
Erika terlihat berlari di tengah hutan dengan nafasnya yang memburu. Wanita itu masih berusaha mencari jalan agar bisa keluar dari dalam hutan itu.
Erika sedikit menyesali tindakannya yang meninggalkan tas dan juga ponselnya di dalam gedung tadi.
Wanita itu sekarang terlihat kebingungan..
Yang bisa dia lakukan saat ini adalah terus berlari dan berharap bisa menemukan jalan keluar dari hutan ini.
Namun sepertinya nihil..
Setelah cukup lama dia berlari, Erika merasa dirinya hanya berputar-putar di tempat yang sama saja.
Wanita itu pun memutuskan untuk beristirahat sejenak di salah satu pohon dan duduk disana sambil mengatur nafasnya.
Erika menyandarkan tubuhnya di pohon sambil menutup matanya.
'Apa yang harus dia lakukan sekarang??' pikirnya bingung.
Saat Erika tengah berpikir, tiba-tiba saja wanita itu kembali mendengar suara langkah kaki yang tidak jauh dari tempatnya.
Erika seketika menundukkan tubuhnya dan mengarahkan pandangannya ke sekitar dengan waspada.
Wanita itu pun melihat sekelompok anak buah Leonard yang kembali terlihat melangkah kearahnya,
Sial!! Mengapa begitu sulit menjauhi tikus-tikus itu?? pikir Erika kesal.
"Kita harus berpencar!!!" teriak salah satu pria pada yang lainnya.
"Kalian pergi kearah sana!! Kalian kesana!! Dan aku bersama Will kearah sana!!!" perintahnya pada yang lain.
Mereka pun mulai berpencar untuk mencari keberadaan Erika.
Erika yang melihat hal itu seketika langsung panik dan ketakutan. Sepertinya sekarang pergerakannya semakin terbatas. Dia harus lebih waspada dan hati-hati..
'Ayo Erika!! Kau pasti bisa!! Kau harus segera keluar dari sini!!' ujarnya dalam hati.
Anna perlahan kembali membuka matanya..
Gadis itu menatap dengan hati-hati kearah kamera pengawas yang masih menyala.
Bagaimana ini?? Apakah sekarang pergerakannya sedang di awasi?? pikirnya cemas.
Anna kembali menelisik kamera itu dan mencoba mencari cara untuk bisa menghindari kamera cctv tersebut. Anna yakin seseorang pasti sedang mengawasi pergerakannya. Dia tidak boleh gegabah, pikirnya.
Saat Anna tengah berpikir, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang mendekat kearah sel tempatnya di kurung.
Tap..
Tap..
Anna dengan waspada langsung kembali ke tempatnya dan berpura-pura tak sadarkan diri.
Langkah kaki itu pun berhenti tempat di depan pintu selnya,
"Iya Tuan.. Wanita ini masih belum sadarkan diri" ujarnya seperti tengah berbicara dengan seseorang.
"Baik Tuan!!" lanjutnya lalu menekan earphone di telinganya.
Pria itu terdiam sejenak di depan sel dan memperhatikan Anna. Setelah itu dia pun membuka pintu sel nya dan mendekat kearah gadis itu.
Jantung Anna mulai berdetak dengan cemas. Apa yang akan orang ini lakukan padanya?? pikirnya dalam hati.
Pria itu berjongkok di hadapan Anna dan mengambil botol yang di bawanya, lalu membukanya dan menyipratkan airnya pada wajah Anna.
"Hey!!! Bangun!!!!" ujarnya tegas.
Anna yang terkejut seketika membuka matanya dan menatap pria bertopeng di depannya dengan waspada.
Pria itu menyeringai pelan di balik topengnya dan dengan perlahan mendekatkan wajahnya pada Anna.
Anna yang merasa tidak nyaman seketika langsung memalingkan wajahnya ke samping. Pria itu terkekeh pelan dan menyentuh dagu Anna dengan berani, lalu mengarahkan wajah gadis itu untuk berhadapan dengannya.
Anna menutup matanya dengan jantung yang berdegup kencang karena ketakutan. Apa yang akan pria ini lakukan padanya?? pikirnya cemas.
