Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Save Lives


__ADS_3

Di sebuah koridor rumah sakit yang terlihat sepi, terlihat Donna, Jonas dan Key tengah berjalan cepat menuju sebuah ruangan.


Donna terlihat menutup mulutnya sambil menahan tangisannya, sedangkan Jonas dengan setia merangkul istrinya dan mencoba menenangkannya.


Roy, Bibi Van dan Harry yang tengah duduk di kursi seketika berdiri saat melihat kedatangan Donna, Jonas dan Key.


"Dimana Alex dan Anna??? Bagaimana keadaan mereka??? Apa yang sebenarnya terjadi hiks..????" tanya Donna bertubi-tubi sambil terisak.


Roy terlihat menunduk sejenak dan menatap Donna dengan sedih. Bibi Van berdiri dan mencoba menenangkan Donna sambil mengusap pundaknya.


Roy sebelumnya telah menghubungi Donna dan mengabari wanita itu tentang kondisi Alex dan Anna.


Donna yang mendengar kabar itu seketika terjatuh dengan lemas dan tidak dapat berkata apa-apa dan hanya menangis histeris. Wanita paruh baya itu langsung menyuruh Jonas untuk mengantarkannya ke rumah sakit.


Donna juga tidak memberitahukan kabar ini pada Peter karena saat ini kondisi Peter juga sedang tidak sehat. Ia tidak ingin membuat ayahnya itu syok mendengar kabar tentang Alex dan Anna.


Roy menghapus air matanya dan mulai menjelaskan semuanya pada Donna dan Jonas tentang sebenarnya apa yang terjadi secara rinci.


Donna seketika menyandarkan kepalanya di bahu Jonas dengan lemas. Ia tidak bisa berpikir dengan jernih. Pikirannya sekarang tidak tenang dan hatinya terasa sangat hancur mendengar kejadian yang menimpa Alex dan juga Anna.


Wanita itu menangis dengan histeris di pangkuan Jonas.


Bibi Van juga telah memberitahu Roy dan Donna tentang kondisi Anna. Hati Donna sekarang benar-benar hancur. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana kondisi cucunya sekarang.


Mereka harus di keluarkan dalam kondisi usia kandungan yang belum matang. Donna juga terkejut bukan main saat Bibi Van mengabari bahwa calon cucunya itu tidak hanya satu, tetapi dua..


Ada rasa senang dan sedih di dalam hatinya. Ia merasa senang karena cucunya itu kembar..


Tetapi, dia juga sangat sedih karena keadaan cucunya dalam kondisi yang lemah dan terpaksa harus di keluarkan dengan bobot tubuh yang belum ideal.


"Ya Tuhan!!!! Selamatkanlah Alex, Anna dan cucu-cucuku..." ungkapnya terisak.


Seorang dokter pun keluar dari dalam ruangan dan menghampiri mereka.


Dengan cepat Donna dan yang lainnya pun berdiri dan menghampiri dokter itu,


"Apakah keluarga pasien sudah bersedia untuk melakukan pendonoran darah??" tanya dokter itu.


Donna seketika maju dan mengangguk cepat sambil menyeka air matanya,


"Aku bersedia dokter!! Tolong lakukan apapun untuk menyelamatkan keponakanku!!" ujarnya memohon.


Dokter pun mengangguk pada Donna,


"Baiklah.. Silahkan Nyonya ikuti saya" ujar dokter itu dan membawa Donna ke ruangan untuk melakukan pengambilan darah.



Disebuah ruangan serba putih, terlihat seorang dokter dan para perawat tengah melakukan operasi dengan serius.



Mereka tengah melakukan operasi sesar untuk mengeluarkan bayi yang ada di dalam perut Anna.



Bunyi detak jantung Anna di monitor terdengar cukup lemah. Dokter dan para perawat dengan cekatan mulai membedah perut Anna dengan hati-hati.



Setelah beberapa lama, akhirnya dokter pun berhasil mengeluarkan satu bayi di dalam perut Anna.



Namun, bayi yang keluar itu tidak menangis sama sekali. Dokter mencoba untuk menepuk pelan bayi itu, tapi.. tetap saja bayi itu tidak menangis.



Bayi kedua pun di keluarkan, dan kondisinya sama seperti bayi yang satunya. Mereka tidak menangis setelah di keluarkan dari dalam perut dan tidak bergerak.



Ukuran kedua bayi itu pun cukup kecil dari ukuran bayi normal,



"Bayi pertama berjenis kelamin laki-laki, dan bayi kedua berjenis kelamin perempuan" ucap perawat itu melapor.

