
Anna berdiri dari kursinya dan bersiap untuk meninggalkan tempat acara. Bianca dan Jennie juga ikut berdiri dari duduknya untuk menemani Anna sampai ke depan pintu gedung.
Mereka bertiga mulai membalikkan tubuh mereka untuk melangkah ke arah pintu yang berada di ujung ruangan. Anna menatap kearah Brian yang sedang tersenyum dan berjalan menghampirinya.
Gadis itu terdiam sesaat, begitu juga dengan Bianca dan Jennie,
"Sepertinya Brian akan menghampirimu" bisik Bianca pada Anna.
Anna hanya diam mendengar ucapan Bianca dan memilih tidak terlalu menghiraukan Brian dan hendak terus berjalan.
Namun, tiba-tiba terdengar sedikit suara keributan dari belakang tubuhnya.
Terdengar bisikan-bisikan dari para wanita yang tengah menatap kearah pintu. Ada juga segerombol wanita yang tengah berkumpul sambil menatap kearah pintu dengan tatapan penuh terpesona mereka.
"Ada keributan apa disana??" tanya Bianca pada Jennie dan juga Anna.
Jennie menaikkan bahunya untuk menjawab pertanyaan Bianca. Sedangkan Brian, pria itu berhenti melangkah dan membalikkan tubuhnya untuk melihat keributan apa yang di maksud oleh Bianca.
Anna pun mengarahkan pandangannya kearah segerombolan orang-orang yang seperti tengah menatap sesuatu dengan penuh kekaguman. Gadis itu menatap dengan tidak terlalu tertarik. Matanya mengarah kearah seseorang yang tengah berjalan kearahnya.
Anna menyipitkan matanya untuk memfokuskan pandangannya,
DEG!!!
Seketika jantung gadis itu berdetak dengan kencang saat melihat siapa yang tengah menjadi pusat perhatian orang-orang itu, termasuk para wanita.
"A.. Alex..." gumam Anna pelan.
Pandangan Bianca, Jennie dan Brian pun seketika sama terkejutnya dengan Anna,
"Ya Tuhan.. Benar-benar tampan.." bisik Jennie yang langsung di senggol oleh Bianca.
Brian menatap Alex dan terdiam mematung. Pria itu sedikit mengepalkan tangannya melihat kedatangan Alex yang tiba-tiba.
Alex berjalan pelan dengan tatapan dalamnya yang mengarah hanya pada satu titik, yaitu pada istrinya Anna yang terlihat begitu cantik malam ini.
Ada sedikit penyesalan dalam hatinya karena telah mengizinkan istrinya itu untuk datang ke pesta ini, karena wajah cantik istrinya itu di tatap bebas oleh banyak pria ingusan disini.
Jarak Alex dan Anna semakin dekat..
Pria itu tidak menghiraukan tatapan dari orang lain dan bisikan-bisikan mereka. Alex hanya fokus pada Anna dan menatapnya dalam.
Pria itu menggenggam sebuket bunga dan tersenyum lembut pada istrinya.
Anna menatap Alex dengan terkejut dan tidak bisa berkata-kata. Pria itu terlihat begitu tampan..
Anna tidak mengira bahwa Alex akan datang ke pesta ini. Gadis itu mengira bahwa Alex tidak akan datang karena kesibukannya di kantor.
Saat ini Alex berdiri di depan Anna dengan tatapannya yang dalam dan penuh cinta pada sang istri. Pria itu tersenyum lembut dan memberikan sebuket bunga di tangannya pada Anna,
"Maaf, aku datang terlambat..." ujarnya penuh penyesalan.
Anna mengambil buket bunga di tangan Alex lalu menatap pria itu dengan tidak percaya,
"Kupikir kau tidak akan datang.." ujar Anna pelan.
Alex menyentuh pipi istrinya dengan lembut sambil tersenyum,
"Bukankah aku sudah berjanji akan datang menyusul kemari?? Tentu saja aku tidak akan mengingkari janjiku padamu, walaupun aku datang sangat terlambat" ujarnya lembut.
Anna pun mengangguk pelan dan tersenyum membalas ucapan Alex.
