Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Pesta Penyambutan


__ADS_3

Malam ini di sebuah rumah yang sangat megah, terlihat beberapa mobil berjajar rapih di halaman rumah tersebut. Beberapa tamu istimewa yang diundang mulai berjalan masuk ke dalam rumah yang telah di dekor dengan sangat cantik dan elegan.


Terlihat makanan berjejer rapih di setiap sudut ruangan. Mulai dari dessert seperti cake berbagai rasa, buah-buahan dan cemilan mewah lainnya.


Jangan lupakan juga beberapa chef profesional yang memasak di dalam dapur tersebut untuk menyediakan makanan pada para tamu.


Malam ini, di kediaman Alex terlihat cukup ramai. Orang-orang terdekat yang di undang telah tiba dan saling menyapa dengan yang lainnya.


Malam ini adalah malam untuk penyambutan bayi kembar Anna dan Alex. Hanya beberapa orang saja yang di undang, seperti keluarga besar dan kerabat terdekat saja.


Alex hanya mengizinkan beberapa orang yang hadir untuk datang ke rumahnya dan mengucapkan selamat secara langsung kepada dirinya dan juga Anna, serta dapat melihat kedua buah hati mereka.


Donna terlihat tengah menyapa beberapa orang yang sudah hadir, diantaranya Austin, Bella dan Daniel. Lalu ada Harry sekertaris pribadi Alex dan juga istrinya, serta ada sanak saudara dari keluarga Jonas dan juga rekan bisnis dekat Alex.


Di luar terlihat dua orang gadis baru saja turun dari dalam mobilnya. Mereka sejak tadi hanya dapat membuka mulutnya menatap takjub rumah yang sangat megah di depan mereka,


"Ya Tuhan!! Apakah ini istana!!" ucap Bianca tidak percaya.


Jennie pun menatap kagum rumah di depannya,


"Anna benar-benar beruntung.. Maksudku, Anna juga terlahir dari keluarga kaya tetapi, jika di bandingkan dengan ini... wooww ini berkali-kali lipat!!! Aku bahkan hanya dapat melihat rumah seperti ini di televisi saja" ucapnya.


Bianca pun menegakkan tubuhnya dan menepuk pundak Jennie,


"Sudah jangan bersikap norak! Tegakkan tubuhmu dan berjalanlah dengan biasa.. Kita harus terlihat elegan. Siapa tau kita mendapatkan seorang pria kaya juga disini" ucapnya sambil terkekeh pelan.


Jennie pun menegakkan tubuhnya dan mengangguk,


"Kau benar.. Ayo kita masuk!!" ucapnya dan berjalan dengan anggun.


Roy terlihat baru tiba di halaman rumah Alex. Ia turun dari dalam mobilnya sambil membenarkan letak dasi di bajunya. Pria itu menolak secara halus seorang pengawal yang hendak membukakan pintu mobilnya,


"Tidak usah" ucapnya sambil tersenyum.


Lalu dengan cepat Roy pun berjalan kearah pintu mobil di sebelahnya dan membukakan pintunya dengan perlahan..


Terlihat seorang wanita cantik dengan gaun berwarna peachnya turun dari dalam mobil itu. Roy dengan gentle mengulurkan tangannya di hadapan wanita itu sambil tersenyum lembut.


Wanita itu terlihat sedikit kikuk, namun akhirnya ia pun menerima uluran tangan Roy.


Wanita itu menatap rumah di depannya dengan takjub,


"Wahh.. Apakah ini rumah??" tanyanya polos.


Roy seketika tertawa pelan dan menatap rumah di depannya dengan biasa,


"Tentu saja, memangnya apa lagi??" tanya Roy.


Wanita itu masih menatap kagum rumah Alex dengan mata yang berbinar-binar,


"Ku kira ini hotel atau semacamnya" jawabnya jujur.


Roy kembali tersenyum dan menatap wanita itu dalam,

__ADS_1


"Jika kau menjadi istriku, maka aku akan memberikan rumah yang seperti ini untukmu" ujarnya penuh arti.


Seketika wanita itu terdiam dan menatap Roy dengan canggung. Ia tidak menjawab ucapan pria itu dan berpura-pura tidak mendengarnya,


"Ayo kita masuk" ucapnya mengalihkan pembicaraan sambil menuntun Roy untuk maju.


Roy seketika terdiam dan menghela nafasnya,


'Amber.. Mengapa begitu sulit untuk mendapatkan hatimu..' ucapnya dalam hati sedih.


Mereka pun akhirnya berjalan bersama dan masuk ke dalam rumah Alex.


Donna yang berada di dekat pintu utama seketika menatap Roy yang baru tiba,


"Selamat malam Roy" sapanya.


Roy tersenyum pada Donna dan membawa Amber kearah wanita itu,


"Selamat malam Bibi" jawabnya tersenyum.


Donna seketika menatap Amber yang terlihat canggung berada di samping Roy. Ia pun tersenyum penuh arti dan menatap Roy,


"Ekhem.. Siapa wanita cantik ini??" tanya Donna sambil menatap Amber dengan senyumannya.


Roy menatap Amber yang terlihat malu dan tersenyum,


"Oh iya Bibi, kenalkan ini Amber" jawabnya.


Amber mengulurkan tangannya pada Donna dan tersenyum,


Donna membalas jabatan tangan Amber dan tersenyum,


"Aku Donna, senang bertemu denganmu.. Kau sangat cantik dan cocok dengan Roy.." ucap Donna menggoda.


