Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Truth Or Dare


__ADS_3

"Apakah... Kau pernah mempunyai perasaan khusus pada pria menyebalkan bernama Daniel itu???" tanya Alex tegang.


Anna terlihat sedikit terkejut dengan pertanyaan suaminya itu. Gadis itu pun menatap mata Alex yang terlihat penasaran dan gugup secara bersamaan.


Lalu Anna pun menatap suaminya itu dengan wajah yang sulit di artikan,


"Pernah..." ujarnya pelan.


Seketika wajah Alex pun menegang, matanya berkilat penuh dengan api cemburu. Pria itu terlihat terdiam sejenak dan mencoba mengontrol perasaannya.


Alex pun menatap Anna dalam dan menghela nafasnya perlahan,


"Benarkah??" tanyanya pelan.


Anna menatap kedua bola mata suaminya dengan lekat. Gadis itu tau bahwa Alex sedang menahan kecemburuan di dalam hatinya. Matanya sangat jelas memperlihatkan itu semua.


Anna menahan senyumnya dan menyentuh pipi Alex dengan lembut,


"Kenapa dengan wajahmu???" tanyanya dengan tersenyum jail.


"Aku hanya bercanda.." lanjutnya.


Alex pun seketika menatap Anna yang sedang tertawa pelan. Pria itu menghela nafas leganya dan mencubit hidung istrinya pelan saat dia menyadari bahwa Anna sedang mengerjainya,


"Kau ini!!!!" ujar Alex lega.


Anna pun tersenyum dan menyentuh tangan Alex yang berada di wajahnya,


"Aku hanya bercanda sayang.." ujar Anna.


Alex dengan cepat membawa tubuh istrinya kedalam pelukannya dan mendekapnya erat,


"Aku hampir saja meledak dan berencana membuat perhitungan dengan pria brengsek itu" ujarnya.


Anna membalas pelukan Alex dan tersenyum,


"Sejak dulu aku selalu menganggapnya sebagai seorang teman, tidak lebih" ujar Anna jujur.


Alex menghela nafas leganya dan tersenyum puas,


"Baguslah.." bisiknya senang.


Pria itu melepaskan pelukannya dan menatap wajah istrinya,


"Aku akan menghukum mu karena telah mengerjaiku!!" ujar Alex dengan seringainya.


Pria itu pun dengan cepat mencium bibir istrinya dan menindihnya pelan,


CUP!!!


Anna membelalakkan matanya dan mencoba untuk melepaskan ciuman ganas suaminya. Namun tenaga Alex lebih kuat dan pria itu mulai memasukkan tangannya ke dalam gaun tidur istrinya.


Anna menggeliat pelan dan mencoba untuk menghentikan suaminya itu,


"A.. Alex.... berhenti..." ujar Anna pelan.


Alex beralih mencium leher istrinya, membuat Anna semakin menggeliat di bawah tubuhnya,


"Baiklah!! Baiklah!! Aku minta maaf...." ujar Anna menyerah.


Alex tersenyum tipis dan menatap wajah Anna dengan intens,


"Itu hukuman untukmu karena telah membuatku cemburu.." ujar Alex dengan seringainya.


Anna pun mengangguk dan menyentuh pipi suaminya,


"Baiklah.. Maafkan aku..." ujar Anna serius.


Alex pun tersenyum senang dan mengecup kembali bibir istrinya,


"Sekarang ayo kita lanjutkan lagi permainannya" ujar Alex.


Pria itu pun kembali menidurkan tubuhnya di samping Anna,


"Ayo kita mulai.. Batu, gunting, kertas!!!!" ujar Anna.

__ADS_1


Kali ini tangan Anna mengeluarkan bentuk batu dan tangan Alex mengeluarkan bentuk gunting. Otomatis Anna pun menang kali ini,


"Yess!!! Aku menang!!!" ujar Anna senang.


Alex tersenyum melihat tingkah istrinya dan menatapnya dengan lembut,


"Baiklah.. Kalau begitu aku juga pilih truth" ujar Alex tenang.


Anna terlihat berpikir sejenak untuk menentukan pertanyaan apa yang akan dia berikan pada suaminya itu,


"Hmm... Sekarang giliranmu.. Apa kau pernah menyukai seorang wanita lain sebelumnya???" tanya Anna penasaran.


Dengan cepat Alex pun menggeleng tegas,


"Tidak pernah!!" tegasnya.


"Apa pernah ada wanita yang menyatakan cintanya padamu???" tanya Anna lagi.


"Pernah!! Dan aku menolak semuanya!!" jawab Alex tegas.


"Apakah kau pernah mencium seorang wanita sebelumnya???" tanya Anna lagi semakin cepat.


"Tidak pernah!!!!" tegas Alex.


"Apakah seorang wanita pernah mencium mu????" tanya Anna lagi.


"Pernah!!" jawab Alex yang seketika membuat Anna terdiam.


Gadis itu mengerjapkan matanya dan seketika dia menyesal menanyakan hal itu pada suaminya,


"Benarkah??" tanya Anna pelan.


Alex menatap mata istrinya dan mengusap rambutnya dengan lembut,


"Saat itu aku pergi ke club milik Roy. Dan tiba-tiba seorang wanita menghampiriku lalu mencium bibirku" ujar Alex.


Anna dapat membayangkan hal itu dan tiba-tiba saja suasana hatinya memburuk.


Alex menatap Anna yang masih terdiam dan tersenyum padanya,


"Saat itu aku tiba-tiba masuk ke kamarmu dan mencium mu untuk menghilangkan jejak wanita itu.... Saat itu aku masih mengurungmu di lantai atas" terang Alex.


