Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Trap


__ADS_3

Anna berjalan sedikit gugup menuruni tangga. Dia menatap Alex yang sedang duduk di atas sofa dan menatapnya dengan tatapan tajam. Anna sudah menebaknya, gaun ini sepertinya terlalu berlebihan untuknya. Pria itu sepertinya tidak menyukainya.


Alex memalingkan wajahnya saat Anna sudah berada di depannya.


"Tuan Alex, Nona Anna sudah siap" ujar wanita yang menuntun Anna.


Alex berdiri dari duduknya dan menatap Anna dengan acuh. Pandangannya tidak sengaja mengarah pada belahan dada Anna yang sedikit terlihat.


Seketika Alex menggertakan giginya kuat. Sesuatu dalam tubuhnya tiba-tiba terasa panas.


"Siapa yang memilihkan gaun ini untuknya!!" ujar Alex tajam.


Wanita perias itu seketika merasa takut. Apakah Tuan Alex tidak menyukai penampilan Nona Anna? Padahal menurutnya gaun itu sangat cocok untuk Anna. Bahkan Anna terlihat sangat cantik dan sempurna dengan gaun ini.


Anna menatap Alex seketika. Sudah ia duga, pria ini pasti tidak akan menyukai penampilannya.


"Ma.. Maaf Tuan, menurut kami gaun ini sangat cocok untuk Nona Anna. Kami juga meminta maaf karena gaun sebelumnya ada sedikit kecacatan di bagian rok bawahnya" ujar wanita itu menunduk ketakutan.


Alex menghembuskan nafasnya kasar. Tiba-tiba tubuhnya terasa panas. Perasaan ini sungguh menjengkelkan menurutnya.


"Lupakan!! Ayo kita berangkat!" ujar Alex melangkah pergi terlebih dulu.


Anna menyentuh bahu wanita perias itu dan tersenyum menghibur.


"Tidak apa-apa. Aku suka gaun ini.. Jangan pedulikan pria itu" ujar Anna menghiburnya.


Wanita itu menatap Anna lalu membalas tersenyum,


"Terimakasih Nona" balasnya.


"Aku pergi dulu" ujar Anna lalu melangkah menyusul Alex.


Anna masuk ke dalam mobil menyusul Alex yang sudah duduk di depan kemudinya. Alex menyalakan mobilnya lalu melaju keluar dari halaman rumah.


Sepanjang perjalan seperti biasa, hanya ada suara bising dari kendaraan di luar yang terdengar.


Anna hanya menatap ke luar jendela selama perjalanan. Sepertinya mood pria ini sedang tidak baik semenjak dia melihat gaun yang di pakai Anna.


Memangnya seburuk itu? tanya Anna dalam hatinya.


Setelah beberapa lama, mobil yang Alex kendarai masuk ke sebuah hotel bintang 5 yang terlihat mewah dan megah. Anna menatap ke sekitar, banyak kendaraan-kendaraan mewah lain yang masuk ke dalam hotel.


Alex memberhentikan mobilnya di depan pintu masuk hotel.


"Jangan berbuat hal konyol lagi kali ini!! Dan jangan coba-coba menjauh dari jangkauanku!!" ujar Alex tajam pada Anna lalu membuka pintu mobilnya dan keluar.


Anna hanya diam mendengar perkataan Alex. Dia berharap malam ini akan segera berlalu.


Alex membukakan pintu untuk Anna, lalu mengulurkan tangannya pada Anna.


Anna menggenggam tangan Alex dan melangkah keluar.


Alex memberikan kunci mobilnya pada petugas yang berjaga. Lalu berjalan berdampingan dengan Anna.


Orang-orang yang berpapasan dengan mereka menatap takjub pada keduanya. Mereka terlihat sangat serasi saat berjalan bersama.


Anna berjalan dengan gugup, melihat banyak sekali mata yang memandangnya membuat Anna merasa tidak nyaman. Namun Anna mencoba mengacuhkan perasaan itu dan terus berjalan.


Alex memberikan kartu undangan yang mempunyai kode khusus pada petugas yang berjaga. Setelah petugas mengeceknya mereka di izinkan masuk.


