
Perlahan tangan Alex mencoba untuk membuka selimut yang menutupi tubuh Anna.
Anna yang merasa tubuhnya tiba-tiba lemas, seketika menjatuhkan selimutnya. Dan membiarkan Alex dengan leluasa membersihkan seluruh gula yang berada di tubuhnya.
Tidak!!! Ini tidak benar!!! Dia harus menghentikan pria ini!!!! pikir Anna gusar dalam hatinya..
Anna berusaha mendorong tubuh Alex dari tubuhnya secara tiba-tiba. Namun sayang, hal itu membuat kakinya menginjak selimut di lantai dan membuatnya terpeleset ke belakang tepat di atas tempat tidur.
Seketika tubuh Alex pun ikut terjatuh menindih tubuh Anna.
"Akhh!!" teriak Anna terkejut.
Anna membelalakkan matanya menatap wajah Alex yang begitu dekat dengannya.
Berbeda dengan Alex yang menatap wajah Anna begitu dalam. Alex mengangkat tangannya untuk menyentuh bibir Anna yang terbuka.
"Kau begitu cantik.." bisik Alex dengan suara seraknya.
Pandangannya lalu beralih kearah bibir Anna yang berwarna merah muda,
"Bibir ini terasa manis seperti madu.." bisik Alex dan mengusapnya dengan lembut.
Kini tatapannya beralih pada mata Anna dan menatapnya dalam.
"Anna Elizabeth Pratama... Apa yang telah kau lakukan padaku, sehingga aku merasa begitu candu padamu??" bisik nya.
"Aku tidak akan pernah membiarkan siapapun merebut mu dariku! Kau adalah milikku!" ujar Alex serius.
"Kurasa... Aku benar-benar telah jatuh dalam pesona mu!! Dan... Kau harus bertanggung jawab akan hal itu!!" ujar Alex dalam.
Anna membelalakkan matanya mendengar ucapan Alex. Entah mengapa dadanya berdegup kencang dan terasa hangat saat pria itu mengucapkan kalimat tadi..
Dengan perlahan Alex mendekatkan wajahnya pada wajah Anna. Dan mencium bibirnya dengan lembut dan hati-hati.
Dengan perlahan Alex terus ******* bibir Anna yang bagaikan candu baginya. Tangannya perlahan menyentuh paha Anna yang terbuka dan mengelusnya dengan lembut.
Seketika Anna menggeliat merasakan sentuhan Alex. Tubuhnya mulai bereaksi akibat sentuhan Alex yang membuatnya terbuai.
Perlahan Anna mulai membalas setiap ******* bibir Alex di bibirnya.
Gejolak dalam tubuh Alex seketika membuncah. Ciumannya yang semula pelan dan lembut perlahan menjadi ******* yang cepat dan penuh gairah.
Mereka saling ******* dan menyentuh satu sama lain. Alex dengan kasar membuka kancing kemejanya dan melepasnya cepat, memperlihatkan otot tubuhnya yang kuat dan kekar.
Tanpa mengacuhkan tatapan Anna yang terlihat merona melihat tubuhnya, Alex kembali ******* bibir Anna dengan rakus dan menempelkan tubuhnya pada tubuh Anna yang hanya menggunakan pakaian dalamnya.
Mereka terus ******* dan membagi kehangatan satu sama lain. Alex merasakan tubuh bagian bawahnya sudah sangat mengeras. Perlahan ciumannya turun ke leher Anna dan meninggalkan bekas merah disana.
Ciumannya kembali turun dan turun kearah dada Anna yang terbuka.
Anna mencoba menahan ******* yang akan keluar dari mulutnya. Pikirannya sangat kacau..
Sebagian otaknya menyuruhnya untuk berhenti sebelum terlalu jauh, dan sebagian lagi menginginkan hal yang lebih dari sekedar ciuman.
__ADS_1
Tidak!! Dia tidak boleh membiarkan pria ini berbuat terlalu jauh!! pikir akal sehatnya.
"A... Alex!" ujar Anna pelan mencoba menahan tubuh Alex.
Seketika Alex berhenti mencium tubuh Anna dan mengarahkan pandangannya pada mata Anna yang terlihat berkaca-kaca.
Alex dengan cepat bangkit dan menjauh dari tubuh Anna sambil mengacak rambutnya.
"Maafkan aku!!" ujar Alex merasa bersalah.
Dengan cepat Alex mengambil kembali selimut yang tergeletak di atas lantai, lalu menutupi tubuh Anna.
Anna pun mencoba bangkit dari tidurnya sambil memegang selimut itu dengan erat di tubuhnya.
Alex menyentuh wajah Anna perlahan dan menatapnya dalam.
"Maafkan aku.." ujar Alex tulus.
Anna menundukkan kepalanya mendengar ucapan Alex. Tidak seharusnya pria itu meminta maaf padanya. Pria itu tidak salah sepenuhnya, dia juga sempat menikmati apa yang pria itu lakukan padanya tadi.
Alex menatap Anna yang hanya terdiam. Lalu dengan cepat berdiri dan mengambil kemejanya kembali. Apakah perlakuannya tadi membuat gadis itu takut padanya?? pikir Alex gusar.
"Kau bersihkanlah tubuhmu. Aku akan keluar" ujar Alex datar, lalu melangkahkan kakinya keluar kamar.
