Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Perpisahan


__ADS_3

--2 minggu kemudian--


Seorang pria tengah duduk di salah satu kursi tunggu yang berada di dalam Bandara. Pria itu sejak tadi mengarahkan pandangannya ke belakang untuk mencari seseorang yang dia tunggu.


Sebuah tiket sedang berada di genggamannya. Pria itu terlihat resah sambil melihat kearah jam yang berada di tangannya.


Sebentar lagi pesawatnya akan berangkat. Tapi, seseorang yang dia tunggu belum juga tiba.


Pria itu menunduk kecewa dan menghela nafasnya pasrah. Sepertinya seseorang yang di tunggunya itu tidak akan datang, pikirnya sedih.


Ting.. Ting..


("Mohon perhatian.. Kepada para penumpang penerbangan nomor 56KJ6 tujuan New York dengan pemberhentian di Amsterdam dan Dubai mohon melakukan boarding dari gerbang C2, dan mohon persiapkan boarding pass anda dan pastikan Anda membawa semua barang bawaan Anda. Terima kasih")


Seketika harapan pria itu pun pupus. Pesawatnya sebentar lagi akan berangkat, dan dia harus segera masuk.


Pria itu pun berdiri dari duduknya dan kembali menatap ke belakang untuk yang terakhir kalinya. Dengan rasa kecewa dia pun menghela nafasnya dan membawa kopernya hendak melangkah meninggalkan tempat duduk itu.


Saat pria itu hendak melangkah, tiba-tiba dia berhenti saat mendengar suara seseorang yang telah dia tunggu-tunggu sejak tadi tengah berteriak memanggil namanya,


"DANIEL!!!!!!!!!"


Seketika sebuah senyuman pun mengembang di wajahnya. Dengan cepat Daniel membalikkan tubuhnya dan melihat Anna yang tengah berjalan dengan tergesa-gesa kearahnya,


"Anna pelan-pelan!!" tegur seorang pria yang sedang menggenggam tangan wanita di sampingnya dengan sangat posesif, siapa lagi kalau bukan Alex..


Anna hanya bisa tersenyum pada Alex dan kembali menatap Daniel yang berada di depannya,


"Untung saja kau belum berangkat.." ujar Anna sedikit terengah.


Daniel tersenyum senang pada Anna dan menatapnya dalam,


"Kukira kau tidak akan datang.." ujar Daniel.


Anna pun menggeleng pelan,


"Tentu saja aku akan datang!!!" ujarnya tersenyum.


Lalu pandangan Daniel pun mengarah pada Alex yang terlihat sedang menatap kearahnya dengan tatapan dingin.


"Terimakasih.. Kau juga telah datang kemari" ujar Daniel tulus.


Alex terlihat acuh dan membuang tatapannya kearah lain sambil masih menggenggam tangan Anna dengan erat,


"Aku terpaksa! Jika bukan karena Anna, aku tidak mau repot-repot datang kemari" ujar Alex dingin.


Daniel pun hanya dapat tersenyum mendengar ucapan Alex. Sedikitnya Daniel mulai mengetahui tentang sifat suami dari sahabatnya ini. Walaupun wajahnya dingin dan ucapannya terdengar pedas, tetapi di dalam hatinya pria itu masih memiliki hati yang lembut dan perhatian.


Mungkin sifat itu sudah terpengaruhi dengan sifat istrinya yang lembut dan penyayang..


Setidaknya es dalam diri Alex sudah sedikit demi sedikit mulai mencair, pikir Daniel. Tidak hanya pada Anna.. Tapi juga pada orang-orang di sekitarnya..


Daniel kembali menatap Anna dengan tatapan dalamnya,


"Pesawatku sebentar lagi akan berangkat.." ujar Daniel pelan.


"Terimakasih... Terimakasih Anna, kau sudah mau menyempatkan waktumu untuk mengantar keberangkatan ku" lanjutnya.


Anna menatap Daniel dan tersenyum lembut padanya sambil mengangguk pelan,


"Semoga pengobatan mu berjalan dengan baik, dan... jangan lupa untuk mengabari ku tentang perkembangannya.." ujar Anna.


