
Alex menahan kuat tangan pria itu dan hendak mengambil alih lenteranya. Namun, dengan cepat pria itu menendang Alex dan membuatnya tersungkur.
Pria itu menyeringai dan mengangkat lenteranya untuk di lemparkan kepada Alex,
"MATI KAU!!!!!" teriaknya.
Pria itu pun mengarahkan lenteranya pada wajah Alex dan hendak memukulnya dengan kuat. Namun dengan cepat tangan Alex terangkat dan menahan tangan pria itu,
"Aargghh!!! Bajingan sialan!!! Akan ku buat wajahmu rusak dan tak berbentuk!!!!!" geram pria itu di depan wajah Alex.
Alex masih menahan tangan pria itu dengan kuat sambil tergeletak di atas lantai. Pria itu menindih tubuh Alex dengan tangan yang masih menggenggam erat lentera dan mencoba untuk mengarahkannya ke wajah Alex.
Alex menggertakkan giginya kuat menahan tangan pria itu dengan. Mereka terlihat saling mengeluarkan tenaga mereka untuk mengalahkan satu sama lain.
Pria bertopeng itu menekan tangannya kuat dan lentera yang di pegangnya hampir mengenai wajah Alex,
"MATI SAJA KAU!!!" teriak pria itu dan mulai menambah tenaganya menekan lenteranya.
Namun Alex pun dengan sekuat tenaga menahan tangannya dan dengan cepat mendorong tubuhnya untuk bangun, sampai akhirnya lentera itu malah mengenai pria bertopeng tadi dan pecah,
"ARRGHHH" teriak mereka bersamaan.
PRANG!!
Pria bertopeng itu seketika berteriak saat lentera itu pecah mengenai topengnya, minyaknya pun bertumpahan di wajahnya.
Alex dengan cepat bangkit berdiri dan menatap pria itu dengan tajam,
"Bajingan!! Aku tidak ingin bermain-main denganmu!!!" geram Alex dengan nafas yang memburu.
Pria bertopeng itu mengacuhkan topengnya yang sudah berlumur minyak dan menatap kearah Alex.
Saat pria bertopeng itu hendak bangkit berdiri, dengan gerakan cepat Alex pun menindih pria itu dengan tangannya yang bersiap untuk membuka topeng pria itu,
"Keparat!!!!! Siapa kau sebenarnya!!!!" teriak Alex sambil berusaha membuka topeng itu.
Namun dengan cepat pria itu menahan tangan Alex agar tidak berhasil membuka topengnya. Jika hal itu terjadi maka dia akan ketahuan dan rencananya pun akan sia-sia.
"Aarrrgghh!!" rintih pria itu menahan tenaga Alex yang kuat.
"SIAPA KAU BRENGSEK!!!!" teriak Alex geram.
Mereka kembali saling adu tenaga. Alex berusaha keras membuka topeng itu dan pria itu berusaha keras menahan tangan Alex,
"Kau.. Kau... tidak akan berhasil!!" geram pria itu sambil menahan tangan Alex.
Lalu pria itu pun meraih kaca beling bekas lentera tadi di samping tubuhnya dan menancapkannya di leher Alex,
SRET!!!
"ARGHH!!" teriak Alex dan dengan refleks langsung melepaskan cengkramannya dari pria bertopeng itu.
Alex terduduk di lantai sambil memegang lehernya yang bersimbah darah. Pria itu menahan sakitnya dan mencabut pecahan kaca yang menancap di lehernya.
Pria bertopeng tadi langsung berdiri dengan nafas yang terengah dan menyeringai melihat Alex,
"Dasar idiot!!!" ledeknya pada Alex.
Lalu pria itu pun kembali meraih lentera lilin yang lain untuk di lemparkan kembali pada Alex,
"Aku akan sedikit berbaik hati padamu.." ujarnya mencemooh.
"Aku tidak akan menghabisi nyawamu.. Tapi..." ujarnya terputus.
"Tapi.. Aku hanya akan membuatmu sedikit cacat saja..." lanjutnya menyeringai.
"Bagaimana??? Apa aku cukup baik???" tanyanya lagi.
__ADS_1
Pria itu pun kembali mengangkat lenteranya untuk di lemparkan pada Alex. Namun tanpa disangka, Alex langsung berdiri dan mendorong pria itu ke tembok,
"AAARRGGHH!!!! teriak Alex.
BUK!!
Alex menahan tubuh pria itu ke tembok dengan kuat, membuat lentera yang di bawa pria itu terlempar mengenai tirai dan pecah.
BURR!!!
Seketika tirai yang sebelumnya terkena minyak pun langsung terbakar oleh lilin yang masih menyala di dalam lentera tadi.
Api berkobar dengan cepat membuat Alex dan pria bertopeng tadi langsung mengarahkan pandangannya pada tirai yang terbakar.
Seketika pria bertopeng tadi mengambil kesempatan saat Alex lengah dan langsung memukul perutnya,
BUGH!!!
Alex yang terkejut langsung terhuyung ke belakang sambil menyentuh perutnya,
"Bedebah!!!" geram pria bertopeng itu pada Alex.
Dia pun terus membabi buta menyerang Alex lagi. Alex dengan kondisi yang menahan sakit masih bisa menghalau serangan pria itu dan membalasnya.
BUGH!!
BUGH!!
