Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Un Sourire


__ADS_3

-


-


Pintu kamar di buka dengan perlahan. Anna menatap keluar dengan hati-hati.


Benar, pintu kamarnya sudah tidak terkunci lagi. Anna melangkahkan kakinya perlahan keluar. Dia melihat sekeliling ruangan di lantai 2 itu, sangat hening dan sepi..


Anna melangkahkan kaki nya mencoba untuk berkeliling. Pandangannya tertuju pada ruangan yang tidak jauh dari kamarnya. Seingatnya itu adalah ruangan pribadi milik pria kejam itu. Anna bergidik ngeri, dia tidak berani untuk masuk ke ruangan itu. Membayangkannya saja tidak.. Rasanya seperti kau masuk ke dalam kandang singa yang besar dan buas..


Anna kembali melangkahkan kakinya.


Langkahnya terhenti di pintu balkon lantai 2 rumah itu. Anna membuka pintu dan melangkahkan kaki nya ke ujung pagar pembatas.


Angin segar menyapu wajah Anna dengan lembut. Rambutnya yang terurai bergerak menari-nari ke belakang wajahnya..


Senyuman terukir di wajah Anna. Sepertinya sudah lama sekali Anna tidak menghirup udara segar seperti ini.


Matanya menatap ke sekeliling halaman rumah yang di penuhi tanaman hijau dan bunga-bunga. Ada juga air mancur yang berisi ikan-ikan kecil berwarna-warni.


Saat pertama kali Anna di bawa ke rumah ini, Anna merasa rumah ini begitu menakutkan walaupun terlihat megah. Bahkan Anna tidak menyadari di rumah ini ada halaman luas yang di penuhi dengan bunga-bunga indah seperti yang dia lihat sekarang.


Jika di malam hari, rumah ini memang terlihat menakutkan bagi Anna. Tapi Anna tidak menyangka, jika di siang hari pemandangannya seindah ini..


Anna berlari kecil menuruni tangga menuju halaman rumah. Senyuman senang terpampang di wajahnya saat tiba di halaman rumah. Matanya berkilat takjub memandangi sekelilingnya..



Anna melangkah menelusuri halaman itu tanpa alas kaki. Tangan nya menyentuh kelopak bunga yang bermekaran dan menghirup aromanya. Tak henti-henti nya Anna tersenyum menikmati indahnya halaman itu. Tingkahnya seperti anak kecil yang sedang di beri mainan kesukaannya.


Anna berlari-lari menikmati pemandangan dan tertawa lepas. Dia merasa seperti seekor burung yang baru saja keluar dari sangkarnya dan terbang bebas..


-


Alex memarkirkan mobilnya di depan rumah. Seorang penjaga membukakan pintu mobil untuknya dan membawakan tas miliknya.


Alex melonggarkan dasi di kerahnya. Hari ini cukup melelahkan bagi Alex. Karena kecerobohan karyawannya, dia harus turun tangan mengerjakan ulang sebuah laporan yang harus dikirim ke perusahaan lain hari ini. Setelah memecat karyawannya itu dengan tidak hormat, Alex memilih pulang lebih awal. Alex merasa kepalanya sedikit pusing dan sakit, semalam dia tidak bisa tidur dan hanya tidur 2 jam saja.


Alex melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah. Lidya menyambut kedatangan Alex di ruang tamu sambil membungkukkan badannya. Namun Alex tidak menghiraukannya dan terus melangkah menaiki tangga menuju ruangannya.

__ADS_1


Lidya menatap cemas pada Alex, sepertinya Tuan nya itu sedang tidak dalam keadaan sehat. Dia pasti lelah bekerja seharian, dan juga harus mengendarai mobilnya sendiri ke rumah dengan jarak yang cukup jauh.


Alex memang tidak pernah ingin memakai jasa seorang supir. Dia lebih memilih mengendarai mobilnya sendiri. Sifatnya yang selalu mengandalkan dirinya sendiri terkadang membuat tubuhnya drop.


Lidya masih ingat saat pertama dia bekerja dengan Alex. Dia selalu melihat Alex bekerja setiap hari siang dan malam nonstop untuk memajukan perusahaanya. Tanpa istirahat, tanpa tidur, sampai pada akhirnya Alex tumbang dan masuk ke rumah sakit. Saat itu hatinya ikut hancur dan terluka melihat Alex terkulai lemah tak berdaya. Dia tidak ingin kejadian itu terulang lagi.


Pada saat itu lah Lidya menaruh perasaan pada Alex, walaupun dia masih muda tetapi dia bekerja sangat keras dan benar-benar berjuang membangun perusahaannya seorang diri dari awal, sampai menjadi salah satu perusahaan ternama di negri ini dan menjadi pengusaha sukses di usia muda.


