Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Morning


__ADS_3

"Bukankah kau sudah tau?? Aku selalu menahannya... Jadi, aku akan mempercepat pernikahan kita agar aku bisa melampiaskan semuanya..." bisik Alex intens.


Seketika pipi Anna pun memerah dan bulu kuduknya meremang membayangkan ucapan Alex tadi...


"Kau ini!!!!" kesal Anna sambil memukul pelan pundak Alex.


Alex pun dengan cepat meraih tangan Anna dan menciumnya dengan lembut,


"Aku hanya bercanda..." ujar Alex tersenyum.


Entah mengapa Alex sangat menyukai ekspresi Anna saat dirinya menggoda gadis itu. Sebenarnya ucapannya bukanlah sebuah candaan semata. Tetapi Alex mengatakan hal itu agar Anna tidak merasa kesal padanya.


"Tidurlah.. Aku akan tidur di sofa" ujar Alex lembut.


Pria itu pun membelai lembut pipi Anna dan menciumnya.


CUP!!!


"Selamat malam" bisik Alex.


Lalu pria itu pun melangkah ke arah sofa yang tidak jauh dari tempat tidur. Anna menatap Alex yang sudah merebahkan tubuhnya di atas sofa.


"Selamat malam" ujar Anna.


Lalu dengan cepat gadis itu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.


Alex yang melihat hal itu pun tersenyum geli melihat tingkah Anna.


"Aku mencintaimu" ujar Alex.


Tidak ada jawaban dari Anna. Setelah beberapa saat Alex pun mencoba menutup matanya agar tertidur. Tetapi entah mengapa dia tidak merasakan kantuk sama sekali.


Pria itu pun menatap Anna yang terlihat sudah tertidur. Alex bangkit dari sofa dan menghampiri Anna.


Pria itu membuka sedikit selimut Anna yang menutupi wajahnya. Lalu sebuah senyuman pun muncul di wajahnya. Gadis itu sudah tertidur dengan wajah polosnya yang sangat cantik.


Alex duduk di samping tempat tidur dan memperhatikan wajah kekasihnya itu tanpa bosan. Tangannya terangkat untuk membelai rambut panjang Anna. Pria itu mendekatkan wajahnya pada wajah Anna dan mencium keningnya cukup lama.


CUP!!!


"Terimakasih, kau telah hadir di hidupku" bisik Alex di telinga Anna.


"Aku mencintaimu..." bisiknya lagi.


Lalu pria itu pun kembali merapihkan selimut Anna dan kembali merebahkan tubuhnya di atas sofa dan mencoba untuk tidur.


-


Cahaya matahari terlihat mulai masuk melalui celah-celah jendela. Anna mengerjapkan matanya perlahan dan mulai membuka matanya. Gadis itu menatap ke sekitar dan perlahan bangkit dari tidurnya.


Anna menatap ke arah sofa di depan tempat tidur yang sudah kosong. Apakah pria itu sudah bangun??? pikir Anna.


Anna pun menurunkan kakinya dari tempat tidur dan melangkah ke arah jendela. Gadis itu membuka tirai di jendela dan menatap ke luar. Hari sudah cukup terang, Anna pun membuka sedikit jendela dan menghirup udara pagi yang segar.


CKLEK!!!


Terdengar suara pintu kamar mandi yang terbuka. Gadis itu pun mengarahkan pandangannya ke arah kamar mandi. Namun dengan cepat Anna kembali membuang pandangannya dengan wajah yang sedikit merona.


Alex keluar dari kamar mandi dengan rambut basahnya dan tubuh bawahnya yang ditutupi oleh handuk.


"Kau sudah bangun????" tanya Alex lembut.


Anna mencoba mengatur detak jantungnya dan mengangguk pelan tanpa membalikkan tubuhnya pada Alex.


"A... Aku akan kembali ke kamarku untuk membersihkan diri" ujar Anna hendak membalikkan tubuhnya untuk pergi.


