
"Bagaimana keadaannya?" tanya Alex cemas pada dokter.
Setelah Anna merintih kesakitan akibat makan makanan pedas tadi. Alex langsung menyuruh asistennya memanggil seorang dokter ke rumahnya.
"Nona ini mengalami infeksi di ususnya" ucap dokter itu.
Anna yang sedang berbaring di atas kasur langsung memalingkan wajahnya saat Alex menatapnya dengan kesal. Sepertinya pria itu sangat marah. Seharusnya Anna menuruti perkataannya tadi..
Alex kembali menatap dokter itu dengan serius,
"Apakah infeksinya parah?" tanya Alex lagi.
"Untungnya infeksinya tidak terlalu serius. Aku akan meresepkan beberapa obat dan vitamin untuk mengobati luka di ususnya. Tapi yang terpenting, Nona ini harus menjaga makanannya agar luka di ususnya tidak bertambah parah" ujar dokter itu lalu memberikan resep obat pada Alex.
"Baik, terimakasih" ujar Alex mengambil resep itu.
Dokter itu pun merapihkan kembali barang-barang bawaannya,
"Baiklah Tuan, semoga istrimu lekas sembuh. Dan tolong awasi makanannya. Aku permisi dulu" ujar dokter itu tersenyum lalu melangkah pergi.
Setelah dokter itu keluar dari kamar Anna. Alex membalikkan badannya pada Anna.
"Bukankah sudah ku peringatkan?? Untung saja dokter itu tidak menyuruhmu operasi! Sekarang bagaimana? Apa kau menyesal tidak menurut padaku??" ujar Alex tegas.
Anna hanya menundukkan wajahnya mendengar omelan Alex padanya.
"Sudah, istirahatlah!" ujar Alex sambil mengusap kepala Anna.
Tiba-tiba Alex merasakan handphonenya berdering. Alex mengambil handphonenya di dalam saku celana dan mengangkatnya.
"Halo, Harry ada apa?" tanya Alex.
"Baiklah... Aku akan segera ke kantor" ujarnya.
Alex mematikan handphonenya lalu menatap Anna sejenak. Sebenarnya dia tidak ingin pergi ke kantor hari ini. Namun sekretarisnya bilang ada jadwal pertemuan dengan rekan bisnisnya hari ini.
Alex menatap Anna sejenak,
"Aku harus ke kantor sekarang, apa tidak apa-apa?" tanya Alex sedikit khawatir untuk meninggalkan Anna.
"Ada pertemuan penting yang harus aku datangi hari ini. Aku akan menyuruh pelayan untuk menjagamu" lanjutnya.
Anna menatap Alex dengan heran. Mengapa pria ini harus bertanya padanya? pikir Anna.
"Pergilah, aku tidak apa-apa. Lagipula aku ini bukan anak kecil yang harus kau khawatirkan" ujar Anna acuh.
Alex menatap Anna dengan tatapan kesalnya. Apa gadis ini tidak tau bahwa dia mengkhawatirkannya? kesal Alex dalam hati.
__ADS_1
"Dasar tidak peka!" ujar Alex pelan.
"Baiklah, aku pergi dulu. Jangan lupa untuk meminum obat dan jangan coba-coba berani memakan makanan pedas lagi!!" tegas Alex.
Anna menghembuskan nafasnya pasrah mendengar ucapan Alex,
"Baiklah baiklah.." jawabnya.
Alex menghampiri Anna lalu mencium kepalanya cepat. Anna yang kaget sontak menatap Alex. Alex menyeringai melihat keterkejutan Anna atas tindakannya.
"Aku pergi dulu" ujar Alex lalu melangkah ke arah pintu dan keluar.
Saat Alex sudah benar-benar pergi, Anna menyentuh pipinya yang sedikit merona atas tindakan Alex yang mencium kepalanya tadi. Sejenak Anna termenung mengingat tingkah Alex yang berubah 180 derajat sekarang. Apakah pria itu benar-benar mempunyai perasaan yang tulus padanya? Atau hanya sekedar sandiwara saja?
Anna sadar Alex mempunyai dendam yang cukup besar pada ayahnya. Walaupun Anna tidak tau masalah apa sebenarnya yang terjadi di antara mereka.
Apakah dia harus mencari tau? Anna tidak ingin hanya berdiam diri saja. Setidaknya dia harus tau sedikit masalahnya. Anna yakin masalah diantara mereka bukan hanya masalah bisnis saja. Mungkin saja ada sesuatu hal lain diantara Alex dan ayahnya.
Dengan perlahan Anna menurunkan kakinya dari atas kasur. Perutnya sudah tidak terlalu sakit sekarang.
Anna melangkah perlahan keluar kamarnya dan menghampiri ruangan Alex.
