Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Avec Vous


__ADS_3

Alex dengan cepat mendekati tubuh Anna lalu menyentuh wajah Anna agar bertatapan dengannya,


"Apa kau cemburu pada wanita tadi??" tanya Alex dengan tatapan dalamnya pada Anna.


'Cemburu?? Apa aku cemburu?' pikir Anna tidak mengerti.


"A.. Aku tidak cemburu! Kenapa kau berpikir seperti itu??" ujar Anna gugup.


Alex memicingkan matanya menatap Anna. Ada perasaan kecewa di hatinya saat mendengar ucapan gadis itu. Dia berharap gadis itu cemburu melihatnya bersama wanita tadi.


"Benarkah??" tanya Alex pelan.


"Tentu saja!! Untuk apa aku cemburu" ujar Anna sambil memalingkan wajahnya.


Seketika Alex menjauhkan tubuhnya dari Anna. Lalu pintu lift pun terbuka. Anna dengan cepat keluar dari dalam lift, meninggalkan Alex yang masih terdiam di dalamnya.


"Kembalilah ke kamarmu. Aku harus menghadiri pertemuan dengan beberapa rekan bisnis" ujar Alex singkat.


"Aku menyimpan handphone di kamarmu. Jika kau butuh apapun, kau langsung saja hubungi aku" lanjutnya.


Lalu Alex kembali menekan tombol lift nya dan pintu lift pun tertutup.


Anna menatap kepergian Alex dengan sedih. Pria itu berbohong padanya. Sebelumnya dia bilang akan mengajak Anna berkeliling, namun sekarang pria itu malah pergi begitu saja! kesal Anna.


Anna pun kembali ke kamarnya. Dan mengurung dirinya di dalam kamar.


-


Hari sudah mulai gelap. Anna berdiri di atas balkon kamarnya sambil melamun. Alex belum kembali sejak dia pergi tadi. Apakah pria itu begitu sibuk? pikir Anna.


Anna menatap handphone yang di tinggalkan Alex di kamarnya. Sebenarnya dia ingin sekali menghubungi pria itu, dan menyuruhnya segera kembali. Namun gengsi nya masih terlalu tinggi.


Setelah beberapa saat berpikir, akhirnya Anna memutuskan untuk menghubungi Alex. Dia sudah sangat bosan berdiam diri di kamar ini seharian.


Anna melihat nomor yang tersimpan di handphone itu. Disana hanya ada satu nomor, dan sudah pasti itu nomor Alex. Dengan ragu, Anna menekan tombol itu dan menghubunginya.


Tut.. Tut...


(Nomor yang anda tuju sedang sibuk, silahkan.........)


Dengan cepat Anna memutuskan panggilannya. Nomor pria itu tidak bisa di hubungi. Apakah dia sesibuk itu?? pikir Anna kesal.


Dengan kesal Anna melempar handphone itu ke atas tempat tidur. Dia benar-benar bosan!!


Tok.. Tok..


Terdengar suara seseorang mengetuk pintu. Dengan ragu, Anna pun melangkahkan kakinya untuk membuka pintu.


Saat Anna membuka pintu, terlihat Harry membungkukkan badannya pada Anna.


"Nona, aku di perintah Tuan Alex untuk menjemput Nona" ujar Harry.


Anna mengerutkan keningnya mendengar ucapan Harry. Menjemput?? tanya Anna heran.


"Memangnya kita akan kemana?" tanya Anna penasaran.


Harry hanya tersenyum mendengar pertanyaan Anna,


"Nona akan tau nanti" ujarnya tersenyum.


Setelah mengganti pakaiannya, Harry membawa Anna ke lantai bawah dan membukakan pintu mobil untuknya.


"Silahkan masuk Nona" ujar Harry.


Dengan ragu Anna pun masuk ke dalam mobil. Setelah mobil melaju Anna hanya memfokuskan pandangannya ke arah luar jendela. Sebenarnya mereka akan kemana? pikir Anna.


Setelah beberapa menit perjalanan, mobil pun berhenti di sebuah jembatan di dekat sungai yang sangat indah dan di hiasi dengan lampu-lampu.