Saat pintu terbuka terlihat banyak tamu yang sudah hadir di dalam pesta. Dekorasi yang sangat mewah membuat Anna takjub melihatnya. Pesta pertunangan ini terlihat seperti pesta pernikahan di mata Anna.


Seorang pria menghampiri Alex dan menyapanya.


"Hai Alex, Sudah lama tidak bertemu. Bagaimana kabarmu?" ujar pria itu.


"Aku baik Derren. Bagaimana kabarmu?" balas Alex.


"I'm good too" ujarnya sambil menepuk pundak Alex.

__ADS_1


Pandangan pria itu mengarah pada Anna yang berada di samping Alex.


"Wow.. Apakah ini gadis cantik yang sudah menaklukan es di hatimu? Perkenalkan namaku Derren, senang bertemu denganmu" ujarnya pada Alex dengan nada bercanda sambil mengulurkan tangannya pada Anna.


Anna tersenyum kikuk lalu menyambut tangan pria itu.


"Aku Anna, senang bertemu denganmu" balas Anna.


Derren mendekati Alex dan membisikkan sesuatu padanya.


"Dimana kau bertemu dengannya? Wow dia benar-benar cantik, aku suka!" ujar Derren.


Seketika ekspresi wajah Alex mengeras dan menatap Derren dengan tajam. Derren yang sadar dengan wajah Alex yang berubah langsung tertawa kikuk.


"Ya ampun Alex.. Aku hanya bercanda!!" ujarnya.


"Baiklah, nikmatilah pestanya" sambungnya lalu berlalu pergi.


Alex dengan cepat menuntun Anna kearah kursi yang sudah disediakan untuk para tamu undangan. Pesta pertunangannya sudah akan di mulai. Anna menatap Alex sekilas yang duduk di sampingnya. Sepertinya mood pria ini sekarang benar-benar buruk, pikir Anna.


Dari kejauhan seorang pria memperhatikan Alex dan Anna sejak tiba tadi. Pandangannya terarah pada Anna.


Seringai licik muncul di bibirnya..


Pesta pertunangan pun di mulai. Setelah penyambutan, sepasang kekasih itu sudah berdiri di atas panggung yang di sulap seperti taman bunga yang indah. Mereka saling bertukar cincin lalu setelahnya saling berciuman.


Mereka pasangan yang serasi menurut Anna. Terlihat saling mencintai dan bahagia pada malam ini.


Setelah selesai acara inti. Para tamu pun mulai menyelamati pasangan itu.


"Selamat atas pertunangan kalian" ujar Alex pada pasangan itu.


"Hai Alex, Terimakasih. Ku harap kau juga segera menyusul haha" candanya pada Alex.


Anna berpura-pura tersenyum mendengar perkataan pria itu.


Alex melihat kearah Roy dari kejauhan yang sedang berbincang dengan Mr. Felix rekan kerjanya juga.


"Kau tunggu disini!! Jangan melangkah dari sini sedikit pun!!" ujar Alex tajam pada Anna.


Alex melangkah pergi meninggalkan Anna.


Anna menghembuskan nafasnya lelah. Dia sudah sangat bosan berada disini. Dia ingin segera pulang dan tidur.


Seorang pria tidak sengaja menabrakkan bahunya pada Anna. Seketika Anna hampir terjatuh dibuatnya. Namun dengan cepat pria itu menahan tubuh Anna.


"Maaf, Kau tidak apa-apa?" ujarnya cemas.


Anna yang kaget sontak langsung menegakkan tubuhnya dan melepaskan tangan pria itu di pinggangnya.


"A.. Aku tidak apa-apa" ujar Anna.


Anna menatap pria asing yang ada di depannya. Pria itu terlihat cemas menatap Anna.


"Maaf, aku berjalan tanpa melihat-lihat. Hampir saja aku melukaimu, kau yakin baik-baik saja?" tanyanya lagi memastikan.


"Iya, aku tidak apa-apa" ujar Anna.


"Syukurlah" ucapnya.


Pria itu menatap Anna dengan kagum. Gadis ini jauh lebih cantik jika di lihat dari dekat, pikirnya. Pria itu menatap Anna intens dari atas sampai bawah. Bagaimana si brengsek Alex itu bisa mendapatkan wanita secantik ini, pikirnya.


