Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Merindukanmu..


__ADS_3

Disebuah ruangan serba putih, terlihat seorang wanita yang sedang duduk termenung dengan wajah sedihnya sambil menyentuh tangan seorang pria yang terbaring tak sadarkan diri.


Anna mengusap pelan tangan suaminya dan mengecupnya dengan lembut. Setetes air mata pun mengalir di pipinya.


Setelah Alex di bawa ke rumah sakit tadi. Anna terlihat sangat panik dan hampir pingsan.


Gadis itu meminta penjelasan pada salah satu pengawal tentang apa yang sebenarnya terjadi pada suaminya itu. Dan akhirnya salah satu pengawal menceritakan segalanya pada Anna.


Mulai dari Miranda yang mengirim pesan pada Alex, membius Alex, menembak Alex, sampai saat wanita itu melompat dari atas gedung dan mati. Segalanya di ceritakan secara detail oleh pengawal Alex.


Anna pun seketika tidak habis pikir dengan perbuatan nekat wanita bernama Miranda itu. Hanya karena menginginkan suaminya, dia rela melakukan hal gila dan nekat seperti yang telah dia lakukan itu.


Anna kembali mengusap wajah Alex dengan lembut dan berbisik padanya,


"Sayang... Sadarlah... Aku disini..." bisik Anna sedih.


Hari sudah menunjukkan pukul 7 malam namun Alex belum kunjung sadar. Dokter bilang Alex kehilangan cukup banyak darah.


Namun untungnya ada Donna yang langsung datang dan mendonorkan darahnya untuk Alex.


Setelah Anna mengabari wanita itu. Donna pun langsung panik dan datang ke rumah sakit..


Dan sekarang Donna sedang keluar bersama Jonas untuk membawa perlengkapan Alex di rumah.


Tok..


Tok...


Terdengar suara ketukan pintu yang menyadarkan Anna dari lamunannya. Gadis itu pun menghapus air matanya dan melangkah kearah pintu,


CKLEK!!


Terlihat Donna sudah kembali bersama Jonas. Wanita itu membawa perlengkapan Alex serta makanan untuk Anna,


"Dia belum siuman juga???" tanya Donna khawatir pada Anna.


Anna menghela nafasnya dan menggeleng pelan,


"Belum" jawabnya sedih.


Donna pun mengusap pundak Anna dan tersenyum lembut padanya,


"Sebentar lagi pasti siuman... Kau jangan menangis lagi.." bujuk Donna lembut.


Anna menatap Donna dan mencoba memasang senyuman di wajahnya,


"Iya Bi..." ujarnya.


Donna pun tersenyum dan mengeluarkan sesuatu dari kantong yang di bawanya,


"Aku membawa makanan untukmu, ayo kita makan dulu. Tadi siang kau hanya makan sedikit.." ujar Donna.


Anna pun mengangguk pelan dan melangkah kearah sofa bersama Donna dan Jonas. Lalu mereka pun makan bersama.


Setelah selesai makan, Anna kembali duduk di samping Alex dan menyentuh tangan suaminya.


Donna menatap kearah Anna dan menghampirinya,


"Anna... Sebaiknya kau pulang dan istirahat, biar Bibi saja yang berjaga disini" bujuk Donna.


Dengan cepat Anna pun menggeleng,


"Tidak Bibi! Aku baik-baik saja.. Biar aku yang menemani Alex" ujar Anna.


Donna pun menghela nafasnya dan mengangguk pelan,


"Baiklah, Bibi menyerah..." ujarnya.


Anna pun tersenyum dan memeluk Donna,


"Bibi pulanglah, Kakek pasti sangat membutuhkan Bibi sekarang. Lagipula disini ada beberapa penjaga yang berjaga di luar" ujar Anna.


Memang Donna tidak memberitahu pada Peter bahwa Alex masuk ke rumah sakit, karena kondisi Peter pun saat ini kurang sehat. Dia tidak ingin ayahnya itu kembali drop karena memikirkan keadaan cucunya.


Donna membalas pelukan Anna dan menghela nafasnya pasrah,


"Baiklah... Jika Alex siuman cepat kabari aku ya" ujar Donna yang di balas anggukkan oleh Anna.


"Kalau begitu kami pulang dulu" ujar Jonas berpamitan.

__ADS_1


Setelah Donna dan Jonas pergi, Anna pun kembali duduk di samping tempat tidur Alex dan menyentuh tangannya,


"Kapan kau akan bangun??? Aku menunggumu...." bisik Anna sedih.


Anna terus menyentuh pergelangan tangan Alex dan menyandarkan kepalannya di samping tubuh suaminya.


Dan tanpa terasa gadis itu pun perlahan mulai mengerjapkan matanya dan tertidur...


-


-


Anna menggeliat pelan dari tidurnya saat merasakan sesuatu yang hangat menyentuh wajahnya dan juga bibirnya.


Gadis itu perlahan menggosok pelan dan membuka matanya,


DEG!!!


Seketika jantung Anna berdetak saat melihat wajah seorang pria yang dia cintai sangat dekat dengan wajahnya, dan tengah tersenyum lembut padanya.


"A... Alex?????" ujar Anna setengah sadar.


Alex kembali tersenyum dan menyentuh pipi istrinya dengan lembut,


"Iya sayang... Ini aku" ujarnya lembut.


Anna pun seketika bangkit dari tidurnya dan melihat tubuhnya saat ini sedang berada diatas ranjang rumah sakit bersama Alex.


"Kau sudah siuman????" tanya Anna lagi tidak percaya.


