Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Kebenaran


__ADS_3

Gadis itu pun perlahan membuka matanya dan memberanikan diri untuk melihat ke balik pohon dan sekitar.


Anna pun menghela nafasnya dengan lega saat tidak melihat siapapun yang berada di sekitarnya.


Saat Anna kembali menyandarkan tubuhnya di balik pohon, tiba-tiba Anna pun terkejut saat melihat seseorang di belakang tubuhnya,


DEG!!!


"E.... Erika....." ujarnya terkejut.


Erika menatap tajam pada Anna dan perlahan mendekati gadis itu.


Anna terlihat sudah sangat lelah dengan wajah pucatnya. Dia tidak bisa lagi berlari untuk menghindari Erika.


Sayup-sayup dari kejauhan terdengar kembali suara dua orang pria bertopeng tadi yang sedang mencari keberadaan Anna.


Erika melihat dua orang pria itu dari kejauhan dan kembali menatap Anna.


Erika menggenggam tangan Anna dan mencengkeramnya kuat. Anna yang terlihat cemas pun menatap Erika sambil menggeleng pelan,


"Jangan Erika..." bisik Anna memohon.


Erika masih diam dan menatap Anna dengan tajam,


"Dimana gadis itu!! Ayo kita harus segera menemukannya!! Jika tidak, maka Boss pasti akan membunuh kita!!!"


Terdengar suara teriak salah satu pria bertopeng itu yang semakin mendekat kearah Erika dan Anna.


Erika menatap ke arah belakang pohon tempat Anna bersembunyi dan melihat kedua pria bertopeng itu hampir mendekat kearah mereka.


Dengan cepat Erika menarik tangan Anna dan sedikit mendorongnya menjauh, membuat Anna terkejut dan sedikit terhuyung ke depan.


"Pergilah sejauh mungkin!!!! Sebelum aku berubah pikiran!!" ujar Erika tajam tanpa menengok kearah Anna.


Anna yang terkejut dengan ucapan Erika pun menatap wanita itu dengan tidak percaya,


"Ka.. Kau..." ujar Anna bingung.


Erika pun mendelik tajam pada Anna dan menatap gadis itu dengan tatapan marahnya,


"Kubilang pergi sekarang sebelum aku berubah pikiran!!!!!" perintahnya lagi keras.


Anna menatap wajah Erika dan melihat ada ekspresi kesedihan di mata wanita itu. Mata Anna mulai berkaca-kaca dan gadis itu pun tersenyum pelan pada Erika,


"Terimakasih.. Aku tau kau bukanlah orang jahat.." ujarnya pelan.


Lalu dengan cepat Anna pun membalikkan tubuhnya dan berjalan cepat sebisa mungkin untuk segera menjauh dari tempat itu.


Erika tidak menatap kearah Anna sedikitpun pun,


TES!!


Tiba-tiba air mata Erika mengalir di pipinya. Wanita itu menggigit bibirnya dengan kuat untuk menahan isak tangis,


"Maafkan aku.." bisiknya lirih.

__ADS_1


Selama ini dia telah berbuat salah..


Selama ini dia telah di bohongi oleh Leonard..


Pria itu..


Pria itu telah memperalatnya..


"Kau memang bajingan Leo!!!!" desisnya tajam.


--FLASHBACK--


Anna telah di bawa keluar oleh dua orang pria bertopeng tadi. Erika masih terdiam di dalam ruangan itu sambil mengusap kasar wajahnya.


Wanita itu tidak tau kemana dua orang pria tadi akan membawa Anna. Erika hanya menuruti perintah Leonard.


Leonard bilang bahwa Alex sebentar lagi akan tiba disini. Dan, untuk memancing pria itu, Leonard pun menyuruh anak buahnya untuk membawa Anna ke dalam hutan.


Erika hanya mengikuti perintah Leonard. Yang terpenting baginya sekarang adalah untuk membalaskan dendam ayahnya. Erika telah membuang rasa simpatinya pada Anna sebelumnya. Bagaimanapun juga gadis itu adalah istri dari orang yang telah membunuh ayahnya dengan kejam. Jadi, siapapun yang berhubungan dengan Alex, maka dia juga adalah musuhnya.


Erika berjalan ke lantai atas menuju ruangan Leonard di gedung itu. Saat wanita itu telah sampai di depan pintu, Erika mengurungkan niatnya untuk masuk karena mendengar suara Leonard yang tengah berbicara dengan anak buahnya.


Wanita itu pun memutuskan untuk menunggu di depan pintu sambil mendengarkan percakapan Leonard dan anak buahnya,


"Tuan, Target kita hampir tiba" ujar anak buahnya melapor pada Leonard.


Leonard mengarahkan pandangannya ke teropong di depannya dan melihat sejumlah mobil yang melaju kearah gedung dari kejauhan.


Seketika tawa Leonard pun terdengar,


"Lakukan semua sesuai dengan rencana kita!!" lanjut Leonard.