GREP!!!!


Namun tiba-tiba Anna merasakan seseorang memeluk tubuhnya dari belakang dengan erat.


"Mengapa begitu terburu-buru????" bisik Alex di telinga Anna.

__ADS_1


Setetes air dari rambut basah Alex menetes di pundaknya. Anna membalikkan wajahnya dan merasakan dada telanjang Alex yang hangat di punggungnya.


"Selamat pagi, sayang...." bisik Alex lagi sambil mencium pundak gadis itu.


Anna pun menghela nafasnya dan mencoba melepaskan pelukan Alex dari tubuhnya.


"Selamat pagi Alex, sekarang lepaskan pelukanmu... A... aku harus kembali ke kamarku" ujar Anna pelan.


Alex pun dapat merasakan kegugupan Anna dari nada suaranya. Pria itu pun menyeringai tipis dan mencoba membalikkan tubuh Anna agar menghadap padanya.


Anna pun refleks menutup matanya saat tubuhnya sudah berhadapan dengan Alex.


"Kenapa kau menutup matamu??" tanya Alex menggoda.


Anna pun menggeleng cepat dengan mata yang masih tertutup,


"Sudahlah!! Kau bersiap-siaplah!! Aku juga harus kembali ke kamarku!!' ujar Anna sedikit kesal sambil mencoba untuk melepaskan tangan Alex dari pinggangnya.


Pria ini senang sekali menggoda dirinya, gerutu Anna kesal dalam hatinya.


Alex menatap Anna dengan gemas. Pandangan pria itu pun mengarah pada bibir merah muda Anna. Bukannya melepaskan pelukannya, Alex semakin mempererat pelukannya dan meraih tengkuk Anna.


"Aku akan melepaskanmu setelah ini" bisik Alex intens.


CUP!!!


Pria itu pun menempelkan bibirnya pada bibir Anna. Perlahan Alex ******* bibir gadis itu dengan lembut dan dalam.


Anna yang terkejut pun mencoba mendorong tubuh Alex. Namun pria itu menahan tangannya dan meletakan kedua tangan Anna di dada telanjangnya.


Anna pun merasakan kehangatan dan degupan jantung Alex yang menggila. Seketika gadis itu berhenti memberontak dan mulai membalas ciuman lembut Alex.


Ciuman mereka terasa begitu lembut dan dalam. Alex ******* bibir Anna dengan hati-hati. Pria itu mengeratkan pelukannya di pinggang Anna dan mengusapnya pelan. Anna membelai dada Alex dengan lembut. Membuat jantung pria itu semakin menggila.


Mereka saling ******* dan menyalurkan kehangatan dari ciuman itu.


Setelah beberapa menit akhirnya Alex pun melepaskan ciumannya. Pria itu membuka matanya dan menatap wajah Anna dengan intens.


Mereka saling menatap selama beberapa detik tanpa berkata apapun. Hanya tatapan mereka yang berbicara dengan penuh rasa cinta dan kehangatan.


"Katakan bahwa kau mencintaiku...." bisik Alex sambil menatap mata Anna sangat dalam.


Anna pun tersenyum lembut dan membelai pipi Alex,


"Aku mencintaimu, Alex.." bisiknya.


Alex pun tersenyum senang dan kembali mengecup bibir Anna,


CUP!!!


"Baiklah... Sekarang apa boleh aku kembali ke kamarku???" tanya Anna lembut.


Alex pun tersenyum dan mengangguk pelan,


"Baiklah... Kali ini aku akan melepaskanmu" ujar Alex dengan berat hati.


"Terimakasih" ujar Anna senang.


Pria itu pun melepaskan pelukannya. Anna pun tersenyum senang dan mulai melangkah ke arah pintu dan pergi ke kamarnya.


Alex menatap kepergian Anna dengan senyum yang masih menghiasi wajahnya. Entah apa yang telah gadis itu lakukan padanya. Yang jelas, Alex begitu tergila-gila padanya dan tidak ingin jauh darinya sedikit pun.


