
Sudah 3 hari sejak saat William membawa Anna pergi. Dan sudah 3 hari juga Alex terus mencari tau tentang keberadaan gadis yang dia cintai itu. Namun sayang, sampai saat ini dia belum juga mendapatkan sedikit pun informasi tentang keberadaan Anna.
Saat Alex pingsan malam itu, keesokan harinya dia di beri kabar oleh Roy bahwa orang-orangnya telah di sekap oleh anak buah William saat itu. Namun beruntung mereka bisa meloloskan diri beberapa jam kemudian. Mereka pun kembali pulang dan menemui Alex setelahnya.
Lalu apa yang di lakukan Alex setelah itu?? Tentu saja dia menghukum semua anak buahnya dengan kejam karena telah gagal menjalankan tugasnya dengan baik, sampai-sampai dia harus kehilangan Anna, orang yang sangat dia cintai pada saat itu.
Kemarin lusa, dia dan semua anak buahnya kembali mendatangi kediaman William. Namun sayang, rumah itu telah kosong dan tidak terlihat ada kehidupan lagi di dalam sana. Hal itu membuat Alex mengamuk semalaman. Roy harus bekerja ekstra mengawasi Alex dan memberikannya obat penenang, untuk mengendalikan kemarahan pria itu.
Seperti saat ini pun, Roy menatap Alex yang sedang meminum wine nya dalam sekali teguk dengan cepat. Dia terlihat seperti orang yang kehilangan arah dan depresi. Pria itu terlihat dua kali lipat lebih menakutkan dari sebelumnya. Alex menjadi mudah tersinggung dan marah. Setiap malam dia selalu berada di club Roy hanya untuk minum dan menghilangkan kesedihannya karena kehilangan Anna.
Dengan cepat tangan Roy menahan tangan Alex yang hendak kembali meminum wine nya.
"Sudah cukup Alex!! Kau sudah minum terlalu banyak!! Apa kau ingin membunuh dirimu sendiri dengan cara seperti ini!!!" ujar Roy marah.
Alex terdiam sesaat, lalu dengan kasar menepis tangan Roy dan kembali meminum alkoholnya.
Roy terlihat frustasi melihat tingkah Alex. Dia juga telah berusaha membantu sahabatnya itu dengan mencari tau dimana keberadaan William dan putrinya. Namun sampai sekarang dia tidak juga mendapatkan informasi apapun.
Tiba-tiba seorang wanita cantik dan sexy masuk ke dalam club. Para pria yang berada di dalam club seketika langsung menatapnya dengan tatapan lapar. Namun dengan acuhnya wanita itu menghiraukan mereka dan melangkah pergi.
Dia memasuki ruangan VIP untuk menemui Roy. Namun pandangannya tidak sengaja menatap Alex yang kebetulan juga berada disana. Sebuah seringai muncul di bibirnya saat melihat seorang pria yang tengah meminum wine nya dengan tidak sabaran.
"Hai, kalian ada disini??" tanyanya mengarahkan pandangannya pada Roy dan Alex.
Alex terlihat acuh dan tidak menganggap keberadaan wanita di sampingnya itu. Tatapan Gracia pun mengarah pada Roy yang berada di samping Alex.
"Jangan ganggu orang yang sedang patah hati!!!" ujar Roy cepat pada wanita itu.
Gracia pun menyipitkan matanya tidak mengerti dengan perkataan Roy. Patah hati??? pikirnya.
Apakah Alex sedang patah hati karena sudah berpisah dengan kekasihnya itu??? pikirnya.
Tiba-tiba senyumnya pun mengembang,
"Patah hati karena apa?? Apa dia sudah berpisah dengan kekasihnya" tanya Gracia penasaran pada Roy.
Roy terlihat meneguk wine nya, lalu menatap Gracia dengan acuh.
"Terserah kau mau mengartikannya seperti apa, aku juga tidak mengerti" ujar Roy acuh.
Seorang pelayan mengetuk pintu lalu masuk dan menghampiri Roy lalu berbisik padanya. Roy pun terlihat berpikir sejenak, lalu menganggukkan kepalanya pada pelayan itu.
__ADS_1
"Gracia, bisakah kau jaga dia sebentar?? Aku harus ke atas sekarang, ada sesuatu yang harus aku urus" ujar Roy.
Dengan cepat Gracia pun mengangguk senang pada Roy,
"Tentu saja! Kau boleh pergi!!" ujarnya.
Roy pun menatap Gracia sedikit ragu, lalu berdiri dari duduknya.
"Baiklah, jangan biarkan dia minum terlalu banyak! Aku pergi dulu!!" ujar Roy lalu bergegas pergi.
