Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Ide Roy


__ADS_3

GLEK!!!


Pria itu pun dengan susah payah menelan ludahnya dan menatap Alex dengan takut. Tubuhnya tiba-tiba saja mematung dan berubah menjadi dingin..


'Gawat!! Matilah kau Roy!!!!!' pikirnya panik.


Dengan cepat Roy pun bangkit dari duduknya dan memasang senyum tiga jarinya pada Alex.


"Yooo!!! Alex my friend!! Kau sudah bangun ternyata haha" ujar Roy mencoba mencairkan suasana.


Pria itu menghampiri Alex dan memeluk tubuh sahabatnya itu yang terlihat sedang menahan kekesalannya.


GREP!!


"Yooo!!! Aku sudah menunggumu dari tadi.. Tetapi istrimu bilang kau masih tertidur haha.." lanjut Roy lagi sambil mengusap punggung Alex.


Alex masih mematung di posisinya dengan wajah yang masih terlihat datar dan tajam.


"Urusan kita belum selesai!" bisik Alex tajam pada Roy.


Seketika bulu kuduk Roy pun meremang mendengar bisikan tajam dari sahabatnya itu,


GLEK!!


Pria itu kembali menelan liurnya dengan susah payah sambil kembali memasang senyumannya,


"Haha... Aku hanya mencoba untuk menghibur istrimu teman.. Jangan dibawa serius" ujar Roy mencoba untuk menenangkan Alex.


Alex mendelik tajam pada Roy dan melepaskan pelukan pria itu dengan cukup keras,


"Minggir!!" ujarnya tajam.


Alex pun berjalan kearah istrinya,


"Selamat pagi sayang..." sapa Alex sambil tersenyum lembut pada Anna.


Anna menatap pada suaminya dan membalas senyuman Alex.


Seketika Roy pun diam-diam mencibir melihat perubahan wajah Alex yang 180 derajat langsung berubah menjadi lembut saat menyapa istrinya,


"Dasar pria kutub!!" ledek Roy pelan.


Alex yang dapat mendengar umpatan Roy pun seketika mendelik kearahnya dan langsung membuat nyali Roy kembali menciut,


"Haha aku tidak berbicara apapun" ujarnya berpura-pura bodoh.


Alex mengacuhkan Roy dan kembali menatap Anna sambil mencoba untuk mengusap pipinya. Namun belum sempat tangan Alex menyentuh pipi Anna seketika Anna pun menutup mulutnya dan merasa mual,


"Hoekk.."


Bibi Van yang berada di samping Anna pun menatap gadis itu dengan khawatir,


"Apa Nona mual lagi??" tanya Bibi Van.


Anna masih menutup mulutnya dan merasakan perutnya mulai terasa mual. Gadis itu pun berdiri dari duduknya dan berjalan cepat kearah wastafel.


Dengan cepat Alex dan Bibi Van pun mengikuti Anna dengan khawatir. Sedangkan Roy yang tidak mengerti dengan situasi itu hanya bisa menatap bingung sambil menyusul Alex dari belakang,


"Apa yang terjadi???" tanya Roy penasaran.


Alex tidak menjawab pertanyaan Roy dan terlihat panik bercampur frustasi melihat Anna yang sedang kembali muntah-muntah di dalam kamar mandi,

__ADS_1


'Sampai kapan harus seperti ini????' pikir Alex sedih.


Roy memperhatikan ekspresi wajah temannya itu dan terdiam seketika. Sepertinya Alex terlihat sangat stress, pikirnya.


Tapi, mengapa harus se stress itu?? Bukankah mual-mual pada wanita hamil itu wajar?? pikirnya lagi.


Setelah Anna keluar dari kamar mandi bersama Bibi Van, Alex pun seketika menatap Anna dengan cemas,


"Apa sudah lebih baik???" tanyanya.


Anna pun menatap Alex sambil mengangguk pelan,


"Aku akan ke kamar dan beristirahat" ujarnya pelan.


Alex menatap istrinya khawatir dan ingin menuntun Anna untuk kembali ke kamar. Namun dengan cepat Bibi Van menatap Alex dan tersenyum padanya,


"Tidak apa-apa Tuan, biar aku saja yang mengantar Nona ke kamar" ujarnya.


Alex pun terdiam sesaat dan akhirnya menghela nafasnya pasrah,


"Baiklah.." ujarnya pelan.


Setelah itu Bibi Van pun menuntun Anna menuju lantai dua. Alex menatap punggung istrinya dengan perasaan sedih. Kapan ini semua akan berakhir?? pikirnya sedih.


Roy menatap keadaan di depannya dalam diam. Pria itu memperhatikan raut wajah temannya yang terlihat sangat sedih dan frustasi.


Roy pun semakin yakin bahwa sepertinya ada sesuatu hal yang membuat Alex terlihat menyedihkan seperti ini,


"Kenapa... kau terlihat begitu sedih dan khawatir???" tanyanya tiba-tiba.


Alex menatap Roy sekilas dan masih terdiam sambil menghela nafasnya,


"Maksudku... Bukankah seorang wanita yang sedang hamil memang akan muntah-muntah seperti itu?? Tetapi, kenapa kau terlihat begitu tertekan??" tanya Roy serius.


"Kau benar.. Muntah dan mual itu hal yang wajar bagi perempuan yang sedang hamil. Tetapi...." ujarnya terhenti.


"Tetapi sialnya... Istriku sekarang selalu merasa mual dan muntah saat berada di dekatku" ujar Alex frustasi.


