
Terlihat Peter sedang bersandar di kasurnya dengan seorang pelayan yang baru saja selesai memberikannya obat. Pelayan itu pun menatap Anna dan Alex lalu mempersilahkan mereka untuk mendekat.
Peter terlihat masih terdiam lemas dengan tatapan kosongnya. Alex pun melangkah mendekatinya,
"Selamat pagi" ujar Alex dingin.
Peter pun mengarahkan pandangannya pada Alex dengan tatapan yang sulit di mengerti. Apakah cucunya itu baru saja menyapanya?? pikir Peter tidak percaya.
"Apakah aku sedang bermimpi???" ujar Peter sambil menatap Alex dengan datar.
"Kau baru saja menyapaku..." lanjutnya pelan.
Alex tidak mengidahkan ucapan Peter dan masih menatap datar pada pria paruh baya itu.
Pandangan Peter pun mengarah pada Anna yang terlihat bersembunyi di balik punggung Alex. Pria itu terdiam sesaat dan menatap gadis itu dengan tatapan tajamnya.
Alex yang menyadari hal itu pun menatap Peter dengan tatapan yang tidak kalah tajamnya,
"Dia adalah kekasihku... Putri dari William Pratama" ujar Alex tajam.
Peter pun menatap pada wajah dingin Alex. Dia menatap cucunya itu dengan serius, lalu menghela nafasnya dengan kasar,
"Kau benar-benar keras kepala!!!" sindir Peter tajam.
Alex terlihat acuh mendengarkan ucapan Peter dan masih menatap kakeknya itu dengan tajam,
"Jika kau tidak suka, maka kami akan keluar dari sini!" ujar Alex dingin.
Anna menarik tangan Alex untuk menegurnya dan sedikit protes dengan ucapan pria itu pada kakeknya yang tidak sopan menurutnya. Namun Alex tidak menghiraukan teguran Anna. Entah mengapa menatap pria tua di depannya ini membuat amarahnya selalu muncul. Bayangan-bayangan masa lalu masih terus menghantuinya walaupun Alex telah berusaha untuk melupakannya.
Peter pun memalingkan wajahnya dan menghela nafasnya pelan,
"Bisakah aku berbicara denganmu berdua saja??" tanya Peter tiba-tiba.
Anna pun langsung mengarahkan pandangannya pada Peter dan berusaha untuk melepaskan tangannya dari genggaman Alex. Dia akan membiarkan cucu dan kakeknya ini berbicara secara pribadi.
Namun Alex menolak melepaskan tangannya dan masih menggenggamnya dengan erat.
"Alex.... lepaskan" bisik Anna.
Alex masih tidak mau melepaskan tangan Anna dan tatapannya pun masih menatap Peter dengan tajam. Anna pun tidak tinggal diam dan langsung menggigit tangan Alex yang menggenggamnya erat.
"Aarrghh" rintih Alex.
Tangan mereka pun terlepas dan dengan cepat Anna sedikit menjauhkan tubuhnya dari Alex,
"Ma... Maaf kakek... Kalian bicaralah berdua... A... Aku akan menunggu di luar" ujar Anna lalu menunduk sedikit pada Peter dan berlalu pergi.
Alex yang masih merintih tidak sempat menahan Anna dan dengan terpaksa dirinya sekarang harus berdua saja dengan kakeknya itu.
Alex pun menghela nafasnya pasrah dan menatap Peter dengan tatapan dinginnya,
"Cepat katakan apa yang ingin kau katakan!!" ujar Alex tajam.
Peter menatap cucunya itu dan terdiam sesaat,
"Mengapa kau mau tinggal di rumah ini dan menemuiku pagi ini???" tanyanya.
"Bahkan kau juga menyapaku..." lanjut Peter.
"Apa.... Gadis itu yang memintamu???" tanya Peter lagi.
__ADS_1
Alex pun menatap Peter dengan datar,
"Kurasa kau sudah tau jawabannya" jawab Alex singkat.
Peter pun menunduk dan tersenyum tipis,
"Apa dia juga yang menghasutmu agar memaafkan William yang telah membunuh kedua orang tuamu itu??" tanya Peter tajam.
Alex pun mengepalkan tangannya dan menatap Peter dengan tatapan sinisnya,
"Kau salah!!!!" ujarnya tajam.
"Aku sendiri yang memutuskan untuk memaafkan William... Lagipula.... Dia tidak membunuh ibuku" lanjutnya yang membuat Peter langsung menatapnya tajam.
"Cihh... Jadi pria itu mengatakan hal itu padamu???" tanyanya tajam.
"Ternyata kau mudah sekali untuk ditipu" lanjutnya.
Alex pun tersenyum sinis dan menatap Peter dengan senyum mencemoohnya,
"Aku tau dia tidak berbohong padaku!! Hubungan ibu dan ayahku memang tidak pernah harmonis!! Tidak pernah ada cinta diantara mereka berdua!!" ujar Alex tajam.
"Dan kau tau.... yang paling bersalah atas semua kejadian itu adalah kau!!!" lanjutnya sinis.
"Kau terlalu egois!! Dan kau tau, yang terluka atas sikapmu bukan hanya ibu...
tapi juga aku!! ayahku!! william dan juga keluarganya!!!" teriaknya.