Pria itu lalu terkekeh pelan sambil menatap wajah Anna dengan intens. Lalu pria itu pun membuka topengnya dengan perlahan dan menyeringai pelan,
"Kau sangat cantik...." ujarnya tiba-tiba dengan intens sambil memperhatikan wajah dan tubuh Anna.
Anna mencoba menghindari tatapan pria itu dan memalingkan wajahnya. Namun lagi-lagi pria itu menarik wajah Anna agar tetap berhadapan dengannya,
"Tapi sayangnya... Aku tidak tertarik dengan perut besarmu" lanjutnya sambil menatap perut Anna dengan kesal.
__ADS_1
Pria itu kembali menyeringai dan menyentuh rambut Anna,
"Kau tau.. Hidupmu sepertinya tidak akan lama lagi.. Sungguh sangat di sayangkan, kau harus berurusan dengan pria mengerikan itu" ucapnya bergidik.
"Tapi....." lanjutnya terpotong sambil menatap bibir Anna dengan bergairah.
"Walaupun aku tidak bisa mencicipi tubuhmu.. Mungkin bibirmu ini saja sudah cukup.." lanjutnya sambil menyentuh bibir Anna.
Anna yang merasa jijik dengan sentuhan pria itu seketika menepis tangannya dengan kuat,
PLAK!!
Pria itu menatap tangannya yang memerah dan kembali menyeringai,
"Uhh... Kau cukup berani rupanya.. Aku suka itu.." ucapnya semakin bergairah.
Pria itu pun dengan tidak sabaran mencoba merangkul tubuh Anna,
GREP!!!
"Akkhhhh!!!! LEPASKAN!!!!" teriak Anna sambil menahan tubuh pria di depannya itu.
Pria itu semakin tertawa puas dan mencoba menyentuh tubuh Anna,
"Ayolah sayang... Kau akan menyukainya.." ucap pria itu tersenyum cabul.
Anna menahan tubuh pria itu sekuat tenaga dan mencoba mengeluarkan sesuatu dari balik bajunya.
Pria itu mencoba meraih wajah Anna dan mendekatkan bibirnya pada bibir Anna. Dengan sekuat tenaga Anna menahan wajah pria itu dengan kuat,
"Ayo sayang...." ucap pria itu dengan nada yang menjijikkan.
Saat wajah pria itu semakin dekat padanya, dengan cepat Anna langsung mengeluarkan benda di balik bajunya dan menusukkannya pada mata pria di depannya dengan kuat,
"AAAARRGGGGHHH!!!!!" teriak pria itu kesakitan sambil menyentuh sebelah matanya yang tertusuk ranting pohon yang tajam.
Pria itu seketika tergeletak di lantai sambil berteriak kesakitan. Matanya mengeluarkan banyak darah akibat tusukan ranting pohon yang tidak terlalu besar namun cukup tajam.
Anna dengan cepat berdiri dan menjauhi pria itu dengan nafasnya yang memburu.
Ranting itu adalah ranting yang sengaja Anna bawa saat dirinya berpura-pura pingsan sebelum anak buah Leonard membopongnya kemari. Anna membawa ranting itu untuk berjaga-jaga. Dan... ternyata benar, ranting itu sangat membantunya.
"ARRRGGGHH!!! \*\*\*\*\*\* SIALAN!!!!" teriak pria itu kesakitan.
Anna dengan cepat melangkah mundur dan berlari keluar dari dalam sel itu sambil menyentuh perutnya.
Gadis itu berlari dengan susah payah dan meninggalkan ruangan itu.
Pria malang tadi masih menyentuh matanya yang berdarah dan menekan earphone di telinganya untuk menghubungi seseorang,
"Akkkkhhhh.... Gadis itu... Gadis itu melarikan diri!!!!!!!" ujarnya sambil meringis kesakitan.
Tak lama setelah itu, segerombolan pria bertopeng berlari dan masuk ke dalam sel yang terbuka lebar. Mereka dengan cepat menghampiri pria yang tergeletak itu,
"Apa yang terjadi?????? Kemana wanita itu??????" ucap pria yang baru datang sambil mengarahkan pandangannya ke sekitar untuk mencari keberadaan Anna.
