Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Makan Siang


__ADS_3

Cukup lama Anna berdiri di depan ruang rapat dengan pikirannya sendiri. Gadis itu pun menghela nafasnya sambil menunduk. Harry yang melihat wajah istri Boss nya yang terlihat murung pun seketika menghampirinya,


"Apa Nona baik-baik saja??" tanyanya sedikit khawatir.


Anna pun tersadar dari lamunannya dan menatap kearah Harry,


"Oh.. Tidak.. Aku baik-baik saja" jawabnya tersenyum.


"Kalau begitu, ayo kita ketempat yang lainnya" ajak Anna.


Harry pun tersenyum lega dan mengangguk,


"Baiklah, ayo Nona" ajaknya.


Saat Harry dan Anna hendak membalikkan tubuhnya untuk pergi, tiba-tiba saja pintu ruang rapat pun terbuka. Orang-orang yang berada di dalam pun berjalan keluar, termasuk Alex.


Anna dan Harry menatap kearah orang-orang itu. Lalu tiba-tiba saja Alex mengarahkan pandangannya pada Anna dengan sedikit terkejut,


"Sayang, kau disini???" tanyanya sambil menghampiri Anna.


Anna terlihat sedikit gelagapan dan tersenyum kikuk pada Alex. Seketika rekan-rekan bisnis Alex pun mengarahkan pandangannya pada Anna,


"Oh.. Apakah ini Nyonya Wijaya??" tanya salah satu rekan Alex.


Anna tersenyum canggung dan menatap kearah rekan-rekan bisnis Alex,


"Iya, dia istriku" jawab Alex bangga.


Seketika mereka pun tersenyum dan membungkukkan sedikit badanya pada Anna,


"Wah.. Ternyata berita di luar itu memang benar.. istri Tuan Alex memang sangat cantik" puji rekan Alex yang lain.


Alex terlihat tidak terlalu suka saat orang-orang itu menatap wajah istrinya dengan tatapan penuh kekaguman seperti itu. Ada rasa cemburu di hatinya, apalagi yang menatap wajah istrinya adalah seorang pria.


2 orang wanita keluar dari ruang rapat dengan langkah anggun mereka. Salah satu wanita terlihat masih cukup muda dan mempunyai tubuh yang sempurna layaknya seorang model. Sedangkan yang satu lagi terlihat sudah cukup berumur namun masih terlihat cantik dan anggun.


Kedua wanita itu berhenti saat melihat kearah Alex yang tengah berbincang dengan rekan bisnis lain. Mereka tersenyum kearah Alex dan hendak menyapanya, namun tiba-tiba senyuman mereka sedikit menghilang saat pandangannya mengarah pada Anna.


"Oh Nona Erika dan Nona Brenda, kemarilah.. Mari berkenalan dengan istri dari Tuan Alex" ujar salah satu pria.


Mereka pun menghampiri Alex dan tersenyum kearah Anna,


"Halo.. Senang bertemu dengan anda.. Namaku Brenda" ujar seorang wanita yang lebih berumur.


Lalu wanita lain yang terlihat masih muda pun menatap Anna dan tersenyum padanya,


"Namaku Erika, senang bertemu dengan anda" ujarnya sambil mengulurkan tangannya pada Anna.


Anna pun secara perlahan mengangkat tangannya dan berjabat tangan dengan Erika,


"Aku Anna, senang bertemu dengan anda juga" jawabnya.


Pandangan Erika beralih menatap Alex dan tersenyum padanya. Alex menatap gadis itu dan mengangguk pelan.


"Kalau begitu ayo, kita makan siang bersama untuk merayakan keberhasilan proyek kita" ujar seorang pria paruh baya.


Sebelumnya Alex dan rekan kerjanya memang akan makan bersama siang ini. Dia berencana untuk menjemput Anna di ruangannya dan mengajaknya untuk ikut bergabung.


"Tadinya aku akan menjemputmu di ruanganku.. Tapi, berhubung kau sudah ada disini, ayo ikut aku makan siang bersama" ajak Alex lembut.


Anna terlihat berpikir sejenak, sebenarnya dia merasa tidak enak jika harus ikut bersama Alex dan rekan bisnisnya. Tetapi sepertinya dia tidak dapat menolak ajakan suaminya itu.


Anna pun mengangguk pelan dan dengan cepat Alex pun menggenggam tangannya dengan erat. Lalu mereka pun mulai bergegas pergi ke salah satu restoran untuk makan siang bersama.


~~


Di salah satu restoran yang mewah, terlihat Alex, Anna dan beberapa rekan bisnis Alex telah berkumpul di ruang VVIP untuk makan siang bersama.


