Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Ungkapan


__ADS_3

Cahaya matahari masuk melalui celah jendela. Terlihat Anna masih tertidur di dalam selimutnya.


Tok.. Tok..


Terdengar suara ketukan dari luar pintu. Anna mengerjapkan matanya perlahan, suara ketukan di pintu itu mengganggu tidurnya.


Anna pun mulai membuka matanya dan bangkit dari tidurnya. Siapa yang sudah mengganggu tidurnya, pikir Anna sedikit kesal.


Anna melangkahkan kakinya dan berjalan kearah pintu.


Saat pintu terbuka, terlihat Harry berdiri depannya dan langsung membungkukkan badannya kearah Anna.


"Selamat siang Nona" ujar Harry.


Anna hanya menganggukkan kepalanya, masih dengan kesadaran yang belum sepenuhnya.


"Nona, Tuan Alex menyuruhku menyampaikan maaf pada Nona. Hari ini Tuan ada rapat dan pertemuan kembali dengan rekan bisnisnya. Mungkin Tuan akan pulang larut malam ini" ujar Harry menjelaskan.


Anna pun seketika merasa kantuknya mulai menghilang. Ada sedikit rasa kecewa di hatinya. Mengapa pria itu tidak berpamitan padanya? pikir Anna.


Seperti bisa membaca pikiran kekasih Tuan nya ini. Harry pun tersenyum pada Anna,


"Sebenarnya Tuan Alex sejak pagi sudah mencoba mengetuk kamar Nona. Tapi sepertinya Nona masih tertidur, jadi Tuan Alex tidak tega untuk membangunkan Nona kembali" ujar Harry.


Anna mengerjapkan matanya mendengar ucapan Harry,


"Memangnya sekarang jam berapa?" tanya Anna.


"Sekarang sudah pukul 12 siang, Nona" jawab Harry.


Anna membelalakkan matanya terkejut. Pantas saja pria itu sudah berangkat, ternyata sekarang sudah siang hari.


Ternyata dia sudah tertidur cukup lama. Mungkin karena kemarin malam mereka pulang terlalu larut.


"Baiklah, terimakasih" ujar Anna pelan.


Harry pun tersenyum sambil menganggukkan kepalanya,


"Kalau begitu aku permisi dulu. Jika Nona membutuhkan sesuatu Nona bisa langsung hubungiku" ujar Harry sambil memberikan selembar kertas berisi nomor telepon nya.


Anna pun mengambil kertas itu, dan kembali menutup pintunya saat Harry sudah berjalan pergi.


Sepertinya hari ini dia harus kembali berdiam diri di dalam kamar..


-


Alex terlihat banyak melamun saat sedang melakukan pertemuan dengan rekan bisnisnya. Hari ini dia tidak begitu bersemangat karena belum bertemu dengan Anna sejak pagi. Alex tau mungkin gadis itu kelelahan karena tadi malam mereka pulang kembali ke hotel cukup larut.


"What do you think Mr. Alex??" tanya salah satu rekan bisnisnya.


Seketika Alex tersadar dari lamunannya lalu menatap rekan bisnisnya yang sedang bertanya padanya.


"Yes... I agree!" ujar Alex menjawab.


Rekan bisnisnya hanya menganggukkan kepalanya sambil menatap heran pada Alex. Lalu kembali menjelaskan beberapa rincian tentang rencana bisnis mereka.


Alex memijit kepalanya pelan. Setidaknya telinganya masih bisa mendengar penjelasan yang di sampaikan oleh rekan kerjanya tadi.


Alex menghembuskan nafasnya pelan, dia berharap waktu segera cepat berlalu. Dia sangat ingin bertemu dengan Anna sekarang.

__ADS_1


Tiba-tiba sebuah ide muncul di kepalanya. Dengan perlahan dia mengirimkan pesan pada Harry, untuk mempersiapkan sesuatu yang akan dia berikan pada gadis itu nanti.


-


Langit sudah terlihat gelap. Hari ini berlalu dengan sangat membosankan, menurut Anna. Dia hanya menonton tv saja di kamar seharian ini. Entah kapan pria itu akan kembali, keluhnya.


Tok.. Tok...


Terdengar suara ketukan pintu. Apakah Alex telah kembali? pikir Anna senang.


Dengan cepat dia berjalan kearah pintu dan membukanya.


Namun seketika Anna terdiam saat Harry yang berada di depan pintu kamarnya.


"Harry, ada apa?" tanya Anna.


Harry membungkukkan badannya pada Anna sesaat sambil membawa sesuatu di tangannya.


"Nona, Tuan Alex menyuruhku memberikan gaun ini untuk Nona" ujar Harry.


Anna menatap bingung pada kotak yang berisi gaun itu.


"Gaun ini untuk apa?" tanya Anna.


"Silahkan Nona bersiap-siap dan pakai gaun ini. Setelah itu aku akan mengantarkan Nona ke suatu tempat" ujar Harry tersenyum.


Dengan ragu Anna pun mengambil kotak itu dan membawanya masuk ke dalam kamar. Anna membuka kotak itu dan melihat sebuah gaun hitam selutut yang sangat cantik. Dan ada juga kotak berisi sepatu hak dengan warna senada.


Anna bertanya dalam hatinya, untuk apa pria itu menyuruhnya memakai semua ini?? pikirnya.


Namun akhirnya Anna hanya menurut dan mulai bersiap-siap.


Terakhir, Anna pun memakai sepatu hak nya. Setelah selesai, Anna berjalan keluar kamar dan melihat Harry sudah menunggu di depan pintu kamarnya.


Mereka pun turun ke lantai bawah. Setelah berada di luar hotel Harry membukakan pintu mobil untuk Anna.


