
Hari sudah mulai gelap, Alex masih terus mengikuti mobil Daniel dengan motor besarnya. Tiba-tiba mobil Daniel masuk ke dalam halaman rumah yang cukup luas di depannya. Alex memicingkan matanya melihat rumah itu.
Pintu gerbang rumah itu pun terbuka lalu mobil Daniel pun masuk ke dalam sana.
Sial!!! Dia tidak bisa masuk ke dalam sana. Terlalu banyak penjaga di sekitar rumah itu.
Sebenarnya ini rumah siapa??? pikir Alex.
Dengan perlahan Alex pun turun dari motornya dan bersembunyi di balik pohon besar di dekat rumah itu. Alex sedikit penasaran dengan rumah yang di masuki Daniel tadi. Apakah ini rumahnya?? pikir Alex.
Dia sedikit ragu, apakah harus menunggu disini atau pergi. Tetapi gelagat Daniel yang membeli bunga tadi membuatnya sedikit curiga. Alex pun memutuskan akan mencoba mencari tau sendiri sebenarnya rumah siapa ini. Dan entah mengapa hatinya menyuruhnya untuk masuk ke dalam sana.
-
Daniel pun keluar dari dalam mobilnya sambil membawa makanan yang dia beli tadi dan sebuket bunga. Dia ingin menemui Anna sekaligus meminta maaf padanya atas sikapnya waktu itu.
Tingtong!!!!
Daniel memencet bel di dekat pintu, lalu tidak lama kemudian seorang pelayan membuka pintunya.
Pelayan yang kenal dengan Daniel pun langsung membungkukkan badannya dan mempersilahkannya untuk masuk.
"Apakah Tuan William ada di rumah??" tanya Daniel pada pelayan itu.
"Tuan sedang berada di ruang kerjanya" jawab pelayan itu, sambil menuntun Daniel untuk duduk di ruang tamu.
"Tidak perlu memanggilnya, aku akan ke atas dulu untuk menemui Anna" ujar Daniel, lalu dia pun melangkahkan kakinya ke lantai atas.
Tok.. Tok..
Daniel mengetuk pintu kamar Anna sambil memegang sebuket bunga di tangannya.
Cukup lama Daniel menunggu, namun pintu kamar Anna tak kunjung terbuka.
"Anna... Ini aku Daniel, bolehkah aku masuk?? Ada yang ingin ku bicarakan denganmu" ujarnya pelan di depan pintu.
Dia sangat berharap Anna akan membuka pintunya dan berbicara dengannya. Tidak lama kemudian akhirnya Anna pun membuka pintu dan menatap Daniel dengan datar.
"Ada apa??" tanya Anna singkat.
Daniel pun terlihat gugup, lalu memberikan bunga di tangannya pada Anna.
"Maaf" ujarnya merasa bersalah.
Anna pun hanya terdiam menatap bunga di depannya itu,
"Jika kau mengambil bunganya, itu artinya kau sudah memaafkanku" ujar Daniel berharap.
Anna pun terlihat berpikir sesaat, lalu akhirnya dengan pasrah menerima bunga itu. Senyuman pun terlihat jelas di wajah Daniel.
"Terimakasih, Anna" ucap Daniel.
"Ada yang ingin ku bicarakan" ujar Anna tiba-tiba pada Daniel.
Dengan cepat Daniel pun menatap Anna yang terlihat menatapnya dengan serius. Lalu Anna melangkahkan kakinya ke balkon dan di ikuti oleh Daniel di belakangnya.
Setelah sampai di balkon, mereka terlihat saling terdiam beberapa saat. Hanya ada suara hembusan angin yang menggoyangkan dedaunan. Anna terlihat menghela nafasnya lalu menatap pada Daniel.
"Apakah kau sudah tau tentang rencana pertunangan itu???" tanya Anna.
__ADS_1
Daniel terlihat terkejut dengan pertanyaan Anna. Lalu dalam sekejap kembali mengatur ekspresi tenang di wajahnya.
"Iya" jawab Daniel singkat.
