Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Way


__ADS_3

Setelah berada di dalam, Anna pun kembali menghampiri ranjang Alex dan menyentuh tangan pria itu dengan erat dan lembut,


"Selamat malam sayang.. Ini aku, aku kembali" ucap Anna sambil menahan tangisnya.


Ia merapihkan rambut Alex dan mengusapnya pelan,


"Sampai kapan kau akan tertidur seperti ini??" tanya Anna sedih.


"Aku merindukanmu... Sangat-sangat merindukanmu.." bisiknya dalam.


Anna pun menautkan jari mereka dan mengecup pelan tangan Alex dengan lembut. Ia menutup matanya dan mencoba untuk kuat,


"Anak-anak kita.. Mereka belum mempunyai nama.." ucapnya pelan mencoba untuk mengajak Alex berbicara.


"Aku ingin.. Kita memberikan nama mereka secepatnya. Kau memberikan nama untuk bayi yang satunya, dan aku memberikan nama untuk yang satunya lagi" ujar Anna mencoba menahan air matanya.


"Jadi.. Jadi cepatlah sadar.." bisiknya bergetar.


"Kau tau.. Aku merasa hidupku sekarang terasa hampa tanpa dirimu. Aku merasa seperti kehilangan arah dan kehilangan tujuan hidupku.. Apa yang harus aku lakukan sekarang Alex??" ujarnya mulai menangis.


Anna menangis tersedu untuk beberapa saat sambil masih menggenggam tangan Alex. Hatinya benar-benar terasa hancur melihat suaminya yang selalu siap menjaga dan melindunginya kini hanya bisa tertidur tak sadarkan diri dengan luka yang ada di tubuhnya.


Anna sangat-sangat merindukan Alex. Suaranya.. Senyumannya.. Dan sikapnya yang selalu protektif kepadanya.


Setelah puas menangis, Anna pun mulai menghapus air matanya dan kembali menatap Alex dalam sambil menggenggam tangannya,


"Kau tau... Saat pertama kali kita bertemu, aku sebenarnya cukup terpesona dengan wajahmu" ucapnya mencoba kembali mengingat masa lalu.


"Tapi... Saat aku tau dengan sifatmu kala itu.. keterpesonaanku seketika jatuh" lanjutnya sambil tersenyum pelan.


"Aku selalu berharap saat itu aku bisa mencakar wajahmu sekali saja.. Tapi, sayangnya aku terlalu takut menghadapimu yang seperti monster saat itu" ujarnya lagi.


"Tapi Alex.. Asal kau tau... Aku sejujurnya sangat bersyukur tentang semua masa lalu yang kita lewati itu. Aku tau mungkin kau tidak suka jika aku mengungkitnya dan merasa bersalah akan masa lalu itu. Tapi, Tuhan sudah merencanakan itu semua untuk skenario hidup kita. Dan aku sangat.. sangat.. bersyukur bisa melewati itu semua, karena.. karena itu lah awal mula perjalanan cinta kita di mulai. Perjalanan untuk menyatukan dua manusia yang tidak pernah saling mengenal sebelumnya" ucapnya menahan tangis.


"Aku banyak belajar darimu tentang hal apapun yang sebelumnya aku tidak mengerti, begitu juga sebaliknya.." lanjutnya.


Air mata kembali mengalir di pipi Anna, gadis itu membawa tangan Alex ke dalam pelukannya,


"Alex.. Jika kau mendengarku, tolong sadarlah.. Kuatlah.. Aku menunggumu sayang.." isaknya.



William, Donna dan juga Jonas sedang berada di luar ruangan Alex sambil menunggu Anna. William melihat jam tangannya. Ini sudah lebih dari satu jam setengah Anna masih berada di dalam ruangan Alex. William yang sedikit khawatir pun memutuskan untuk masuk melihat Anna,



"Aku akan masuk ke dalam untuk melihat Anna. Ini sudah cukup lama Anna di dalam, dia juga harus istirahat kembali di kamarnya karena sekarang sudah sangat larut" ujar William.



Donna dan Jonas pun mengangguk pelan,



"Iya, lihatlah kedalam" ucap Donna.



William perlahan membuka pintu dan melangkah masuk ke dalam ruangan Alex.



Seketika William pun terdiam saat melihat putrinya yang sudah terlelap sambil duduk dengan kepalanya yang bersandar di samping tangan Alex.

__ADS_1



William terlihat sedih melihat hal itu. Ia perlahan mendekat untuk membangunkan Anna, namun, William kembali menarik tangannya saat melihat tangan Anna yang tengah menggenggam erat tangan Alex sambil tertidur dengan pipi yang terlihat masih sedikit basah karena menangis.



