
Anak buah Leonard terlihat sedang menggotong tubuh Alex ke salah satu ruangan rahasia yang di sebutkan oleh Leonard sebelumnya.
Salah satu pria itu terlihat menekan beberapa angka pada kode pintu.
Dan tidak lama pintu pun terbuka..
KLIK!!
Ruangan itu di dominasi dengan warna putih. Mereka kembali membawa tubuh Alex mendekati sebuah kasur seperti kasur di rumah sakit yang terlihat di penuhi dengan kabel di sekelilingnya.
"Letakkan pria ini disana!!" perintah salah satu pria pada yang lainnya.
Mereka pun mulai meletakkan tubuh Alex keatas tempat tidur itu.
Salah satu pria bertopeng terlihat terdiam melihat tubuh Alex yang mulai di tidurkan di tempat itu.
Perlahan pria-pria bertopeng itu membuka baju atasan Alex dan membiarkan Alex bertelanjang dada, lalu memasangkan kabel-kabel yang terhubung di tempat tidur itu dan menempelkannya pada tubuh Alex.
"Hey! Kenapa kau diam saja!! Cepat bantu kami!!" teriak salah satu pria yang lain pada pria bertopeng yang terdiam tadi.
Dengan cepat mereka pun memasangkan alat-alat itu pada tubuh Alex sesuai perintah Leonard.
Tak lama Leonard pun terlihat masuk ke dalam ruangan itu dan menyeringai pelan melihat tubuh Alex yang terkulai dengan kabel-kabel yang terpasang di tubuhnya.
"Kau akan merasakan nerakamu lebih dulu, Alex!!!!" desisnya sambil menatap wajah Alex tajam.
Para pria bertopeng itu pun mulai menjauh dan berdiri di belakang Leonard,
"Bagus!! Sekarang biarkan dia beristirahat dahulu untuk yang terakhir kalinya.." ujarnya tajam.
"Setelah dia sadar.. Maka dia akan merasakan neraka yang sesungguhnya!!" lanjutnya sambil tertawa licik.
Salah satu pria bertopeng berjalan kearah Leonard dan berbisik pada Boss nya itu dengan takut,
"B..Boss... A.. Ada kabar buruk..." ucapnya gelagapan.
Leonard mendelik tajam pada pria itu dan terlihat tidak suka mendengar ucapannya,
"Cepat katakan ada apa!!!!" perintahnya keras.
Pria bertopeng itu menunduk dan memberanikan diri untuk kembali berbicara pada Leonard,
"Ga.. Gadis yang sedang hamil itu... di... dia.. melarikan diri.." lanjutnya gemetaran.
Seketika Leonard pun membelalakkan matanya dan mencekik pria di depannya itu dengan penuh amarah,
GREB!!!
"APA KAU BILANG!!!!!!" teriaknya.
Pria bertopeng itu terlihat terbatuk-batuk kesakitan sambil menggeleng dan memohon ampun kepada Leonard,
"A.. Ampun Boss.... A... Aku sudah... me.. merintahkan yang lain ke hutan... u... untuk mencarinya kembali uhuk!! uhuk!!!" ujarnya terbata-bata.
Leonard menggertakkan giginya kuat dan semakin mencengkram leher pria itu,
"BRENGSEK!!! CEPAT TEMUKAN DIA ATAU AKU AKAN MEMBUNUH KALIAN SEMUA!!!!!" teriaknya murka.
"DAN TEMUKAN ERIKA JUGA!!!!!!" lanjutnya.
Pria bertopeng itu semakin kehabisan nafas dan mencoba mengangguk,
BRUK!!!!
Leonard melepaskan cengkramannya dan mendorong jauh pria itu sampai tersungkur.
Beberapa pria bertopeng yang lain dengan cepat membantu si pria yang tersungkur tadi untuk berdiri dan dengan segera bergegas pergi untuk melaksanakan perintah Leonard tadi.
Leonard mencoba mengatur nafasnya yang memburu sambil memijat keningnya,
"Dasar tikis-tikus tidak berguna!!!!" geramnya.
Hujan masih turun dengan lebatnya..
Erika masih berjalan di dalam hutan tanpa memperdulikan air hujan yang membasahi tubuhnya serta petir yang menyambar dengan keras.
Wanita itu harus segera menemukan Anna. Jika tidak, maka dia akan merasa sangat bersalah dan berdosa. Erika berharap semoga saat ini Anna baik-baik saja.
Dia harus menemukan gadis itu sebelum anak buah Leonard yang menemukannya.
Ketika Erika sedang berjalan di bawah hujan yang deras, tiba-tiba saja dari penglihatannya Erika melihat segerombol pria bertopeng tengah berlari cepat kearahnya.
Erika yang melihat hal itu sontak bersembunyi di balik sebuah semak-semak yang cukup tinggi dan lebat.
Orang-orang itu adalah anak buah Leonard. Mengapa mereka datang kemari?? pikir Erika.
"Ayo!!! Kita harus segera menemukan kedua wanita itu!!!!" teriak salah satu pria yang terdengar oleh Erika.
Erika semakin menundukkan tubuhnya di dalam semak-semak.
Setelah pria-pria itu melewatinya, Erika pun kembali menatap mereka dan memastikan bahwa orang-orang itu telah pergi.
"Dua wanita???" bisik Erika pada dirinya sendiri.