Anna pun menatap tidak percaya pada teman kecilnya itu,
"Apa kau setuju dengan pertunangan ini??" tanyanya lagi.
Daniel hanya terdiam dan memalingkan wajahnya dari Anna.
"Aku setuju" jawabnya yakin.
Anna pun menatap Daniel dengan sedih, lalu menundukkan pandangannya.
"Aku tidak bisa bertunangan denganmu Daniel" ujar Anna pelan, yang langsung membuat hati Daniel terasa di cabik-cabik.
"Kenapa?? Karena kau mencintai pria itu???" tanya Daniel sinis.
Anna hanya terdiam dan tidak menjawab pertanyaan dari Daniel.
Daniel mengepalkan tangannya dengan kuat. Diamnya Anna sudah menjelaskan bahwa gadis itu memang mencintai pria bernama Alex itu.
Daniel pun menghela nafasnya kasar dan membalikkan badannya hendak melangkah pergi, namun dia terdiam sesaat sambil memunggungi Anna.
"Pertunangan kita tetap akan di laksanakan!! Tidak peduli kau mencintaiku atau tidak!! Yang jelas, perlahan-lahan aku akan membuatmu melupakan pria itu dan mulai belajar untuk mencintaiku!!" ujar Daniel dingin, lalu dia pun berlalu pergi meninggalkan Anna yang terdiam mendengar ucapan Daniel tadi.
Anna menatap nanar bunga pemberian Daniel di tangannya. 'Maafkan aku Daniel, sekeras apapun kau mencoba, aku tetap hanya akan menganggap mu sebagai temanku....' ujarnya sedih dalam hati.
-
Alex perlahan mendekati gerbang rumah itu dengan mengendap-endap. Dia menghitung jumlah penjaga yang ada di depan gerbang. Total penjaga di luar gerbang ada sekitar 4 orang. Alex pun mengencangkan sarung tangannya,lalu melangkah pelan menghampiri tembok tinggi yang berada di sudut sana.
Alex melangkah ke arah tembok tinggi yang tidak dijangkau oleh cctv. Suasana yang sedikit gelap karena malam hari membuatnya tidak terlalu terlihat oleh para penjaga itu.
Dengan cepat Alex pun berlari kencang dan melompat, lalu memanjat tembok tinggi itu dengan mahir. Setelah berada di atas tembok Alex pun melompat ke bawah.
BRUK!!
Alex mendarat dengan mulus ke dalam halaman depan rumah itu. Dari kejauhan dia melihat mobil yang di kendarai Daniel tadi terparkir di halaman dekat pintu masuk. Alex pun dengan cepat berlari tanpa suara mendekati halaman depan rumah itu lalu kembali bersembunyi di balik pohon yang berada disana.
Alex terdiam sesaat untuk mencari arah kemana dia harus melangkah selanjutnya. Namun dari tempatnya bersembunyi dia melihat ada seseorang yang keluar dari balkon di lantai atas sana.
DEG!!!!
Seketika jantung Alex berdetak cepat saat melihat gadis yang dia cari selama ini berada disana. Seseorang yang membuat hidupnya kacau saat dia tidak berada di sampingnya, seseorang yang sangat dia rindukan saat ini, seseorang yang sangat dia cintai....
Namun seketika Alex terdiam saat melihat Daniel juga berada disana bersama dengan kekasihnya.
DEG!!!
Seketika emosinya meluap saat melihat Anna dan Daniel tengah berbicara serius. Dan Alex juga melihat sebuket bunga yang di bawa Daniel tadi berada di tangan kekasihnya itu. ****!!!!!!! geram Alex dalam hatinya.
Dia merasa hatinya terasa sangat sesak dan sakit. Seperti ada sebuah batu besar yang menimpanya. Alex pun menyentuh dadanya dan meremasnya kuat. Tidak!!!! Dia tidak bisa melihat pemandangan di depannya itu!!!
Lalu tidak lama berselang, Alex kembali mengarahkan pandangannya kesana dan melihat Daniel sudah tidak ada disana, meninggalkan Anna yang terlihat sedih di atas balkon. Lalu tidak lama gadis itu kembali masuk ke dalam rumahnya.
