Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Mual Yang Menyebalkan


__ADS_3

Hari sudah menunjukkan pukul 20.00. Terlihat Donna, Jonas, Key dan Peter sedang berjalan kearah halaman rumah dan bersiap untuk pulang.


Alex menemani keluarganya itu sampai di depan pintu rumah. Pria itu berjalan di belakang keluarganya dengan wajah yang terlihat sebal. Sebab sejak tadi terdengar suara Bibi nya Donna yang masih tertawa kecil setelah mendengar ketakutannya tentang di ceraikan oleh Anna.


Setelah itu Donna memberitahukan hal itu pada yang lain, dan akhirnya mereka semua tertawa bersama meledek kepolosan Alex.


"Sudah jangan tertawa terus.. Kau tidak lihat wajah keponakanmu itu?? Wajahnya terlihat seperti ingin memakanmu" ujar Peter pada Donna sambil tertawa kecil.


Donna pun menutup mulutnya dan menatap Peter,


"Baiklah ayah.." ujarnya.


Donna mengarahkan pandangannya kepada Alex sambil menahan senyumannya,


"Baiklah maafkan Bibi.." ujarnya.


Peter menatap Alex dan menyentuh tangannya,


"Jangan terlalu dipikirkan hal yang tidak-tidak.. Kau hanya perlu fokus untuk menjaga Anna dan kandungannya" ujar Peter.


Alex pun menatap Peter dan menghela nafasnya pelan,


"Baik Kakek" ujarnya pelan.


Peter tersenyum menatap cucunya itu dan mulai berpamitan,


"Kalau begitu kami pulang dulu. Titipkan salam kami untuk Anna" lanjutnya.


Alex pun mengangguk dan mulai mengantarkan keluarganya sampai masuk ke dalam mobil. Setelah Anna diantarkan ke kamar oleh Key dan Donna tadi, gadis itu telah tertidur dan beristirahat di dalam kamar.


Donna membuka kaca mobil sambil melambai pada Alex,


"Ingat jaga Anna dengan baik.. Jika tidak... kau benar-benar akan di ceraikan hahaha" ujar Donna menggoda Alex sambil kembali tertawa.


Alex seketika menggertakkan giginya kuat sambil menatap tajam pada Donna. Namun sebelum Alex membalas ucapan Donna, mobil keluarganya itu telah lebih dulu melaju dan meninggalkan kediamannya.


Alex menghela nafasnya sambil memijit keningnya. Bibinya itu senang sekali membuatnya kesal. Seharusnya dia tidak menceritakan hal tadi padanya.


Setelah mobil keluarganya benar-benar menghilang dari pandangan Alex. Pria itu pun mulai membalikan tubuhnya dan kembali melangkah masuk ke dalam rumah.


Alex menaiki tangga menuju kamarnya. Pria itu membuka pintu kamar dengan perlahan dan menatap istrinya yang telah tertidur di atas tempat tidur.


Alex melangkah pelan mendekati Anna dengan senyumannya. Pria itu mengangkat tangannya dan mengelus rambut Anna dengan lembut,


CUP!!


Pria itu pun mengecup kening istrinya dalam,


"Sayang... Bisakah kau tidak mual lagi jika aku berada di dekatmu???" bisik Alex pelan.


"Aku tidak sanggup jika terus seperti ini..." lanjutnya sedih.


Alex pun mengarahkan pandangannya ke perut datar istrinya dan mengelusnya dengan lembut,


"Sayang... Bisakah kau tidak membuat mama mu ini terus mual jika bersama papa???" tanya Alex pelan.


"Tolong jangan siksa papa..." lanjutnya lagi.


Alex pun menghela nafasnya dan mengecup pelan perut istrinya. Setelah itu, Alex pun mulai mengambil posisi di samping istrinya dan merebahkan tubuhnya disana.


Tangan Alex terangkat dan mencoba untuk memeluk tubuh Anna dengan pelan. Dia ingin malam ini tidur sambil memeluk tubuh istrinya. Dan Alex berharap semoga Anna tidak kembali mual dan muntah saat berada di dekatnya.