Pria itu kembali tertawa puas sambil menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi dan bertepuk tangan,


"Aku benar-benar tidak sabar untuk membunuh pria itu!! Semua rencanaku harus berjalan dengan mulus!!" ucapnya tajam.


"Aku telah menunggu hari ini tiba!! Semua perjuangan dan pengorbananku tidak boleh sia-sia!!" lanjutnya.


Anak buah Leonard hanya mengangguk pelan mendengar ucapan Leonard,


"Gadis yang di sekap tadi.. juga sudah dibawa keluar menuju hutan oleh Tray dan Lim bersama Nona Erika" lapornya lagi.


Leonard kembali menyeringai mendengar ucapan anak buahnya itu,


"Baguslah!! Setidaknya Erika cukup berguna" ucap Leonard senang.


"Setelah sekian lama aku menunggu dan hidup dengannya, akhirnya semua itu tidak sia-sia!!" lanjutnya tajam.


Erika seketika langsung menajamkan pendengarannya ketika mendengar ucapan Leonard barusan.


'Sia-sia???? Apa maksud ucapan Leonard??' pikirnya dalam hati.


"Seharusnya saat itu aku langsung membunuh Alex setelah aku membunuh pria tua itu!!! Heh!!! Dan aku tidak harus menghabiskan hidupku bertahun-tahun dengan wanita tidak berguna itu!!! Juga wajahku juga tidak akan rusak seperti sekarang!!!!" geramnya.


DEG!!!

__ADS_1


Erika seketika mematung saat mendengar ucapan Leonard.


Membunuh pria tua itu??? Siapa yang Leonard maksud?? Apa... Itu adalah ayahnya?? pikir Erika was-was dalam hatinya.


"Tetapi.... Setidaknya semua akan terbayar sekarang.." lanjut Leonard dengan senyum penuh kemenangannya.


Anak buah Leonard yang berdiri disampingnya terlihat kembali mengangguk mendengar ucapan Boss nya itu,


"Jadi.. Apa yang Tuan rencanakan pada gadis yang di bawa ke hutan itu??" tanyanya.


Leonard mendelik tajam pada anak buahnya itu dan menegakkan tubuhnya,


"Apalagi... Tentu saja aku juga akan membunuhnya!!! Aku akan membunuh gadis itu di depan Alex!! Maka... Si bajingan sialan itu akan merasakan kehilangan yang setimpal seperti aku kehilangan ayahku dulu!! Dia akan kehilangan istri dan juga anaknya yang belum lahir!!" ujar Leonard dengan senyuman kejamnya.


Erika yang mendengar hal itu seketika menutup mulutnya dengan tangan yang bergetar. Tidak!!! Ini semua tidak boleh terjadi!!! pikirnya.


Pria itu!!! Pria itu selama ini telah menipunya!!! Yang seharusnya mati adalah dirinya!!! pikir Erika marah.


Erika perlahan melangkah mundur untuk meninggalkan tempat itu, namun..


PRANG!!


Tiba-tiba dengan tidak sengaja Erika menyenggol sebuah besi yang berada di sampingnya. Dengan cepat wanita itu pun berlari dan turun dari tangga sebelum ketahuan.


Leonard yang mendengar suara benda jatuh tadi seketika langsung membalikkan tubuhnya dengan wajah penuh curiga,


"Siapa disana!!!!!" teriaknya.


Leonard menggertakkan giginya kuat dan hendak berjalan kearah pintu untuk memeriksa. Namun, sebelum Leonard melangkah tiba-tiba anak buahnya melihat sejumlah mobil yang melaju kencang kearah gedung itu,


"Itu mereka Tuan!!! Mereka sudah tiba!!" ujar anak buah Leonard yang langsung membuat Leonard kembali membalikkan tubuhnya dan menatap kearah bawah.


"Bagus!!!! Lakukan sesuai rencana!!!" perintahnya sambil menyeringai puas.


Namun diam-diam Leonard kembali menatap kearah pintu dengan curiga,


"Dan.. Cepat bawa Erika kemari!!!" perintahnya tajam.


---FLASHBACK END---


Erika menghapus kasar air matanya dan mengepalkan tangannya dengan kuat. Dia akan membuat pria itu menyesal karena telah menipunya selama ini!!!


"Aku akan membuat kau membayar semua yang telah kau lakukan padaku!!!!!" geramnya lagi.


Bersambung..


Halo, support selalu cerita ini ya,


Jangan lupa kasih like, vote, komen dan hadiahnya ☺️


Yuk, bikin author semangat lagi nulis dengan tinggalkan jejak di kolom komentar 🙏😁


Dan, jangan lupa kalau baca novel jangan lupa waktu ya, dan ibadah juga ☺️🙏


Maaf ya jarang update, maklum ide terkadang mentok dan ngak jalan 🤧🙏

__ADS_1


__ADS_2