__ADS_1



Dokter dengan cepat melakukan tindakan pada kedua bayi yang masih belum menangis itu.



Dokter terlihat cukup panik dan mencoba melakukan berbagai cara untuk membuat kedua bayi itu menangis. Ia pun memeriksa kedua jantung bayi itu yang berdetak sangat lemah.



"Berikan aku oksigen!!" ucap dokter itu sambil berusaha membuat kedua bayi itu sadar.



Perawat yang lain tengah membersihkan perut Anna dan menjahitnya kembali. Namun, seketika detak jantung Anna semakin melemah di monitor.



"Detak jantung pasien semakin melemah dokter!!!" ucap perawat itu panik sambil berusaha melakukan tindakan..



Sedangkan disisi lain..


Setelah Donna mendonorkan darahnya. Dokter pun mulai melakukan tindakan operasi untuk menyelamatkan Alex.


Di luar ruangan, Roy, Bibi Van, Harry, Donna, Jonas dan Key masih duduk di kursi mereka sambil berdoa tanpa henti. Mereka berdoa untuk keselamatan Alex, Anna dan juga anak mereka.


Donna menangis dalam diam dan terus memanjatkan doa tanpa henti.


Setelah mendonorkan darahnya tadi, Donna langsung menghubungi William dan menceritakan semuanya pada pria itu dengan rinci.


William terdengar sangat syok dan sedih. Ia pun langsung terbang dari Jepang saat itu juga menuju rumah sakit dimana Alex dan Anna sedang di rawat.




Dokter di dalam ruangan operasi Anna masih berusaha membuat dua bayi itu menangis dan bergerak.




Namun sayang, kedua bayi itu masih terlihat menutup matanya dan tak menangis. Kondisi Anna pun sama, setelah perawat selesai menjahit perutnya, detak jantung Anna semakin melemah.



Dokter terlihat mengelap keringatnya dan terlihat mulai putus asa. Ia kembali mendengar detak jantung kedua bayi itu.



Seketika dokter pun menghela nafasnya dan menggeleng pelan,



"Detak jantung bayinya sudah tidak terdengar" ucap dokter itu pelan.



Seketika perawat pun kembali berusaha membuat kedua bayi itu bernafas kembali tanpa menyerah.



Kulit kedua bayi itu sudah semakin memucat..



Dokter pun seketika terdiam sejenak dan menatap kearah Anna. Ia pun membawa satu bayi kearah Anna,



"Cepat bawa satu bayinya lagi kemari!!" ucap dokter itu pada perawat.



Seketika perawat pun dengan cepat membawa bayi satunya kearah Anna,

__ADS_1



"Letakan kedua bayi ini di dada ibunya!!" perintah dokter itu.



"Sekarang yang bisa kita lakukan hanya menunggu keajaiban.." lanjut dokter itu penuh harap.



Tidak ada pergerakan apa-apa dari kedua bayi itu di dalam pelukan Anna. Begitu juga dengan Anna yang detak jantungnya semakin melemah di monitor.



Dokter dan perawat menutup matanya dan berdoa penuh harap..



Namun setelah beberapa menit, tidak ada perubahan dan kedua bayi itu masih tidak bergerak.



Dokter pun menunduk dan membuka maskernya dengan pelan,



"Tidak ada kemajuan.. Kedua bayi tidak bisa di selamatkan" ucapnya sedih.



Para perawat pun terdiam dengan sedih dan hendak kembali mengambil kedua bayi itu dari pangkuan Anna.



Namun..



Saat perawat hendak mengambil kedua bayi itu, seketika kedua bayi mulai menggeliat pelan dan menangis,



"oweekkkk!!!"



"oweeekkkk!!!"



Para perawat itu membelalakkan matanya dan kembali memeriksa kedua bayi itu,



"Dokter!!!!!! Mereka menangis!!!!" ucap perawat itu tidak percaya.



Bersambung..



Hallo, jangan lupa kasih komen, like, vote dan hadiahnya ya ☺️


Itu sangat-sangat berarti bagi author receh ini 🥲


Setidaknya kasih jejak juga di kolom komentarnya 😁



Author juga mau ngucapin terimakasih buat readers yang masih setia nungguin cerita ini, walaupun up nya agak lama hehe..


Terimakasih ya ❤️🙏



Oh iya, author juga minta dukungannya ya buat novel kedua author yang judulnya 'Mysterious Man' ☺️🙏

__ADS_1


__ADS_2