"Roy ini pria yang sangat baik, walaupun dia terkenal sering berganti-ganti wanita tetapi, sekarang dia telah berubah. Dia pria yang sangat gentleman dan tulus.." lanjutnya yang membuat Roy terlihat malu seketika.


"Bibi... Jangan berkata seperti itu" bujuk Roy.


Donna tertawa pelan dan kembali menatap Amber,


"Kau wanita yang cantik dan baik.. Kuharap kau bisa menjaga Roy. Aku yakin kau lah wanita yang telah membuatnya berubah belakangan ini.. Kau pasti sangat spesial di hatinya" ucap Donna lagi pada Amber yang membuat kedua orang itu terlihat canggung seketika.


"Bibi sudahlah!!" bujuk Roy lagi yang terlihat malu.


Donna pun kembali tertawa dan mengangguk,


"Baiklah.. Baiklah.. Aku tidak akan menggodamu lagi" ucapnya.


"Masuklah.." lanjutnya dan mempersilahkan Roy dan Amber untuk masuk.


Kini para tamu undangan telah berkumpul dan duduk di meja mereka. Tidak banyak orang yang diundang, jadi suasana malam ini terasa lebih intens dan nyaman.


Dari arah tangga, terlihat sepasang suami istri yang tengah berjalan sambil berpegangan tangan dengan romantis menuju lantai bawah.

__ADS_1


Pandangan para tamu pun langsung mengarah kearah mereka berdua dengan penuh kekaguman..


Alex dan Anna turun menuju lantai bawah dengan senyuman mereka. Kedua insan itu terlihat sangat serasi, dan membuat mata orang yang melihatnya merasa iri karena kecantikan dan ketampanan keduanya.


"Ya ampun... Anna cantik sekali" bisik jennie pada Bianca yang duduk di sebelahnya.


Bianca tidak melepaskan pandangannya dari pasangan itu sedikit pun,


"Lihat, mereka benar-benar sangat serasi!! Aku iri sekali pada mereka" bisik Bianca.


Anna dan Alex pun berdiri di hadapan para tamu dan menyapa mereka. Pria itu menuntun istrinya ke kursinya dan berjalan ke depan untuk memberikan sambutan pada para tamu,


"Selamat malam.." ucapnya.


"Aku sangat berterimakasih kepada kalian semua yang telah menyempatkan waktu untuk datang kemari dan memberikan ucapan selamat kepadaku dan juga istriku" lanjutnya.


"Ini adalah momen yang sangat membahagiakan dalam hidupku. Tuhan telah mempercayakanku dan juga istri tercintaku untuk menjaga kedua malaikat kecil yang dititipkanNya pada kami.. Aku sama sekali tidak menyangka bisa mendapatkan sepasang anak kembar sekaligus.." ucapnya tersenyum pelan.


"Aku sangat bersyukur memiliki mereka dalam hidupku sekarang.. Aku juga ingin menyampaikan rasa terimakasihku pertama-tama pada istriku.." ujarnya sambil menatap Anna dengan lembut.


"Terimakasih sayang... Telah berjuang untuk menjaga anak-anak kita selama di dalam kandungan.. Terimakasih atas segala perjuangan dan pengorbananmu. Aku tau dengan apapun di dunia ini, tidak akan ada yang sebanding dengan pengorbananmu"


"Kau adalah istri terbaik dan ibu terbaik yang aku dan anak-anak kita milikki. Terimakasih.." ucapnya sambil menatap Anna dalam.


Orang-orang bertepuk tangan dengan sambutan Alex dan menatapnya kagum. Di balik dingin dan kejamnya sifat Alex, ternyata ia adalah seorang suami yang sangat lembut dan penyayang. Ia juga seorang ayah yang sangat perhatian kepada anak-anaknya..


"Aku juga ingin berterimakasih kepada keluarga besarku dan juga sahabat serta rekan-rekanku. Terimakasih telah hadir malam ini dan... Terimakasih atas doa baik kalian untuk aku dan keluarga kecilku.." ucapnya mengakhiri sambutannya.


Tepuk tangan kembali terdengar. Alex kembali ke kursinya dan duduk di samping sang istri,


"Silahkan nikmati makanannya.." ucap Donna pada yang lain.


Mereka pun mulai duduk dan menikmati hidangan yang disiapkan khusus oleh chef terkenal yang menyiapkan makanannya..


~


Setelah para tamu menikmati hidangannya dan berbincang-bincang. Seketika Alex dan Anna pun kembali ke lantai bawah sambil menggendong bayi mereka.


Seketika Bianca pun membelalakkan matanya dan menepuk pundak Jennie dengan kuat,


"Lihat!!! Itu si kembar!!" ucapnya excited yang membuat pandangan orang lain pun mengarah pada Alex dan Anna.


Bersambung..


Hallo readers,


Jangan lupa dukung selalu cerita ini ya, kasih like, komen, vote dan hadiahnya ☺️


Mungkin cerita ini akan berakhir sebentar lagi..


Huhuhu, jadi sedih tapi seneng juga, semoga author bisa lancar namatinnya dan semoga happy ending 😁


Author minta banget dukungan buat novel kedua author yang berjudul MYSTERIOUS MAN ya 🙏🙏

__ADS_1


Boleh di baca, ceritanya dijamin seru dan oasti ketagihan ☺️😌


__ADS_2