Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Have To Come Back


__ADS_3

"APAAAA??????????? Ja... Jadi kau baru saja melarikan diri dari rumah kakekmu???? ujar Roy terkejut.


Alex hanya merespon datar keterkejutan temannya itu. Setelah membersihkan diri dan menyuruh Roy membantunya melepaskan borgol di pergelangan tangannya, Alex menceritakan semuanya pada Roy.


Para pelayan Roy juga membantu mengobati luka di pergelangan kaki Alex dan juga luka lecet di pergelangan tangannya karena borgol.


"Bagaimana dia tau bahwa kau sedang berada di Jepang??" tanya Roy penasaran.


Alex pun menghela nafasnya dan menatap malas pada Roy,


"Tentu saja dia tau, mungkin dia telah mengawasi ku selama ini" ujar Alex sinis.


Roy pun menatap wajah Alex dengan serius,


"Sepertinya kakek mu benar-benar menginginkanmu untuk kembali ke rumah itu sebagai anggota keluarga Wijaya" ujar Roy.


Alex pun mendesis tajam,


"Aku tidak akan pernah kembali dan menginjakkan kakiku ke rumah itu lagi" ujarnya tajam.


Roy hanya terdiam dan menghela nafasnya pasrah,


"Oh iya, bagaimana dengan gadis itu?? Apakah dia tau kau kembali kesini??? Bukankah kau pergi ke Jepang karena ingin bertemu dengannya?? Apakah kau sudah menemukannya???" tanya Roy bertubi-tubi.


Benar!!! Dia harus segera kembali ke Jepang untuk bertemu dengan Anna. Alex pun dengan cepat bangkit dari duduknya, membuat Roy terkejut di buatnya.


"Bisakah kau menolongku?? Aku harus pergi kembali ke Jepang hari ini juga!!!" ujar Alex.


Roy pun mengerjapkan matanya dan menatap Alex dengan kesal,


"Hey!!! Kau belum menjawab pertanyaan ku!!! Kau benar-benar suka sekali mengacuhkanku!!!" ujar Roy kesal.


Alex pun hanya menatap acuh dan menatap tidak sabaran pada Roy,


"Aku akan ceritakan nanti!! Sekarang aku butuh tiket pesawat untuk kembali ke Jepang!!" ujar Alex.


Roy pun mendengus kesal dan akhirnya menyerah,


"Baiklah... Baiklah... Tapi tentu saja aku tidak bisa mendapatkan tiketnya hari ini!!" ujar Roy.


Alex pun memicingkan matanya dan menatap tidak suka mendengar ucapan Roy,


"Kenapa tidak bisa???" tanya Alex kesal.


Roy pun menghela nafasnya dan menatap Alex dengan lekat,

__ADS_1


"Bung... Sekarang aku tanya, apakah kau membawa pasport mu???? visa???? kartu identitas dan lainnya???" tanya Roy.


Alex pun terlihat terdiam sejenak dan mendengus kesal,


"Sial!!!!! Aku melupakan hal itu!!!" kesalnya.


Alex pun memijat keningnya mencoba berpikir keras, apa yang harus dia lakukan sekarang agar bisa pergi ke Jepang sekarang juga. Dia tidak bisa menunggu lagi untuk bertemu dengan Anna. Dia sangat merindukan gadis itu..


Alex pun tiba-tiba menatap Roy,


"Pinjamkan aku handphonemu, aku akan menghubungi Harry" ujar Alex.


Roy pun mengambil handphonenya dan memberikannya pada Alex. Apa yang akan dia rencanakan?? pikir Roy.


Alex pun menekan tombol dan menghubungi sekretarisnya Harry,


"Hallo Harry, ini aku Alex" ujar Alex setelah Harry mengangkat panggilannya.


("Tu.... Tuan Alex??? Benarkah ini Tuan????") tanya Harry di ujung sana.


Alex pun mengernyitkan keningnya mendengar suara Harry yang terkesan terkejut mendengar suaranya,


"Ada apa?? Kenapa reaksi mu seperti itu saat mendengar suaraku??" ujar Alex sedikit heran.


("Tuan... Beberapa saat yang lalu, ada telpon dari Jepang yang menghubungi kantor. Dia bilang, dia adalah petugas yang berada di apartemen milik Tuan di Jepang. Lalu pria itu berkata bahwa sudah beberapa hari Tuan belum kembali ke apartemen. Ada kabar yang mengatakan bahwa Tuan mengalami kecelakaan dan meninggal di tempat. Aku sampai terkejut dan cemas di buatnya. Tapi, syukurlah Tuan baik-baik saja... Tuan sekarang ada dimana???") ujar Harry khawatir.


"Kecelakaan???" ujarnya tidak mengerti.


Mengapa petugas itu berkata bahwa dirinya mengalami kecelakaan. Sebenarnya apa yang terjadi pikir Alex tidak mengerti.


