
Seketika Anna dan Alex pun membalikkan tubuhnya dan menatap kearah Daniel.
Ketiganya sama-sama terkejut saat bertemu kembali. Daniel seketika terdiam saat melihat tangan Anna dan Alex yang saling menggenggam dengan mesra.
Sedangkan Alex..
Pria itu terlihat menggertakkan giginya kuat sambil menahan amarah.
Miranda yang menyadari hal itu seketika tersenyum dalam hatinya. Sepertinya rencananya kali ini akan berhasil.. pikirnya percaya diri..
"Terimakasih Tuan Daniel, kau mau menyempatkan waktu untuk hadir ke pesta pembukaan kosmetik milikku" ujar Miranda tersenyum.
Miranda pun membalikkan tubuhnya dan menatap pada Alex dan Anna,
"Oh iya Tuan Daniel, perkenalkan ini Tuan Alexander dan istrinya" lanjut Miranda.
Daniel menatap Alex dengan wajah yang sulit di artikan,
"Selamat malam" ujar Daniel singkat.
Alex mendelik tajam dan mengeratkan genggamannya pada tangan Anna,
"Selamat malam" ujar Alex dingin.
Pria itu pun menatap istrinya yang terdiam dan tersenyum lembut padanya,
"Sayang... Ayo kita masuk" ujar Alex pelan pada Anna.
Pria itu pun merangkul tubuh Anna dan melangkah ke dalam ruangan. Seketika Miranda mengepalkan tangannya karena cemburu. Wanita itu pun menghela nafas kasarnya dan kembali menatap Daniel yang masih menatap punggung pasangan pengantin baru itu.
"Ekhem.. Tuan Daniel, ku perhatikan... sepertinya kau menatap istri dari Tuan Alex dengan tatapan yang berbeda. Apakah kalian saling mengenal???" tanya Miranda untuk memanas-manasi Daniel.
Daniel memasukkan tangannya ke dalam saku celana dan menatap Miranda dengan tatapan dinginnya,
"Kurasa itu bukan urusanmu!" ujar Daniel tajam.
"Oh.. Terimakasih telah mengundangku ke pesta ini, aku permisi dulu" ujar Daniel sambil melangkah pergi meninggalkan Miranda yang terlihat menahan kekesalannya.
Miranda mencoba mengatur nafasnya yang memburu karena kesal.
'Tenang Miranda... Kau hanya perlu bersabar sebelum rencanamu terlaksana' ujarnya dalam hati.
Miranda pun melangkah ke dalam ruangan. Sebelum acara resmi di mulai, terlihat wanita itu mendekati salah satu pelayan di depannya,
"Ingat apa yang harus kau lakukan!!" bisik Miranda tajam pada pelayan itu.
Pelayan itu pun menatap Miranda dan mengangguk pelan.
Acara pun di mulai, terlihat pembawa acara mulai memberikan sambutan-sambutannya. Alex duduk bersama Anna di salah satu meja. Pria itu mengambilkan minuman untuk istrinya,
"Minumlah, ini hanya jus buah biasa" ujar Alex lembut.
Anna pun menatap suaminya dan tersenyum lembut. Saat bertemu Daniel tadi jujur, dia sangat terkejut. Sudah lama dirinya tidak bertemu dengan pria itu, setelah terakhir kali mereka bertemu dalam keadaan yang tidak baik-baik saja.
Anna juga khawatir dengan wajah Alex yang terlihat tidak suka dengan kehadiran Daniel. Dia tau, suaminya itu tengah menahan kekesalannya.
Anna menyentuh tangan Alex dan mengusapnya dengan lembut,
"Kau baik-baik saja???" tanya Anna pelan.
Alex menatap istrinya dan tersenyum lembut. Pria itu menyentuh pipi Anna dan mengecupnya pelan,
"Aku tidak apa-apa sayang...." ujarnya lembut.
Anna pun menghela nafasnya dan tersenyum lega.
Acara pun sudah di mulai dengan beberapa kata sambutan dari pembawa acara dan juga Miranda selalu pemilik toko kosmetik yang megah ini.
"Baiklah.. Saatnya peresmian pembukaan toko kosmetik terbesar kedua di negri ini" ujar pembawa acara itu.
__ADS_1
"Sekarang, mari kita sambut Nona Miranda Ghostfield selalu pemilik resmi untuk naik keatas panggung!!" lanjutnya.
Tepuk tangan dan juga jepretan kamera mengarah pada Miranda yang melangkah ke atas panggung. Wanita itu terlihat tersenyum anggun dan melambaikan tangannya,
"Kita akan melakukan pemotongan pita ini sebagai tanda telah resminya toko ini di buka" tutur pembawa acara itu.
"Tapi... Nona Miranda dengan hormat ingin mengundang rekan bisnisnya untuk bersama-sama memotong pita ini bersama dengannya. Jadi, kami mengundang Tuan Ronald, Miss Jennifer dan juga Tuan Alexander untuk naik ke atas panggung" ujarnya.
Seketika Anna pun mengarahkan pandangannya pada Alex yang terlihat acuh di sampingnya,
"Sayang... Mereka memanggil namamu" ujar Anna.
Alex menatap Anna dan mengangkat bahunya,
"Aku tidak mau kesana" ujar Alex tegas.
Namun tatapan para tamu mengarah padanya dan menunggu Alex untuk naik ke atas panggung,
"Dengan hormat kami memanggil Tuan Alexander Wijaya untuk naik ke atas panggung" ujar pembawa acara itu lagi, karena hanya Alex yang belum naik ke atas sana.
