
"Eee... Bi... Bisakah.... Bisakah, kau tidur di bawah malam ini???" tanya Anna dengan hati-hati.
JLEB!!!
Seketika Alex merasa sebuah panah yang tajam menancap tepat di jantungnya.
'Apa??? Di bawah??? Apa ini maksudnya, Anna tidak ingin berada di dekatnya lagi???'
"Kau... Ingin aku.. tidur di bawah??" tanya Alex lagi pelan untuk memastikan.
Pria itu berharap jika telinganya tadi salah mendengar ucapan Anna barusan.
Anna menggigit bibirnya pelan dan menatap Alex dengan perasaan tidak enaknya,
"I.. Iya... bisakah, malam ini.. kau tidur di bawah dulu???" tanya Anna lagi.
Alex pun seketika merasa dunianya runtuh. Apakah sekarang harus separah ini?? pikir Alex frustasi.
Pria itu pun menunduk dan berdehem pelan,
"Baiklah... Jika itu yang kau mau.." ujarnya sedih.
Anna dapat melihat kekecewaan dari sorot mata suaminya. Gadis itu pun mencoba untuk mencari kata yang tepat agar tidak menyinggung perasaan Alex,
"Maaf Alex.. Aku tidak bermaksud untuk menjauh darimu dengan sengaja. Aku hanya..." ujar Anna terpotong saat Alex tersenyum lembut padanya sambil menyimpan jari telunjuknya di bibir.
"Sstt... Sayang.. Aku mengerti. Kau tidak perlu merasa bersalah seperti itu" ujarnya menenangkan.
Alex pun berdiri di samping tempat tidur sambil merapihkan kembali selimut untuk Anna,
"Tidurlah.. Aku akan tidur di sofa saja" ujar Alex.
Anna pun menghela nafasnya dan menatap Alex dengan perasaan bersalah,
"Selamat tidur" ujar Alex tersenyum lembut.
Anna pun mengangguk pelan dan membalas senyuman Alex,
"Selamat tidur" balas Anna.
Setelah Anna menutup matanya, Alex pun dengan segera mematikan lampu dan mulai melangkah kearah sofa yang berada tidak jauh dari tempat tidur.
Perasaan Alex sekarang terasa begitu campur aduk. Disisi lain dia mencoba untuk bersabar dan memaklumi perilaku Anna yang berubah saat berada di dekatnya. Tetapi disisi lain, Alex tidak bisa memungkiri bahwa ada rasa sedih dan kecewa yang dia rasakan.
Pria itu menidurkan tubuhnya di atas sofa sambil mengarahkan pandangannya pada tubuh Anna yang sedang memunggunginya.
"Kapan semua ini akan berakhir??" bisiknya frustasi.
Alex mengacak rambutnya pelan dan mencoba untuk tertidur. Namun sialnya, pria itu tidak dapat tertidur juga.
Biasanya Alex akan dengan mudah tertidur nyenyak sambil memeluk tubuh istrinya. Tetapi sekarang dengan menyedihkannya, dia harus tertidur sendirian di atas sofa ini.
__ADS_1
Pria itu mencoba untuk membolak-balikkan badannya mencari posisi yang nyaman untuknya tidur. Namun nihil, Alex sama sekali tidak bisa tertidur.
Alex pun dengan kesal bangkit dari tidurnya dan duduk dengan wajah yang frustasi.
Pria itu menatap pada punggung Anna dengan wajah sedihnya,
"Sekarang apa yang harus aku lakukan???" bisiknya frustasi.
Pria itu pun menghela nafasnya dan bangkit dari atas sofa lalu berjalan kearah pintu dan membukanya. Mungkin malam ini akan Alex habiskan dengan bekerja semalaman.
Pria itu lebih memilih untuk pergi ke ruang kerjanya sambil mengerjakan beberapa berkas yang harus di periksanya.
Alex berdiri di depan pintu sambil kembali menatap tubuh istrinya yang sepertinya sudah tertidur,
"Kuharap ini malam terakhir kau mual saat berada di dekatku..." bisiknya penuh harap.
Lalu pria itu pun menutup pintu dan mulai berjalan kearah ruang kerjanya untuk menghabiskan malam yang penuh dengan kegalauan ini.
~~
Cahaya matahari masuk melalui celah jendela. Alex mengerjapkan matanya saat sebuah cahaya menyinari matanya yang sedang tertutup.
Pria itu mengerjapkan matanya dan mengusapnya perlahan. Alex membuka matanya sambil menyentuh kepalanya yang terasa sedikit berat dan pusing.
Alex menatap kearah jam di dinding yang sudah menunjukkan pukul 9 pagi. Itu berarti, Alex baru saja tertidur sekitar 2 jam.