Daniel mengangguk pelan dan tersenyum lembut pada Anna.


Daniel memang memutuskan untuk kembali ke Amerika dan melakukan pengobatan disana. Kemarin Ibu dan Ayah Daniel telah berangkat lebih dulu.


Selain karena rekomendasi dari dokter untuk melakukan pengobatan disana. Daniel juga memilih untuk kembali ke Amerika karena dia ingin memulai kembali hidupnya disana.


Walaupun sebenarnya tidak dapat di pungkiri, Daniel masih memiliki sedikit perasaan pada Anna. Tetapi pria itu akan tetap terus berusaha untuk melupakan perasaannya dan memulai hidupnya yang baru. Termasuk untuk mencari cinta yang baru...


Daniel kembali menatap Anna sambil menatap perut gadis itu yang masih terlihat datar,


"Jagalah calon bayimu dengan baik. Makanlah yang banyak dan jangan melakukan pekerjaan yang berat" ujar Daniel penuh perhatian.

__ADS_1


Alex menatap tajam kearah Daniel dan berdecak kesal,


"Dia bukan anak kecil lagi!! Lagipula ada aku, 'Suaminya'!!" desis Alex penuh penekanan.


Anna hanya menatap Alex sambil tersenyum dan menggeleng pelan melihat tingkah suaminya yang pencemburu itu.


Daniel tertawa pelan mendengar ucapan Alex dan mengangguk pelan,


"Kau benar..." ujarnya.


Lalu Daniel pun menunduk sesaat dan menghela nafasnya. Pria itu tiba-tiba saja berjongkok di hadapan Anna dengan tatapan yang mengarah pada perut datar gadis itu.


Anna yang terkejut seketika terdiam melihat tingkah Daniel, termasuk Alex.


Daniel menatap dalam pada perut Anna dan tersenyum lembut,


"Sehat-sehat ya bayi kecil... Tunggu pamanmu ini kembali.. Setelah kau lahir ke dunia, Paman pasti akan datang untuk menemuimu" ujar Daniel dalam.


Seketika Anna pun tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca.


Daniel kembali bangkit dan menatap kearah Alex dan juga Anna,


"Jaga kesehatanmu..." bisik Daniel pada Anna.


Anna pun mengangguk dan setetes air mata mengalir di pipinya. Gadis itu pun dengan cepat menghapus air matanya dan kembali tersenyum pada Daniel.


Daniel mengarahkan pandangannya pada Alex dan tersenyum padanya,


"Aku titip Anna.." ujar Daniel pada Alex.


Alex terlihat tidak terlalu suka dengan ucapan Daniel, tetapi pria itu memilih diam dan mencoba untuk menahan amarahnya.


Daniel melangkah sedikit mendekati Anna dan mengarahkan pandangannya pada Alex,


"Bolehkah... Aku memeluk Anna???" tanya Daniel pada Alex.


Seketika Alex menggertakkan giginya dan menatap tajam pada Daniel,


Daniel pun seketika terdiam, lalu tersenyum geli


"Aku hanya bercanda..." ujarnya sambil menepuk pundak Alex.


Setelah itu pria itu pun mengambil kopernya dan kembali menatap Anna,


"Kalau begitu... Aku pergi sekarang" ujarnya.


Anna pun mengangguk dan tersenyum. Daniel melangkah mundur secara perlahan sambil masih menatap wajah Anna,


'Selamat tinggal cinta pertamaku..' bisiknya dalam hati.


Anna mengangkat tangannya dan melambai pada Daniel,


"Hati-hati di jalan..." ujarnya.


Daniel pun mengangguk dan mulai membalikkan tubuhnya. Pria itu melangkah menjauhi Anna dan Alex menuju pintu masuk keberangkatan.


Setetes air mata mengalir di pipi Daniel, dengan cepat pria itu menghapusnya dan menghela nafasnya,


'Selamat tinggal masa lalu.. Kau pasti bisa memulai hidup yang baru, Daniel....' ujar Daniel menyemangati dirinya di dalam hati.