-


Setelah selesai membersihkan dirinya, Anna pun membuka pintu kamarnya untuk turun ke lantai bawah.


Saat Anna membuka pintunya, dia sedikit terkejut saat melihat Alex yang sedang bersandar di tembok dan menunggu dirinya.


"Kau sudah menunggu lama??" tanya Anna.


Alex pun mendekati Anna dan langsung menggenggam tangan gadis itu,

__ADS_1


"Tidak juga" ujar Alex sambil tersenyum.


Anna pun tersenyum dan membalas genggaman tangan Alex,


"Kau akan ke kantor hari ini???" tanya Anna.


Alex pun mengangguk pelan,


"Iya" jawab Alex.


Pria itu pun berdehem sebentar dan kembali menatap Anna,


"Kita akan kembali pulang ke rumah malam ini" ujar Alex yang membuat Anna sedikit terkejut.


"Malam ini????" tanya Anna lagi.


Alex pun menyentuh pipi gadis itu dan mengangguk pelan. Anna menghela nafasnya dan mengangguk pasrah.


"Apa kau sudah beritahu bibi dan yang lainnya??" tanya Anna.


Alex pun menggeleng pelan,


"Belum, aku akan beritahu mereka sekarang. Lagipula Peter sudah membaik" ujar Alex.


Anna kembali terdiam sesaat dan mengangguk pelan,


"Baiklah, ayo kita ke bawah dan sarapan" lanjut Alex.


Alex menggenggam tangan Anna dengan erat. Dan mereka pun melangkah bersama ke lantai bawah.


Dibawah orang-orang sudah berkumpul di meja makan termasuk Peter.


Alex menatap acuh pada Peter dan mulai menarik salah satu kursi untuk Anna, setelah itu dia pun duduk di samping gadis itu.


"Selamat pagi" sapa Donna pada Anna dan Alex.


Anna tersenyum pada Donna dan membalas sapaannya,


"Selamat pagi Bibi, Paman, Key dan... Kakek" ujar Anna.


Mereka pun memulai sarapan mereka bersama dengan obrolan-obrolan ringan. Alex dan Peter lebih banyak diam dan fokus dengan sarapan mereka.


"Aku dan Anna akan kembali ke rumah malam ini" ujar Alex tiba-tiba yang membuat semua orang menatap padanya dengan terkejut.


"Malam ini??? Kenapa begitu terburu-buru??? Tidak bisakah kalian tinggal disini lebih lama??" ujar Donna sedih.


Alex menatap Donna sekilas dan menggeleng pelan,


"Bukankah aku sudah bilang bahwa kami disini hanya tinggal beberapa hari saja. Lagipula, kurasa tidak lagi ada alasan untukku tetap tinggal disini" ujar Alex dingin.


"Tapi....." ujar Donna mencoba membujuk, namun Alex memotong ucapannya cepat.


"Kau sudah berjanji bukan" ujar Alex pada Donna.


Donna pun menghela nafasnya dan menatap Anna yang terlihat menundukkan pandangannya.


Peter menyimpan sendoknya di atas meja dan menatap Alex dalam diam.


"Alex... Ada yang ingin ku bicarakan denganmu... Bisakah kita bicara???" ujar Peter tiba-tiba.


Bersambung...


Hai, dukung selalu cerita ini ya, jangan lupa kasih like, komen, vote dan hadiahnya 😁🙏


Untuk cerita Roy author memutuskan akan di lanjut disini aja ya, karena jika harus bikin novel baru sedikit ribet kayaknya 😅


Jadi tokoh-tokoh di novel ini tidak akan di bikin novel lain ya..


Untuk sementara begitu aja 😂


Keputusan ini bisa berubah kalau authornya juga berubah pikiran 🤣

__ADS_1


Terimakasih readers kesayangan akuuhhh


Love you full 😘🥰❤️


__ADS_2