Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Alex's Plan


__ADS_3

-


-


Alex menarik tangan Anna menuju mobil yang ada di halaman rumah. Dia membuka pintu mobil dan menarik tangan Anna masuk ke dalam mobil. Anna menyentuh tangannya yang sakit akibat cengkraman pria itu. 'Dasar psikopat menyebalkan!!' gerutunya dalam hati.


Alex mulai melajukan mobilnya. Perjalanan mereka diisi dengan keheningan. Anna terduduk kaku sambil menatap keluar jendela 'Sebenarnya kemana pria ini akan membawanya?' tanya Anna dalam hatinya. Anna melihat Alex dari ekor matanya. Dia sedang serius mengendarai mobilnya. Anna kembali acuh dan menatap keluar jendela.. Sepertinya sudah lama sekali dia tidak melihat pemandangan diluar sini..


Setelah keluar dari hutan luas yang ada di rumah Alex, Anna mulai merasakan kembali kehidupan. Kelap-kelip lampu di jalanan, suara bising dari kendaraan..


Tak sadar senyuman muncul di wajahnya. Anna ingin merasakan kembali kebebasan..


Dia harus bisa bebas dari cengkraman pria ini, harus!!


Anna mengamati jalanan dari balik jendela. Bukankah ini jalan menuju kota? Sebenarnya kemana pria ini akan membawanya??


Mobil yang di kendarai Alex memasuki halaman salah satu gedung besar di kawasan elite. Anna menatap ke sekitar, tiba-tiba perasaan tidak enak muncul di benaknya. Untuk apa pria ini membawanya kemari?


Anna mulai merasakan jantungnya berdegup kencang tidak karuan. Pikirannya berkelana menebak-nebak apa tujuan pria ini membawanya kemari..


Dari kejauhan Anna melihat banyak sekali orang di depan pintu masuk gedung itu. Bahkan banyak sekali wartawan dan paparazi disana yang sibuk memfoto orang-orang yang datang.


Anna menatap Alex berharap Alex akan menjelaskan sebenarnya mengapa dia membawa Anna kemari. Namun Alex hanya diam dan memberhentikan mobilnya di depan karpet merah yang mengarah ke dalam gedung.


Alex melepas sabuk pengamannya,


"Yang perlu kau lakukan hanya tersenyum, dan jangan berbicara apapun tanpa perintah dariku!" ujar Alex dengan ekspresi datar nya tanpa menatap Anna.


Alex keluar dari mobilnya, pandangan semua orang tiba-tiba tertuju padanya. Para paparazi mengarahkan kameranya pada Alex bersiap-siap untuk memotret.


Anna yang melihat hal itu semakin gugup dan salah tingkah. Alex membukakan pintu mobil dan mengulurkan tangannya pada Anna dengan senyumannya.


Anna berkedip sesaat, apa dia tidak salah lihat? pria itu baru saja tersenyum. Namun Anna kembali melirik pada paparazi yang mengarah pada mereka. Tentu saja pria ini sedang berakting, pikirnya..


Sial.. untuk apa pria ini membawanya kemari, apa tujuannya? curiga Anna.


Anna menyambut uluran tangan Alex dan keluar dari dalam mobil. Para paparazi itu berbondong-bondong memotret mereka. Kamera blitz itu membuat mata Anna sakit, namun dia berusaha untuk tersenyum.


Seumur hidupnya dia tidak pernah datang ke acara seperti ini. Ini sama sekali bukan gayanya. Anna tidak suka dengan keramaian, apalagi tempat berkumpulnya pengusaha-pengusaha kaya. Dari dulu dia selalu menghindari acara-acara seperti ini. Anna lebih baik berdiam diri di dalam kamarnya dan membaca novel favoritnya.


Namun Alex sialan ini telah membawanya kemari. Sebenarnya apa rencana pria ini? gerutu Anna dalam hati.


Alex merangkul pinggang Anna lalu menuntunnya berjalan melewati karpet merah menuju pintu masuk gedung.


"Wah... Bukankah itu Alexander Wijaya?? Siapa wanita di sampingnya itu??" bisik salah satu wartawan.


"Wah.. Tampan sekali.."


"Apakah itu kekasih Tuan Alex?"


"Gadis itu cantik juga.."


"Ya ampun.. mereka terlihat serasi sekali.."


"Aku baru pertama melihat gadis itu, siapa dia?"


"Aku cemburu!!!"


"Siapa ****** itu yang berani mendekati Alex kita!!"

__ADS_1


Terdengar bisikan-bisikan orang-orang yang berada diantara para wartawan dan paparazi. Anna menghela nafasnya gugup. Banyak wartawan yang penasaran dan bertanya kepada Alex, namun dia mengabaikannya dan tidak menjawab satu pun pertanyaan mereka.


Alex menuntun Anna memasuki gedung. Para penjaga pintu itu memberi hormat lalu membukakan pintu untuk Alex dan Anna.


Anna membelalakkan matanya saat memasuki gedung. Dekorasi pesta ini sangat mewah dan terkesan elegan, yang di dominasi kan dengan warna-warna lembut yang terkesan romantis. Seperti di film negri dongeng, orang-orang berdansa berpasang-pasangan di iringi musik romantis..


Seseorang menghampiri Anna dan Alex,


"Welcome Mr. Alex, Good night.. Glad you finally got to attend this party" ujarnya tersenyum dan berjabat tangan dengan Alex.


"Good night Mr.Holland.. Senang bisa hadir di pesta yang luar biasa ini" ucap Alex.


"Ngomong-ngomong siapa gadis cantik ini? Aku baru pertama kali melihatnya.." ujarnya.


