
"Cara terakhir satu-satunya untuk memancing ASI mu keluar sekarang adalah.... Alex!!" ucapnya yang membuat Anna mengernyitkan keningnya seketika.
"Alex???" tanyanya tidak mengerti.
Alex yang mendengar hal itu juga mengernyitkan keningnya tidak mengerti. Donna pun membalikkan tubuhnya dan menatap Alex penuh arti,
"Alex... Kau harus memancing ASI istrimu untuk keluar... Kau, mengerti maksudku kan???" tanya Donna penuh arti yang seketika membuat Alex langsung bersemangat.
Anna yang masih belum paham maksud Donna pun hanya menatap kedua orang itu dengan bingung,
"Memangnya Alex bisa??" tanyanya polos.
Donna seketika mengambil bayi yang ada di pangkuan Anna dan menghampiri Alex,
"Oh.. tentu saja!! Kurasa dia ahlinya" ucap Donna terkekeh penuh arti.
CKLEK!!
Pintu ruangan pun terbuka memperlihatkan William yang baru kembali masuk setelah menerima telepon dari rekan bisnisnya.
Donna seketika menatap William dan memanggilnya,
"William! Bisakah kau gendong sebentar bayi yang ada di pangkuan Alex??" tanyanya sambil tersenyum.
William menatap Donna dan balas tersenyum,
"Tentu saja" jawabnya dengan senang hati.
Ia pun mengambil bayi yang ada di pangkuan Alex,
"Nah Alex, sekarang kau boleh membantu Anna untuk 'memperlancar' ASI nya. Bibi dan ayah mertuamu akan menunggu di luar ya" ucap Donna sambil mengedip memberikan kode pada William.
William yang terlihat bingung hanya menurut dan mengikuti Donna untuk keluar dari ruangan Alex.
Anna masih terlihat bingung dan tidak mengerti, mengapa Donna dan ayahnya harus keluar?? pikirnya.
Seketika Alex pun turun dari ranjangnya dan melangkah mendekati Anna. Pria itu berdiri di depan istrinya dan menatapnya dengan intens. Sedangkan Anna menatap kearah suaminya dengan penasaran,
"Memangnya.. Bagaimana caranya kau bisa membantu mengeluarkan ASI nya??" tanya Anna polos.
Alex tersenyum penuh arti dan duduk disamping istrinya itu sambil menyentuh pipinya dengan lembut,
"Sayang.. Kau tau, mungkin pompaan dari mulut bayi tidak terlalu kuat untuk memancing ASI nya keluar.. Dan, bayi juga belum bisa memompa dengan benar" ucapnya pelan menjelaskan dengan tatapan yang intens.
"Kau.. Mengerti maksudku kan??" tanya Alex lagi.
Anna terdiam sejenak dan mencoba mencerna perkataan suaminya itu..
Seketika setelah ia paham, Anna pun langsung membelalakkan matanya dan sedikit mendorong dada Alex,
"Apa???? Jadi... Jadi kau yang akan...." ucap Anna terbata-bata.
Alex pun tersenyum dan mengangguk pelan,
"Iya sayang... Aku yang akan melakukannya dan memancing ASI nya keluar" ujar Alex lembut sambil merangkul pinggang Anna dengan intens.
Anna seketika bergidik mendengar ucapan Alex yang terdengar penuh gairah. Ya ampun... Sepertinya cara ini tidak akan aman, pikir Anna.
"Kau, tidak keberatan kan??" tanya Alex lembut.
Anna pun menghela nafasnya pasrah dan menatap suaminya sambil menggeleng pelan,
"Tidak... Jika itu memang bisa, maka lakukanlah" bisik Anna sambil balas menatap suaminya.
DEG!!
__ADS_1
Seketika Alex merasa sekujur tubuhnya bergetar dan merasa panas. Ia merasa Anna tengah menggodanya, walaupun sebenarnya istrinya itu tidak melakukannya.
Alex pun menghela nafasnya dan mulai meraih kancing baju Anna dengan perlahan,
"Baiklah... Aku akan melakukannya" ucap Alex menghilangkan kegugupannya.
Saat Alex hendak membuka kancing baju Anna, seketika Anna menahan tangan pria itu dan menatapnya,
"Hanya memancingnya saja ya!!" ucap Anna memperingati.
Alex pun menatap gadis itu gemas dan mengangguk,
"Iya sayang.." jawabnya.
SRET!!!
Alex pun membuka kancing baju istrinya dan melihat sesuatu di balik sana yang terlihat lebih berisi dari sebelumnya.
Seketika seluruh tubuhnya menegang dan panas..
Ia menatap wajah istrinya yang terlihat sedikit memerah sambil menatap kearahnya,
"Lakukan dengan perlahan.." bisik Anna yang takut merasa perih lagi karena miliknya sedikit lecet setelah bayinya mencoba menyusu tadi.
Alex menatap wajah manis istrinya sambil mengangguk,
"Aku akan melakukannya dengan lembut sayang.." balasnya intens.