Anna mengarahkan pandangannya ke sekitar dan duduk di samping suaminya. Sebenarnya Anna merasa tidak nyaman harus bergabung makan siang bersama para petinggi dan orang penting seperti ini.


Alex memperhatikan wajah istrinya yang tidak nyaman dan mulai mengusap tangan Anna dengan lembut untuk menenangkannya,


"Tidak apa-apa sayang.. Ada aku disini.." bisik Alex lembut.


Anna pun menghela nafasnya dan membalas senyuman Alex,

__ADS_1


"Wah.. Tuan Alex dan istri sangat romantis sekali.." celetuk Nyonya Brenda yang sejak tadi memperhatikan sepasang suami istri itu dengan rasa ingin taunya.


Pandangan orang-orang pun beralih menatap Alex dan Anna sambil tersenyum,


"Benar sekali.. Oh iya, selamat atas kehamilan istri anda Tuan Alex" ujar salah satu petinggi.


Alex pun mengarahkan pandangannya pada pria itu dan mengangguk pelan. Pria itu sebenarnya sangat tidak suka dengan basa-basi. Apalagi sekarang Alex tau istrinya menjadi pusat perhatian disini.


"Terimakasih" ujar Alex singkat.


Pandangan Alex pun beralih menatap pada Nyonya Brenda,


"Oh iya Nyonya Brenda, Bisakah anda berhenti memperhatikan aku dan istriku dengan tatapan penuh keingintahuan itu??" tanya Alex tajam.


Seketika Nyonya Brenda pun terlihat gelagapan dan tersenyum kikuk pada Alex,


"Oh maaf, sepertinya anda salah paham Tuan.. Aku tidak bermaksud seperti itu.." ujarnya menjelaskan.


Alex pun terdiam sejenak dan tersenyum tipis pada Nyonya Brenda,


"Baguslah.." ujarnya dingin.


Nyonya Brenda pun tanpa disadari menghela nafasnya sedikit lega. Tatapan tajam pria itu membuatnya bergidik ngeri.


Erika yang duduk di sebelah Nyonya Brenda hanya terdiam melihat pemandangan di depannya. Wanita itu terlihat banyak diam dan sesekali menatap pada Alex dan juga Anna dengan tatapan yang sulit diartikan.


Selang beberapa menit akhirnya makanan pun telah tiba. Brenda dapat sedikit menghela nafasnya karena akhirnya dia bisa menghilangkan sedikit ketegangannya akibat tatapan Alex yang mengintimidasi padanya.


"Wah makanannya sudah tiba, ayo kita mulai makan saja" ujar salah satu pria paruh baya disana yang langsung di setujui oleh yang lain.


Mereka pun mulai makan bersama dengan diselingi obrolan-obrolan bisnis yang tidak di mengerti oleh Anna.


Alex mengambil makanan di atas piringnya dan mengarahkan sendoknya pada Anna,


"Buka mulutmu.." ujar Alex lembut.


Anna terlihat terdiam sejenak dan menatap orang-orang disana yang tengah sibuk dengan makanan mereka. Gadis itu pun menatap suaminya dan mulai membuka mulutnya,


"Makanlah yang banyak sayang.." ujar Alex sambil mengusap pipi Anna dengan lembut.


Diam-diam Erika menatap keromantisan suami istri itu dengan tatapan yang sulit diartikan. Wanita itu pun seketika merasa tidak berselera untuk makan.


Nyonya Brenda yang melihat Erika berhenti makan pun langsung menatap wanita itu,


"Ada apa Nona Erika, apa makanannya tidak enak??" tanyanya memancing.


Pandangan orang-orang disana pun langsung mengarah pada Erika.


Seketika Erika pun menatap kearah Nyonya Brenda dengan sedikit canggung,


"Tidak!! Bukan begitu, aku hanya merasa tidak enak perut saja" ujarnya berbohong.


Brenda pun tersenyum puas dan mengangguk,


"Oh begitu.." ujarnya.


"Nona Erika, minumlah teh hangat ini supaya perutmu lebih baik" ujar seorang pria dengan tersenyum lembut.


Erika pun mengangguk pelan dan mulai meminum teh nya.


Setelah beberapa lama, mereka semua pun telah selesai dengan makanan mereka. Para petinggi itu kini tengah mengobrol tentang bisnis mereka, termasuk Alex.


Alex masih setia menggenggam tangan istrinya walaupun dia harus menyahut sedikit obrolan dari rekan-rekan bisnisnya.