Semalam, pria itu benar-benar tidak bisa tidur. Alex mencoba untuk memfokuskan diri bekerja tetapi pria itu tidak bisa fokus.
Dan akhirnya, Alex lebih memilih untuk melihat foto album pernikahannya dengan Anna untuk mengobati kerinduannya saat bersama dengan istrinya itu.
Alex kembali memijat keningnya sambil menyadarkan tubuhnya di kursi kerja miliknya. Pria itu menghela nafasnya dan kembali membuka matanya.
Alex hendak bangkit dari atas kursi. Namun tiba-tiba mata pria itu menatap sebuah selimut yang menyelimuti tubuhnya.
Seketika Alex kembali mengingat, bahwa semalam sepertinya dia tidak membawa selimut kemari.
Apa jangan-jangan... Anna yang menyelimutinya??? pikir Alex.
Sebuah senyuman pun menghiasi wajahnya. Alex dengan segera berdiri dan keluar dari ruang kerjanya, lalu masuk kedalam kamar.
CKLEK!!
Pria itu membuka pintu dengan senyuman yang masih menghiasi wajahnya. Tatapan Alex pun mengarah kearah tempat tidur yang terlihat sudah kosong.
"Sayang.." seru Alex.
Alex melangkah ke dalam kamar dan mengarahkan pandangannya ke seluruh ruangan, namun pria itu tidak menemukan istrinya disana.
Alex pun melangkah kearah kamar mandi dan membuka pintunya,
CKLEK!!
__ADS_1
Namun sayang, pria itu juga tidak menemukan istrinya disana.
Alex pun dengan segera melangkah keluar dari kamar menuju lantai bawah. Dia yakin pasti istrinya berada disana.
Disaat langkah Alex telah tiba di lantai bawah. Tiba-tiba pria itu mendengar suara orang-orang yang tengah mengobrol sambil tertawa.
Alex seketika memicingkan matanya dan mencoba memfokuskan lagi pendengarannya saat dia merasa ada suara seorang pria yang sedang berbicara.
Dengan langkah cepat pria itu pun berjalan kearah ruang tamu.
Sementara itu di ruang tamu terlihat Anna, Bibi Van dan Roy tengah mengobrol dengan serunya,
"Hahaha... Tuan Roy ini lucu sekali" ujar Bibi Van setelah mendengar lelucon yang di sampaikan Roy.
Terlihat Anna juga sedang tertawa sambil menghapus sudut matanya,
"Benarkah??? hahaha... Aku memang pria yang tampan dan humoris Bibi" ujar Roy bangga.
"Oh iya, Aku punya lelucon yang tidak kalah lucu..." lanjutnya.
"Ekhem... Ada seorang suami yang di dalam dompetnya terdapat foto istrinya. Saat teman-temannya melihat, ia dipuji sebagai suami yang sangat baik.
Lalu, satu di antara temannya bertanya apa fungsinya membawa foto sang istri. Dia menjawab: "kalau aku punya permasalahan di kantor, aku selalu memandang foto itu, dan permasalahan yang dihadapi hilang begitu saja".
"Wah alangkah berbahagianya kau mempunyai istri seperti itu, bagaimana bisa begitu?" tanya teman-temannya.
Lalu, Sang suami menjawab kembali: "Ya, kalau aku melihat foto istriku, semua permasalahan apa pun di kantor menjadi tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan permasalahanku dengannya di rumah! Hahahahaha!!!!!" ujar Roy sambil tertawa lepas.
Seketika Anna dan Bibi Van pun ikut tertawa mendengar lelucon Roy barusan,
"Lucu bukan haha???" tanya Roy lagi.
Anna pun tertawa lepas sambil mengangguk pelan. Roy seketika menegapkan tubuhnya dengan bangga sambil menepuk dadanya,
"Itulah aku.. Roy!! Selain tampan aku juga pria yang humoris..." ujarnya bangga.
"Aku yakin suamimu itu tidak bisa membuat lelucon sepertiku kan??" lanjutnya menyombongkan diri.
Namun, tiba-tiba tawa Roy pun seketika menghilang saat matanya melihat seorang Alexander Wijaya yang sedang berdiri di belakang istrinya sambil menatapnya tajam dengan wajah yang teramat sangat menyeramkan.
GLEK!!!
Pria itu pun dengan susah payah menelan ludahnya dan menatap Alex dengan takut. Tubuhnya tiba-tiba saja mematung dan berubah menjadi dingin..
'Gawat!! Matilah kau Roy!!!!!' pikirnya panik.
Bersambung...
Halo, keep support this story ya,
__ADS_1
Jangan lupa kasih like, vote, hadiah dan komennya ☺️
Oh iya, kalau baca novel jangan sampai lalai ya, apalagi sampai melalaikan sholat 😁👍