Sebuah ide muncul di kepalanya. Dengan tersenyum senang,


Lidya berinisiatif membuatkan segelas jus untuk Alex dan beberapa cemilan untuk menghilangkan lelahnya.


Disisi lain..


Alex melangkahkan kakinya ke lantai 2 sambil memegang kepalanya yang terasa sakit. Dia hendak membuka pintu ruangan pribadinya namun pandangannya tertuju pada pintu balkon yang terbuka. Alex memicingkan matanya, lalu


Alex melangkahkan kakinya ke kamar di samping ruang pribadinya yang tertutup dan membukanya.


Pandangannya yang tajam menatap ke setiap sudut ruangan kamar. Namun dia tidak menemukan keberadaan gadis itu. Alex kembali melangkahkan kakinya ke arah balkon dengan kesal 'Gadis itu di beri kebebasan sudah berani berkeliaran sesuka hatinya' gerutu Alex dalam hatinya.


Alex menghampiri pagar pembatas dan tidak menemukan keberadaan gadis itu di balkon. Pandangannya tertuju ke arah taman. Dari kejauhan dia melihat seorang gadis mengenakan gaun berwarna kuning selutut nya, berlari kesana-kemari dengan senyuman yang menghiasi wajahnya.


Alex menatap gadis itu dalam diam.


Alex meninggalkan balkon dan berjalan menuruni tangga menuju halaman. Dia menghampiri Anna yang sedang memegang dan menghirup aroma bunga di tangannya.


Seketika seringai muncul di wajah Alex saat melihat bunga apa yang baru saja di hirup oleh Anna..


"Ku kira gadis berpendidikan tinggi sepertimu cukup pintar.." ucap Alex mencemooh.


Anna yang terkejut seketika menegakkan tubuhnya dan menatap Alex,


"Ka.. Kau!!!" ujar Anna kaget.


Namun belum sempat Anna bergerak, tubuhnya ambruk seketika. Alex menahan pinggang Anna dengan tangannya.


"Merepotkan!" kesal Alex.


Alex menggendong tubuh Anna yang tak sadarkan diri dan membawanya ke lantai 2.

__ADS_1


-


Lidya menaiki tangga menuju ruangan Alex. Di tangannya ada nampan berisi segelas jus dan beberapa kue buatannya. Senyuman terpampang di wajahnya..


Lidya mengetuk pintu ruangan pribadi Alex,


Tok.. Tok..


"Permisi.. Tuan, aku mengantarkan sedikit cemilan dan jus.." ujar Lidya sedikit gugup.


Namun tidak ada jawaban apapun. Kembali Lidya mengetuk pintu,


Tok.. Tok..


"Permisi Tu-.."


"Apa yang sedang kau lakukan" ujar seseorang dingin di balik tubuh Lidya.


Lidya membalikkan badannya lalu menatap tidak percaya dengan apa yang di lihatnya. Tuan Alex nya sedang menggendong tubuh Anna yang sepertinya sedang tidak sadarkan diri. Lidya mencengkram erat nampan yang ada di genggamannya.


"Apa kau tidak dengar!!" ujar Alex marah.


"Ah... I.. Itu.. Tadi aku mencoba mengetuk pintu tapi tidak ada jawaban" ujar Lidya gugup.


Alex menatap nampan yang di bawa Lidya,


"Apa aku menyuruhmu membawanya?" ucap Alex dingin.


Lidya menatap arah pandangan Alex yang tertuju pada nampan yang di bawanya.


"Ti.. Tidak.. Hanya saja..." jawab Lidya gugup.


"Jika tidak maka bawa kembali makanan itu" ujar Alex lalu masuk ke ruangannya sambil menggendong Anna masuk.


Lidya mencengkram kuat nampannya sambil menahan sakit di hatinya. 'Sialan!! Gadis itu benar-benar sudah membuat semuanya berantakan!! Bahkan Tuan Alex membawanya masuk ke dalam ruangan pribadinya, yang aku pun belum pernah masuk ke dalamnya!! Tuan Alex tidak pernah membiarkan siapapun untuk masuk.. Tapi mengapa.. mengapa Tuan Alex membawa gadis itu masuk sekarang!!!' kesal Lidya di dalam hatinya.


'Tidak!! Aku tidak akan membiarkan gadis ini merebut Tuan Alex..' geramnya..


Bersambung..

__ADS_1


Hai.. Support terus cerita ini ya, jangan lupa komen dan like nya yang paling aku tunggu 🤗


Terimakasih ❤️


__ADS_2