


Alex menyentuh wajah Anna dan menatapnya dalam,


"Ini hasil tes dokter waktu itu.. Dan, disana tertulis bahwa kau sedang hamil. Usia kandungannya memasuki usia 5 minggu" terang Alex bahagia.


Anna menatap Alex dan mulai menangis terharu,


"Benarkah??? Apa ini benar???" tanyanya bergetar.


Alex mengangguk yakin dan kembali memeluk tubuh Anna,


"Iya sayang.... Kita akan menjadi orang tua" bisik Alex.


Anna pun membalas pelukan Alex dan menangis bahagia. Jantungnya berdebar kencang dan terasa hangat. Kebahagiaan yang dirasakannya saat ini tidak dapat di gambarkan.


Dan Anna pun seketika baru menyadari, bahwa dirinya belum datang bulan di bulan ini. Jadi... apakah ini penyebabnya?? Apakah karena dia sedang mengandung?? pikirnya.


"Terimakasih sayang..." bisik Alex lagi.

__ADS_1


Mereka pun berpelukan dan menangis penuh haru. Yang mereka bisa ucapkan hanya rasa syukur dan berterimakasih kepada Tuhan karena telah memberikan kepercayaan secepat itu kepada mereka untuk bisa memiliki seorang anak.


Anna melepaskan pelukannya dan kembali menatap Alex,


"Apakah dokter baru memberikan berkas ini?? Kenapa aku tidak tau" ujar Anna sambil tersedu.


Alex menatap Anna dan terdiam sesaat,


"Iya... dokter baru memberitahuku" jawab Alex berbohong.


Anna pun tersenyum senang dan kembali memeluk Alex,


"Aku sangat bahagia...." bisiknya.


Alex membalas pelukan Anna dengan erat dan mencium keningnya,


"Aku juga sangat.. sangat bahagia.." bisik Alex.


Setelah itu Alex pun melepaskan pelukannya dan menyentuh wajah Anna dengan lembut,


"Mulai sekarang kau harus banyak beristirahat dan jangan melakukan pekerjaan apapun..." ujar Alex lembut sambil menghapus air mata istrinya.


Anna pun tersenyum geli dan mengangguk pelan,


"Baiklah..." ujarnya.


Alex tersenyum senang dan mengecup bibir istrinya dengan lembut. Setelah itu Alex pun mengangkat tubuh Anna dan menggendongnya.


Anna yang terkejut seketika mengalungkan tangannya di leher Alex,


"Kalau begitu, ayo kita sarapan... Istriku ini harus banyak makan mulai sekarang" ujar Alex sambil melangkah ke lantai bawah sambil menggendong Anna dengan tersenyum bahagia.


Sedangkan Anna hanya tersenyum dan pasrah dengan perlakuan suaminya. Sepertinya suaminya ini akan semakin posesif padanya..


-


-


Di sebuah ruangan serba putih, seorang pria mulai tersadar dan perlahan membuka matanya.


Pandangannya masih terlihat kabur. Pria itu mencoba mengarahkan pandangannya ke sekitar,


"Sayang.... Kau sudah sadar???" tanya seorang wanita paruh baya dengan terkejut.


"Syukurlah...." lanjutnya penuh haru.


"Aku akan segera panggilkan dokter!!" ujar seorang pria paruh baya.


Pandangan pria itu mulai terlihat jelas dan menatap pada wanita paruh baya di depannya,


"I... Ibu????" bisiknya.


Wanita paruh baya itu mengangguk dan menggenggam tangan putranya dengan haru,


"Iya sayang.... ini ibu..." lirihnya.


Pria itu mencoba kembali mengingat apa yang sebenarnya telah terjadi.


Setelah dia mengingatnya, pria itu pun menutup matanya sesaat,


'Jadi... Aku belum mati???' pikirnya.


Pandangannya pun kembali mengarah pada sang ibu,


"Ba... Bagaimana... aku bisa.... berada... disini???" tanyanya pelan.


Sang ibu menatap putranya dan mengelus rambutnya pelan,


"Tuan Alex... Tuan Alex yang mengantarmu ke rumah sakit dan menghubungi ibu" ujarnya pelan.


Seketika Daniel pun membelalakkan matanya tidak percaya,


'Jadi.... Pria itu tidak membunuhnya???' pikirnya dalam hati.


Bersambung...


Support selalu author ini ya,


Jangan lupa tinggalkan like, komen, vote dan hadiahnya 🙏

__ADS_1


Terimakasih ❤️


__ADS_2