GREP!!


Tangan Alex pun telah berhasil memeluk tubuh Anna. Pria itu tersenyum lembut dan menatap wajah istrinya dengan dalam,


"Aku mencintaimu..." bisiknya.


Mata pria itu pun menelisik setiap detail wajah cantik istrinya. Lalu pandangan Alex pun terhenti saat matanya menatap bibir merah muda Anna yang menggoda.

__ADS_1


Pria itu teringat bahwa hari ini dia sama sekali belum mencium bibir istrinya. Alex pun perlahan mendekatkan wajahnya pada wajah Anna.


Dia sangat ingin sekali mencium bibir itu...


Bibirnya pun telah semakin dekat pada bibir Anna..


Saat bibir Alex akhirnya menempel pada bibi Anna. Tiba-tiba saja Anna membuka matanya dan terdiam saat merasakan sebuah sapuan lembut di bibirnya.


Anna mengangkat tangannya ke dada Alex, dan membuat Alex seketika membuka matanya dan menatap Anna dengan sedikit terkejut,


"Apa... Aku membangunkanmu???" tanya Alex merasa bersalah.


Anna terdiam menatap Alex sambil menggeleng pelan,


"Maaf...." bisik Alex.


Anna tersenyum lembut sambil kembali menggeleng pelan,


"Seharusnya aku yang minta maaf..." ujarnya pelan.


Gadis itu menatap mata suaminya dengan perasaan bersalah,


"Maaf.. Aku selalu mual jika berada di dekatmu" lanjutnya.


Sebenarnya Anna sejak tadi belum benar-benar tertidur, dan Anna juga mendengar semua bisikkan Alex tadi padanya.


Alex seketika menyentuh pipi Anna dan menggeleng pelan,


"Tidak sayang... Kau tidak perlu merasa bersalah. Aku mengerti bagaimana kondisimu sekarang" ujar Alex lembut.


Anna pun menghela nafasnya dan kembali menatap Alex dengan perasaan bersalah,


"Aku tau ini sangat berat bagimu... Tapi aku benar-benar....." ujar Anna terpotong saat jari telunjuk Alex menyentuh bibirnya dengan lembut.


"Sssttt... Ini bukan salahmu sayang... Jangan merasa bersalah seperti ini, aku mengerti dan paham dengan kondisimu sekarang" ujarnya menenangkan.


Alex menangkupkan kedua tangannya di wajah Anna dan tersenyum lembut,


Anna pun tersenyum dan mengangguk pelan. Setelah itu Alex kembali menatap intens pada istrinya,


"Apakah... Apakah kau tidak merasa mual sekarang???" tanya Alex hati-hati.


Pria itu menyadari bahwa posisinya sekarang berada sangat dekat dengan Anna. Dan ajaibnya, Anna terlihat biasa saja dan tidak ada tanda-tanda bahwa dirinya akan muntah dan mual.


Anna terlihat berpikir sejenak dan menggeleng pelan,


"Sepertinya tidak" jawab Anna.


Seketika Alex pun tersenyum senang dan merasa tidak percaya. Apa karena ucapan Alex tadi pada bayi yang ada di dalam perut Anna yang membuat Anna tidak mual lagi saat berada di dekatnya??


"Syukurlah..." ujar Alex senang.


Sepertinya sekarang calon anaknya itu sudah iba padanya dan tidak ingin membuat papanya ini sedih. Syukurlah... Dan sepertinya benar ucapan Donna bahwa mual-mual yang dialami Anna saat berada di dekatnya itu paling hanya akan berlangsung sebentar.


Alex menghela nafasnya lega dan merasa semua beban yang ada dipikirannya menghilang seketika.


Pria itu kembali menatap wajah Anna dengan intens,


"Aku sangat senang..." ujarnya lembut.


Lalu Alex pun membawa tubuh Anna ke dalam pelukannya. Pria itu menghirup dalam tubuh istrinya dengan senyuman yang masih melekat di bibirnya.