Asap hitam mulai memenuhi ruangan. Api tadi seketika langsung menyebar dan berkobar dengan ganas. Kedua pria itu masih terus saling menyerang tanpa menghiraukan kepulan asap yang mulai sedikit menghalangi pandangan mereka.
"Bedebah sialan!!! Aku akan memusnahkanmu dari muka bumi ini!!!!" geram pria bertopeng itu.
BUGH!!
Seketika pria itu menendang Alex dan membuat tubuhnya terlepas dari cengkraman kuat Alex.
BRUK!!
"MATI KAU!!!" teriak pria bertopeng itu.
"Arrghhh!!" rintih Alex saat pria itu mencekik lehernya dan membuat luka dari pecahan kaca tadi semakin terbuka dan mengeluarkan banyak darah.
Alex menatap mata di balik topeng pria itu yang sedang menatapnya dengan tatapan membunuh. Alex sekuat tenaga menahan tangan pria bertopeng itu di lehernya.
Keduanya saling menahan dan bertahan. Api mulai menyebar hampir memenuhi lantai 2. Terdengar alarm kebakaran dari rumah itu mulai berdering dengan nyaring.
Cekikan pria itu semakin kuat pada leher Alex dan membuat wajah Alex semakin memerah. Pria itu tersenyum sinis pada Alex,
"Ucapkan selamat tinggal pada dunia yang fana ini!!!!!" geramnya lagi dan semakin kuat mencekik Alex.
Alex mulai kehabisan nafas..
Dengan tenaga yang tersisa, Alex pun mengangkat kakinya dan menendang perut pria di depannya.
BUGH!!
"Uhukk.. uhukk..."
Cekikan itu pun terlepas dan Alex langsung terjatuh ke lantai dengan nafas yang memburu.
Pria bertopeng itu terjatuh ke belakang, namun dengan segera kembali berdiri dan hendak menyerang Alex.
Alex yang masih lemah pun tidak sempat menghalau pria itu. Dengan cepat pria bertopeng itu menarik kerah baju Alex dan membawanya berdiri,
"KEPARAT!!! MATI KAU!!!" teriaknya sambil berusaha mendorong tubuh Alex kearah kobaran api di belakangnya.
Alex mencoba menahan tubuhnya agar tidak terdorong oleh pria itu. Mereka kembali bergulat dan bertahan satu sama lain.
__ADS_1
"MATI KAU!!" teriak pria bertopeng itu lagi sambil mendorong tubuh Alex.
Alex pun refleks mengangkat sebelah tangannya dan mencoba membuka topeng pria itu.
SRET!!
Saat topeng pria itu hampir terbuka, secara reflek pria bertopeng tadi melepaskan tangannya dari Alex dan menahan topengnya agar tak terbuka. Namun hal itu membuat tubuh pria bertopeng itu oleng dan tubuhnya pun terjatuh ke dekat api yang berkobar.
BRUK!!
SYUR!!
Tiba-tiba api menyambar kearah wajah pria itu yang sebelumnya terkena tumpahan minyak dari lentera.
"AAAARRRGGGHHHHH" teriaknya sambil mencoba bangkit dan mematikan api yang membakar wajahnya.
Alex terlihat sedikit terkejut, namun pria itu hanya menatap pria tadi dengan tatapan datarnya.
Alex pun bangkit berdiri dan menatap tajam pria bertopeng tadi. Api pun mulai menyebar membakar tubuh pria bertopeng itu.
BRAK!!
Tiba-tiba suara ledakan terdengar dan membuat api semakin besar dan menjalar ke seluruh rumah. Alex menutup hidungnya dari asap yang mengepul tebal.
Dengan cepat Alex pun meninggalkan tempat itu sebelum semua rumah terkepung api.
"ARRGHH!!!!"
Teriakan masih terdengar dari pria bertopeng itu. Dia terlihat sedang berguling-guling di atas lantai dengan api yang menyambar tubuhnya.
WIU!! WIU!!
Suara sirine pemadam kebakaran pun terdengar. Alex telah berhasil turun ke lantai bawah. Tubuhnya terlihat sangat kotor akibat kepulan asap. Dan kemeja putihnya telah berlumuran darah.
"Uhukk... Uhukk..."
Alex mulai terbatuk-batuk dan pandangannya pun mengabur.
Dari kejauhan dia dapat melihat tubuh Morgan yang masih tergeletak. Api mulai mengarah kearah kaki Morgan. Entah pria itu masih hidup atau tidak. Alex mencoba mendekatinya dan menyelamatkan tubuh pria paruh baya itu.
Namun sebelum dia berhasil melangkah, tiba-tiba Alex semakin sesak nafas dan pandangannya semakin kabur.
BRUK!!
Tubuh Alex pun terjatuh ke lantai. Pria itu mengerjapkan matanya dan sedetik kemudian Alex pun tak sadarkan diri...
Bersambung...
Halo, dukung selalu cerita ini ya, jangan lupa kasih like, vote, komen dan hadiahnya ☺️
Banyakin komentarnya ya dan jempolnya juga 😁🙏
Oh iya, author juga mau minta dukungan buat novel kedua author ya, yg judulnya 'Mysterious Man' 🙏
Terimakasih..
__ADS_1
Dan jangan lupa pesan author, kalau baca novel jangan sampai lupa waktu ya..
Apalagi ibadahnya sampai terlewat 😁