Alex menatap istrinya dan kembali tersenyum,


"Iya sayang.... Aku sudah siuman" ujarnya lagi.


Anna pun seketika memeluk tubuh Alex yang sedang terbaring,


GREP!!!


"Terimakasih Tuhan...." bisik Anna menahan tangis.


Alex pun membalas pelukan istrinya sambil menahan sakit di bahunya yang sedikit tertekan oleh tubuh Anna.


"Ma..Maafkan aku, apa masih sakit????" ujar Anna panik.


Alex pun menatap Anna dengan senyum jailnya,


"Masih...." ujarnya berpura-pura.


Anna terlihat semakin panik dan menyentuh bahu Alex,


"Kalau begitu aku akan panggilkan dokter!!" ujarnya sambil mencoba bangkit dari tempat tidur.


Namun seketika tangan Alex menahannya dan kembali membawa tubuh istrinya ke dalam pelukannya,


GREP!!!


"Tidak!! Aku tidak butuh dokter" ujar Alex menolak.


Anna pun mendongakkan kepalanya untuk menatap Alex,


"Tapi Alex... Lukamu harus di periksa lagi dan diberi obat!!" bujuk Anna.


Alex kembali menggeleng dan mengangkat dagu istrinya agar mereka saling bertatapan,


"Yang aku butuhkan bukan obat dari dokter... Tapi... ini..." bisik Alex intens sambil menyentuh bibir istrinya dengan lembut.


Alex pun mendekatkan bibirnya pada bibir Anna,


CUP!!!!


Bibir pria itu pun menekan lembut bibir istrinya dan mulai ********** dengan hati-hati.


Anna perlahan menutup matanya dan membalas ciuman Alex dengan perasaan haru. Gadis itu tidak dapat membayangkan jika suaminya tidak kunjung sadar seperti sebelumnya.


******* demi ******* terasa begitu lembut dan manis bagi keduanya. Mereka saling menyalurkan rasa cinta dan kerinduan di dalam hati.


Alex menyentuh tengkuk Anna dan semakin memperdalam ciumannya. Bahkan pria itu tidak menghiraukan luka di bahunya.


Dia sangat merindukan istrinya..

__ADS_1


Istri yang sangat di cintainya...


Setelah beberapa lama, akhirnya Alex pun melepaskan ciumannya. Mata mereka masih tertutup dan kening mereka masih menyatu. Nafas keduanya masih sedikit memburu.


Perlahan Alex pun membuka matanya dan menatap istrinya dalam,


"Aku merindukanmu..." bisiknya lembut.


Anna membuka matanya dan menatap Alex dengan mata yang mulai berkaca-kaca,


"Aku juga merindukanmu... Sangat merindukanmu.." bisiknya.


Alex tersenyum lembut dan menghapus air mata yang keluar dari mata istrinya,


"Sssttt.... Jangan menangis..." ujar Alex.


Anna menggigit bibirnya dan semakin tersedu,


"Kenapa kau harus senekat itu!! Kau tau, aku sangat mencemaskanmu..." ujarnya sambil menangis.


Alex menatap tidak tega pada istrinya dan kembali memeluk tubuh Anna dengan erat,


"Maafkan aku telah membuatmu khawatir" bisik Alex menenangkan.


Anna menyandarkan kepalanya di dada Alex dan masih terus menangis. Tangan Alex mengusap pelan punggung istrinya sambil mengecup kepala Anna dengan pelan.


Setelah beberapa saat, Anna pun mulai tenang dan menghapus air matanya.


Alex menangkup wajah Anna dan mengecup kedua mata istrinya dengan lembut,


CUP!!


CUP!!


"Jangan menangis lagi... Maafkan aku..." ujarnya lembut.


"Aku berjanji tidak akan membuatmu khawatir lagi" lanjutnya.


Anna menatap Alex dan mengangguk pelan sambil menunjukkan jari kelingkingnya,


"Kau berjanji???" tanya Anna dengan wajahnya yang masih memerah karena menangis.


Alex tersenyum menatap wajah istrinya yang menggemaskan itu. Lalu pria itu pun mengangkat jari kelingkingnya dan menautkannya pada jari kelingking Anna,


"Aku berjanji!!" ujarnya tegas.


Anna pun tersenyum lega dan kembali memeluk tubuh suaminya. Mereka berpelukan sambil menutup mata mereka, menyalurkan kehangatan dan kerinduan.


Tiba-tiba Anna pun membuka matanya saat mengingat sesuatu,


"Oh iya... Apa kau yang mengangkat ku ke atas tempat tidur ini???" tanya Anna.


Alex pun tersenyum dan mengangguk pelan,


"Iya sayang...." jawabnya.


Anna menatap wajah Alex dengan khawatir,


"Bukankah bahumu sedang sakit?? Kenapa kau tidak membangunkanku saja..." ujar Anna khawatir.


Alex menatap istrinya lalu mencium pipinya gemas,


CUP!!


"Tidak perlu khawatir sayang... Suamimu ini sangat kuat" ujar Alex tersenyum menggoda.


Lalu pria itu pun mendekati bibinya pada telinga Anna,


"Bahkan... Aku juga cukup kuat untuk bercinta denganmu sekarang.." bisiknya lagi.


Bersambung...


Holla!!!


Keep support this story ya, jangan lupa tinggalkan like, komen, vote dan hadiahnya 😁


Dukungan kalian sangat berarti guys,


Terimakasih 😘❤️🙏

__ADS_1


__ADS_2