Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Meyakinkan


__ADS_3

"Hallo Harry, ada apa???" tanya Alex.


Harry terdiam sejenak dan terdengar sedikit gugup,


("Tu... Tuan, ada sedikit masalah di perusahaan.....") ujar Harry panik.


("Sepertinya Tuan harus kembali secepatnya....") lanjutnya.


Alex mendengus kesal dan menatap pada Anna yang sedang memperhatikannya,


"Masalah apa??? Tidak bisakah kau selesaikan sendiri???" tanya Alex sedikit kesal.


Sekertaris nya itu telah mengganggunya di waktu yang tidak tepat,


("Ti... Tidak bisa Tuan, ini terlalu rumit. Tiba-tiba saja para investor mengundurkan diri dan ingin menarik saham mereka dari perusahaan ini. Bahkan beberapa ada yang melaporkan kita dengan tuduhan penggelapan uang") ujar Harry panik.


Alex seketika memicingkan matanya dan memijat keningnya pelan,


"Bagaimana itu bisa terjadi??? Sial!!!!! Baiklah, aku akan mengurus semua secepatnya" ujar Alex lalu mematikan telponnya.


Anna menatap Alex dengan khawatir lalu menyentuh tangan pria itu untuk menenangkannya,


"Ada apa???" tanya Anna.


Alex menghela nafasnya dan menatap wajah Anna dengan perasaan bersalahnya,


"Anna, ada sedikit masalah di perusahaan. Harry tidak bisa mengatasinya seorang diri... Sepertinya aku harus segera kembali untuk mengurusnya" ujar Alex lembut.


Anna pun menatap Alex dengan sedikit cemas,


"Masalah apa?? Apakah masalah yang sangat serius???" ujar Anna khawatir.


Alex menyentuh pipi Anna dengan lembut dan mencoba menenangkannya,


"Mungkin bisa di bilang seperti itu" jawab Alex.


"Kau tidak perlu khawatir, aku bisa mengatasi masalah ini" lanjutnya lembut.


Anna pun menghela nafasnya dan mengangguk pelan,


"Tapi... ada hal yang mungkin tidak bisa aku atasi" ujar Alex tiba-tiba.


Anna pun menatap Alex dengan ragu,


"Hal apa??? Apa aku bisa membantumu??" tanya Anna cemas.


Alex terdiam sejenak dan kembali menatap mata Anna dengan intens,


"Aku tidak bisa jika aku tidak melihatmu atau berada jauh kembali darimu. Aku pasti tidak bisa berkonsentrasi dalam pekerjaanku. Jadi... maukah kau ikut bersamaku??" ujar Alex serius.


Anna mengerjapkan matanya dan menatap Alex tidak percaya, lalu menghela nafasnya pelan,


"Alex... Aku juga sangat ingin selalu berada di sampingmu. Tapi... Aku takut ayahku tidak akan mengizinkannya" ujar Anna sedikit putus asa.

__ADS_1


Alex mengangkat wajah Anna dan menatapnya dalam,


"Kau tidak usah khawatir. Aku akan meminta izin pada ayahmu. Dan ku pastikan dia akan mengizinkannya" ujar Alex menenangkan.


Anna terlihat ragu sesaat namun hanya bisa mengangguk pelan. Dia tidak yakin jika ayahnya akan mengizinkannya untuk pergi jauh bersama Alex.


Tetapi tidak ada salahnya untuk mencoba..


-


Hari sudah menunjukkan pukul 10 malam. William tengah duduk di ruang tengah sambil membaca sebuah buku. Sejak tadi matanya selalu tertuju pada jam di dinding. Hari sudah malam tetapi Anna belum juga kembali.


William yang gusar pun menutup bukunya dan hendak berdiri dari duduknya. Namun dari kejauhan dia mendengar suara mobil yang baru masuk ke halaman rumah. William pun segera berdiri dan melangkah ke arah pintu.


Seorang penjaga membukakan pintu untuk William. Dari depan pintu dia melihat Alex dan Anna baru keluar dari dalam mobil dan melangkah menuju pintu rumah.


"Bukankah sudah ku katakan jangan pulang terlalu larut??" ujar William tajam.


Alex menatap William dengan santai,


"Bukankah ini belum terlalu larut??" tanya Alex datar.


William menghela nafasnya dan menatap pada Anna yang terlihat sedikit takut melihatnya,


"Sudahlah, apa kau sudah makan malam??" tanya William pada Anna.


Anna terdiam sejenak lalu mengangguk pelan,


"Kalau begitu masuklah dan istirahat" lanjut William.


"Kau pulanglah, ini sudah malam!!" ujar William acuh.


Alex seperti enggan untuk melepas tangan Anna, lalu menatap William dengan serius,


"Bolehkah aku berbicara denganmu sebentar???" tanya Alex tiba-tiba pada William.


William mengerutkan keningnya dan terlihat berpikir sejenak. Setelah itu dia menghela nafasnya dan mengangguk pelan,


"Cepatlah, aku tidak punya banyak waktu" ujar William sambil melangkah masuk ke dalam rumah.


