Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
EPILOG (Bonus Episode)


__ADS_3

\=\=\=2 TAHUN KEMUDIAN\=\=\=


Di sebuah rumah yang megah, terlihat sepasang suami istri tengah bersiap di dalam kamar mereka untuk pergi ke sebuah acara yang penting.


Sang istri terlihat telah selesai dengan riasannya dan berdiri di depan cermin besar untuk kembali mengoreksi penampilannya.


Gaun berwarna Lilac terlihat begitu pas di tubuhnya. Rambutnya yang di gulung dengan helaian yang menggantung di sisi kanan dan kirinya membuat wajah gadis itu terlihat l00 kali lipat lebih cantik. Di tambah dengan aksesoris kecil di rambutnya yang membuat penampilan gadis itu semakin sempurna.


Disisi lain, sang suami juga telah siap dengan jas hitamnya. Rambutnya telah di tata rapih, membuat penampilan pria itu semakin tampan dan maskulin.


Pria itu berjalan menghampiri sang istri dan menatap tubuh istrinya dari belakang.


Senyuman pun mengembang di wajah sang suami. Ia terlihat begitu terpesona dengan penampilan istrinya. Gadis itu selalu terlihat cantik dan sempurna di matanya.


Sang istri menatap pantulan suaminya di cermin dan tersenyum lembut,


"Bagaimana penampilanku??" tanyanya.


Sang suami tanpa mengucap sepatah kata langsung menghampiri istrinya dan memeluk tubuhnya dari belakang dengan posesif,


"Kau selalu sempurna di mataku sayang.." bisiknya intens.


Sang istri pun tersenyum pelan dan menyentuh tangan sang suami yang melingkar di perutnya. Kecupan demi kecupan di berikan pria itu di leher putih dan jenjang sang istri.


Sang istri melenguh pelan dan mencoba menghentikan suaminya,


"Cukup Alex.. Kita bisa terlambat" ucapnya.


Alex terlihat enggan melepaskan pelukannya dan semakin mencium istrinya dengan penuh gairah. Tangannya mulai menggerayangi seluruh tubuh sang istri,


"Bagaimana... kalau kita..." bisik Alex intens di telinga Anna.


Anna seketika melepaskan pelukan Alex dan menatap suaminya itu,


"Sayang.. Kita bisa terlambat ke pernikahan Roy!! Ayo cepat, Aron dan Airin pasti juga sudah siap" ucapnya mencoba menolak secara halus keinginan suaminya.


Alex pun menghela nafasnya sambil menyandarkan kepalanya di bahu sang istri,


"Baiklah.. Tapi aku akan meminta jatahku setelah kita pulang" ucapnya nakal sambil mencium bibir istrinya.


Anna pun mendorong bahu Alex pelan dan mengangguk sambil tersenyum,


"Iya, sayang..." jawabnya sambil mengusap pipi suaminya dengan lembut.


Tok..


Tok..


Tiba-tiba pintu kamar mereka terketuk. Anna dan Alex pun langsung mengarahkan pandangannya kearah pintu,


"Itu pasti mereka.." ucap Anna sedikit gemas.


Alex tersenyum pelan dan membawa sang istri kearah pintu,


CKLEK!!


Alex membuka pintunya dan terlihat dua anak kecil yang tampan dan cantik tengah berdiri di depan pintu mereka dan terlihat sudah rapih dengan gaun kecil dan jas nya,


"Papa.. Mama... Mengapa lama sekali" ucap Airin dengan suara yang terdengar sangat menggemaskan.


"Iya, papa mama ayo kita pelgi.." sahut Aron dengan suara cadelnya.


Anna dan Alex sontak tertawa pelan dan membawa kedua putra putrinya ke dalam gendongan mereka,


"Papa dan Mama sudah siap.. Kita akan berangkat sekarang" ucap Anna lembut.


Alex pun menatap Airin dan Aron,


"Memangnya anak Papa akan pergi kemana??" tanyanya.


Airin terlihat berpikir dengan wajah yang menggemaskan,


"Kita kan akan pergi ke rumah Paman Roy" ucap Airin polos.


Aron menggeleng pelan menanggapi ucapan Airin,


"Bukan ke lumah.. Tapi ke istana.. Paman Loy kan akan menikah dengan seolang putli" ucap Aron.


Anna dan Alex kembali tertawa dan terlihat gemas dengan kedua anak mereka,


"Ya sudah.. Ayo kita pergi ke pernikahan Paman Roy sekarang" ucap Alex yang di sambut gembira oleh kedua buah hatinya.


