
"Siapa itu??" tanya Donna sambil memperhatikan mobil berwarna merah di depannya.
Seketika pintu mobil pun terbuka dan memperlihatkan seorang pria yang keluar dari dalam mobilnya sambil membuka kacamata hitamnya.
Anna pun mengernyitkan keningnya memperhatikan pria itu dan seketika membelalakkan matanya setelah menyadari siapa pria di depannya,
"Daniel!!!" ucapnya terkejut.
Alex membalikkan tubuhnya dan menatap Daniel dengan datar.
Daniel tersenyum kearah Anna dan berjalan cepat menghampiri gadis itu,
"Anna!!" sapanya senang.
GREP!!
Dengan cepat Daniel memeluk tubuh Anna dan membuat semua orang disana terkejut termasuk Anna sendiri.
"Aku sangat merindukanmu" ucapnya dalam.
Dengan gerakan cepat Alex menarik pundak Daniel dan menatapnya dengan emosi,
"Apa yang kau lakukan!!" desis Alex yang terlihat siap untuk menghajar wajah pria itu.
Daniel menatap Alex dan tertawa pelan,
"Ya ampun!! Maaf Alex, aku telah lancang langsung memeluk Anna karena rasa rinduku... Maaf" ucapnya menyesal.
Alex masih terlihat kesal, namun Anna dengan cepat menggenggam tangan Alex dan tersenyum lembut padanya.
William pun berusaha untuk mencairkan suasana dan berjalan kearah Daniel sambil menepuk pundak pria itu,
"Maaf, aku yang telah memberitahu Daniel bahwa Anna baru saja pulang dari rumah sakit. Kebetulan dia juga baru tiba dari luar negri semalam, jadi aku mengundangnya kemari" ucapnya mencoba mencairkan suasana.
William pun menatap Daniel dan tersenyum,
"Dimana orang tuamu?? Apa mereka juga pulang kemari??" tanyanya.
Daniel tersenyum pada William dan mengangguk,
"Iya paman, ibu dan ayah akan menyusul kemari nanti. Mereka juga ingin mengucapkan selamat pada Anna" ucapnya sambil menatap Anna.
Anna balas menatap Daniel dan tersenyum pelan,
"Terimakasih" ucap Anna.
Alex terlihat masih kesal pada Daniel dan menatap pria itu dengan dingin. Donna yang menyadari hal itu pun mencoba kembali mencairkan suasana,
"Ayo kita mengobrol di dalam saja, tidak baik berdiam di depan pintu seperti ini" ucapnya sambil terkekeh pelan.
"Ah iya, ayo kita masuk!!" ucap William sambil membawa Daniel masuk.
Anna pun menggandeng tangan Alex dan membawanya masuk. Gadis itu tau suaminya masih terlihat kesal,
"Jangan cemberut seperti itu.." bisik Anna lalu mengecup pipi suaminya agar Alex tidak kesal lagi.
Alex pun menatap Anna dan menghela nafasnya pelan lalu masuk bersama istrinya ke dalam rumah.
Rumah terlihat telah di dekorasi dengan berbagai pernak-pernik lucu berwarna pink dan juga biru, sama seperti kedua jenis kelamin si kembar.
Di depan ruang tamu terlihat tulisan "Welcome Home Nona Anna & Tuan Alex" serta tulisan "Welcome Home Baby Aron & Airin"
Anna dan Alex terlihat tersenyum melihat tulisan itu. Semua ide dekorasi ini di atur oleh Key. Gadis itu seharian kemarin membantu Bibi Van dan pekerja untuk mengatur dekorasi menyambut kepulangan Alex, Anna dan bayinya.
"Wahh... Bagus sekali" puji Anna.
Key tersenyum senang mendengar pujian Anna. Mereka semua pun masuk ke ruang tamu dan duduk di kursi untuk beristirahat sejenak.
Daniel menghampiri kedua bayi yang berada di kereta dorong mereka dan tersenyum lembut,
"Mereka sangat lucu.." ucapnya terpesona.
"Wajah mereka benar-benar campuran dari kalian berdua" lanjutnya sambil menatap kearah Alex dan Anna.