Anna merasa risih dengan tatapan pria itu. Dia menatap Alex dari jauh yang masih sibuk berbincang dengan rekannya. Dia berharap Alex akan segera datang dan menjauhkannya dari pria ini.


"Baiklah.. A.. Aku permisi dulu" ujar Anna gugup mencoba menghindari pria ini.


"Tunggu!" ujar pria itu menahan tangan Anna.


Anna menatap tangan pria itu yang menggenggamnya. Lalu dengan cepat Anna melepaskan tangannya.

__ADS_1


"Maaf, aku sudah lancang" ujar pria itu pada Anna.


"Oh iya perkenalkan namaku Louis Fellen. Senang bertemu denganmu" ujarnya sambil mengulurkan tangannya pada Anna.


Anna menatap tangan pria itu dengan ragu.


"Namaku Anna" jawab Anna singkat tanpa menyambut uluran tangan pria itu.


Pria itu tersenyum sinis dan mengangkat tangannya kembali.


"Baiklah, semoga kelak kita bisa bertemu lagi" ujarnya tersenyum penuh arti lalu pergi meninggalkan Anna.


Anna menghembuskan nafasnya sedikit lega saat pria itu sudah pergi. Anna mengarahkan pandangannya ke sekitar untuk mencari Alex. Namun Alex sudah tidak ada di tempatnya tadi.


Kemana pria itu? pikir Anna sedikit takut.


Anna melangkahkan kaki nya mencari keberadaan Alex, namun tak kunjung menemukannya. Terlalu banyak orang disini dia kesulitan mencarinya.


Anna kembali berdiri pada tempatnya tadi saat Alex menyuruhnya untuk menunggu. Namun Alex belum juga kembali.


Seorang pelayan menghampiri Anna dan menawarkan berbagai minuman yang dia bawa di atas nampan.


"Nona silahkan diminum" ujarnya.


Anna melihat ragu minuman itu. Dia takut salah meminum lagi seperti waktu itu. Walaupun dia merasa haus karena berjalan dari tadi mencari keberadaan Alex.


"Jika Nona tidak ingin wine, aku juga membawa jus disini" ujar pelayan itu menunjuk salah satu gelas.


Dengan ragu Anna mengambil jus itu.


Setidaknya ini bukan wine, ujarnya dalam hati.


Lagipula dia sangat haus saat ini.


Anna meneguk jus nya sedikit demi sedikit. Seketika haus nya pun menghilang.


Anna kembali mengarahkan pandangannya untuk mencari keberadaan Alex. Tiba-tiba sorang pelayan menghampiri Anna.


"Nona, ada pesan dari Tuan Alex. Dia menyuruh Nona menunggunya di lobi lantai 2" ujarnya pada Anna.


"Oh, terimakasih" ujar Anna.


Anna dengan cepat mencari jalan menuju lantai 2. Mengapa pria itu menyuruhnya ke atas? pikir Anna.


Mungkin saja Alex sedang membicarakan sesuatu yang penting bersama rekannya tadi dan menyuruh Anna menunggu disana, pikirnya.


Saat sudah sampai di lantai 2 Anna mengarahkan pandangannya mencari Alex. Disini sangat sepi, dimana pria itu? ujarnya dalam hati.


Anna mengelap keringat di wajahnya. Kenapa tiba-tiba dia merasa sangat panas. Apakah disini tidak ada AC? pikirnya.


Semakin jauh Anna melangkah, semakin Anna merasa tubuhnya semakin panas.


Anna menyandarkan tubuhnya di tembok. Keringat membasahi seluruh tubuhnya. Kenapa ini sangat panas? gusar Anna.


Anna pun terduduk di atas lantai.


Tiba-tiba seseorang menghampiri Anna dan berdiri di depannya dengan seringai di wajahnya.


"Hai cantik.. Butuh bantuan ku?" ujarnya.


Bersambung..


Halo, dukung terus cerita ini ya dengan komen dan like nya ☺️ Jangan lupa di share juga, promo in hehe..


Sedikit down nih, karna kok sekarang makin dikit yang mampir ya 😔 Jadi agak males untuk nyambung cerita..


Semoga aja makin banyak yang dukung ya, biar semangat lagi!!


Dan untuk yang masih setia baca cerita ini, terimakasih banyak ❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2