Mereka pun turun ke bawah dan bersiap untuk berangkat ke pernikahan Roy.




![](contribute/fiction/4190711/markdown/442964/1679559874845.jpg)



Sebuah dekorasi pernikahan outdoor terlihat begitu megah dan indah.



Para tamu undangan sudah mulai tiba di lokasi pernikahan. Mereka mulai duduk di kursi tamu.



Pernikahan Roy saat ini memang hanya di hadiri oleh orang-orang terdekat saja, jadi tidak begitu banyak orang yang datang.



Roy terlihat gugup di ruangannya sambil menatap keluar jendela melihat para tamu yang sudah tiba. Jantung pria itu berdebar sangat kencang.



Pria itu tidak menyangka, akhirnya hari ini tiba setelah perjuangan panjangnya..



CKLEK!!



Tiba-tiba seseorang masuk ke dalam ruangan Roy..



Roy pun membalikkan tubuhnya dan melihat Alex yang berjalan menghampirinya,



"Ada apa?? Apa kau gugup??" tanya Alex.



Roy menghela nafasnya pelan dan mengangguk,



"Aku tidak pernah segugup ini selama hidupku.. Rasanya jantungku akan keluar dari tempatnya" ucapnya.



Alex tersenyum pelan dan melihat kearah jendela,



"Aku juga seperti itu dulu.. Tapi, semua akan baik-baik saja. Kau akan merasa hidupmu berubah menjadi lebih indah saat kau benar-benar sudah mengucapkan ikrar pernikahan dan menjadikan wanita yang kau cintai sebagai istrimu yang sah" ujarnya.



Roy tersenyum pelan mendengar ucapan Alex dan mengangguk,



"Mungkin kau benar.. Saat dia menerima lamaranku pun rasanya aku seperti terbang sampai langit ketujuh.." sahut Roy mengenang momen lamarannya.

__ADS_1



Alex pun menepuk bahu sahabatnya itu untuk memberikan semangat,



"Sebentar lagi acaranya akan di mulai, bersiap-siaplah" ucap Alex.



Roy pun mengangguk dan tersenyum pada Alex..



~



Acara pernikahan pun di mulai, Roy terlihat berdiri di altar sambil menatap jalan yang akan membawa calon istrinya kepadanya,



"Sekarang mari kita sambut pengantin wanita untuk naik ke altar" ucap pembawa acara.



Seorang wanita pun berjalan sambil menggandeng tangan pamannya. Wanita itu terlihat sangat cantik dengan gaun putih panjangnya.



Ia menggenggam seikat bunga dan wajahnya masih tertutup oleh tudung wajah. Hati Roy seketika berdebar kencang dan menatap pujaan hatinya dengan mata yang berbinar.



"Ku serahkan keponakanku padamu.. Jagalah dia" bisik pria yang menuntun pengantin wanita.



Roy pun meraih tangan wanita yang amat dia cintai itu sambil mengangguk pasti pada sang paman,



"Pasti!!" jawabnya tanpa ragu.



Sepasang pengantin pun berdiri berdampingan untuk mengucap janji pernikahan,



"Saudara Roy Dezzen Wright, apakah anda bersedia menerima saudari Amber Shirley sebagai istrimu dan selalu setia berada di sampingnya dalam suka maupun duka??"



"Ya!! Aku bersedia!!" ucap Roy tegas.



"Saudari Amber Shirley, apakah anda bersedia menerima Tuan Roy Dezzen Wright sebagai suamimu, dan selalu setia bersamanya dalam suka maupun duka??"



"Ya.. Aku bersedia" jawab Amber yakin.



"Sekarang ku umumkan bahwa Saudara Roy dan Saudari Amber telah sah menjadi sepasang suami istri!!!"



Suara riuh tepuk tangan pun terdengar setelah janji pernikahan itu di ucapkan,



"Sekarang pengantin pria di persilahkan untuk mencium pengantin wanita"




"Aku mencintaimu.." bisik Roy dalam lalu mencium bibir istrinya dengan lembut.



Amber membalas ciuman Roy dan tidak bisa menahan air matanya. Roy perlahan melepaskan ciumannya dan menghapus air mata Amber,



"Aku sangat bahagia karena bisa memilikimu di hidupku.." ucap Roy tulus.