Anna menanggapi ucapan Daniel dengan tersenyum pelan, sedangkan Alex, pria itu terlihat malas menatap kearah Daniel.
Donna menghampiri Daniel dan melihat kedua cucunya dengan gemas,
__ADS_1
"Benar, mereka tampan dan juga cantik" ucap Donna menanggapi.
Daniel pun tersenyum dan mengangguk,
"Mereka sangat menggemaskan" timpal Daniel lagi.
Donna tersenyum penuh arti dan menggoda Daniel,
"Makanya, cepatlah menikah agar kau mempunyai bayi yang menggemaskan seperti ini" ujarnya sambil terkekeh.
Daniel tersenyum menanggapi ucapan Donna,
"Aku juga ingin segera menikah, tapi sayangnya.. Aku belum menemukan gadis yang bisa menggantikan Anna di hatiku" ucapnya dalam sambil menatap Anna.
Donna dan Anna seketika terdiam mendengar ucapan Daniel. Sedangkan Alex, pria itu terlihat sudah tidak bisa menahan lagi amarahnya, ia menatap Daniel dengan tatapan ingin membunuhnya,
"Apa kau bilang??" desis Alex emosi.
Anna dengan cepat menahan tangan Alex dan berusaha menenangkan suaminya,
"Alex..." bisiknya pelan.
Anna sangat tidak ingin ada keributan disini..
Daniel pun menegakkan tubuhnya dan menatap Alex tajam.
Lalu, seketika pria itu terlihat sedang menahan tawanya,
"Ppffhh... Hahaha Aku hanya bercanda Alex.. Jangan di bawa serius seperti itu" ucap Daniel tiba-tiba yang membuat Donna dan Anna menatap kearahnya sambil menghela nafas mereka.
Daniel mendekati Alex dan menepuk bahunya,
"Aku tidak serius dengan ucapanku Alex, aku hanya mencoba menggodamu saja, maafkan aku" ucap Daniel tulus.
Anna pun menghela nafasnya dan menatap Daniel,
"Itu tidak lucu Daniel!!" ucap Anna sedikit kesal.
Daniel pun tertawa dan kembali meminta maaf,
"Maaf.. Maaf.. Aku hanya bercanda" ujarnya tertawa pelan.
"Maafkan aku Alex, aku hanya bercanda" ucapnya sambil mengulurkan tangannya pada Alex.
Anna pun menyenggol Alex dan membujuk pria itu agar memaafkan Daniel dan menerima jabatan tangannya. Alex pun akhirnya mengangkat tangannya dan menerima jabatan tangan Daniel dengan singkat,
"Itu tidak lucu!!" desis Alex.
Daniel pun tertawa mendengarnya dan kembali menepuk pundak Alex,
"Maaf.. Maaf.." ucapnya lagi.
Donna pun tersenyum melihat kedua pria itu,
"Baiklah kalau begitu, ayo kita ke meja makan dan makan bersama. Bibi Van telah menyiapkan makanan yang enak-enak untuk kita, ayo!!" ajak Donna pada semuanya.
Roy pun menghampiri Alex dan menepuk pundaknya,
"Jangan memasang wajah menakutkan seperti itu, kau akan membuat anak-anakmu ketakutan haha.." sindir Roy.
"Ayo kita ke meja makan!!" ajak Roy bersemangat.
Mereka semua pun tertawa melihat tingkah Roy dan berjalan ke meja makan.
Daniel terdiam sejenak di belakang dan menatap punggung Anna. Sebenarnya dia tidak sepenuhnya bercanda tadi. Jika boleh jujur, Daniel memang belum bisa melupakan Anna. Tetapi, ia akan tetap berusaha sekuat tenaga untuk melupakan gadis itu dan menemukan wanita lain yang bisa membuatnya benar-benar melupakan bayang-bayang Anna di dalam hatinya.
Hari sudah menunjukkan pukul 8 malam..
Anna terlihat sedang merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dengan wajah kelelahannya. Tidak lama tadi Peter, Donna, Jonas, Key, Roy dan Daniel baru saja pulang.