Tanpa disadari mereka berdua telah menjadi bahan tontonan orang-orang disana. Mereka sedikit terkejut saat mengetahui bahwa pria yang mereka sebut tampan tadi adalah suami dari Anna.
Gladis terlihat mengepalkan tangannya dengan kuat melihat keromantisan pasangan itu yang menjadi pusat perhatian,
__ADS_1
"Jadi.. pria itu adalah suami Anna??" tanya teman Gladis tidak percaya.
"Ya Tuhan, beruntung sekali dia.. Suaminya sangat.. sangat tampan dan juga sangat romantis" lanjutnya terpukau.
Seketika Gladis pun mendelik tajam pada temannya,
"Berisik!! Kau terlalu berlebihan!!" ujarnya kesal.
Gladis kembali melihat sepasang suami istri itu yang sekarang sedang menjadi pusat perhatian. Gadis itu mengepalkan tangannya dengan kuat,
'Sial!! Ternyata suami Anna benar-benar tampan seperti yang di bicarakan orang-orang' pikirnya.
Dulu dia sempat berpikir suami Anna hanya sekedar punya harta berlimpah saja dengan wajah yang tidak terlalu tampan. Tapi ternyata dugaannya salah..
Gadis itu seperti mendapatkan paket komplit dalam hidupnya.
Alex seketika mengulurkan tangannya pada Anna sambil tersenyum lembut,
"Sekarang... Maukah istriku ini berdansa denganku???" tanya Alex tiba-tiba.
Anna pun menatap uluran tangan Alex dan melihat ke sekitar. Gadis itu baru menyadari bahwa sekarang dirinya dan Alex sedang menjadi pusat perhatian.
Terlihat Jennie dan Bianca tengah menutup mulut mereka sambil tersenyum penuh arti pada Anna. Bianca tiba-tiba menyenggol bahu Anna dan berbisik padanya,
"Hey Anna, cepat terimalah uluran tangan suamimu" bisiknya menggoda.
Anna pun tersenyum kecil dan mulai mengangkat tangannya untuk menerima uluran tangan suaminya,
"Dengan senang hati..." jawab Anna tersenyum lembut.
Jennie pun dengan cepat mengambil buket bunga di tangan Anna dan membiarkan pasangan suami istri itu untuk berjalan ke lantai dansa,
"Ya Tuhan... Mereka romantis sekali, aku sangat iri.." ujar Jennie berbisik pada Bianca.
Bianca pun terkekeh pelan mendengar ucapan Jennie,
Jennie terdiam mendengar ucapan Bianca dan terlihat cemberut,
"Huhh.. Kau kira mencari calon suami itu mudah?? Apalagi yang tampan dan kaya seperti suami Anna, itu sangat mustahil, kau tau???" gerutunya pelan.
Bianca pun tersenyum mendengar ucapan Jennie dan mengangguk menyetujui.
Disisi lain, Brian menatap Anna dan Alex yang mulai berjalan kearah lantai dansa sambil berpegangan tangan dengan mesra. Pria itu menghela nafasnya dan menunduk pelan. Lalu tiba-tiba seseorang pun menepuk pundaknya,
"Sudahlah.. Masih banyak wanita lain di luar sana.. Jangan mengharapkan wanita yang sudah bahagia dengan pasangannya" ujar pria itu pada Brian.
Brian pun tersenyum miris dan kembali menghela nafasnya lalu mengangkat wajahnya kembali untuk menatap kearah Anna dan Alex,
"Kau benar... Aku juga berharap perasaanku ini akan segera hilang untuknya..." bisiknya pelan.
Teman Brian pun kembali menepuk pundak Brian dan merangkulnya,
"Ayo kalau begitu.. Kita cari seorang gadis untuk diajak berdansa" ujarnya menggoda.
Brian yang mendengar hal itu pun seketika tersenyum dan mengangguk pelan. Setelah itu Brian dan temannya pun mulai melangkah pergi.
Kini Alex dan Anna telah berdiri di lantai dansa. Keduanya berdiri saling berhadapan sambil melempar senyuman lembut kearah satu sama lain.