"Apakah kau tidak pernah sadar akan hal itu??? Kau lah sumber penderitaan dalam hidupku!!! hidup ibuku!!!" ujarnya tajam.
Peter pun merasakan hatinya hancur dan remuk seketika mendengar ucapan Alex. Tatapan cucunya itu terlihat penuh kepedihan dan juga amarah yang bergejolak menjadi satu.
Rasa bersalah pun muncul di dalam hatinya...
"Mungkin kau benar...." bisik Peter.
Setetes air mata pun menetes di pipi Peter, namun dengan cepat dia menghapusnya agar cucunya itu tidak melihat dirinya yang sedang lemah seperti saat ini.
Lalu pria paruh baya itu mengangkat wajahnya dan menatap Alex dalam diam,
"Aku memang orang yang keras kepala!! Tapi, aku melakukan semua itu demi kebaikan keluarga ini!!" ujarnya tegas.
Alex pun menatap Peter dengan tidak percaya. Pada saat seperti ini pun pria tua itu masih bisa membela diri, pikir Alex geram.
"Semua telah berlalu... Aku tidak ingin menghabiskan sisa hidupku dengan rasa bersalah" ujar Peter pelan.
Peter pun menyadarkan tubuhnya di atas bantal dan menutup matanya,
"Pergilah... aku ingin beristirahat" ujarnya.
Alex pun terdiam sejenak lalu membalikkan tubuhnya dan melangkah cepat kearah pintu.
Namun saat Alex hendak membuka pintunya, perkataan Peter pun menghentikan pergerakannya.
"Cepatlah nikahi kekasihmu itu...... Aku ingin melihatmu menikah sebelum aku mati" ujar Peter tiba-tiba.
Alex pun membalikkan tubuhnya dan menatap Peter yang sudah menutup matanya untuk beristirahat. Lalu pria itu terdiam sejenak dan keluar dari kamar itu.
Saat di luar, Alex melihat Anna yang sedang bersandar di tembok sambil memainkan kakinya seperti anak kecil. Gadis itu sedang menunggu dirinya...
Dengan langkah cepat Alex menghampiri Anna dan langsung memeluk tubuhnya dengan erat,
__ADS_1
GREP!!!
Anna yang terkejut pun seketika membeku di dalam pelukan Alex. Pria itu memeluk tubuhnya erat sambil menutup matanya.
Anna yang bingung pun mengangkat tangannya perlahan untuk membalas pelukan Alex,
"Ada apa???" tanya Anna sedikit khawatir.
Sebenarnya apa yang telah dibicarakan Alex dan kakeknya tadi?? pikir Anna.
Dalam pelukan tubuh Anna, terlihat sebuah senyuman tipis terpampang di wajah Alex. Namun sayangnya gadis itu tidak dapat melihat hal itu.
Entah mengapa setelah mendengar ucapan kakeknya tadi, hati Alex mulai terasa ringan dan lega. Walaupun dia sedikit ragu apakah benar kakeknya berbicara seperti tadi atau hanya mengigau saja. Tapi Alex berharap semoga dirinya bisa benar-benar mulai memaafkan kakeknya itu.
Sedikit demi sedikit dia akan terus mencoba untuk melupakan masa lalunya. Dan mencoba memulai lembaran baru yang lebih baik lagi ke depannya.
"Alex...." bisik Anna lagi.
Alex pun melepaskan pelukannya dan menatap wajah Anna dengan lembut,
"Terimakasih..." bisik Alex tulus.
Anna yang tidak mengerti pun seketika mengernyitkan keningnya dan menatap Alex dengan bingung,
"Terimakasih??? untuk apa???" tanya Anna bingung.
Alex pun menatap wajah Anna dengan lembut dan menggeleng pelan. Tiba-tiba sebuah seringai muncul di bibirnya,
"Oh iya... kau telah menggigitku tadi, dan kau lihat, itu meninggalkan bekas" ujar Alex mengalihkan pembicaraan dan menunjukkan tangannya yang sedikit memerah.
Anna pun menatap bekas gigitannya dan menatap wajah Alex dengan rasa bersalahnya,
"Ma... Maaf aku terpaksa melakukannya" ujar Anna membela diri.
Alex pun berpura-pura merintih dan kesakitan,
"Apakah sakit???" tanya Anna khawatir.
Alex pun memasang wajah memelasnya dan mengangguk pelan,
"Kau harus mengobatinya" ujar Alex.
Anna pun menyentuh tangan Alex dan mengangguk pelan,
"Baiklah, aku akan mengobatinya. Ayo kita obati!!" ujar Anna hendak menuntun Alex pergi.
Namun tiba-tiba Alex menahannya,
"Bukan obati dengan cara seperti itu" ujar Alex.
Anna pun mengernyit dan menatap Alex dengan bingung,
"Apa maksudmu????" tanya Anna.
Alex pun mendekatkan wajahnya pada wajah Anna dan mendekatkan bibirnya pada telinga gadis itu,
"Obati aku dengan cara yang lain..." bisik Alex yang seketika membuat bulu kuduk Anna bergidik.
Bersambung...
Halo, dukung selalu cerita ini ya, jangan lupa kasih like, komen, vote dan giftnya 🤗
__ADS_1
Terimakasih 🙏❤️🥰