William menghela nafasnya pelan dan terlihat tidak enak untuk membangunkan putrinya itu. Tiba-tiba Donna masuk untuk ikut mengecek dan melihat kearah Anna yang tengah tertidur di samping suaminya.



Donna terlihat sedih dan mulai mendekati William,



"Biarkan dia tinggal disini untuk beberapa saat lagi.." bisiknya pelan pada William.



William terlihat berpikir sejenak dan khawatir dengan kondisi Anna yang tidur sambil terduduk seperti itu,



"Tapi..." ucapnya terputus saat Donna menggeleng pelan,



"Tidak apa-apa, sebentar lagi saja. Biarkan dia bersama dengan Alex.." ujarnya lagi.



William pun menghela nafasnya dan mengangguk..




Saat Donna dan William keluar, tiba-tiba Jonas langsung menghampiri mereka,



"Barusan aku bertemu dengan dokter yang merawat bayi Anna. Dia bilang kondisi mereka sudah mulai membaik dan kedua bayi sudah berada di ruang rawat biasa" ujarnya tersenyum senang.



Donna dan William yang mendengar itu pun seketika ikut tersenyum dengan lega,



"Syukurlah.. Terimakasih Tuhan" ucap Donna penuh haru.



"Kuharap kita bisa segera melihat mereka" lanjutnya penuh harap.



Jonas pun tersenyum dan mengangguk pelan,



"Iya semoga saja kita bisa segera di perbolehkan melihat mereka" ucapnya.


__ADS_1


William pun mengangguk dan bernafas lega. Perlahan semuanya sudah cukup membaik kecuali Alex..



William berdoa di dalam hatinya semoga menantunya itu bisa segera siuman dan kembali sehat agar Anna tidak terus bersedih..



Di dalam sebuah ruangan yang di dominasi dengan warna putih, terlihat seorang pria tengah tertidur disana.


Perlahan sebuah sinar membuatnya merasa silau dan mau tidak mau ia pun membuka matanya..


Pria itu terbangun perlahan dan mulai duduk.


Ia mengarahkan pandangannya ke sekitar dan tidak menemukan hal apapun selain warna putih di sekelilingnya.


Pria itu terlihat bingung dan mulai berdiri,


"Dimana ini??" ucapnya bingung.


Pria itu pun mencoba mencari jalan dan berjalan cepat kearah manapun. Namun, ia merasa posisinya tetap di tempat yang sama, dan disekelilingnya tidak ada jalan apapun selain warna putih yang mengelilinginya.


Pria itu tidak mau menyerah dan mencoba kembali berlari untuk mencari jalan. Namun, lagi-lagi tidak ada perubahan sama sekali, ia masih belum menemukan apapun selain warna putih yang mengelilinginya.


Pria itu pun akhirnya menyerah dan memilih untuk duduk disana. Tiba-tiba dari arah kanan dan kirinya terlihat dua buah sinar yang menerangi pandangannya.


Pria itu kembali bangkit sambil menutup matanya karena cahaya yang keluar dari kedua sisi kanan dan kirinya.


Ia menatap kedua cahaya itu dengan tatapan bingung. Pria itu yakin, salah satu cahaya itu pasti akan membawanya menuju jalan keluar.


'Kemana aku harus pergi??' tanyanya dalam hati dengan bimbang.


Tiba-tiba sebuah suara terdengar dari salah satu cahaya itu,


"Alex....."


Seketika pria itu pun membelalakkan matanya dan menatap kedua cahaya itu dengan jantung yang berdebar,


"A..... Anna...." bisiknya pelan.


Pria itu mengarahkan pandangannya kearah kiri dan kanan. Ia tidak tau dari arah mana suara itu berasal,


"Alex.... Aku sangat mencintaimu..."


Terdengar kembali suara lembut itu yang membuat jantung Alex semakin bergetar penuh kerinduan,


"ANNA!!!!" teriak Alex mencoba mencari dimana sumber suara itu.


Alex terlihat bingung melihat kedua cahaya itu.


Kemana ia harus melangkah untuk menemui Anna??? pikirnya bingung...


Bersambung...


Hallo jangan lupa dukung selalu cerita ini ya ☺️


Author minta banget dukungannya seperti vote, hadiah, apalagi like dan komentarnya.. Selalu bikin semangat 😁


Jangan lupa bantu dukung juga novel kedua author yang judulnya "Mysterious Man" Ya...


Please... 🥺🙏


Terimakasih banyak ❤️🙏

__ADS_1


__ADS_2