"Mengapa petugas itu bisa berkata seperti itu??" tanyanya.


("Aku tidak tau Tuan, tapi dia bilang mobil yang Tuan kendarai mengalami kecelakaan dan jatuh ke dalam jurang") ujar Harry.


Alex pun terlihat berpikir keras, mengapa ada kabar seperti itu, pikirnya. Apakah itu rencana kakeknya?? pikirnya. Tunggu!! Itu jelas tidak mungkin. Kakeknya tidak mungkin berbuat seperti itu.


Atau jangan-jangan...


Alex pun teringat dengan kejadian saat Daniel mengikuti mobilnya. Apa pria itu mengikutinya karena dia ingin mencelakai Alex?? pikir Alex geram. Sialan!!! Pria brengsek itu pasti membuat mobil yang diikutinya terjatuh ke jurang. Ternyata dia benar-benar berencana menyingkirkan dirinya agar tidak bisa bersama dengan Anna. Dasar pria licik!!! geramnya.


"Lupakan!!! Aku akan mengurus hal itu nanti, yang terpenting Harry, bisakah kau memberikanku tiket pesawat ke Jepang secepatnya?? Aku sekarang berada di rumah Roy. Tapi aku meninggalkan pasport, kartu identitas dan lainnya di Jepang. Bisakah kau mengaturnya dan membuatku sesegera mungkin berangkat ke Jepang??" tanya Alex.


Harry terlihat terdiam dan berpikir sejenak, kenapa Tuan Alex tidak membawa sudah berada di rumah Roy dan tidak membawa pasport dan kartu identitasnya?? pikir Harry bingung.


("Ee... Mu... Mungkin membutuhkan waktu beberapa jam Tuan, secepat mungkin aku akan mengurus segalanya") ujar Harry.

__ADS_1


"Baiklah, lakukan secepat yang kau bisa. Aku akan menunggu" ucap Alex.


("Baik Tuan")


Alex pun mematikan teleponnya dan terdiam sejenak. Roy yang mendengarkan percakapan Alex sejak tadi memandang pria itu penuh tanya.


"Kecelakaan?? Siapa yang kecelakaan???" tanya Roy penasaran.


Alex menghela nafasnya dan menatap Roy sekilas,


"Petugas apartemen di Jepang menghubungi kantorku dan mengatakan bahwa ada kabar yang mengatakan kalau aku mengalami kecelakaan dan meninggal dunia" ujar Alex.


Roy membelalakkan matanya dan menatap tidak percaya,


"Apa??? Kenapa bisa ada kabar seperti itu??" tanya Roy tidak habis pikir.


Ekspresi wajah Alex pun seketika berubah menjadi tajam dan terlihat sedang menahan amarahnya,


"Pria bajingan itu!!! Aku yakin dia yang telah melakukannya!!!" geram Alex.


Roy terlihat mengerutkan keningnya mendengar ucapan Alex. Pria??? pikirnya penasaran.


"Siapa??? Siapa pria bajingan yang membuat berita seperti itu???" tanya Roy.


Alex pun mendelik kesal,


"Siapa lagi kalau bukan Daniel McCartney. Saat itu dia mencoba mengikuti ku. Namun, aku mengelabuinya agar dia mengikuti mobil lain yang mirip dengan mobilku!!" ujar Alex.


"Sepertinya dia yang menyebabkan mobil itu masuk ke dalam jurang. Dan mungkin dia berpikir kalau aku yang berada di dalam mobil itu. Dasar pria bodoh!!!" geram Alex.


Roy pun mengangguk mengerti,


"Tidak ku sangka pria polos itu ternyata berhati binal. Sepertinya temanku ini mempunyai saingan yang tidak bisa di anggap remeh. Kurasa kau harus secepatnya menikahi kekasihmu itu, sebelum pria itu merebutnya" ujar Roy memanas-manasi.


Alex pun mendesis dan menatap Roy dengan tajam,


"Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi!!! Pria bajingan itu!!! Aku tidak akan segan-segan membunuhnya jika dia berani mengambil gadisku!!!" ujar Alex dengan tatapan membunuhnya.


Roy pun seketika bergidik ngeri mendengarkan ucapan Alex. Dari tatapannya saja dia tau bahwa temannya itu tidak bermain-main dengan ucapannya.


'Ya Tuhan, mengapa aku bisa berteman dengan pria yang mengerikan seperti ini??' pikir Roy di dalam hatinya.


Bersambung...


Halo, i'm back, akhirnya bisa update lagi 😁

__ADS_1


Entah kenapa belakangan ini otak seperti buntu dan kehabisan ide. Sepertinya butuh liburan nih... 🤭


Jangan lupa ya kasih like dan komennya, terimakasih ☺️🙏❤️


__ADS_2