Gracia pun duduk di samping Alex, lalu menatapnya dengan terpesona. Pria itu terlihat sexy dengan tatapan tajamnya, pikir Gracia.
Alex mencoba mengambil botol wine yang masih baru dan tertutup. Namun tangan Gracia dengan cepat mengambilnya lebih dulu.
"Eits.. Sudah cukup minumnya Alex, kau sudah minum terlalu banyak!" ujar Gracia sambil melihat beberapa botol wine yang sudah kosong.
Alex menatap tajam pada Gracia di sampingnya, lalu dengan keras merebut kembali botol itu dari tangannya.
"Jangan ikut campur urusanku!!!" ujar Alex tajam.
Seketika Gracia merasa merinding mendengarkan ucapan tajam Alex. Pria ini benar-benar mengerikan, pikirnya.
Namun dia sangat menyukainya. Ini adalah kesempatan yang bagus bagi Gracia untuk merebut hati Alex yang sedang patah hati.
"Sudah cukup Alex!" ujarnya mencoba menghentikan Alex.
Namun dengan kasar Alex menepis tangannya sampai membuat Gracia hampir terjatuh dari kursinya.
"Jangan sekali-kali kau berani menyentuhku!!!" ujar Alex dengan tatapan membunuhnya, yang membuat Gracia ketakutan.
Alex pun dengan cepat berdiri dari duduknya hendak melangkah pergi. Namun, tiba-tiba kepalanya kembali terasa sakit.
"Arghh!!!" rintih Alex sambil memegang kepalanya.
Gracia yang khawatir pun dengan cepat menahan tubuh Alex agar tidak terjatuh.
"Kau baik-baik saja???" tanyanya pada Alex.
Alex yang sedang menahan sakitnya dengan cepat kembali menepis tangan Gracia.
"Jangan sentuh aku!!!" ujar Alex marah.
__ADS_1
Lalu kembali menyentuh kepalanya yang bertambah sakit. Tanpa mendengarkan perkataan Alex, Gracia menarik kencang tubuh Alex sampai terjatuh di atas sofa dan menindih tubuh pria itu.
"Kau benar-benar keras kepala!" gerutu Gracia.
Alex merasakan kepalanya sangat sakit dan membuat tubuhnya berkeringat dan lemas.
"Arrghhh" rintih Alex.
Gracia yang melihat keringat di tubuh Alex dengan cepat membuka kancing baju kemeja pria itu. Dan mendekatkan wajahnya pada Alex.
"Tenanglah Alex!" ujar Gracia panik.
Lalu tangannya mencoba menyentuh kepala Alex dan mengusapnya perlahan. Alex terlihat memejamkan matanya karena tubuhnya yang lemas. Gracia pun mendekatkan tubuhnya pada tubuh Alex yang berada di bawahnya. Jika dilihat dari dekat wajah pria ini benar-benar seratus kali lebih tampan dan menggoda.
Alex terlihat mengatur nafasnya yang memburu karena menahan sakit. Namun berbeda dengan Gracia yang mulai tergoda dengan nafas Alex yang memburu di wajahnya dan dengan perlahan Gracia mendekatkan bibirnya pada bibir Alex.
"Kau begitu menggoda Alex. Aku benar-benar menginginkanmu menjadi milikku" bisik Gracia penuh gairah.
Perlahan tangan Gracia menyentuh lembut tubuh kekar Alex yang terbuka. Lalu bibirnya mengecup dada bidang Alex.
Alex yang sedang mabuk dan masih merasakan sakit di kepalanya, seketika merasakan sebuah halusinasi. Dia membayangkan Anna yang sedang berada di atas tubuhnya dan mencium tubuhnya dengan lembut.
"A... Anna...." bisik Alex penuh kerinduan.
Perlahan tangan Gracia menyentuh pipinya dengan lembut,
"Alex... Aku mencintaimu, Aku menginginkanmu..." bisik Gracia penuh gairah.
Alex menggelengkan kepalanya kuat mencoba menyadarkan dirinya. Namun dia kembali menatap wajah Anna di atas tubuhnya yang membisikkan kata cinta padanya.
Rasa rindu yang membuncah seketika memenuhi hati Alex. Dia sangat merindukan gadis ini. Dia tidak akan pernah membiarkan gadis itu pergi lagi dari sisinya.
"Aku juga mencintaimu.... Anna..." bisik Alex tulus.
Lalu perlahan bibir Gracia pun mendekat pada bibir Alex...
Bersambung...
Halo, jangan lupa kasih like dan komennya ya ☺️
Dukung selalu cerita ini, terimakasih juga untuk pembaca setia yang selalu menunggu kelanjutan cerita ini 🥺
__ADS_1
Semoga tambah suka ya 🤗
Hayo, jangan ada yang emosi ya setelah baca episode ini 😌