"Sebenarnya kita akan kemana?" tanya Anna sebelum masuk.


Harry hanya tersenyum mendengar pertanyaan Anna,


"Nanti Nona akan tau" jawabnya singkat.


Anna pun akhirnya pasrah dan masuk ke dalam mobil. Setelah beberapa menit perjalanan akhirnya mobil pun berhenti di sebuah taman yang terlihat sangat indah, di kelilingi bunga-bunga berwarna warni dan lampu yang berkelap-kelip mengelilingi taman itu.


Harry membukakan pintu dan mempersilahkan Anna untuk turun.


Anna mengarahkan pandangannya ke sekitar. Tempat apa ini? tanyanya dalam hati. Tempat ini sangat-sangat indah, mata Anna tidak pernah lepas menatap kagum pada setiap sudut taman itu.


"Nona, aku mengantar sampai sini saja. Tuan Alex sudah menunggu Nona disana" ujar Harry sambil menunjuk sebuah tempat yang berada di tengah taman.


Dengan perlahan Anna pun melangkahkan kakinya kearah tempat yang di tunjuk Harry tadi. Pandangannya tidak pernah lepas menatap kagum pada tempat itu.


Anna menghentikan langkahnya saat dia melihat Alex yang berdiri tidak jauh darinya sambil menatapnya dengan tersenyum. Pria itu terlihat sangat tampan dengan setelan jas berwarna senada dengan gaunnya dan rambut yang di tata rapi.


Pandangan Anna lalu terarah pada beberapa orang yang sedang mengalunkan melodi yang romantis di ujung sana. Untuk apa pria itu mempersiapkan ini semua? pikir Anna.


Perlahan Alex berjalan menghampiri Anna. Seketika jantung Anna berdegup kencang saat Alex mulai mendekat padanya.


Saat Alex sudah berada di hadapannya, matanya menatap kagum pada gadis di depannya itu.

__ADS_1


"Kau sangat cantik" ujar Alex dalam sambil menatap mata Anna.


Anna menundukkan pandangannya untuk menutupi kegugupannya mendengar perkataan pria itu.


Alex mengulurkan tangannya pada Anna,


"Maukah kau berdansa denganku?" tanya Alex lembut.


Anna menatap pada tangan Alex yang terulur padanya. Dengan gugup Anna pun menerima uluran tangan pria itu.


Alex pun tersenyum lalu menuntun Anna ketengah taman yang sudah dihias seperti sebuah bingkai besar oleh bunga-bunga dan disinari dengan lampu-lampu yang indah.


Perlahan tangan Alex merangkul tubuh Anna bersiap untuk berdansa. Anna terdiam sesaat lalu membuka mulutnya hendak berbicara sesuatu,


"Jangan katakan kau tidak bisa berdansa. Aku tau kau berbohong waktu itu padaku" ujar Alex berbisik.


Anna menatap Alex sesaat, darimana pria ini tau tentang hal itu? pikir Anna.


Alex pun menuntun Anna untuk berdansa diiringi lagu romantis yang dimainkan langsung oleh para pemusik di ujung taman.


Alex melangkahkan kakinya perlahan menuntun Anna untuk berdansa. Anna meletakkan tangannya di dada Alex. Mengikuti irama yang mengalun merdu. Tatapan Alex tidak pernah lepas dari gadis itu sedikitpun, membuat Anna gugup seketika.


"Kau tau, hari ini aku benar-benar tidak bersemangat saat bekerja karena tidak melihatmu sejak pagi" ujar Alex lembut.


"Aku sangat merindukanmu" bisiknya sambil mempererat dekapannya di pinggang Anna.


Pipi Anna merona seketika mendengar ucapan Alex. Sejujurnya gadis itu juga sangat merindukan pria di depannya ini, namun dia tidak berani untuk mengungkapkannya.


Alex memutar tubuh Anna mengikuti irama, lalu merangkulnya dari belakang. Gerakan mereka terlihat sangat lihai dan indah.


"Apa kau juga merindukanku??" bisik Alex di telinga Anna sambil terus menuntunnya berdansa.


Seketika jantung Anna berdebar mendengar pertanyaan pria itu. Namun, Anna memilih diam dan tidak menjawab pertanyaan Alex tadi.


Alex kembali memutar tubuh Anna lalu menarik tubuh gadis itu ke dalam dekapannya.


"Aku anggap kau juga merindukanku" ujar Alex tersenyum menggoda.


Irama musik mulai melambat, gerakan Anna dan Alex pun mulai terlihat santai. Mereka hanya saling berdekapan sambil mengayunkan kaki perlahan.


Alex menyentuh pipi Anna dengan lembut, sambil menatapnya dalam.


"Aku berharap bisa terus menatapmu sepanjang hari selama hidupku" bisiknya lembut.


Alex menuntun tangan Anna untuk menyentuh dadanya yang berdetak kencang.


"Aku benar-benar mencintaimu, Anna" ujarnya tulus menatap mata Anna dalam.


Lalu dengan perlahan Alex menempelkan keningnya pada kening Anna sambil menutup matanya. Menikmati kehangatan yang dia rasakan di dalam hatinya.


"Aku juga mencintaimu..." bisik Anna pelan.


Seketika Alex membuka matanya dan menatap wajah Anna tidak percaya.


Apakah tadi dia salah dengar?? Atau dia sedang berhalusinasi??? pikir Alex resah....


Bersambung...


Terimakasih untuk pembaca setia yang selalu mendukung cerita ini..

__ADS_1


Jangan lupa kasih like dan komennya ya 🙏❤️


__ADS_2