Harry membukakan pintu dan mempersilahkan Anna untuk turun. Dari kejauhan Anna melihat Alex yang sedang menunggunya sambil bersandar di tembok jembatan.

__ADS_1


Pria itu menggunakan mantel hitamnya dan terlihat rambut hitamnya bergerak karena angin malam.


Seketika pandangan pria itu menatap kearah Anna yang sudah turun dari mobil.


"Nona, aku mengantarmu sampai sini saja" ujar Harry, lalu dia kembali ke dalam mobil dan meninggalkan Anna yang masih berdiri menatap Alex yang sedang berjalan menghampirinya.


Alex mengarahkan senyumnya pada Anna. Namun Anna memalingkan wajahnya dari pria itu.


Saat sudah berada di hadapan Anna, dengan lembut Alex menyentuh wajah Anna agar bertatapan dengannya.


"Apa kau marah padaku?" tanya Alex lembut.


Anna hanya diam tidak menjawab pertanyaan Alex,


"Maaf, tadi aku benar-benar sedang sibuk. Dan melupakan janjiku untuk mengajakmu berkeliling" ujarnya menatap mata Anna dalam.


"Sekarang, kita habiskan malam ini untuk berkeliling. Apa kau mau??" tanyanya mengusap pipi Anna.


Alex lalu mengulurkan tangannya pada Anna.


Anna terlihat diam sesaat, lalu kemudian meletakkan tangannya pada tangan Alex.


Alex pun tersenyum lembut lalu menggandeng tangan Anna untuk berjalan bersama.


**


Pertama, Alex mengajak Anna ke Menara Eiffel. Pemandangan menara di malam hari sungguh indah. Anna menatap kagum pada pemandangan di depannya.


"Kau suka??" tanya Alex.


Anna dengan cepat menganggukkan kepalanya. Dan mulai melangkah lebih dekat ke arah menara.


Senyuman tidak pernah lepas dari bibir Anna, ini adalah pertama kalinya bagi Anna melihat menara eiffel secara jelas dan dekat.


Seorang pria menghampiri Anna dan menawarkannya jasa untuk berfoto di depan menara.


"Do you want to take a picture?" tanyanya pada Anna.


Namun seketika Alex menghampirinya dan menyuruh pria tua itu memotret mereka.


" Yes please!!" ujar Alex.


Alex merangkul Anna lalu meminta pria tua itu memotretnya.


CKREK!!!


Pria tua itu memotret mereka beberapa kali,


"Let's take a romantic photo. You can kiss your girlfriend, man!!" ujar pria tua itu menggoda Alex.


Anna yang mendengar hal itu seketika merasa salah tingkah. Berbeda dengan Alex yang terlihat terpancing oleh perkataan pria tua itu.


"Lihat! disebelah sana ada kembang api!!" ujar Alex berbohong pada Anna.


Seketika Anna memalingkan wajahnya ke arah kiri, namun tidak melihat adanya kembang api. Anna yang kesal langsung membalikkan kembali wajahnya ke arah kanan untuk menatap Alex. Namun Anna tidak menyadari pipi Alex yang berada dekat di sebelah kanannya.


CUP!!!


Seketika bibir Anna menempel pada pipi Alex. Kesempatan itu di ambil dengan baik oleh pria tua tadi untuk memotret.


CKREK!!


"Woahh!!! Nice bro!!!" ujar pria tua itu memuji Alex.


Anna yang tersadar langsung menjauhkan wajahnya dari wajah Alex. Alex yang berada dekat dengan wajahnya hanya memberikan sebuah senyuman penuh arti padanya.


"Kau!!!!" ujar Anna kesal.


Alex hanya tersenyum, dan berjalan kearah pria tua itu untuk melihat hasil potretannya.

__ADS_1


Anna menatap sebal pada Alex yang terlihat tersenyum puas pada hasil foto pria tua itu. Setelah foto itu jadi, Alex langsung memasukkannya ke dalam saku mantelnya dan memberikan beberapa lembar uang pada pria tua itu yang terlihat kegirangan dengan bayaran yang di berikan oleh Alex.


Setelah pria tua itu pergi. Alex pun kembali menghampiri Anna.