Dengan ragu Anna mencoba membuka pintu ruangan pribadi Alex. Apakah pintu ini terkunci? pikir Anna dalam hati.
CKLEK!
Pintunya tidak terkunci! Anna menarik nafas dalam lalu memberanikan diri untuk masuk ke dalam.
'Ini hanya berkas-berkas kerja saja' ujar Anna dalam hati.
Lalu setelah itu Anna mencoba membuka laci yang berada di bawah meja. Isinya hanya tumpukan kertas-kertas yang Anna tidak mengerti.
Saat Anna melihat beberapa kertas. Pandangannya terhenti pada sebuah foto yang terlihat sudah usang dan diberi tanda silang oleh spidol berwarna merah. 'Foto siapa ini?' tanya Anna dalam hatinya. Sepertinya foto ini adalah foto lama..
Di foto itu terlihat ada sepasang lelaki dan wanita yang sedang tersenyum bersama kearah kamera. Sepertinya mereka adalah sepasang kekasih, pikir Anna.
Anna mencoba memperhatikan dengan jelas siapakah sosok yang berada di foto itu?
Tunggu!!!
Bukankah ini foto ayahnya?? Walaupun foto itu menampilkan sosok pria yang masih terlihat sangat muda tapi Anna tidak mungkin salah mengenali wajah ayahnya.
Anna mencoba memperhatikan lagi foto itu. Benar!!! itu adalah ayahnya..
Lalu siapa gadis di sebelahnya??
Itu bukanlah foto ibunya. Wajah wanita itu sangat asing di mata Anna.
__ADS_1
Apakah ini salah satu wanita selingkuhan ayah? pikir Anna.
Kenapa pria itu menyimpan foto ini??
-
Hari sudah mulai gelap. Alex memijit kepalanya yang sedikit berat. Pertemuannya dengan rekan bisnisnya tadi berlangsung cukup lama.
Saat pertemuan tadi, entah mengapa pikirannya hanya tertuju pada Anna. Dia sangat khawatir dengan gadis itu. Dia hanya bisa menelpon penjaga di rumah saja untuk mengetahui keadaan gadis itu.
Penjaga bilang, gadis itu belum keluar dari kamarnya sejak siang tadi. Apakah dia sedang beristirahat? Atau dia sedang kesakitan?? pikir Alex khawatir.
Tiba-tiba Alex menyadari sesuatu, seumur hidupnya dia tidak pernah merasakan mengkhawatirkan seseorang selain dirinya. Gadis itu benar-benar telah membuat Alex berubah. Entah mengapa perlahan Alex merasakan hidupnya mulai berwarna dan merasa tujuan hidupnya bukan hanya untuk dirinya sendiri lagi. Melainkan juga untuk gadis itu..
Tok.. Tok...
Seketika Alex tersadar dari lamunannya saat seseorang mengetuk pintunya.
"Masuk!" ujar Alex.
Seseorang masuk ke dalam ruangan Alex, lalu membungkukkan badannya dan memberikan sebuah berkas pada Alex.
"Ini data tentang putri William Pratama yang Tuan inginkan" ujarnya.
"Baiklah, kau boleh kembali!" ujar Alex.
Alex memang meminta sekretarisnya itu untuk mencari informasi tentang Anna. Dulu dia hanya memperdulikan informasi tentang William saja dan cukup tau bahwa pria tua itu mempunyai seorang putri.
Sekarang setelah gadis itu mencuri seluruh hatinya. Alex merasa dia harus tau tentang gadis itu sekecil apapun.
Alex membuka berkas itu dan membacanya. Di dalam berkas itu terpampang foto Anna saat masih kanak-kanak sampai dewasa.
Senyum Alex mengembang saat melihat foto-foto itu. Hanya melihat fotonya saja Alex merasa lelahnya menghilang dan suasana hatinya membaik.
Alex membuka tiap lembar kertas itu. Disana tertulis bahwa Anna menyukai dan mahir dalam berdansa. Alex mengingat kembali saat pertama kali mengajak Anna berdansa. Gadis itu terlihat payah dan selalu menginjak kakinya.
Rupanya gadis itu sengaja melakukannya! Dasar gadis licik, pikir Alex sambil tersenyum.
Alex terus membaca setiap tulisan di kertas itu..
Pandangannya terhenti saat melihat pada tanggal lahir Anna yang tertera disana.
Bukankah ulang tahunnya besok?? pikir Alex.
Bersambung...
Hai Hai... Support terus cerita ini ya, jangan lupa tinggalkan komen dan like nya 🤗
__ADS_1
Terimakasih ❤️❤️
Kira-kira foto siapa ya yang Anna lihat tadi? 🤔