Setelah berada di dalam, William duduk di ruang tamu diikuti oleh Alex dan juga Anna. Mereka duduk saling berhadapan dengan Alex yang duduk berdampingan bersama Anna dan masih menggenggam tangan gadis itu dengan erat.


"Apa yang ingin kau bicarakan??" ujar William langsung.


Alex pun menatap William dengan serius,


"Ada masalah yang terjadi di perusahaanku, sekertaris ku menelpon tadi dan menyuruhku untuk kembali secepatnya... Rencananya aku akan kembali besok dan... aku akan membawa Anna pergi bersamaku" ujar Alex serius.


William memicingkan matanya dan menatap Alex dengan senyuman mencemoohnya,


"Apa kau bilang?? Kau akan membawa Anna???" tanya William sinis.


"Aku tidak akan mengizinkannya!!!!" ucapnya tegas.

__ADS_1


Alex terdiam sejenak dan menatap William dengan tajam,


"Dengan atau tanpa izin darimu pun aku tetap akan membawa Anna pergi bersamaku!! Yang jelas aku sudah mengatakannya padamu" tegas Alex.


William menggertakan giginya dan menatap Alex dengan tajam,


"Kau benar-benar keras kepala!!! Apa kau pikir aku sudah merestui hubunganmu dengan putriku??" ujar William sinis.


Alex pun menatap William dengan tajam,


"Aku sangat mencintai Anna, begitu pun sebaliknya.. Kami saling mencintai, tidak akan ada yang dapat memisahkan ku dengannya kecuali kematian!! Walaupun kau belum merestui hubungan kami, walaupun sekuat tenaga kau mencoba memisahkan kami.... kau tidak akan pernah berhasil!!" tegas Alex.


"Aku sedang tidak bermain-main dengan ucapanku. Aku bukanlah orang yang mudah menjalin hubungan dengan wanita manapun, Anna adalah wanita pertamaku.. dan juga akan menjadi yang terakhir. Aku akan bertanggung jawab untuknya.. aku juga sudah berusaha berdamai dengan masa laluku demi Anna. Aku sangat mencintainya, dan... aku tidak bisa jauh darinya" lanjut Alex.


"Maka izinkanlah aku untuk hidup bersama putrimu seumur hidupku..."


"Aku ingin menikahi Anna!!" ujar Alex dengan tatapan serius nya.


William terlihat terkejut dan terdiam mendengar ucapan Alex. Tatapan pria itu sungguh berani menatap langsung pada matanya dengan serius. Tidak ada kebohongan dari tatapan pria itu. Dia benar-benar serius dengan ucapannya.


'Pria ini benar-benar pria yang berani dan gentleman' pikir William.


Anna menatap Alex dengan pandangan terkejut dan tidak percayanya. Pria ini baru saja dengan berani melamarnya di depan ayahnya. Anna pikir Alex hanya akan meminta izin pada ayahnya untuk membawanya pergi besok, tetapi Alex malah berkata seperti itu dan membuatnya terkejut.


William terlihat berpikir keras dan menatap pada Alex dengan serius. Pria ini sungguh keras kepala, pikirnya.


Sepertinya percuma saja dia melarangnya, toh pasti pria ini tetap dengan nekat akan membawa Anna pergi bersamanya.


William pun menghela nafasnya kasar dan menatap Alex dengan tajam,


"Baiklah... Aku akan mengizinkan Anna untuk ikut denganmu" ujar William.


Anna yang terkejut seketika menatap William dengan tidak percaya. Apakah baru saja ayahnya mengizinkannya untuk ikut bersama Alex?? pikirnya.


"Tapi... Aku belum benar-benar menyetujui kalimat terakhirmu itu.. Jika kau bisa menjaga Anna dengan baik disana dan tidak membuatnya terluka, mungkin aku akan pikirkan kembali untuk menerimamu sebagai menantuku" ujar William tajam.


William pun bangkit dari duduknya dan hendak melangkah pergi meninggalkan ruang tamu.


"Tapi kau jangan terlalu berharap!! Sekarang pulanglah!!" ujar William lalu melangkah ke ruang kerjanya.


Saat sudah berada di ruang kerjanya, William pun duduk dan memijit keningnya. Entah mengapa ada kecemasan di dalam hatinya.


Beberapa hari yang lalu dia tau bahwa Alex saat itu bukanlah kecelakaan, namun di bawa pergi oleh kakeknya Peter. Dia takut jika suatu hari nanti Peter mengetahui hubungan Alex dan Anna, dan juga mengetahui bahwa Anna adalah putrinya.


Peter pasti tidak akan diam saja. Dia pasti masih menyimpan dendam pada dirinya. Dan William takut Peter akan menyakiti Anna nantinya.


Tetapi dia tidak bisa mencegah dan menghalangi Alex. Pria itu terlalu nekat dan keras kepala. William hanya berharap semoga Alex bisa menjaga Anna dan tidak membuat putrinya terluka karena keluarganya..


Bersambung...


Support selalu cerita ini dan jangan lupa kasih like dan komen yang banyak ya ☺️


Dan juga vote atau gift nya 🤭🤭

__ADS_1


Terimakasih, i love you full readers ❤️❤️


__ADS_2