__ADS_1
Apa... Itu adalah Anna dan juga dirinya??? pikirnya.
Sepertinya Leonard telah mengetahui bahwa dirinya telah menguping pembicaraannya tadi dan mengetahui semua kebusukannya.
Bagaimanapun juga, Leonard mempunyai insting yang tinggi..
Pria itu pasti telah curiga sejak tadi..
Gawat! Jika begitu maka sekarang dirinya juga dalam bahaya, pikir Erika.
Erika pun mulai bangkit dan kembali berlari menjauh sebelum anak buah Leonard menemukannya.
Hujan perlahan mulai sedikit mereda..
Erika masih berlari dengan tergesa-gesa di dalam hutan. Wanita itu harus segera pergi dari tempat ini sebelum Leonard menemukannya.
Pria itu..
Pria itu pasti akan membunuhnya..
Saat Erika sedang berlari, dengan tidak sengaja kaki wanita itu menyandung sesuatu dan membuatnya terjatuh,
BRUK!!!
"Akhhh!!!!" rintihnya.
Erika dengan cepat mencoba kembali bangkit sambil menyentuh kakinya yang terluka.
Samar-samar wanita itu mendengar suara rintihan di belakang tubuhnya.
Dengan cepat Erika pun membalikkan tubuhnya dan melihat Anna yang tengah terduduk lemas di sebuah pohon dengan wajahnya yang sangat pucat.
Erika dengan cepat menghampiri gadis itu dan menyentuh wajah pucat Anna yang tengah menutup matanya sambil merintih pelan.
"Anna!!!! Kau baik-baik saja???" tanyanya cemas sambil memeriksa seluruh tubuh Anna dan menyentuh nadinya.
Erika seketika menghela nafas leganya saat merasakan nadi Anna yang masih berdetak.
Kondisi Anna terlihat sangat menyedihkan dengan tubuh yang basah kuyup dan wajahnya yang pucat.
"Aakkhh..." rintih Anna kembali terdengar.
Dengan segera Erika menyentuh tangan Anna dan mencoba menghangatkannya,
"Apa kau baik-baik saja???? Apa perutmu sakit????" tanyanya cemas.
Anna perlahan membuka matanya dan menatap Erika dengan mata sayunya,
"E... Erika...." bisiknya.
Erika menatap wajah Anna dan mengangguk pelan,
"Iya.. Ini aku..." jawab Erika pelan.
Anna kembali menggigit bibirnya saat dia merasakan perutnya yang kembali terasa sakit,
"Pe.. Perutku..." bisik Anna kesakitan.
Erika dengan cepat menyentuh perut Anna dan mencoba mengusapnya dengan lembut,
__ADS_1
"Apa perutmu sakit????" tanyanya khawatir.
Anna mengangguk pelan dan menatap Erika dengan mata sayunya,
"A.. aku... sudah... tidak kuat.... lagi..." bisiknya terbata-bata.
Seketika Erika pun menggeleng kuat dan mencoba menepuk pipi Anna yang mencoba menutup matanya,
"Hey!!!! Apa yang kau katakan!!! Jangan tutup matamu!!! kita harus segera pergi dari sini!!!" ujar Erika keras.
Anna terlihat semakin lemas..
Gadis itu kembali menatap Erika sambil menggenggam tangannya.
Mulutnya kembali terbuka dan seperti hendak menyampaikan sesuatu pada Erika namun, Anna kembali merintih saat perutnya semakin sakit,
"Aakkhhh...." rintih Anna lagi.
Erika semakin cemas menatap kondisi Anna. Wanita itu mengarahkan pandangannya ke sekitar untuk mencari cara bagaimana dia bisa segera membawa Anna keluar dari sini.
"Tolong bertahanlah!" ujar Erika memohon.
Genggaman tangan Anna di tangan Erika perlahan mulai melemas. Erika yang menyadari hal itu kembali menyentuh wajah Anna dan menepuknya pelan,
"Hey!! Sadar Anna!!! Kau tidak boleh menyerah!!!" ujarnya memohon.
Erika kembali menggenggam tangan dingin Anna dan meniupnya agar terasa hangat.
"Jangan tutup matamu Anna!!!" ujar Erika keras.
"Kau harus kuat!!!" lanjutnya.
Anna mencoba kembali membuka matanya yang terasa berat...
Namun, rasanya begitu sulit..
Tubuhnya benar-benar terasa lemas..
Dan..
Rasanya..
Anna benar-benar ingin beristirahat sekarang..
Erika kembali mengguncang tubuh Anna dengan kuat,
"Bangun Anna!!! Bangun!!!" ujar Erika memohon.
"Kau harus kuat!!!" teriak Erika yang perlahan seperti mulai menghilang dari pendengaran Anna.
"Kau harus kuat untuk kedua anakmu!!!" lanjut Erika dengan matanya yang berkaca-kaca.
"Kumohon......." bisik Erika tersedu.
Bersambung..
Halo, support selalu cerita ini ya,
Jangan lupa kasih like, vote, komen dan hadiahnya ☺️
Yuk, bikin author semangat lagi nulis dengan tinggalkan jejak di kolom komentar 🙏😁
Dan, jangan lupa kalau baca novel jangan lupa waktu ya, dan ibadah juga ☺️🙏
Maaf ya jarang update, maklum ide terkadang mentok dan ngak jalan 🤧🙏
__ADS_1