Anna masih melambaikan tangannya sampai punggung Daniel menghilang.


Gadis itu menghela nafasnya dan menatap kearah Alex yang masih terdiam.


Anna mengusap tangan Alex yang berada di genggamannya dan tersenyum lembut kearah pria itu,


"Terimakasih..." bisik Anna pada Alex.


Alex merangkul tubuh Anna dan memeluknya dengan erat sambil mengangguk pelan.


Pria itu mengecup kepala Anna cukup lama, lalu kembali menatap wajah istrinya,


"Ayo kita pulang" ujarnya.

__ADS_1


Anna pun mengangguk pelan dan mereka pun kembali melangkah meninggalkan Bandara.


-


-


Sebuah pesawat telah mendarat di salah satu Bandara yang berada di New York.


Daniel keluar dari dalam pesawat dan melangkah masuk ke dalam Bandara. Pria itu menarik nafasnya dalam sambil menutup matanya,


'Selamat datang di kehidupan barumu, Daniel...' ujarnya dalam hati.


Pria itu pun tersenyum kecil dan mulai membuka matanya.


Daniel kembali menarik kopernya untuk melangkah keluar dari Bandara. Namun tiba-tiba jalannya terhalangi oleh segerombol orang-orang yang berlarian seperti sedang mengejar sesuatu,


"Ayo!! Ayo cepat!!! Itu dia!!!!" teriak salah satu orang.


"Iya itu dia!!!


"Aku melihatnya!!! Itu Rose!!!! Rose Carolina!!!!"


Teriakan orang-orang itu sedikit menganggu Daniel, namun Daniel memilih untuk acuh dan kembali melangkah.


Saat pria itu hampir tiba di dekat pintu keluar, tiba-tiba saja seseorang menabrak tubuhnya,


BUK!!!!


"Awww!!!" teriak seseorang yang jatuh di samping tubuh Daniel.


Daniel yang masih berdiri tegap mau tidak mau mengarah ke samping dan menatap seseorang yang tersungkur dengan baju yang cukup aneh menurutnya. Orang itu menggunakan mantel tebal dengan penutup kepala.


Daniel menghela nafasnya dan mulai berjongkok mencoba untuk menolong seseorang itu,


"Kau baik-baik saja??" tanya Daniel.


Seketika seseorang itu mengangkat wajahnya dan membuat penutup kepalanya terbuka, membuat rambut panjang kecokelatan nya tergerai dengan indah,


DEG!!!


Seketika wanita itu menatap kearah Daniel dengan tatapan terpesonanya. Kata-kata pertama yang muncul dipikiran wanita itu saat melihat Daniel adalah 'tampan'..


Daniel mengernyitkan keningnya dan mencoba menjentikkan tangannya di depan wajah wanita itu,


"Hallo... Kau baik-baik saja???" tanya Daniel lagi.


Seketika wanita itu tersadar dan tersenyum kikuk,


"Ah... A... Aku baik-baik saja" jawabnya gugup.


Seketika dari kejauhan wanita itu melihat segerombolan orang dan wartawan yang sedang mencari dirinya. Dengan cepat wanita itu bangkit berdiri sambil menatap Daniel dengan cemas,


"Bi.. Bisakah kau bantu aku???" tanyanya panik.


Daniel masih mengernyitkan keningnya dan terlihat bingung,


"Bantu???" tanya Daniel.


Wanita itu pun mengangguk cepat lalu menggenggam tangan Daniel,


"Nanti akan ku jelaskan!!! Sekarang ayo kita pergi dari sini!!!" ujarnya panik.


Setelah itu mereka berdua pun sedikit berlari meninggalkan Bandara dengan Daniel yang masih tidak mengerti tentang situasi yang dialaminya saat ini..


Mengapa hidup barunya di mulai seperti ini??? pikir Daniel dalam hati.


Bersambung...


Halo, keep support this story ya..


Jangan lupa kasih like, komen, vote dan hadiahnya ☺️


Terimakasih 🙏❤️

__ADS_1


__ADS_2