Tidak!!! Dia harus menemui gadisnya sekarang juga. Dia sangat merindukannya!! Alex merasa dia bisa gila jika tidak memeluk gadis itu sekarang juga.
Dengan cepat Alex berlari ke arah rumah dan bersembunyi di balik tembok. Saat hendak berbelok dia menggurungkan niatnya karena melihat Daniel yang keluar bersama dengan William.
__ADS_1
Alex mengepalkan tangannya kuat. Dia menatap tajam kedua orang itu. Bajingan-bajingan itu!!! Dia akan membalasnya nanti!!! pikir Alex.
Yang terpenting saat ini dia harus segera bertemu dengan gadisnya.
Saat Alex hendak melangkah dia melihat seorang penjaga yang sedang berjalan seorang diri. Sebuah ide muncul dalam pikirannya.
Dengan cepat Alex mendekati penjaga itu lalu memukul kepala belakangnya sampai penjaga itu jatuh pingsan.
-
William menatap kepergian Daniel dalam diam. Pria itu membahas beberapa hal untuk pertunangannya nanti dengan putrinya. Daniel orang yang baik menurut William, dia berharap Anna akan membuka hatinya untuk pria itu suatu hari nanti.
Saat William hendak masuk, dia menatap seorang penjaga yang memakai masker sambil membawa kotak besar di tangannya. William pun memicingkan matanya menatap curiga pada penjaga itu.
"Apa yang kau lakukan???" tanya William tajam.
Penjaga itu pun membungkukkan badannya pada William,
"Aku mengantarkan beberapa bahan makanan ini ke dapur. Seorang pelayan menyuruhku tadi untuk mengantarnya kesana" ujar penjaga itu.
William pun masih menatap curiga pada penjaga itu,
"Uhukk!!! Uhukkk!!!! Maaf Tuan, aku memakai masker karena aku sedang flu dan batuk" ujarnya.
Lalu setelah lama mengamati penjaga itu, William menatap nametag nya dengan teliti, lalu akhirnya membiarkan penjaga itu untuk masuk.
"Cepat antarkan!!! Lalu kau kembali pada tugasmu!!!" ujar William tegas lalu berlalu pergi.
Penjaga itu pun menatap Willian dan membungkukkan badannya. Setelah itu dia kembali melangkah masuk ke dalam rumah.
-
Anna tengah termenung di dalam kamarnya sambil menatap bunga yang di berikan Daniel tadi. Lagi-lagi dia merasa bersalah pada temannya itu. Padahal Daniel adalah teman terbaiknya saat mereka masih kecil dulu. Namun sekarang pertemanan itu hancur hanya karena perasaan Daniel padanya.
Anna pun melempar bunga itu di atas meja lalu mematikan lampu kamarnya hendak pergi tidur. Namun suara ketukan pintu menghentikan langkahnya.
Tok... Tok..
Anna menatap pintu kamarnya dengan malas. Siapa lagi sekarang???? pikir Anna.
Lalu Anna pun melangkah ke arah pintu dan membuka pintunya.
CKLEK!!!!
BRUK!!!
"Aakkhhh!!!!" teriak Anna terkejut, saat seseorang menerobos masuk pintu kamarnya lalu memeluk tubuhnya kuat sampai tubuh Anna terdorong ke arah pintu dan membuat pintu kamarnya kembali tertutup.
Anna tidak bisa melihat siapa orang yang telah masuk ke kamarnya karena tadi dia sudah mematikan lampu kamarnya. Dengan sekuat tenaga Anna mencoba memberontak dan melepaskan diri dari pelukan orang itu.
Namun, bisikan orang itu di telinganya membuat Anna membelalakkan matanya dan terdiam seketika.
"I miss you......"
Bersambung...
Hai, jangan lupa kasih like dan komennya ya, support selalu cerita ini ☺️
Untuk kemarin libur dulu up nya di karenakan ke sibukkan yang tidak terduga 😂
__ADS_1
Terimakasih untuk yang masih setia nungguin tiap episodenya 🙏❤️😘