Anna seketika sedikit menarik tangannya dari Alex dan membuat pria itu menatap kearah istrinya,


"Ah, Alex.. aku mau ke kamar mandi sebentar" bisik Anna pelan.


Alex menatap Anna dengan sedikit khawatir,


"Kalau begitu, ayo.. aku akan menemanimu" ujarnya.


Namun seketika Anna menggeleng kuat pada suaminya itu,


"Tidak usah Alex, aku akan pergi sendiri" ujarnya cepat.

__ADS_1


Alex hendak menolak ucapan Anna, namun dengan cepat istrinya itu melepaskan tangan Alex dan bergegas pergi ke kamar mandi.


Alex yang terlihat khawatir pun masih menatap punggung istrinya dengan ragu,


"Istri anda hanya ke kamar mandi Tuan haha, tidak ada yang perlu di khawatirkan" ujar seorang rekan bisnis yang berada di samping Alex.


Alex pun akhirnya hanya dapat menghela nafasnya dan menunggu Anna untuk kembali.


Di dalam kamar mandi, terlihat Anna mulai menghampiri wastafel dan mencuci tangannya. Lalu selang beberapa detik Brenda pun keluar dari toilet dan mendekati wastafel untuk mencuci tangan.


Wanita paruh baya itu menatap kearah Anna dan tersenyum padanya,


"Halo Nona" sapanya.


Anna menatap Nyonya Brenda dan tersenyum padanya,


"Wah.. perut anda sudah terlihat membesar ya.. Ngomong-ngomong sudah berapa bulan??" tanya Brenda ingin tahu.


Anna seketika menatap perutnya dan mengusapnya pelan,


"Oh.. Sudah memasuki usia 4 bulan" jawab Anna.


Nyonya Brenda pun mengangguk dan tersenyum,


"Ohh pantas saja perut anda sudah mulai menonjol" ujarnya lagi.


Mereka pun kembali terdiam. Nyonya Brenda diam-diam menatap wajah Anna dari pantulan cermin dan menyeringai pelan,


"Oh iya, aku benar-benar kagum melihat hubungan anda dengan Tuan Alex.. Kurasa Tuan Alex adalah seorang suami yang sangat romantis dan sangat mencintai istrinya.." ujarnya.


Anna kembali tersenyum canggung dan hanya mengangguk pelan pada Nyonya Brenda,


"Semoga saja Tuan Alex tidak sama seperti para pengusaha lain di luar sana ya.." celetuk Brenda.


Anna mengernyitkan keningnya dan menatap kearah Brenda dengan tatapan tidak mengertinya.


Brenda pun menatap Anna dan tersenyum kembali padanya,


"Maksudku.. Kebanyakan pengusaha kaya dan tampan itu tidak setia pada istrinya" ujarnya pelan.


"Kau tau kan... Kehidupan pebisnis itu terkadang sulit di mengerti.. Kebanyakan para pengusaha kaya itu suka hidup berfoya-foya dan bermain wanita" lanjutnya.


"Walaupun istrinya sudah cantik.. Tetapi tetap saja, kebanyakan dari mereka tidak cukup dengan satu wanita.. Diluar sana mereka pasti sedikit bermain api dan bersenang-senang" ujarnya lagi.


Anna seketika menatap Brenda dengan tatapan tidak sukanya,


"Kurasa tidak semua dari mereka seperti itu!!" ujar Anna mengelak.


Gadis itu merasa sedikit tersinggung dengan ucapan Brenda. Sebenarnya apa maksud ucapan wanita paruh baya itu?? pikir Anna tidak mengerti.


Brenda pun tersenyum pada Anna,


"Iya, anda mungkin benar.. Tetapi tidak sedikit juga yang seperti itu" ujarnya.


"Contohnya.. Seperti Nona Erika tadi.." lanjutnya tiba-tiba.


Anna mengernyitkan keningnya dan menunggu kelanjutan ucapan dari Brenda,


"Apakah Nona tau.." ujarnya terputus.


"Wanita bernama Erika tadi adalah seorang janda.." bisiknya pelan.


Anna pun seketika menatap Brenda sambil membelalakkan matanya,


'Apa??? Janda??' pikirnya terkejut.


Bersambung..


Halo support selalu cerita ini ya dengan kasih like, komen,vote dan hadiahnya..


Yuk di tunggu komennya, biar author semangat lagi ☺️


Oh iya, kalau baca novel jangan lupa waktu ya, dan jangan lupa ibadah 🥰❤️


Yuk mampir juga di novel kedua author ya ❤️

__ADS_1


__ADS_2