GREP!!
pria itu pun mulai melakukan tugasnya untuk memancing ASI istrinya keluar..
Anna seketika merasa sekujur tubuhnya meremang saat Alex mulai mencoba memancing ASI nya keluar.
'Mengapa rasanya berbeda saat anaknya yang melakukannya tadi???' pikir Anna.
Disisi lain...
Donna dan William tengah menunggu di kursi tunggu yang berada di luar ruangan Alex.
Donna diam-diam tersenyum penuh arti sambil menggendong salah satu cucunya. William yang melihat hal itu seketika mengernyitkan keningnya melihat Donna,
"Kau ini.. Sebenarnya kau hanya ingin mempermainkan Alex dan Anna kan??' tanya William.
Donna pun seketika menatap William dan terkekeh pelan,
"Tidak.. Itu memang cara yang ampuh Will.. Dulu Jonas juga yang membantuku sampai ASI ku keluar" ucapnya acuh.
William yang mendengar hal itu hanya dapat menggeleng pelan dan tidak bisa berkata-kata. Ia dulu tidak pernah mengalami hal seperti ini jadi, ia sama sekali tidak mengerti..
Setelah cukup lama menunggu, Donna pun berdiri dari duduknya,
"Ya ampun.. Ini sudah terlalu lama!!" keluhnya.
"Pasti pria itu malah melakukan hal yang lain-lain!!!" gerutunya lagi.
William terlihat santai dan tersenyum mendengar keluhan Donna,
"Ya itu juga salahmu.. Kau memberikan kesempatan pada pria itu, jadi.. Ia mungkin tidak mau menyia-nyiakan kesempatan dan melakukan sesuka hatinya" ujarnya terkekeh.
Donna berdecak kesal dan menggeleng kuat,
"Dasar anak nakal!! Jangan sampai ia berpikir untuk memproduksi lagi anak ke tiga!!" kesalnya.
Donna pun mendekati pintu dan mengetuknya,
__ADS_1
Tok..
Tok..
"Alex!!! Apakah sudah selesai!!!!" teriaknya.
Tidak ada jawaban dari dalam..
Donna pun semakin kesal dan hendak kembali mengetuk pintunya.
Namun, seketika pintu pun terbuka dan memperlihatkan Alex yang menatap Bibi nya itu dengan santai,
"Mengapa lama sekali??" tanyanya kesal pada Alex.
Alex terlihat santai sambil membalikkan tubuhnya,
"Aku kan harus bekerja keras. Apa Bibi kira membuat ASI keluar itu mudah??" tanyanya datar.
Donna pun berdecak kesal dan masuk ke dalam,
"Alasan!!! bilang saja kau ketagihan!!" ujarnya ketus.
Alex tidak mengindahkan ucapan Donna dan kembali mendekati Anna yang sedang duduk di tepi ranjang,
"Bagaimana?? Apa sudah keluar???" tanyanya penasaran.
Anna terlihat berdehem sebentar dan mengangguk,
"Sudah Bi" jawabnya pelan.
Donna pun seketika tersenyum senang,
"Syukurlah!!! Kau memang hebat, Alex!!" ujarnya sambil menepuk bahu Alex dengan bangga.
Alex yang mendengar hal itu hanya tersenyum tipis sambil duduk kembali di samping Anna,
"Nah, sekarang kau bisa menyusui anakmu" ujar Donna sambil menyerahkan bayinya pada Anna.
Anna mengambil bayinya dan mulai menyusuinya. Gadis itu tersenyum lembut penuh haru saat anaknya mulai menyusu padanya.
Alex yang melihat hal itu pun juga tersenyum sambil mengusap punggung istrinya dengan lembut,
"Wah.. Dia kuat sekali menyusunya.. Syukurlah!! Minumlah yang banyak sayang agar kau cepat tumbuh besar" ucap Donna sambil mengusap lembut kepala bayinya.
Seketika pandangan Donna pun mengarah pada tanda merah yang berada di leher Anna.
Wanita paruh baya itu pun menggeleng pelan sambil melihat kearah Alex dengan senyum jahilnya,
"Ya ampun Anna.. Sepertinya kau harus makan banyak agar ASI mu melimpah. Karena... Kau tidak hanya menyusui dua bayi saja.." ucap Donna tiba-tiba yang membuat Anna dan Alex menatapnya dengan tidak mengerti.
"Maksud Bibi??" tanya Anna.
Donna pun tersenyum jahil sambil menatap Alex,
"Itu... Kau juga jangan lupakan dia, bayi besarmu!! Hahaha" sindir Donna sambil tertawa puas dan membuat Alex mendengus kesal kearahnya.
Bersambung..
Hallo jangan lupa dukung selalu cerita ini ya ☺️
Author minta banget dukungannya seperti vote, hadiah, apalagi like dan komentarnya.. Selalu bikin semangat 😁
Jangan lupa bantu dukung juga novel kedua author yang judulnya "Mysterious Man" Ya...
Please... 🥺🙏
__ADS_1
Terimakasih banyak ❤️🙏