Setelah cukup lama, Alex pun melepaskan pelukannya dan menatap wajah Anna dengan intens. Pria itu menyentuh lembut bibir Anna dengan jarinya,


"Sekarang... Bolehkah aku mencium mu???" tanya Alex.


Anna menatap mata Alex yang terlihat menatapnya begitu dalam. Dan tanpa berpikir panjang, gadis itu pun mengangguk pada Alex.


Alex mulai mendekatkan wajahnya pada wajah Anna. Pria itu dapat merasakan hembusan nafas istrinya yang lembut menerpa wajahnya.

__ADS_1


Mata mereka tertutup secara bersamaan dan mulai mendekatkan bibir mereka. Namun, saat bibir Alex hampir menyentuh bibir Anna tiba-tiba dengan cepat Anna menahan dada Alex sambil menutup mulutnya,


"Hoekk..."


Anna pun segera bangkit dari tempat tidur dan melangkah ke arah kamar mandi.


Alex yang terkejut dengan reaksi Anna tiba-tiba membuka matanya dan ikut bangkit dari tempat tidur. Pria itu mengikuti Anna dengan cepat ke kamar mandi,


"Apa kau mual lagi???" tanya Alex cemas.


Anna menggeleng cepat lalu mulai mendekati wastafel dan muntah,


"Hoekk.... Hoekkk...."


Alex dengan sigap mengusap punggung Anna dengan khawatir. Apakah Anna mulai mual-mual lagi di dekatnya?? pikir Alex panik.


"Hoekk... Hoekkk..."


"Hoekkk..."


Kali ini mual Anna terlihat cukup parah. Gadis itu sampai terlihat lemas setelah selesai memuntahkan isi perutnya.


Anna mencuci mulutnya sambil memegang wastafel dengan lemas. Alex merapihkan rambut Anna dan mencoba menggendong tubuh istrinya untuk kembali ke tempat tidur.


Pria itu terlihat sangat stress dan tidak tega melihat istrinya harus menderita seperti ini.


Anna kembali duduk di tempat tidur sambil masih menutup mulutnya. Gadis itu menepis tangan Alex dan terlihat kembali mual,


"Apa yang harus aku lakukan??? Aku tidak tega melihatmu seperti ini" ujar Alex sedih.


Pria itu pun memberikan segelas air yang berada di samping meja pada Anna, namun Anna menolaknya.


"Aku ingin istirahat" bisik Anna pelan.


Alex pun dengan sigap mulai merebahkan tubuh Anna di atas tempat tidur dan menyelimutinya,


"Istirahatlah...." ujarnya lembut.


Anna masih menutup mulutnya saat aroma tubuh Alex tercium olehnya.


'Kenapa ini?? Kenapa sekarang dirinya merasa mual lagi saat berada di dekat Alex' pikir Anna tidak mengerti.


Dan entah mengapa sekarang mualnya terasa lebih hebat dari sebelumnya.


Alex berjalan ke arah samping tempat tidur dan hendak merebahkan tubuhnya juga di samping tubuh Anna.


Namun, Anna kembali menatap Alex dengan perasaan bersalahnya sambil menutup mulut dan hidungnya.


Anna benar-benar tidak kuat mencium aroma tubuh Alex lagi. Dia merasa sangat pusing dan mual,


"A... Alex..." ujar Anna pelan.


Alex seketika menatap Anna dengan lembut,


"Ada apa sayang?? Apa kau ingin sesuatu???" tanya Alex penuh perhatian.


Anna terdiam sesaat dan kembali menatap Alex dengan rasa bersalah,


"Eee... Bi... Bisakah.... Bisakah, kau tidur di bawah malam ini???" tanya Anna dengan hati-hati.


JLEB!!!


Seketika Alex merasa sebuah panah yang tajam menancap tepat di jantungnya.


'Apa??? Di bawah??? Apa ini maksudnya, Anna tidak ingin berada di dekatnya lagi???'


Bersambung...


Halo, keep support this story ya..

__ADS_1


Jangan lupa kasih like, vote, komen dan hadiahnya..


Terimakasih ❤️


__ADS_2