Roy seketika mengernyitkan keningnya tidak mengerti dengan ucapan Alex,


"Maksudmu???" tanya Roy.


Alex kembali terdiam dan menatap Roy dengan serius,


"Semenjak Anna hamil, dia tidak suka mencium aroma tubuhku. Dia akan tiba-tiba merasa mual dan langsung muntah saat berada di dekatku.." keluh Alex.


"Jangankan untuk memeluk atau menciumnya, menyentuhnya sedikit saja Anna pasti akan langsung menutup hidungnya.." lanjut Alex.


Roy pun seketika mengernyitkan keningnya tidak percaya,


"Separah itukah??" tanyanya.


Alex pun mengangguk pelan sambil mengacak rambutnya,


"Dan kau tau.. Yang paling parah adalah, aku harus tidur di atas sofa semalam karena Anna menolak untuk tidur berdua denganku" ujar Alex frustasi.


Seketika Roy pun menutup mulutnya sambil mencoba menahan tawanya. Bukannya tidak bersimpatik, tetapi Roy merasa sedikit lucu mendengar cerita Alex. Apalagi melihat wajah temannya yang biasa berekspresi angkuh dan dingin, tiba-tiba berubah menjadi melow dan tertekan seperti ini..


Sungguh sesuatu yang langka, pikir Roy.


Roy pun menghela nafasnya sambil menepuk pundak Alex dengan pelan,

__ADS_1


"Sabar kawan... Mungkin ini adalah sedikit cobaan untukmu. Sebenarnya hal seperti ini adalah hal yang wajar pada wanita hamil dan mungkin hanya akan berlangsung sebentar.." ujar Roy menenangkan.


"Aku memang belum mengalami hal sepertimu, tetapi aku pernah mendengar hal seperti yang kau alami ini. Dan kurasa, hal seperti ini memang wajar. Sudah.. Jangan terlalu dipikirkan.." lanjutnya.


Alex hanya terdiam mendengar ucapan Roy. Walaupun banyak yang mengatakan hal yang di alaminya ini memang hal yang wajar, tetapi tetap saja, menurut Alex ini adalah cobaan yang sangat berat.


Mereka terlihat terdiam sesaat dengan pikiran masing-masing. Lalu tiba-tiba seketika Roy pun mengangkat wajahnya sambil menjentikkan jarinya.


"Aha!! Sepertinya aku punya ide!!" ujarnya senang.


Alex menatap kearah Roy dengan wajah datarnya,


"Bagaimana.. Kalau kau ganti saja aroma tubuhmu... Maksudku, kau bisa memakai parfum atau pakaian yang berbeda" ujar Roy excited.


Alex seketika mengernyitkan keningnya mendengar ucapan Roy,


"Apa maksudmu?? Sudahlah... Jangan berikan aku ide-ide konyol darimu!" ujar Alex tajam.


Namun Roy dengan cepat menggeleng dengan yakin,


"Tidak Alex!! Ini bukanlah ide yang konyol.. Aku yakin ini akan bekerja dengan baik" lanjutnya.


Alex membuang wajahnya sambil menghela nafasnya dengan acuh,


"Aku tidak percaya dengan semua idemu.. Lagipula aku tidak pernah memakai parfum atau wewangian apapun" ujar Alex Acuh.


Namun Roy kembali menyentuh bahu Alex dengan yakin,


"Maka dari itu.. Kau harus mencoba memakai wewangian. Siapa tau istrimu akan suka dengan aroma tubuhmu yang baru dan berhenti merasa mual saat berada di dekatmu!!" ujar Roy excited.


Alex seketika terdiam sejenak dan memikirkan ucapan Roy. Sepertinya ide Roy tidak terlalu buruk, pikirnya. Lagipula Alex tidak ingin Anna selalu merasa mual saat berada di dekatnya.


Pria itu pun menatap kearah Roy dan terlihat berpikir lalu menghela nafasnya,


"Baiklah.. Cepat katakan ide apa yang kau punya!!" ujar Alex tidak sabaran.


Roy pun tersenyum penuh arti sambil menatap Alex dengan yakin,


"Kau.. Harus merubah penampilanmu dan juga merubah aroma tubuhmu. Dan... mungkin kau juga harus merubah sifat dan perilakumu..." ujarnya terputus.


Alex seketika mengernyitkan keningnya,


"Merubah penampilan???" tanyanya tidak mengerti.


Roy pun terdiam sejenak sambil tersenyum penuh arti dan mengangguk yakin,


"Benar... Misalnya... Kau... bisa merubah penampilanmu seperti... aku!!!" ujar Roy narsis.


Seketika Alex pun menatap tajam pada Roy,


"Apa kau bilang!!" ujarnya tajam.


Roy masih tersenyum dan menepuk bahu Alex dengan percaya diri,


"Benar kawan... Kau bisa merubah penampilanmu seperti aku.. Dan kurasa... Istrimu itu sedikit tertarik dengan pria sepertiku... Pria yang tampan, ramah dan humoris... Kau tidak lihat, tadi saja...." ujar Roy terputus saat tiba-tiba Alex mencengkram kuat kerah bajunya dan menatap pria itu dengan tatapan membunuhnya.


"Roy... APA KAU INGIN MATI!!!!!" teriak Alex murka.


Bersambung...


Halo, keep support this story ya,

__ADS_1


Jangan lupa kasih like, vote, hadiah dan komennya ☺️


Oh iya, kalau baca novel jangan sampai lalai ya, apalagi sampai melalaikan sholat 😁👍


__ADS_2