
Di sebuah ruangan serba putih yang tertutup, terlihat dua orang pria yang tengah saling menyerang satu sama lain.
Seorang pria tengah mengayunkan samurai tajamnya ke arah pria lain yang terlihat cukup kewalahan menghindari serangan pria di depannya.
Tangannya sudah mengeluarkan darah cukup banyak akibat menahan pedang samurai itu dengan tangan kosongnya.
PRANG!!!
Kali ini Alex menahan pedang Leonard dengan sebatang besi dari penahan meja yang telah hancur. Besi itu tidak terlalu kuat untuk menahan tajamnya pedang Leonard, tetapi setidaknya Alex bisa menjadikannya tameng saat pria itu menyerangnya,
"AARRGGHH!!!!! MATI KAU KEPARAT!!!!!" teriak Leonard sambil menekan kuat pedang itu.
Alex berusaha kuat menahan serangan Leonard walaupun pria itu tau besinya tidak cukup kuat untuk menahan serangan pria itu dan.. sebentar lagi besi di tangannya akan patah.
Tubuh Alex dan Leonard terlihat sama-sama sudah berkeringat. Mereka sejak tadi saling menyerang dan bertahan. Keduanya sama-sama kuat dan tak terkalahkan.
"AARRGGHH!!!!!" teriak Leonard kembali sambil menekan pedangnya.
PRANG!!!!
Besi yang berada di tangan Alex pun akhirnya terbelah, membuat pria itu dengan segera mengangkat kakinya untuk menyerang Leonard dan menghindari serangan pria itu.
BUGH!!!
Leonard terlihat oleng ke belakang akibat tendangan Alex di perutnya. Namun, pria itu lagi-lagi tidak menyerah dan kembali menyerang Alex,
"AARRGGHHH!!!! BAJINGAN!!!" teriak Leonard sambil kembali mengangkat pedangnya dan mengarahkannya kearah Alex.
SYUU!!
SRET!!!
JLEB!!!
Pedang Leonard meleset dan menancap di sebuah lemari di belakang tubuh Alex.
Alex yang melihat hal itu langsung mengambil kesempatan dengan menyerang Leonard dan memukul perut pria itu dengan kuat sampai terjatuh ke lantai,
"AARRGGHHH!!!!"
BUK!!!
Tubuh Leonard pun jatuh dan terlentang di atas lantai.
Dengan cepat Alex menghimpit tubuh pria itu dan menghajarnya dengan kuat,
BUGH!!!!
"AARRGGGHHHH!!!!" teriak Leonard.
Pria itu mencoba untuk melawan dan mendorong tubuh Alex menjauh.
Kedua pria itu saling bergulat dan menghajar satu sama lain.
Alex kembali membalikkan tubuh Leonard dan menekan pria itu di bawah tubuhnya.
Alex dengan nafasnya yang memburu menatap Leonard dengan tajam sambil mengepalkan tangannya kuat,
"Kau akan menyesali perbuatanmu!!!!!!!" geram Alex dengan matanya yang menyala penuh emosi.
Tangan Alex pun terangkat dan langsung menghajar wajah Leonard tanpa ampun,
BUGH!!!!
BUGH!!!!
"AARRGGHHH!!!!!" teriak Alex sambil terus memukul Leonard dengan membabi-buta.
BUGH!!!
BUGH!!!
BUGH!!!
__ADS_1
Setelah pukulannya yang bertubi-tubi, Alex yang sudah cukup kehabisan tenaga pun akhirnya berhenti memukul Leonard yang sudah terkapar tak berdaya dengan wajahnya yang sudah berlumur darah dan babak belur.
Tubuh Leonard terlihat sudah tidak bergerak. Alex dengan nafasnya yang memburu langsung terduduk di lantai dengan tubuhnya yang di banjiri keringat.
Pria itu mencoba mengatur kembali nafasnya yang memburu kencang.
Tangan Alex terlihat masih mengeluarkan darah dan terlihat lecet dan bengkak akibat pukulan kerasnya tadi pada Leonard.
Alex perlahan mencoba untuk berdiri dan kembali menatap tubuh Leonard. Ia menendang sedikit tubuh Leonard yang sudah tak bergerak.
Alex merasa sudah tidak punya tenaga lagi. Pria itu pun perlahan membalikkan tubuhnya sambil memegang sebuah meja untuk menahan tubuhnya.
Ia harus segera keluar dari tempat ini dan menemukan Anna..
Urusan Leonard akan Alex serahkan pada pihak yang bertanggung jawab.
Ia tidak tau apakah Leonard sudah mati atau belum. Yang jelas, Alex sekarang ingin menemui Anna dan memastikan bahwa istrinya itu baik-baik saja.
Alex berjalan kearah pintu sambil menggapai tembok untuk membantunya berjalan. Tubuhnya sudah sangat lemas dan kehabisan tenaga..
Saat langkah Alex hampir mendekati pintu, tiba-tiba tanpa Alex sadari.. Di belakang tubuhnya, terlihat Leonard yang tengah mencoba untuk bangkit dan berdiri dari posisinya.