"Berikan fotonya!!" ujar Anna memaksa.


Alex mengusap kepala Anna sambil tersenyum manis,


"Cium aku disini, maka aku akan memberikan fotonya padamu" ujar Alex sambil menunjuk bibirnya.


Anna membelalakkan matanya menatap tingkah Alex,


"Lupakan!!!" ujar Anna lalu membalikkan badannya hendak melangkah pergi.


Dengan cepat Alex menyusul dan menggandeng tangannya,


"Jangan marah.. Apa kau mau es krim??" tanya Alex lembut.


Seketika wajah Anna berubah menjadi senang saat mendengar ucapan Alex. Dengan cepat Anna menganggukkan kepalanya. Alex pun tersenyum dan membawa Anna untuk membeli es krim yang terkenal enak di kota ini.


Mereka menghabiskan malam ini dengan perjalanan yang sangat menyenangkan. Berfoto, membeli es krim, makan malam di tempat yang romantis, dan berjalan di jembatan Sungai Seine yang terkenal romantis di Paris.


"Apa kau senang?" tanya Alex pada Anna.


Anna menganggukkan kepalanya dan tersenyum pada Alex.


"Aku sangat senang" jawabnya tulus.


"Aku akan mengajakmu ke satu tempat lagi malam ini" ujar Alex lalu menuntun Anna ke arah Sungai.


Setelah sampai di tempat tujuan, Anna seketika membelalakkan matanya menatap sebuah kapal pesiar yang terlihat megah dan mewah di depannya.


"Apa kita akan naik kapal ini??" tanya Anna tidak percaya.


Alex tersenyum lalu menuntun Anna untuk masuk ke dalam kapal pesiar.


Anna tidak henti menatap takjub pada kapal pesiar ini. Di dalam kapal ini hanya ada mereka berdua. Apakah pria ini menyewanya secara pribadi? tanya Anna dalam hatinya.


Anna melangkahkan kakinya ke ujung kapal untuk melihat pemandangan malam yang indah. Kapal pun melaju dengan tenang. Angin berhembus kencang membuat rambutnya yang tergerai bagaikan menari-nari menikmati pemandangan yang indah ini.


Anna dapat melihat menara eiffel yang berkilau dari sini, dan pemandangan kota paris yang berkelip indah.


Alex menatap dalam pada Anna yang berdiri di depannya. Gadis itu terlihat sangat bahagia, senyumnya tidak pernah lepas dari bibirnya.


Pandangan Alex tidak pernah lepas dari Anna. Pemandangan di sekitar sungai ini tidak ada apa-apanya jika di bandingkan dengan gadis di depannya ini.


Anna terlihat memeluk tubuhnya yang kedinginan, dia hanya menggunakan sebuah gaun dan kardigan yang tidak cukup tebal untuknya. Namun hal itu tidak mengganggu kebahagiaannya karena melihat pemandangan di sekitarnya.


Perlahan Alex mendekati tubuh Anna dan memeluknya dari belakang. Alex menutupi tubuh Anna dengan mantel yang dia gunakan.


Anna terlihat terkejut dengan perlakuan Alex yang tiba-tiba.


"Kau bisa masuk angin" ujar Alex lembut di telinga Anna.


Anna menundukkan pandangannya mendengar bisikan pria itu di telinganya. Tiba-tiba pipinya terasa panas dan merona.


"Kau tau.. Ada yang lebih indah dari pemandangan disini, dan membuatku tidak bisa memalingkan pandanganku darinya sedetikpun" ujar Alex lembut sambil memeluk Anna erat.


Anna hanya terdiam mendengar ucapan Alex, sambil menahan debaran di jantungnya.


"Apa kau bisa merasakan debaran di jantungku??" tanya Alex berbisik lembut di telinga Anna.


Anna hanya kembali terdiam mendengarkan ucapan Alex. Entah mengapa jantungnya semakin berdegup kencang setiap pria itu membisikkan kata padanya.


Ada apa dengan jantungnya???? pikir Anna resah.


Bersambung...


Dukung selalu cerita ini, jangan lupa kasih like dan komennya 🤗

__ADS_1


Terimakasih 🙏❤️


__ADS_2