Anna pun menyentuh tangan Alex dan tersenyum lembut padanya,
"Mereka menunggumu... Ayo sayang..." ujar Anna membujuk.
Alex pun menghela nafasnya dengan malas,
"Merepotkan" gerutu Alex.
Pria itu menyentuh pipi Anna dan berbisik padanya,
"Tunggu aku disini.." ujar Alex lembut.
Anna pun mengangguk pelan dan tersenyum padanya.
Setelah Alex berada di atas panggung, mereka pun bersiap-siap untuk memotong pitanya. Miranda memberikan gunting pada Alex dan tersenyum padanya. Dengan malas Alex mengambil gunting itu tanpa melihat wajah Miranda sedikitpun.
"Baiklah kita hitung bersama-sama, 1...2...3..."
Pita pun terputus dan letusan kembang api mulai terdengar di atas langit. Tepuk tangan riuh dari para tamu terdengar memenuhi ruangan. Anna ikut bertepuk tangan dan hendak berdiri dari duduknya.
Miranda mengarahkan pandangannya pada pelayan yang berada di belakang Anna lalu memberikan kode padanya. Pelayan itu pun mengangguk mengerti dan mulai menghampiri Anna dengan segelas jus yang di bawanya.
BRUK!!
BYUR!!
"Akhh... Maaf Nona" ujar pelayan itu panik saat air yang di bawanya menumpahi tubuh dan gaun Anna.
Anna yang terkejut pun menatap gaun dan lehernya yang basah,
"Ma... Maaf Nona!! Aku minta maaf!!! Aku benar-benar tidak sengaja" ujarnya dengan wajah takut.
Anna pun menatap pelayan itu dan menghela nafasnya,
"Tidak apa-apa, lain kali berhati-hatilah" ujar Anna berusaha sabar.
Pelayan itu pun membungkuk berkali-kali pada Anna,
"Terimakasih Nona.... Sekali lagi maafkan aku" ujarnya berpura-pura menangis.
Anna pun mengangguk pelan dan berusaha mengelap gaunnya dengan lap yang berada di atas meja.
Tidak, dia harus ke kamar mandi, lehernya terasa sangat lengket. Anna pun menatap Alex yang masih berada di atas panggung. Dia pun memutuskan untuk ke kamar mandi sebentar untuk membersihkan dirinya.
Miranda menatap kepergian Anna dari atas panggung. Terlihat sebuah seringai muncul di wajahnya. Wanita itu berharap rencananya akan berhasil.
Anna membuka pintu kamar mandi dan melangkah mendekati wastafel untuk membersihkan lehernya. Gadis itu terlihat mengusapkan air ke leher dan gaunnya.
Tiba-tiba pintu kamar mandi pun terbuka,
__ADS_1
CKLEK!!
"Anna... Apa yang kau lakukan disini???" ujar seseorang terkejut.
Anna pun mengarahkan pandangannya ke samping dan melihat Daniel yang sedang berdiri di dekat pintu.
"Ka... Kau..." ujar Anna gugup.
"Kenapa kau masuk ke kamar mandi wanita!!!" ujar Anna panik.
Daniel terdiam sejenak dan menghela nafasnya,
"Anna... Ini kamar mandi pria.. Sepertinya kau salah masuk" ujar Daniel.
Anna pun seketika membelalakkan matanya dengan panik,
"Be... benarkah????" tanyanya cemas.
Tapi jelas-jelas sebelum masuk dia melihat tanda bahwa ini adalah kamar mandi wanita, pikir Anna.
"Ya Tuhan!!! Maaf... sepertinya aku salah masuk" ujarnya panik.
"Ka.. kalau begitu aku harus keluar sekarang" ujar Anna sambil melangkah terburu-buru untuk keluar.
Namun dari luar terdengar suara 2 orang pria yang hendak masuk ke kamar mandi.
GREP!!!
Dengan cepat Daniel menarik tubuh Anna dan membawanya masuk ke salah satu bilik kamar mandi.
Anna yang terkejut pun mencoba melepaskan tangan Daniel yang menutup mulutnya.
"Ssstttt....." bisik Daniel memberi kode.
Anna pun seketika terdiam saat mendengar suara pria yang sedang mengobrol sambil masuk ke kamar mandi.
Setelah beberapa saat, kedua pria itu pun keluar dari kamar mandi. Dengan cepat Anna pun melepaskan tangan Daniel di mulutnya.
Daniel terlihat salah tingkah dan mengusap lehernya,
"Maaf" ujar Daniel.
Anna pun mengangguk pelan tanpa menatap Daniel,
"Terimakasih" bisik Anna.
Dengan cepat Anna pun melangkah ke arah pintu untuk keluar dari kamar mandi.
CKLEK
Namun tiba-tiba Anna menutup matanya saat blitz kamera beramai-ramai memotret dirinya.
CEKREK!!
CEKREK!!
"Ya Tuhan, Nona Anna apa yang kau lakukan disini???" ujar seseorang terkejut.
Anna membuka matanya dan menatap wajah Miranda yang terkejut di depannya. Wanita itu pun membuka pintu kamar mandi dan melihat keberadaan Daniel di dalam sana,
"Ya Tuhan!!! Apa yang kalian lakukan disini????" ujar Miranda histeris.
"Istri Tuan Alexander berduaan dengan pria lain di dalam kamar mandi???" teriaknya histeris.
'Kena kau!!!!' ujar Miranda puas dalam hatinya.
Bersambung...
Halo, jangan lupa dukung terus cerita ini ya..
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan like, komen, vote dan hadiahnya ☺️
Terimakasih...