Akhirnya sekarang Anna bisa beristirahat dan merebahkan tubuhnya yang terasa lelah. Sebelumnya ia juga baru menyusui dulu kedua buah hatinya karena Anna kehabisan stok ASI untuk mereka.
__ADS_1
Dan, sekarang Aron dan Airin sudah tertidur di dalam box kasur mereka yang tidak jauh dari tempat tidur Anna dan Alex.
Anna memang sengaja meminta agar tempat tidur bayinya berada di kamarnya agar ia bisa menjaga mereka.
Saat ini Alex berada di ruang kerjanya. Tadi sore tiba-tiba Harry menelpon dan mengirimkan dokumen yang harus Alex tanda tangani sekarang. Pria itu sudah cukup lama tidak pergi ke kantor, dan pekerjaannya sudah sangat menumpuk.
Sebenarnya Anna ingin Alex beristirahat total agar lukanya semakin pulih. Tetapi, gadis itu tau bahwa Alex masih punya kewajiban untuk menyelesaikan pekerjaannya yang sudah tertunda cukup lama.
Anna merasa matanya semakin berat dan rasa kantuknya tidak bisa tertahan lagi.
Gadis itu pun mulai menutup matanya dan tertidur..
Hari sudah menunjukkan pukul 12 malam..
Alex yang baru saja selesai dengan pekerjaannya dengan segera kembali ke kamar untuk beristirahat.
Pria itu memijit sedikit kepalanya yang terasa berat. Ia pun membuka pintu kamar dan melihat kearah tempat tidur.
Seketika pria itu tersenyum lembut dan menghampiri istrinya yang sudah terlelap..
Alex mengambil selimut dan menyelimuti Anna yang terlihat sudah terlelap. Pria itu mengusap lembut rambut Anna dan mengecup keningnya lama.
CUP!!!
"Selamat tidur sayang.." bisiknya lembut.
Alex pun hendak menidurkan tubuhnya di samping sang istri, namun..
"Oweekkk!!"
"Oweekkk!!!"
Terdengar suara tangisan bayinya dari dalam box. Alex dengan cepat berjalan kearah tempat tidur anaknya dan melihat Airin yang menangis. Pria itu tersenyum lembut dan menggendong Airin dengan hati-hati.
"Cup.. Cup.. Anak papa kenapa menangis??" tanya Alex lembut.
"Apa kau haus??? Tunggu sebentar ya, papa akan panaskan susumu" ucapnya pelan.
Alex pun mengambil stok ASI Anna di dalam kulkas dan menghangatkannya. Alex mengayun Airin yang masih merengek di dalam gendogannya,
"Sstt.. Jangan menangis lagi ya, nanti mama akan bangun" bisik Alex lembut.
Pria itu pun menatap kearah Anna yang sedikit menggeliat di dalam tidurnya,
"Mama pasti kelelahan, biarkan mama tidur ya.." bisiknya lagi sambil tersenyum pada Airin yang langsung terdiam seperti mengerti dengan ucapan papanya itu.
Namun, tiba-tiba terdengar kembali rengekan Aron yang berada di dalam box nya. Dengan cepat Alex pun menghampiri box nya dan menatap Aron yang juga terlihat merengek.
Alex tersenyum dan menatap Aron,
"Sepertinya Aron juga haus.. Sstt, jangan menangis ya, biar papa hangatkan susu untukmu juga" ucap Alex lembut.
Sepertinya ia akan bergadang malam ini, pikir Alex.
Bersambung..
Hallo jangan lupa dukung selalu cerita ini ya ☺️
Author minta banget dukungannya seperti vote, hadiah, apalagi like dan komentarnya.. Selalu bikin semangat 😁
Jangan lupa bantu dukung juga novel kedua author yang judulnya "Mysterious Man" Ya...
Please... 🥺🙏
Terimakasih banyak ❤️🙏
__ADS_1
Kemungkinan beberapa episode lagi cerita ini akan tamat ya, jangan lupa dukung selalu novel ini. Dan kalo ada yang minta sequel boleh deh author pikirkan hehe