Perlahan tangan Alex pun menuntun tangan Anna yang berada di genggamannya ke arah dadanya, dan satu tangan lagi dia genggam dengan erat.
Alex merangkul pinggang istrinya dan memeluknya dengan erat, menuntun tubuh mereka berdua untuk bergerak perlahan mengikuti musik yang mengalun dengan indah.
Tatapan pria itu tidak pernah lepas sedikit pun dari wajah cantik sang istri,
"Kau sangat cantik, sayang..." bisik Alex dalam.
__ADS_1
Anna pun hanya tersenyum menanggapi pujian suaminya itu,
"Kau juga sangat tampan malam ini.." balas Anna pelan.
Alex tersenyum senang dan membawa tubuh Anna semakin menempel pada tubuhnya,
"Rasanya sudah lama sekali kita tidak berdansa seperti ini.." bisiknya lagi.
Anna mengangguk pelan menjawab ucapan Alex dan tersenyum.
Lampu di lantai dansa itu tiba-tiba mulai meredup dan musik pun berganti dengan musik dansa yang terdengar lebih intim dan romantis.
Alex menempelkan keningnya pada kening Anna sambil masih menuntun tubuh mereka berdua untuk bergerak sedikit mengikuti irama musik dansa yang mengalun dengan merdu,
"Aku merasa seperti dejavu.." bisik Alex pelan.
Anna pun menatap mata Alex dengan penuh tanda tanya,
"Dejavu??" tanya Anna pelan.
Alex mengangguk menanggapi pertanyaan Anna dan mengusap lembut pinggang gadis itu dengan lembut dan intens,
"Aku merasa seperti kembali pada saat pertama kali aku memaksamu untuk ikut denganku ke sebuah pesta dan mengajakmu berdansa" jawabnya pelan.
"Kau tau... Saat itu aku selalu berusaha untuk membuatmu kesal dan selalu berkata tajam untuk mengancam mu... tetapi, sebenarnya saat itu aku sudah tidak bisa menahan diriku untuk tidak menyentuh dan mencium mu" lanjutnya.
Alex mengangkat sebelah tangannya dan menyentuh bibir Anna dengan lembut,
"Dan.. sampai sekarang pun, kau selalu membuatku tidak bisa menahan tubuhku untuk tidak menyentuh dan mencium mu.." bisiknya dalam.
Alex pun perlahan mendekatkan wajahnya pada Anna dan mencoba untuk mencium bibir istrinya. Namun dengan cepat Anna menahan bibir Alex dengan tangannya,
"Alex... Jangan disini.." bisik Anna.
Alex menyeringai pelan dan menyentuh tangan Anna yang berada di bibirnya dan mengecupnya pelan,
"Hanya sebentar sayang..." ujarnya lalu Alex pun dengan cepat menempelkan bibirnya pada bibir Anna.
CUP!!!!
Pria itu menempelkan bibirnya pada bibir Anna dan ********** pelan. Anna hanya bisa pasrah dan membiarkan suaminya itu ******* bibirnya dengan puas.
KLIK!!!
Lampu lantai dansa pun perlahan mulai kembali terang. Anna dengan cepat melepaskan ciuman suaminya itu dari bibirnya. Namun wajah Alex masih enggan untuk menjauh dari wajah Anna. Pria itu menatap wajah istrinya dengan intens dan mendekatkan bibirnya pada telinga Anna,
"Bisakah kita pulang sekarang???" bisiknya intens.
"Aku... aku menginginkanmu malam ini..." lanjutnya dalam.
Bersambung...
Halo, dukung selalu cerita ini ya, jangan lupa kasih like, vote, komen dan hadiahnya ☺️
Banyakin komentarnya ya dan jempolnya juga 😁🙏
Terimakasih..
Dan jangan lupa pesan author, kalau baca novel jangan sampai lupa waktu ya..
Oh iya, sedikit info nih..
Novel kedua author dengan judul Musterious Man, sementara author hapus dulu karena beberapa alasan ☺️
Sekarang author fokus dulu sama cerita ini, dan nanti novel yg itu akan menyusul..
__ADS_1
Keep support author abal-abal ini ya 🥰🙏