Wajah pria itu terlihat sudah sangat babak belur dan berlumuran darah. Namun, Leonard masih berusaha untuk bangkit dan tidak akan membiarkan Alex lolos begitu saja.
Dengan tenaganya yang tersisa, Leonard pun berdiri sambil memegang perutnya yang sakit sambil menatap Alex dengan matanya yang penuh kebencian.
Tatapan pria itu pun mengarah pada samurainya yang masih menancap di lemari.
Dengan cepat Leonard pun menggapai samurainya dan menariknya kembali,
SRET!!!
Telinga tajam Alex seketika mendengar suara pedang itu langsung membalikkan tubuhnya ke belakang,
"MATI KAU KEPARAT!!!!!" teriak Leonard yang langsung berlari dengan susah payah ke depan Alex sambil mengacungkan pedangnya.
Alex yang sudah cukup lemah sedikit terkejut melihat gerakan Leonard,
SYUU!!!
SRET!!!
Dengan cepat Leonard mengarahkan pedangnya untuk menusuk perut Alex.
Alex mencoba untuk menghindar namun, tenaga pria itu telah benar-benar habis,
GREB!!!
Tangan Alex dengan cepat menahan kembali pedang tajam Leonard dengan tangan kosongnya.
Namun sayangnya, ujung pedang itu menancap sedikit di perut Alex dan membuat perut pria itu langsung mengeluarkan darah.
Leonard dengan wajah rusak dan berlumuran darahnya seketika tersenyum puas melihat pedangnya berhasil menusuk perut Alex walaupun tidak terlalu dalam.
"Jika aku mati.... Kau juga harus mati!!!!!!" geram Leonard tajam.
JLEB!!!
Leonard kembali menekan samurainya agar semakin dalam menembus perut Alex, Namun Alex masih berusaha menahan pedang itu dengan tangan kosongnya yang sudah terluka semakin parah.
Alex meringis pelan dan menatap Leonard dengan tajam. Pria itu menggenggam kuat pedang Leonard dan mendorongnya sekuat tenaga,
"AARRGGHHH!!!!" teriak Alex.
SRET!!!
BRUK!!!
Tubuh Leonard pun terdorong ke belakang dan terjatuh.
Dengan cepat Alex menarik pedang samurai yang menancap di perutnya dan memegangnya sambil menatap Leonard dengan tajam,
"Kau!!!!!" geram Alex marah.
__ADS_1
Leonard seketika merangkak mundur saat melihat Alex yang masih kuat untuk menyerangnya walaupun tangan dan perutnya sudah bersimbah darah.
"BAJINGAN!!!!!" teriak Alex sambil mengangkat pedangnya untuk menyerang Leonard.
Namun dengan cepat Leonard mendorong meja di sampingnya untuk menahan Alex.
BRUK!!
SRET!!!
Pedang itu meleset dan mengenai meja di depan Alex.
Alex terlihat semakin emosi dan kembali mencoba mengejar Leonard yang mulai bangkit dan hendak melarikan diri.
BRUK!!
BRUK!!!
Leonard melempar benda apa saja kearah Alex untuk menghalangi pria itu.
Ia pun berjalan tertatih kearah pintu darurat di dalam ruangan itu.
Alex masih menatap Leonard dengan tatapan membunuhnya sambil membawa pedang samurai milik Leonard di tangannya,
"KAU TIDAK AKAN BISA MEMBUNUHKU!!!!!" teriak Leonard.
"AKU YANG AKAN MENGHABISIMU KEPARAT!!!!" teriak Leonard.
Pria itu pun melempar botol kaca berisi alkohol kearah Alex. Namun dengan cekatan Alex mengindari botol itu.
Leonard pun mengambil kesempatan dan dengan segera menekan tombol darurat di pintu rahasianya untuk melarikan diri.
Alex mencoba mengejar Leonard namun pintu itu kembali tertutup dengan cepat.
'Sial!!! Dia melarikan diri!!!' geram Alex dalam hatinya.
BRUK!!!
Seketika tubuh Alex pun jatuh terduduk di atas lantai. Alex merasa tubuhnya semakin lemah dan tak bertenaga.
Pria itu menyentuh perutnya yang mengeluarkan banyak darah.
Jika seperti ini terus, ia bisa mati karena kehabisan darah..
Alex mencoba untuk berdiri lagi, namun pria itu kembali terjatuh dengan wajahnya yang perlahan memucat,
'Tidak!!! Kau tidak boleh mati disini Alex!!!' geram Alex dalam hatinya.
Anna...
Seketika Alex teringat kembali dengan istrinya..
Tidak!!
Dia harus bertahan untuk istrinya!! pikir Alex.
Alex pun mencoba kembali berdiri dengan tubuhnya yang berkeringat dingin,
'Anna..'
'Tunggu aku...' ujarnya dalam hati.
Bersambung..
Hallo, tolong di bantu like, komen, vote dan hadiahnya ya ☺️
Tapi buat yang udah baca jangan lupa tinggalin jejak ya, dan kasih hadiahnya buat author walaupun recehan 🥲
Oh iya, novel kedua author yang judulnya Mysterious Man sudah up ya ☺️
Yuk bantu di ramaikan 😁🙏
Terimakasih ❤️
__ADS_1