Amber tersenyum lembut dan menatap Roy dalam,



"Aku juga mencintaimu, suamiku.." ucapnya yang membuat jantung Roy berdegup kencang dan tak bisa menahan tangis harunya.



Akhirnya kedua insan itu bisa bersatu di dalam ikatan suci pernikahan..



~



Setelah selesai acara, Alex dan Anna pun menghampiri kedua pasangan pengantin baru itu untuk mengucapkan selamat,



"Selamat ya Roy, Amber.." ucap Anna turut bahagia.



"Terimakasih" jawab Roy dan Amber tersenyum bahagia.



Terlihat Aron dan Airin juga menghampiri kedua pengantin itu,



"Celamat Paman dan Bibi!!!" ucap mereka gemas.



Roy pun dengan cepat menggendong keduanya sambil tertawa bahagia,



"Terimakasih keponakan Paman yang paling Paman sayangi..." ucapnya gemas.



"Apakah kalian ingin segera mempunyai teman bermain?? Tenang saja, setelah ini Paman akan membuatnya" ujar Roy yang di hadiahi pukulan ringan dari Amber yang terlihat malu.



"Benalkah?? Kalau begitu cepat buat Paman!!!" teriak Aron tidak sabar.



Mereka pun tertawa mendengar ucapan polos Aron..



Tiba-tiba sepasang pria dan wanita pun menghampiri mereka. Roy mengarahkan pandangannya ke belakang dan tersenyum,

__ADS_1



"Hai Daniel!!!" sapanya.



Daniel pun menghampiri Roy dan mengucapkan selamat padanya,



"Selamat ya.. Aku turut berbahagia" ucapnya.



"Terimakasih" balas Roy.



Roy dan yang lain pun terlihat penasaran dengan seorang gadis yang menggandeng tangan Daniel dengan malu-malu,



"Ekhem... Bolehkah kau kenalkan dia pada kami??" tanya Roy menggoda.



Daniel pun terlihat malu dan merangkul gadis di sampingnya,



"Kenalkan, ini Rose.. Dia.. Kekasihku" ucapnya tersenyum.



Anna pun tersenyum bahagia dan menyapa Rose,



"Kalian sangat cocok!!" ucapnya.



Roy pun menggoda Daniel,



"Kapan tanggal pernikahannya??" tanyanya jahil.



Daniel dan Rose terlihat tersenyum malu,



"Tunggu saja, nanti juga undangannya akan ku berikan" ucap Daniel tertawa pelan.



Mereka pun terlihat bersenda gurau dan berbincang bersama-sama.



Namun saat mereka berbincang, tiba-tiba Anna pun menutup mulutnya,



"Ooeekk"



Gadis itu seketika terdiam dan merasa kepalanya sedikit pusing dan mual. Alex yang cemas seketika merangkul Anna dengan khawatir,



"Ada apa?? Apa kau sakit??" tanya Alex cemas.



Anna menyentuh keningnya dan menggeleng,



"Aku tidak tau" ucapnya.



Daniel pun seketika tersenyum penuh arti,



"Apakah.. Aron dan Airin akan mempunyai seorang adik??" tanyanya yang membuat Anna langsung membelalakkan matanya.



"Iya!!! Kau benar!! Apa jangan-jangan istrimu hamil lagi" ucap Roy pada Alex.



Anna seketika terdiam dan mengingat bahwa memang benar jadwal menstruasinya telah lewat..



"Yeye!!!! Hore!!!! Aku akan punya adik!!!" teriak Aron dan Airin setelah dibisiki oleh Roy.



"Wah... Selamat ya, sepertinya aku telah tersusul" ucap Roy.



Alex pun menatap Anna dengan senyuman bahagianya,



"Apakah.. benar??" tanyanya.



Anna menggeleng pelan dan terlihat ragu,



"Aku tidak tau.. Tapi, aku belum datang bulan di bulan ini" ucapnya pada Alex.



Alex pun seketika tersenyum dan mencium istrinya,



"Sepertinya kita memang akan kedatangan anggota kelima di keluarga kecil kita" ucapnya bahagia.



"Wahhhhh... Selamat ya!!!!!!!" ucap Roy, Amber, Daniel dan Rose yang ikut bahagia...



\=\=\=**END**\=\=\=



Halo, ini adalah bonus episode atau epilog spesial untuk cerita ini ☺️


Jangan lupa kasih like, komen, vote dan hadiahnya ya..



Terimakasih 🥰❤️🙏

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2