Anna menatap kepergian Alex dengan rasa bersalah. Bukan itu yang dia maksud pada pria itu. Dia tidak menyalahkan apa yang telah dilakukan pria itu padanya tadi. Dia hanya merasa malu dan merasa bimbang dengan perasaannya saat ini...
-
Setelah selesai membersihkan dirinya, Anna pun perlahan berjalan keluar dari kamarnya untuk menemui Alex
Anna mencoba membuka pintu ruangan Alex yang kebetulan tidak terkunci. Apakah pria itu ada di dalam? pikir Anna.
Anna mencoba masuk dan mengarahkan pandangannya ke sekitar. Namun tidak menemukan keberadaan pria itu disana.
Anna pun kembali keluar dan berjalan menuju lantai bawah. Saat di bawah Anna tidak sengaja berpapasan dengan Bibi Van.
"Nona, Apa Nona sedang mencari Tuan Alex??" tanya Bibi Van sambil tersenyum.
Anna mencoba menyembunyikan pipinya yang tiba-tiba merona setelah mendengar nama pria itu.
"Ah.. I.. Iya, apa Bibi melihatnya?" tanya Anna.
"Tuan Alex baru saja sudah kembali berangkat ke kantor. Dia menyuruhku untuk menyampaikannya pada Nona. Dan Tuan Alex bilang dia akan pulang larut malam ini" ujar Bibi Van.
Seketika wajah Anna terlihat kecewa mendengar ucapan Bibi Van. Ternyata pria itu sudah kembali ke kantor?? Apa dia menyalah artikan sikapnya tadi?? pikir Anna gusar.
"Oh.. Begitu ya.." ujar Anna kecewa.
"Kalau begitu, aku akan kembali ke kamar" ujar Anna pada Bibi Van dan berlalu kembali menaiki tangga menuju kamarnya.
Bibi Van menatap kepergian Anna dengan heran. Apakah mereka sedang bertengkar? pikir Bibi Van khawatir.
Tadi sebelum berangkat pun, Tuan Alex juga terlihat tidak bersemangat... pikirnya.
__ADS_1
-
Saat sudah tiba di kantor. Alex terlihat banyak termenung dan terlihat gusar. Pikirannya kembali teringat dengan reaksi Anna tadi siang yang terlihat menunduk dan enggan untuk menatapnya.
Apakah gadis itu marah padanya?? Pikirnya cemas.
Dia sekarang terlalu malu untuk bertemu dengan gadis itu dan merasa sangat bersalah. Dia takut Anna akan menghindarinya dan merasa takut bertemu kembali dengannya.
****!! Seharusnya dia bisa menahan gejolaknya tadi!! geramnya dalam hati.
'Huh.. Sekarang bagaimana aku menghadapi gadis itu nanti???' pikirnya gusar...
-
Hari sudah mulai gelap. Waktu menunjukkan pukul 10 malam. Namun Anna belum melihat tanda-tanda Alex yang sudah pulang ke rumah. Kemana pria itu?? Kenapa dia belum kembali?? pikirnya cemas.
Anna melangkahkan kakinya berjalan mondar-mandir sambil terus menatap jam di dinding.
Tiba-tiba terdengar suara mobil dari luar. Anna dengan cepat menghampiri jendela dan melihat Alex yang baru saja turun dari dalam mobilnya.
Dengan cepat Anna keluar dari kamarnya dan menunggu Alex di depan pintu ruang pribadinya.
Alex masuk ke dalam rumah dengan tatapan dinginnya. Lalu melangkahkan kakinya langsung ke lantai atas. Saat sudah sampai di lantai atas seketika pandangannya terhenti melihat Anna yang sedang berdiri di depan pintu ruang pribadinya.
"Kau belum tidur?" tanya Alex datar.
Anna menatap Alex dengan tajam sambil menggelengkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan Alex.
"Tidurlah! Ini sudah larut" ujar Alex mencoba menghindari tatapan Anna.
Dengan cepat Anna menahan tangan Alex yang hendak membuka pintu kamarnya.
"Ada apa denganmu??" tanya Anna.
"Apa kau menghindari ku??" lanjutnya.
Alex menatap Anna sekilas lalu kembali mengacuhkannya,
"Aku lelah, aku ingin istirahat!!" ujar Alex tanpa menatap Anna sedikitpun.
Anna mengepalkan tangannya kuat lalu dengan cepat menarik kerah baju Alex agar pria itu menatapnya.
"Aku sedang bertanya padamu Alex!!!" ujar Anna frustasi.
Dia tidak ingin pria ini salah paham padanya dan menjauhinya. Rasanya sangat sesak saat pria itu mengacuhkannya seperti tadi..
Alex yang kaget dengan perlakuan Anna seketika menatap mata Anna dalam sambil menggertakkan giginya kuat.
'Gadis ini!! Dalam sekejap saja membuat tubuhnya bergejolak hebat!!' geram Alex dalam hatinya.
Bersambung...
Halo.. Dukung terus cerita ini ya, dengan kasih like dan komen yang banyak. Jangan lupa juga bantu share dan rekomendasikan ke teman-teman yang lain ya..
__ADS_1
Terima kasih banyak buat yang masih setia nungguin cerita ini 🥺🙏❤️🤗