Pria yang tergeletak itu tidak menjawab dan masih meringis kesakitan.
"DASAR BODOH!!!!!!!" teriaknya pada pria itu.
"CEPAT BERPENCAR DARI CARI WANITA ITU!!!!!" perintahnya keras pada yang lain.
Dengan cepat mereka pun mulai berpencar untuk mencari Anna kembali.
__ADS_1
Pria yang berteriak tadi langsung menghampiri pria malang yang tergeletak sambil meringis kesakitan menyentuh matanya yang berdarah,
"Kau memang tidak berguna!!!!!!!" desisnya tajam.
Lalu pria itu pun mengambil sebuah pistol di dalam saku celananya dan mengarahkannya pada pria malang tadi.
Pria malang yang melihat hal itu pun langsung mencoba bangkit dan berlutut di hadapan pria yang memegang pistol itu dengan ketakutan,
"A... Ampuni aku Dev.... Ampuni aku.... Aku tau aku bersalah... Aku min....."
DOR!!!!!
Dengan cepat satu peluru pun mendarat tepat di kepala pria malang yang memohon tadi.
BRUK!!
Tubuh pria itu pun tergeletak tak bernyawa di atas lantai dengan darah yang mengalir deras di kepalanya.
Sebelah mata pria itu terbelalak lebar dan sebelahnya lagi masih tertancap oleh ranting yang ditusuk Anna.
Pria yang menembak tadi kembali memasukkan pistolnya ke dalam saku celana dan menatap tajam pada rekannya yang sudah mati itu,
"Tidak berguna!!!!" desisnya tajam lalu berlalu pergi untuk mencari keberadaan Anna.
Disisi lain...
Anna masih mencoba berusaha berlari sambil memegang perutnya.
Saat ini Anna berada di dalam gedung tua yang sebagian besar tanpa penerangan. Anna terlihat kebingungan untuk mencari jalan. Tubuhnya tidak cukup bertenaga untuk berlari cepat. Dan perutnya yang besar membuat pergerakannya menjadi lambat.
Dari kejauhan terdengar suara langkah kaki yang semakin dekat kearahnya. Anna terlihat mulai ketakutan dan mencari tempat untuk bersembunyi,
"Cepat temukan gadis itu!!!!!!!!!!" teriak salah satu pria.
Anna bersembunyi di balik tembok sambil menutup mulutnya. Gadis itu mencoba mengatur nafasnya dan menutup matanya dengan rapat.
'Ya Tuhan tolonglah aku.." doanya dalam hati.
Tap..
Tap..
Langkah orang-orang itu semakin dekat kearahnya. Jantung Anna semakin berdebar dengan kencang.
Gadis itu mencoba mengintip sedikit...
Dan benar saja, orang-orang itu sedang berjalan kearahnya.
Salah satu pria bertopeng seperti melihat sekelebat rambut Anna yang bersembunyi di balik tembok. Pria itu menyeringai pelan dan memberikan kode pada teman di sebelahnya untuk melangkah kesana.
Saat orang-orang itu hampir mendekat ke tempat Anna bersembunyi, tiba-tiba saja ada sepasang tangan yang langsung membekap mulut Anna sambil menarik tubuhnya.
Anna yang terkejut langsung membelalakkan matanya sambil menahan tangan seseorang yang tengah membekap mulutnya.
'Oh tidak.. Tamat sudah riwayatnya..' pikir Anna.
Bersambung..
Hallo, tolong di bantu like, komen, vote dan hadiahnya ya ☺️
Huhu.. sedih ni pembaca makin hari makin kurang, mungkin karena author jarang up juga 🤧
Tapi buat yang udah baca jangan lupa tinggalin jejak ya, dan kasih hadiahnya buat author walaupun recehan 🥲
Oh iya, novel kedua author yang judulnya Mysterious Man sudah up ya ☺️
Yuk bantu di ramaikan 😁🙏
__ADS_1
Terimakasih ❤️