"Perkenalkan namanya Anna Elizabeth Pratama.. Dia kekasihku" ucap Alex sambil menatap Anna intens.


Anna menatap Alex dengan terkejut. Kekasih? Apa maksud pria ini? Apa yang dia rencanakan? curiga Anna..


Anna tersenyum kearah Mr.Holland dan menjabat tangannya,


"Senang bertemu denganmu" ujar Anna.


"Wah.. Wah.. Jadi selama ini Tuan Alexander Wijaya sudah mempunyai seorang kekasih.. Wanita-wanita di luar sana pasti akan patah hati" guraunya.


"Perkenalkan juga my lovely wife Mrs.Holland" ujarnya dan merangkul istrinya yang menghampiri.


"Nice to meet you" ujar Anna.


"Baiklah.. Bersenang-senanglah di pesta ini.. Pesta yang akan membuat hubungan kalian semakin harmonis haha.. Enjoy!" guraunya lalu menghampiri tamu yang lain.


Anna menatap Alex dengan wajah penuh curiganya. Apa maksud dan tujuan pria ini?


"Alex!!!"


Terdengar seseorang memanggil Alex dan menghampirinya..


Alex menatap Roy yang baru datang bersama seorang wanita.


"Wow.. Siapa gadis cantik ini?" tanya Roy semangat pada Alex.


"Halo namaku Roy Georgio Yuswan sahabat Alexander Wijaya, Siapa namamu manis?" tanya Roy pada Anna sambil mengulurkan tangannya dengan senyuman menggoda.


"Anna Elizabeth Pratama" jawab Anna singkat.


Seketika Roy terbelalak kaget. Nama itu tidak asing di telinganya..


Tiba-tiba Roy menatap Alex dengan curiga.


"Ohh.. Nama yang indah" ujar Roy tersenyum.


"Sepertinya ada yang harus ku bicarakan sebentar dengan kekasihmu.. Betulkan Alex?" tanya Roy dengan ekspresi menuntut.


Alex hanya menatap acuh pada Roy. Lalu Roy dengan paksa menarik tangan Alex untuk mengikutinya.


"Jangan berani beranjak dari sini sedikit pun!" bisik Alex pada Anna.


Anna hanya diam dan melihat kepergian Alex dan Roy.


Anna melihat tingkah Roy tadi, sepertinya ada yang aneh saat pria itu mendengar namanya. Apa pria itu mengenalinya?

__ADS_1


-


Alex melepas kuat tangan Roy yang menyeretnya,


"Apa yang kau mau?" ujar Alex dingin.


"Gadis itu!! Gadis itu!! Jangan bilang gadis itu adalah anak dari William Pratama?" ujar Roy dengan wajah terkejutnya.


Alex menanggapi acuh pertanyaan Roy,


"Ya ampun Alex.. Dari namanya saja aku sudah bisa menebaknya.." ujar Roy gusar.


"Apa yang kau rencanakan?" tanya Roy waspada.


"Menurutmu??" ujar Alex.


"Aku akan memancing si tua itu keluar dari persembunyiannya" jawab Alex.


Roy menatap Alex terkejut,


"Jadi.. Kau sengaja membawanya kemari, di hadapan para wartawan dan paparazi agar William melihatnya? Kau memang jenius.." ujar Roy memuji.


Alex menanggapi acuh pujian Roy,


"Tapi.. Tidakkah gadis itu cantik menurutmu? Aku tidak menyangka ternyata William mempunyai seorang putri yang cantik. Jika aku jadi kau mungkin aku sudah memakannya, dia terlalu menggoda" ujar Roy sambil membayangkan sesuatu.


"Menjijikkan" ujar Alex ketus lalu pergi meninggalkan Roy.


-


-


"Selamat malam para tamu undangan yang terhormat.." terdengar suara Mr.Holland yang berada di atas panggung.


"I'm very happy to have you all here.. Pesta bertema romantis ini aku buat agar bisa menciptakan keharmonisan antara pasangan, relasi bisnis, teman dan lainnya. Maka pertemuanku kali ini dengan kalian semua tidak lain untuk menciptakan hubungan yang lebih erat lagi, lebih harmonis lagi antar sesama perusahaan. Semoga bisa tercipta kerjasama-kerjasama yang membawa keharmonisan kedepannya, untuk kemajuan bersama.."


"Maka tidak perlu berlama-lama lagi, mari kita nikmati pesta malam ini" ujar Mr.Holland yang disambut tepuk tangan dari para tamu yang hadir.


Anna menatap ke sekitar, pria kejam itu tidak terlihat dimana pun. Apakah ini kesempatan bagus untuknya melarikan diri?


Anna terlihat ragu, disini terlalu banyak orang. Apakah jika dia menceritakan pada orang-orang disini bahwa dia diculik oleh Alex mereka akan percaya? Anna rasa tidak..


Saat sedang memikirkan berbagai cara untuk melarikan diri. Seorang wanita menghampiri Anna.


"Kau.. Kau datang kemari dengan Alex?" tanya wanita itu dengan nada angkuhnya.


Anna mengamati wanita di depannya itu, wanita yang cantik dan mempunyai badan yang bagus seperti seorang model, pikirnya.


Anna hanya menganggukkan kepalanya pada wanita di depannya itu..


"Berapa banyak dia membayar mu?" tanya wanita itu sinis.


Membayar??


Apa maksud wanita ini??


Bersambung..


Halo, support terus cerita ini ya..

__ADS_1


Tolong tinggalkan jejak 🤗


__ADS_2