Anna pun mengernyitkan keningnya dan mencoba mengingat kembali kejadian awal saat dirinya masih menjadi tawanan Alex.


Gadis itu pun menatap suaminya saat dirinya telah berhasil mengingat kejadian itu,


"Aku ingat!!" ujar Anna.


Alex pun tersenyum dan mengusap pipi Anna dengan lembut,


"Saat kejadian di club itu, yang ku ingat hanya dirimu.." lanjutnya.


Anna pun tersenyum lembut mendengar ucapan Alex. Dia merasa senang karena Alex menemuinya saat itu..


"Baiklah, ayo kita lanjut lagi" ujar Anna.


"Gunting... Batu.. Kertas.."


Tangan Anna pun membentuk batu sedangkan tangan Alex membentuk kertas. Alex tersenyum senang dan menatap istrinya dengan intens,


"Baiklah... Kali ini aku pilih dare" ujar Anna pasrah.


Sebuah seringai menggoda pun muncul di bibir Alex. Pria itu menatap istrinya dengan dalam,


"Baiklah, apa yang harus aku lakukan??" tanya Anna.


Alex menyelipkan rambut istrinya ke telinga dan berbisik menggoda padanya,


"Kau harus menggodaku.." bisiknya sambil mengecup telinga istrinya.


Seketika Anna membelalakkan matanya dengan wajah yang mulai memerah,


"Apa??? Menggoda??" protes Anna.


Alex bangkit dari tidurnya dan duduk bersandar menunggu istrinya untuk menggoda dirinya,

__ADS_1


"Itu sangat mudah sayang... Tanpa melakukan apapun kau sudah sangat menggoda. Tapi... kali ini aku ingin kau menggodaku sampai aku menyerah" ujar Alex intens.


Anna terlihat malu dan menghela nafasnya pelan,


'Baiklah Anna, kau bisa melakukannya' ujarnya dalam hati.


Gadis itu pun bangkit dari tidurnya dan duduk menghadap suaminya.


Anna menyelipkan sebelah rambutnya ke telinga dan menatap Alex dengan intens. Gadis itu mulai menyeringai tipis dan menangkup wajah Alex yang terlihat sudah mulai tergoda dengan tingkah istrinya.


Tiba-tiba Anna mengangkat kakinya dan duduk di pangkuan suaminya. Anna mengecup pipi Alex dengan lembut dan meraba tubuh kekar suaminya yang masih mengenakan kaos putih polosnya.


Alex seketika memejamkan matanya merasakan lembutnya sentuhan Anna di tubuhnya.


GREP!!


Anna menempelkan tubuhnya pada tubuh Alex sambil berbisik padanya,


"Sayang... Aku akan memuaskan..." bisik Anna di telinga Alex.


Seketika tubuh Alex mulai menegang kuat. Pria itu hendak merangkul tubuh istrinya namun dengan cepat tangan Anna menahannya,


"Ssttt... Kau tidak boleh bergerak" bisik Anna lagi menggoda.


Gadis itu pun perlahan membuka kaos putih Alex dengan perlahan sambil mencium dada pria itu.


Alex menggertakkan giginya kuat menahan gejolak yang membara di dalam tubuhnya.


Sial!! Baru sampai sini saja pria itu sudah tidak bisa menahan gejolaknya.


Alex pun menyerah dengan tingkah istrinya yang sedang menggodanya ini.


GREP!!!


"Akhh!!" teriak Anna tertahan saat dengan tiba-tiba Alex merebahkan tubuhnya dan menindihnya.


"Aku menyerah!! Kau membuatku gila, sayang..." bisik Alex dengan suara seraknya.


Pria itu pun melepaskan pakaian bawahnya yang tersisa dan menutup tubuh keduanya dengan selimut,


"Aku tidak bisa menahannya lagi..." bisik Alex.


Pria itu pun mematikan lampu kamar, lalu Alex mulai menjamah seluruh tubuh istrinya dan melepaskan pakaiannya.


Dan mereka pun menghabiskan malam panjang mereka dengan penuh gairah, cinta dan ******* yang berulang-ulang...


SKIP ~~~


Hari sudah menunjukkan pukul 03:00. Sebuah handphone bergetar di atas meja membuat seorang lelaki terganggu dari tidurnya.


Alex mengerjapkan matanya dan menatap handphonenya yang bergetar di atas meja. Pria itu mengambil handphonenya dan melihat beberapa panggilan tak terjawab dari nomor yang tak di kenal di dalam handphonenya.


Alex menatap wajah istrinya yang masih tertidur dan tersenyum lembut. Pria itu terduduk dari tidurnya dan memperbaiki selimut yang menyelimuti tubuh polos Anna.


Alex kembali membuka handphonenya dan melihat ada pesan yang baru masuk. Pria itu pun membaca pesan itu dan seketika wajahnya pun mengeras menahan amarah.


/Temui aku di hotel Armarino sekarang jika kau tidak ingin berita perselingkuhan istrimu tersebar luas di media/


Brengsek!! Siapa yang berani mengancamnya dengan ancaman murahan seperti ini!! pikir Alex marah.


Pria itu pun bangkit dari atas tempat tidur dan mulai memakai pakaiannya.


Alex menyentuh pipi Anna yang masih terlelap dan mencium keningnya lama,


"Aku akan kembali..." bisik Alex.


Bersambung...


Halo, keep support this story..


Jangan lupa kasih like, komen, vote, hadiah dan rating 5 nya ya ❤️


Karena itu sangat berarti buat author abal-abal ini 🥺☺️


Terimakasih 🥰❤️

__ADS_1


__ADS_2