Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Jepang


__ADS_3

Alex memarkirkan mobilnya di tempat parkir khusus untuknya. Hari ini adalah hari pertamanya masuk ke kantor setelah satu minggu dia berada di rumah seperti orang depresi. Sudah berbagai cara dia lakukan untuk mencari tau keberadaan William dengan menculik beberapa anak buah William dan Daniel. Namun anak buah mereka terlalu setia pada Tuan nya sampai mereka pun masih tutup mulut sampai Alex menembak mati orang-orang itu.


Alex memasuki ruangannya dengan wajah dinginnya. Terlihat beberapa karyawannya yang mencoba untuk menyapa Boss nya itu, namun kembali mengurungkan niatnya saat melihat wajah dingin Alex. Mereka tau sepertinya Boss mereka itu sedang berada dalam suasana hati yang sangat buruk.


Alex dengan cepat duduk di meja kerjanya dan menghubungi seseorang. Dia mengabaikan berkas-berkas yang telah menumpuk di atas mejanya.


"Informasi apa yang kau dapat???" tanyanya tidak sabaran pada seseorang yang dia hubungi.


("Ma.. Maaf Tuan, aku belum mendapatkan informasi apapun") ujar seseorang itu dengan takut.


Alex pun mengepalkan tangannya kuat untuk menahan emosinya.


"Aku tidak mau tau!!! Kau harus mendapatkan informasinya sekarang juga!!! Aku sudah menunggu terlalu lama!!! Jika tidak... Maka aku akan menghabisimu!!!" ujar Alex marah lalu menutup telponnya dengan kasar.


Alex pun membuang semua berkas yang ada di mejanya untuk melampiaskan kekesalannya.


"Aargghh!!!!" teriaknya.


BRAK!!!!!


"Brengsek!!!!!!!" teriaknya marah.


Tok... Tok...


Terdengar suara ketukan pintu di ruangan Alex. Dengan kesal Alex pun menghembuskan nafasnya kasar,


"Masuk!!!!!" ujarnya marah.


Pintu pun terbuka, terlihat Harry menelan ludahnya dengan takut setelah melihat ruangan Alex yang berantakan dan wajah Boss nya itu yang sedang tidak bersahabat. Sepertinya dia datang di waktu yang tidak tepat, pikir Harry takut.


"Ma... Maaf Tuan, A.. Aku hanya ingin menyampaikan beberapa jadwal Tuan hari ini" ujar Harry pelan.


Alex pun duduk di atas kursinya sambil memijit keningnya, lalu menatap Harry dengan tajam.


"Cepat katakan!!!!" ujar Alex tajam.


Dengan segera Harry pun membuka buku laporannya,


"Ba.. Baik Tuan" ujarnya sambil menyeka keringat di wajahnya.


"Hari ini ada rapat pertemuan dengan beberapa petinggi perusahaan. Seharusnya rapat ini diadakan 2 hari yang lalu, namun Tuan Alex tidak datang ke kantor, jadi petinggi lain mengundurkan rapatnya menjadi hari ini" ujar Harry gugup.


"Para petinggi akan hadir siang ini, namun Tuan Daniel dari Starship izin tidak hadir dan akan di gantikan oleh managernya" lanjutnya.


Alex pun seketika memicingkan matanya tajam setelah mendengar nama Daniel,


"Bajingan itu!! Batalkan seluruh kerjasama dengan perusahaannya!!!!" ujar Alex marah.


Harry pun terlihat ketakutan melihat reaksi Alex. Ada apa sebenarnya dengan Boss nya ini?? pikirnya takut.


"Ta.. Tapi Tuan, perusahaan Starship sudah berinvestasi sangat besar" jawab Harry ragu.


Alex pun menatap tajam pada Harry,


"Aku tidak peduli dengan hal itu!! Kembalikan uang mereka!! Jika perlu beri mereka 2 kali lipat!!! Yang jelas aku tidak ingin bekerjasama dengannya!!!" marah Alex.


Pria bernama Daniel itu telah menjebaknya pada William. Entah apa tujuannya, namun Alex tau pria dari keluarga McCartney itu menyukai kekasihnya. Dia akan memberikan pelajaran yang setimpal untuknya.

__ADS_1


"Ba.. Baik Tuan" ucap Harry bergidik ngeri.


Alex pun terlihat berpikir sesaat, lalu mengarahkan pandangannya pada Harry.


"Kau tau mengapa pria itu tidak hadir di rapat nanti???" tanya Alex tiba-tiba.


Harry pun kembali menatap Alex,


"Manajernya bilang, dia sedang berada di Jepang untuk mengurus beberapa pekerjaan disana" jawab Harry.


Jepang??? pikir Alex. Seketika Alex pun memicingkan matanya. Dia kembali teringat saat dulu William pernah bersembunyi di Jepang ketika dia mencarinya.


Dengan cepat Alex pun bangkit dari duduknya,


"Pesankan aku tiket ke Jepang sekarang juga!!!" perintah Alex pada Harry.


Harry pun terlihat bingung dan menatap tidak mengerti pada Boss nya itu.


"Je... Jepang??? U... Untuk apa Tuan??? Bagaimana dengan rapat???" tanya Harry bingung.


Alex pun menatap Harry dengan tatapan membunuhnya,


"Aku tidak peduli!!! Cepat lakukan perintahku!!!" ujarnya tajam.


Harry pun menatap takut pada Alex lalu menganggukkan kepalanya cepat.


"Ba... Baik Tuan, aku akan pesankan sekarang!!" ujar Harry ketakutan, lalu dengan terburu-buru membungkuk pada Alex dan keluar dari ruangannya.


