
"Lalu... Apa yang bisa ku lakukan untuk membantumu?? Kau harus cukup tidur agar badanmu kembali segar dan sehat" lanjutnya.
Alex pun terlihat berpikir dan sebuah seringai tipis muncul di bibirnya,
"Mungkin kau harus menemaniku tidur...." bisik Alex menggoda.
Anna pun membelalakkan matanya dan dengan refleks memukul tangan pria itu,
"Kau ini!!! Aku serius..." ujar Anna sedikit kesal.
Alex pun tersenyum kecil dan menggenggam tangan Anna yang memukulnya tadi, lalu mengecupnya dengan lembut.
CUP!!!
"Bukan tidur di atas satu ranjang. Tapi, aku akan tidur di atas sofa dan kau tidur di atas tempat tidur. Itu sudah cukup bagiku, asalkan kau berada di dekatku" ujar Alex serius.
Anna pun terlihat terdiam dan berpikir sejenak. Dia sedikit iba pada pria itu. Alex pasti benar-benar trauma dengan suasana di rumah ini. Mungkin dengan menemaninya, pria itu bisa istirahat dengan tenang dan cukup, pikir Anna.
"Baiklah... Aku akan menemanimu" ujar Anna akhirnya.
Alex pun tersenyum senang dan menyentuh pipi Anna dengan lembut,
"Terimakasih" ujarnya tulus.
Anna pun mengangguk kecil dan membalas senyuman Alex,
"Tapi... Mungkin akan lebih baik jika kau menemaniku dalam satu ranjang yang sama... sepertinya tidurku akan jauh lebih nyenyak" goda Alex lagi.
Seketika senyuman Anna pun hilang dan menatap sebal pada pria di depannya itu,
"Baiklah.. baiklah... aku hanya bercanda" ujar Alex tersenyum gemas.
"Kau akan ke kantor hari ini???" tanya Anna mengalihkan pembicaraan.
Alex menatap Anna dan mengangguk pelan,
"Iya, hari ini aku harus ke kantor. Semalam aku menyuruh Harry untuk lembur 24 jam, lalu dia menelponku tadi dan memohon-mohon padaku untuk izin tidak masuk hari ini karena sakit" ujarnya acuh.
Anna pun menatap Alex dengan tatapan tidak percayanya,
"Kau menyuruhnya lembur 24 jam????" tanya Anna tidak percaya.
Alex pun mengangguk dengan polosnya membuat Anna menghela nafasnya seketika,
"Kau ini keterlaluan... Pantas saja dia langsung jatuh sakit! Kenapa kau menyuruhnya lembur selama 24 jam?? Itu sangat keterlaluan Alex" kesal Anna.
Alex pun mengangkat bahunya dan masih bersikap acuh,
"Aku hanya sedang menghukumnya.. Dan itu adalah hukuman yang paling ringan yang pernah aku berikan" ujarnya santai.
Anna pun menggelengkan kepalanya dan menatap heran pada pria di depannya itu. Ringan katanya??? pikir Anna tidak habis pikir.
"Kenapa kau menghukumnya?? Memangnya kesalahan apa yang telah dia lakukan???" tanya Anna lagi penasaran.
Alex pun menatap Anna dan berdehem sejenak,
"Karena dia telah mengganggu kesenanganku saat aku sedang berciuman denganmu di ruang kerjaku kemarin" ujarnya.
__ADS_1
Anna pun ternganga dan menatap tidak percaya pada Alex. Jadi hanya karena hal sepele itu dia menghukum Harry??? pikirnya.
"Jadi.. hanya karena hal sepele itu????" tanya Anna tidak percaya.
Alex pun langsung mengangguk dengan mantap,
"Itu bukan hal yang sepele sayang... Setidaknya itu akan membuatnya menyesal dan dia tidak akan mengulangi lagi kesalahannya" ujarnya santai.
Anna pun hanya bisa menghela nafasnya melihat tingkah Alex yang sedikit kekanakan menurutnya. Lagipula memangnya Harry tau bahwa mereka sedang berciuman saat itu??? pikir Anna tidak mengerti.
"Apa kau akan ikut denganku ke kantor???" tanya Alex tiba-tiba.
Anna terlihat berpikir sejenak lalu menggeleng pelan,
"Bolehkah aku tinggal di rumah hari ini???" tanya Anna.
Alex terlihat berpikir, sebenarnya dia ingin kekasihnya itu ikut dengannya dan mereka bisa berduaan saja seharian ini di kantornya. Tapi, sepertinya gadis ini ingin tinggal di rumah hari ini.
"Baiklah" ujar Alex pasrah.
Anna pun tersenyum mendengar jawaban Alex,
"Baiklah kalau begitu, ayo kita turun dan sarapan" ajak Alex.
Pria itu pun menggandeng tangan Anna dan berjalan ke lantai bawah.
Setelah sampai di bawah, Anna dan Alex menghampiri meja makan yang sudah terisi dengan banyak sekali makanan lezat.