Alex pun menggertakkan giginya kuat, dia merasa William juga pasti berada disana. Entah mengapa hatinya yakin akan hal itu. Dia harus menyusulnya kesana dan membawa Anna kembali. Harus!!!! tekadnya.


-


Lalu terdengar seseorang membuka pintu dari luar. Dengan acuh Anna mengabaikannya dan masih diam dalam lamunannya.


"Nona, Tuan William ingin berbicara dengan Nona, dia sudah menunggu Nona di lantai bawah" ujar pelayan itu.


Anna tidak bergeming dari posisinya dan masih duduk terdiam di atas tempat tidur.


Pelayan itu pun menghembuskan nafasnya pelan,


"Nona... Kumohon..." ujarnya pelan.


Anna pun menghela nafasnya lalu bangkit dari atas tempat tidur dan keluar dari kamarnya untuk menemui William.


Saat sudah berada di lantai bawah, Anna melihat ayahnya itu sedang duduk di atas sofa sambil mengamati beberapa kertas yang berada di atas meja.


"Untuk apa kau memanggilku???" ujar Anna tanpa berbasa-basi pada ayahnya itu.


William pun mengalihkan pandangannya pada Anna,


"Pilihlah yang mana yang kau sukai" ujar William.


Anna pun memicingkan matanya menatap kertas-kertas undangan yang ada di atas meja.


"Untuk apa aku harus melakukannya???" tanya Anna acuh.


William pun kembali mengambil salah satu kertas undangan itu dan mengamatinya.

__ADS_1


"Tentu saja untuk pertunangan mu dengan Daniel" jawab William.


Seketika Anna membelalakkan matanya menatap William tidak percaya.


"Apa??" tanya Anna tidak percaya.


"Aku tidak akan bertunangan dengan siapapun!!!!" ujar Anna marah.


William pun melempar undangan di tangannya ke atas meja,


"Suka atau tidak kau tetap akan bertunangan dengannya!!! Pertunangan mu akan di lakukan minggu depan!" tegas William.


Anna pun mengepalkan tangannya kuat mendengar ucapan ayahnya itu.


"Aku tidak akan pernah bertunangan dengannya!! Aku tidak mencintainya ayah!! Aku selalu menganggap dia sebagai temanku, tidak pernah lebih dari itu!!!" ucap Anna marah.


"Lalu siapa yang kau cintai??? Pria tidak jelas itu???" tanya William emosi.


Anna pun terdiam mendengarkan perkataan William,


"Terserah apa katamu!! Kau tetap akan bertunangan dengan Daniel minggu depan!!" tegas William lalu berdiri dari duduknya hendak meninggalkan Anna.


"Kau memang kejam!! Kau egois!!! Tidak pernahkah sekali saja kau memikirkan tentang perasaanku???" ujar Anna mencoba menahan air matanya agar tidak keluar.


"Aku membencimu!!!" ujar Anna lalu berlari kembali ke lantai atas menuju kamarnya.


William pun terdiam sesaat setelah mendengarkan perkataan Anna yang menusuk hatinya. Dia pun kembali terduduk dan memijit kepalanya frustasi. Semua yang dia lakukan ini semata-mata untuk kebaikan putrinya. Walaupun dia tau itu terdengar sangat egois, tapi William tau mana yang terbaik untuk putrinya itu.


-


Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama akhirnya Alex telah tiba di Jepang seorang diri. Entah mengapa perasaannya mengatakan bahwa Anna berada di negara ini.


Sekarang sudah menjelang sore hari, Alex mengganti pakaiannya dengan jaket kulitnya dan memakai topi lalu menutup mulutnya dengan masker. Tujuannya saat ini adalah pergi ke perusahaan milik McCartney dan mengikuti pria bernama Daniel itu. Siapa tau saja dia akan datang menemui William, pikir Alex.


Alex menyewa motor besar, lalu mengendarainya menuju perusahaan milik Daniel. Saat sudah tiba disana, mata tajamnya menatap ke sekeliling perusahaan itu. Dia hanya harus menunggu disini sampai dia melihat Daniel keluar dari perusahaannya.


Setelah menunggu satu jam lebih, akhirnya Alex melihat Daniel yang baru saja keluar dari perusahaannya. Dengan cepat Alex pun mengikuti mobil yang membawa Daniel pergi.


Mobil yang di tumpangi Daniel pun berhenti di salah satu restoran terkenal di Jepang. Alex pun menunggu kembali sampai Daniel keluar dari restoran itu tidak lama kemudian. Pria itu membawa beberapa bungkus makanan. Lalu masuk kembali ke dalam mobil dan melaju.


Alex kembali mengikuti mobil Daniel, yang kemudian kembali berhenti di salah satu toko bunga. Untuk apa pria itu membeli bunga?? pikir Alex. Perasaannya entah mengapa menjadi tidak enak melihat hal itu.


Setelah selesai membeli sebuket bunga. Mobil Daniel pun kembali melaju entah kemana.


Hari sudah mulai gelap, Alex masih terus mengikuti mobil Daniel dengan motor besarnya. Tiba-tiba mobil Daniel masuk ke dalam halaman rumah yang cukup luas di depannya. Alex memicingkan matanya melihat rumah itu.


Pintu gerbang rumah itu pun terbuka lalu mobil Daniel pun masuk ke dalam sana.


Sial!!! Dia tidak bisa masuk ke dalam sana. Terlalu banyak penjaga di sekitar rumah itu.


Sebenarnya ini rumah siapa??? pikir Alex.


Bersambung...


Hai, dukung terus cerita ini ya, jangan lupa kasih like dan komennya ☺️


Terimakasih 🙏❤️

__ADS_1


__ADS_2