Terlihat Donna sedang sibuk menata makanan dan juga Jonas yang sudah duduk di kursinya.
Anna pun tersenyum dan membalas sapaan Jonas,
"Selamat pagi Paman" sapanya.
Alex pun menarik salah satu kursi untuk Anna dan dia pun mengambil posisi di samping kekasihnya itu.
"Ayo silahkan di makan" ujar Donna sambil menarik salah satu kursi di samping suaminya.
Anna mengarahkan pandangannya ke sekitar,
"Dimana Key??" tanya Anna.
Seketika Donna pun terlihat kikuk dan tersenyum canggung pada Anna,
"Dia sedang tidak enak badan" ujar Donna.
Anna pun mengangguk mengerti. Tatapan Donna pun beralih pada Alex yang terlihat bersikap acuh seperti biasanya.
Sebenarnya semalam Donna telah melihat apa yang di lakukan putrinya Key pada Alex. Malam itu dia belum tertidur dan melihat Key yang baru pulang. Saat itu dia ingin langsung menghampiri Key, namun dia tidak melihat ada Alex disana.
Saat Key tiba-tiba memeluk tubuh Alex, seketika Donna merasa sangat terkejut. Ucapan Key yang menyatakan perasaannya pada Alex pun membuat hatinya hancur berkeping-keping. Dia tidak menyangka jika putrinya itu menyukai kakak sepupunya sendiri.
Saat Donna ingin menghampiri dan menghentikan Key, Donna pun kembali terkejut saat Alex mendorong Key dengan kuat. Dia tidak dapat berkata apa-apa. Dan akhirnya Donna pun memutuskan untuk berpura-pura tidak tau.
Sebenarnya dia sangat merasa tidak enak pada Alex dan juga Anna. Semalam dia belum berkata apa-apa pada Key. Dia akan membiarkan putrinya itu memikirkan kembali tentang perbuatannya yang salah itu. Dan setelah itu Donna berharap Key akan berubah dan melupakan perasaannya pada Alex.
"Kau akan ke kantor hari ini???" tanya Jonas pada Alex yang membuat Donna sadar dari lamunannya.
__ADS_1
"Iya" jawab Alex singkat.
Donna pun menghela nafasnya dan mengarahkan pandangannya pada Alex dan juga Anna,
"Apakah Anna akan ikut lagi ke kantor???" tanya Donna.
Anna pun menatap Donna dan menggeleng pelan,
"Tidak, aku akan di rumah saja" ujar Anna.
Donna pun tersenyum senang mendengar ucapan Anna,
"Baguslah, kau bisa menemaniku hari ini" ujarnya senang.
Setelah mereka selesai sarapan, Alex pun bersiap-siap untuk berangkat, begitu juga dengan Jonas.
"Apa... Kau tidak ingin melihat kakekmu dulu??" tanya Donna ragu pada Alex.
Seketika Alex pun terdiam, Anna dengan lembut menyentuh tangan Alex dan tersenyum padanya sambil mengangguk pelan. Alex pun menghela nafasnya,
"Baiklah" ujar Alex singkat.
Donna yang mendengar jawaban Alex pun terlihat terkejut dan menatap pria itu tidak percaya. Sebuah senyuman pun terpampang jelas di wajahnya,
"Baiklah, temuilah kakekmu" ujarnya terharu.
Alex pun menggenggam tangan Anna dan hendak membawa gadis itu bersamanya. Namun Anna terlihat ragu dan sedikit takut, dia takut jika Peter tidak menyukainya.
"Tidak apa-apa, pergilah bersama" ujar Donna.
Anna pun menghela nafasnya dan dengan ragu melangkah bersama Alex menuju kamar Peter.
Seorang pelayan pun membukakan pintu kamar Peter untuk Anna dan Alex. Dengan perlahan mereka pun masuk sambil berpegangan tangan.
Terlihat Peter sedang bersandar di kasurnya dengan seorang pelayan yang baru saja selesai memberikannya obat. Pelayan itu pun menatap Anna dan Alex lalu mempersilahkan mereka untuk mendekat.
Peter terlihat masih terdiam lemas dengan tatapan kosongnya. Alex pun melangkah mendekatinya,
"Selamat pagi" ujar Alex dingin.
Peter pun mengarahkan pandangannya pada Alex dengan tatapan yang sulit di mengerti. Apakah cucunya itu baru saja menyapanya?? pikir Peter tidak percaya.
Bersambung..
Halo, support selalu cerita ini, jangan lupa kasih dukungan sebanyak-banyaknya untuk cerita ini..
Tolong kasih like, komen, vote, hadiah nya 🤗
Dan boleh bantu kasih bintang 5 nya ðŸ¤
Terimakasih..
Menurut kalian apakah Peter mulai luluh dan menerima takdir atau masih keras kepala seperti dulu??? 🤔
Boleh tulis di kolom komentar ya..
Adakah yang kangen sama Daniel??? ðŸ¤
__ADS_1